Diskusi yang Baik Menunjukkan Kepengurusan yang Baik

Berita Balai

Sidang I TKPSDA Wilayah Sungai (WS) Aceh Meureudu yang merupakan sidang pertama untuk wilayah sungai Aceh Meureudu pada tahun 2017
Sidang I TKPSDA Wilayah Sungai (WS) Aceh Meureudu yang merupakan sidang pertama untuk wilayah sungai Aceh Meureudu pada tahun 2017

Sekretariat Tim Koordinasi Sumber Daya Air (TKPSDA) Balai Wilayah Sungai Sumatera I kembali mengadakan kegiatan Sidang TKPSDA. Kali ini kegiatan yang diselenggarakan adalah Sidang TKPSDA Wilayah Sungai (WS) Aceh Meureudu yang merupakan sidang pertama untuk wilayah sungai Aceh Meureudu pada tahun 2017. Kegiatan yang sama sudah dilakukan sebelumnya di Hotel Grand Nanggroe dengan tim dari wilayah sungai Jambo Aye. Acara berlangsung pada hari Senin tanggal 17 April 2017 di Hotel Oasis Banda Aceh.

Ketua panitia penyelenggara kegiatan melaporkan bahwa sidang TKPSDA WS Aceh Meureudu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan selama empat kali dalam satu tahun. Peserta yang mengikuti sidang pertama TKPSDA WS Aceh Meureudu 2017 sebanyak 34 orang yang merupakan anggota TKPSDA WS Aceh Meureudu berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 294/KPTS/M/2014. Narasumber yang hadir adalah konsultan dari PT Aditya Engineering Consultant sebagai konsultan penyusun rencana pengelolaan Sumber Daya Air WS Aceh Meureudu.

Ketua TKPSDA WS Aceh Meureudu dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan SDA merupakan tanggung jawab Pemerintahan Provinsi Aceh maupun dari Kabupaten. Diharapkan sidang pertama TKPSDA WS Aceh Meureudu dapat berlangsung dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal. Berlangsungnya diskusi yang baik menunjukkan seberapa besar TKPSDA berusaha dalam melakukan tugas, oleh karena itu semua anggota harus aktif dalam menyampaikan masalah maupun usulan.

Sidang pertama TKPSDA WS Aceh Meureudu berlangsung dengan diskusi antara anggota sidang dengan konsultan dalam membahas susunan rencana pengelolaan SDA. Sasaran dan target pendayagunaan SDA antara lain terpenuhinya ketersediaan air baku, pengembangan irigasi rawa/tambak, serta peningkatan energi listrik. Sedangkan sasaran dan target pengendalian daya rusak air yaitu berkurangnya banjir, longsor, dan abrasi. Pengelolaan SDA akan berlangsung dengan baik jika ada kerjasama antara pengurus dengan masyarakat, oleh karena itu harus ada pemberdayaan masyarakat.

Berita

berita/5e40ea25-b334-47ac-b65f-9ae6bbfaef8b/1777253806.jpg

P3-TGAI 2025: Perkuat Irigasi, Berdayakan Petani di 9.597 Lokasi Seluruh Indonesia

berita/1401bef6-83d1-4383-8118-fde2954d26c9/1777339584.png

El Nino “Godzilla”: Fenomena Iklim Ekstrem yang Bikin Kemarau Makin Ganas

berita/a6e37c29-4d0c-422a-a1e8-cb90c7cac567/1776932139.jpg

Sidang II TKPSDA Aceh–Meureudu 2026 Bahas Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Sumber Daya Air

berita/47074737-91bd-42c1-8dd3-2f2ad1edb827/1776930520.jpg

Kementerian PU Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur Terpadu dalam Musrenbang Aceh 2027

berita/87a7418b-9b07-4652-ac0a-d04e37ace089/1776676987.jpg

Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA didampingi Kepala BWS Sumatera I Tinjau Lokasi Pembangunan Sabo Dam Gayo Lues

berita/b2cfaa27-0df4-45c9-9e41-94f4e6f3b1e8/1776735887.jpg

BWS Sumatera I Bangun 13 Jaringan Irigasi Air Tanah Baru Sepanjang Tahun 2025, Luas Tanam Meningkat 16%