Kasubdit: Data Tidak Boleh Kosong, Petugas Harus Jujur
Berita Balai •
Banda Aceh - Senin 3 September 2018, dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kompetensi penjaga pos hidrologi, Balai Wilayah Sungai Sumatera I mengadakan kegiatan Pelatihan Penjaga Pos Hidrologi AWLR. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam melakukan tugas sebagai penjaga pos dan menambah wawasan mengenai manfaat dan pentingnya data air yang akurat. Kegiatan berlangsung selama dua hari di lokasi yang berbeda. Pemaparan materi dan diskusi berlangsung hari pertama di Hotel Grand Arabia, Blang Padang, Banda Aceh. Kunjungan lapangan dilakukan pada hari berikutnya, berlokasi di Pos AWLR Siron, Aceh Besar. Peserta yang hadir sebanyak 23 petugas pengamat tinggi muka air dari Pos AWLR (Automatic Water Level Recorder) seluruh Aceh. Materi disampaikan oleh Ibu Ir. Dasniari Pohan, M.T., Bapak Asri Syahrial, S.T., M.T., Bapak Amir Fauzi, S.T., Dipl.WRM., dan Bapak Husni, S.T.
"Unit hidrologi harus antisipasi jangan sampai data kosong, jika penjaga pos berhalangan untuk mendata harus diajarkan apa solusinya, yang terpenting adalah petugas jujur dan ikhlas dalam bekerja," ujar Kepala Sub Direktorat Hidrologi dan Lingkungan SDA, Dasniari Pohan saat memberikan materi pada kegiatan tersebut.
Petugas Penjaga Pos juga memaparkan kegiatan yang dilakukan setiap hari. Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan mengoperasikan alat logger, membersihkan pos, memeriksa kesesuaian logger dengan peilschaal, dan mencatat data.
Dalam kegiatan juga dipaparkan bahwa pencatatan data tinggi muka air bukan hanya kegiatan harian tanpa tujuan. Data digunakan untuk dianalisa oleh pihak yang membutuhkan. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Amir Fauzi, data itu bisa digunakan untuk perencanaan bangunan air, pengaturan debit aliran dalam pengelolaan SDA, pengaturan distribusi air irigasi dan pertanian, informasi dasar untuk pengaturan biaya pengambilan air oleh industri, dan untuk studi atau penelitian ilmiah. Oleh karena itu data harus akurat agar tidak terjadi kesalahan perhitungan, produk gagal, bahkan bencana dimasa yang akan datang.
Untuk meningkatkan kinerja dan semangat petugas, BWS Sumatera I memberikan penghargaan kepada Bapak Abdul Manaf dari Pos AWLR Lhok Nibong sebagai penjaga pos terbaik. (AM)
Berita
BWS Sumatera I Dampingi Menteri PU Tinjau Penanganan Longsoran dan Huntara di Aceh Tamiang
Memang Harus Ya Bendungan Dibuat di Hutan Belantara?
BWS Sumatera I Bahas Percepatan Penanganan Pascabencana DAS Tamiang Bersama Satgas GALAPANA DPR RI
BWS Sumatera I Dampingi Tim Satgas GALAPANA DPR RI Tinjau Penanganan Bencana di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara
Balai Wilayah Sungai Sumatera I Perkuat Sinkronisasi Program Melalui Rapat Pokja I TKPSDA WS Alas Singkil
Batu Gajah atau Mangrove: Mana yang Lebih Efektif untuk Pengaman Pantai?