Kunjungan Lapangan High-level Experts and Leaders Panel on Water and Disasters

Berita Balai

High-level Experts and Leaders Panel on Water and Disasters atau disingkat HELP didirikan untuk membantu masyarakat internasional, pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam memobilisasi kemauan politik dan sumber daya. HELP mendorong aksi untuk meningkatkan kesadaran, memastikan koordinasi, menetapkan sasaran umum dan target-target, mengamati perkembangan, dan mengambil langkah-langkah yang efektif yang bertujuan mengatasi masalah air dan bencana.

HELP terdiri dari Ahli-ahli dalam bidang kebencanaan dan perwakilan dari pemerintah-pemerintah dunia. Dalam perjalanannnya HELP telah mengadakan delapan kali pertemuan dan untuk pertemuan kedelapan diadakan di Kota Jakarta pada tanggal 1 November 2016. Pada tanggal 2-3 November 2016 delegasi HELP melakukan kunjungan lapangan ke Kota Banda Aceh yang diikuti oleh 35 orang dari 8 negara termasuk Indonesia.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melihat langsung bencana tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 dan bagaimana proses rehabilitasi dan rekontruksi yang terjadi di Aceh dan juga berbagi pengalaman mengenai bencana.

Kunjungan diawali ke Badan Penanggulan Bencana Aceh (BPBA) yang disambut oleh Kepala BPBA Aceh mewakili Gubernur. Dalam sambutannya, Kepala BPBA mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh negara asal para delegasi dalam penanganan tsunami Aceh. Kepala BPBA mengungkapkan untuk upaya manajemen bencana di Aceh memerlukan usaha yang sangat besar, mengingat provinsi tersebut memiliki 6.674 desa, dimana 237 desa di antaranya rawan bencana. Kepala BPBA juga menyebutkan bahwa Fokus BPBA sekarang dalam penanggulangan bencana adalah pengurangan risiko, perlindungan, dan rehabilitasi masyarakat.

Selanjutnya dilanjutkan ke PLTD Apung di Gampong Punge Blang Cut. Disini Delegasi melihat bagaimana tsunami berdampak pada masyarakat dan kekuatan tsunami yang terjadi di Aceh. Mereka juga mendengarkan penjelasan bagaimana masyarakat sekitar menyelematkan diri saat terjadi tsunami.

Setelah dari PLTD Apung kunjungan dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh disini delegasi melihat bagaimana tsunami menghancurkan apa yang dilaluinya, barang-barang yang terkena tsunami serta area yang terdampak tsunami.

Perwakilan delagasi Dari HELP Mr. Niels Jurgen Vlaan Deren mengatakan banyak pengalaman dari Aceh yang nantinya dapat dibagikan kepada negara lain.

Untuk Pertemuan HELP selanjutnya akan diadakan di Amerika Serikat.

Berita

berita/9553eb88-68b7-41af-bd3c-7df0b3d3803e/1779670985.jpg

BWS Sumatera I Dampingi Menteri PU Tinjau Penanganan Longsoran dan Huntara di Aceh Tamiang

berita/14685dcf-5136-4a1a-bbe8-b273a3790a3e/1779263386.png

Memang Harus Ya Bendungan Dibuat di Hutan Belantara?

berita/199df0b9-bddf-47b3-b98b-27909f35bd76/1779525466.jpg

BWS Sumatera I Bahas Percepatan Penanganan Pascabencana DAS Tamiang Bersama Satgas GALAPANA DPR RI

berita/542132aa-6812-4abc-b102-d649a1f549c4/1779440747.jpg

BWS Sumatera I Dampingi Tim Satgas GALAPANA DPR RI Tinjau Penanganan Bencana di Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Utara

berita/685be336-47f0-4164-bb7c-453da294a16e/1779327028.jpg

Balai Wilayah Sungai Sumatera I Perkuat Sinkronisasi Program Melalui Rapat Pokja I TKPSDA WS Alas Singkil

berita/e25690f6-10c1-4b54-b1b1-287c7a96b9f8/1779156678.png

Batu Gajah atau Mangrove: Mana yang Lebih Efektif untuk Pengaman Pantai?