Pembahasan Isu Strategis Pada DAS Arakundo WS Jambo Aye
Berita Balai •
Unit Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) BWS Sumatera I kembali mengadakan kegiatan Sidang II TKPSDA Wilayah Sungai (WS) Jambo Aye Periode III Tahun 2021 dengan agenda pembahasan isu-isu strategis pengelolaan sumber daya air pada WS jambo aye. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23-25 Juni 2021 di The Royal Idi Hotel Aceh Timur. Sidang ini dihadiri oleh 34 anggota TKPSDA WS Jambo Aye.
Sidang II TKPSDA WS Jambo Aye ini merupakan Sidang Komisi dan Sidang Pleno dengan pembahasan hasil dari kunjungan lapangan ke DAS Arakundo yang termasuk dalam wilayah Desa Pante Rambong, Buket Bata dan Seuneubok Saboh kecamatan Pante Bidari, Desa Pucok Alue Sa, Gampong Blang dan Blang Nie kecamatan Simpang Ulim dan Dusun Teupin Gajah Desa Seumatang dan Gampong Baro kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur.
Kegiatan kunjungan lapangan ini dimaksud untuk melihat secara langsung isu-isu strategis pada DAS Arakundo WS Jambo Aye terkait aspek Konservasi Sumber Daya Air, aspek Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Aspek Pengendlian Daya Rusak Air.
Dari hasil kunjungan lapangan tersebut ditemukan beberapa isu strategis yang diantaranya adalah adanya alih fungsi lahan hutan ke perkebunan, adanya ilegal logging, penambangan pasir tanpa izin dan kualitas air menurun karena sedimentasi. Isu-isu ini kemudian dibahas dalam sidang pleno untuk dibuat usulan tindakan dan penanganan seperti segera dilakukan kegiatan penertiban dan proses hukum terkait aktivitas ilegal pada DAS Arakundo WS Jambo Aye.
Berita
BWS Sumatera I Identifikasi Pendangkalan Sungai Krueng Meureudu Melalui Pengukuran Tampang Sungai
Generasi Muda Kementerian PU Hadir di Lokasi Bencana, Menyemai Harapan dari Reruntuhan
Menteri PU Tinjau TPA dan IPLT Rantau, Percepat Pemulihan Sanitasi Pascabencana Aceh Tamiang
Penanganan Terpadu Bencana Hidrometeorologi di Aceh Terus Dipercepat
BWS Sumatera I Bersihkan Bendung Krueng Aceh di Seulimeum untuk Kurangi Risiko Banjir dan Jaga Irigasi
Kementerian PU Dorong Pemulihan Lingkungan Pascabanjir melalui Rehabilitasi TPA dan IPLT di Aceh Tamiang