Rapat Pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan BWS Sumatera II Medan

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan menggelar rapat pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan BWS Sumatera II Medan.

BWS SUMATERA II MEDAN – Senin (26/09) Dalam rangka mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan menggelar rapat pembentukan Tim Kerja Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan BWS Sumatera II Medan yang diselenggarakan di Aula Lantai 4 Kantor BWS Sumatera II Medan. Rapat tersebut dipimpin oleh Kasubag Umum dan Tata Usaha, Indra Kurnia.

Zona Integritas merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayan publik.

Predikat Zona Integritas menjadi gerbang awal dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Melalui keberhasilan Zona Integritas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik kepada Kementerian, Lembaga, maupun Pemerintah Daerah.




BWS Sumatera II Melaksanakan Gerakan Penanaman Palawija

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II menyelenggarakan gerakan penanaman palawija secara sukarela yang dilaksanakan di Bendung Sei Wampu.

BWS SUMATERA II MEDAN – Jumat (23/09) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II menyelenggarakan gerakan penanaman palawija secara sukarela yang dilaksanakan di Bendung Sei Wampu, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.

Kepala Satuan SNVT PJPA, Robby Indra Gartika selaku Ketua Pelaksana menuturkan kegiatan gerakan penanaman palawija secara sukarela yang dilaksanakan hari ini merupakan inisiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka membantu ketahanan pangan dan dilakukan di lahan sekitar Bendung Sei Wampu seluas 6,5 ha. Kegiatan ini merupakan pilot project dalam pelaksanaan kegiatan gerakan penanaman palawija, dimana nantinya BWS Sumatera II akan kembali melaksanakan kegiatan serupa di lokasi infrastruktur lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BWS Sumatera II Medan, Mohammad Firman dalam sambutannya menyampaikan gerakan penanaman palawija merupakan bentuk dari kontribusi Kementerian PUPR terhadap ketahanan pangan, sehingga aset-aset yang ada tidak menjadi lahan tidur. Diharapkan melalui kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh Petugas Internal BWS Sumatera II Medan dan masyarakat di sekitar Bendung Sei Wampu.

Pada kegiatan gerakan penanaman palawija turut dihadiri Kepala Desa Pantai Gemi, Alvin dan Kepala Dusun V Desa Pantai Gemi, Halimah.




Kunjungan Lapangan Persiapan Site Visit Mission World Bank Pada Kegiatan SIMURP

Direktorat Bina OP bersama Project Management Consultant Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) melaksanakan kunjungan lapangan di Sumatera Utara untuk memonitoring pelaksanaan SIMURP di Sumatera Utara.

BWS SUMATERA II MEDAN – Kamis (22/09) Dalam rangka persiapan kegiatan Site Visit Mission World Bank, Direktorat Irigasi dan Rawa, Direktorat SSPSDA, Direktorat Bina OP bersama Project Management Consultant Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) melaksanakan kunjungan lapangan di Sumatera Utara untuk memonitoring pelaksanaan SIMURP di Sumatera Utara.

Lokasi yang ditinjau dalam persiapan kegiatan Site Visit Mission ialah pekerjaan SIMURP di Daerah Irigasi (D.I.) Pulau Gambar, D.I Sumber Rejo, D.I. Timbang Deli, D.I. Buluh, D.I. Sumber Rejo dan Bendung Sei Ular.

PPK Dit. Irigasi dan Rawa, Julianto Silalahi menuturkan kunjungan yang dilakukan hari ini bertujuan untuk mempersiapkan kunjungan Bank Dunia pada tanggal 11 Oktober mendatang, dimana Bank Dunia secara berkala selalu melakukan monitoring untuk melihat progres fisik serta keuangan maupun kendala yang dihadapi di lapangan. PPK Dit. Irigasi dan Rawa menambahkan, diharapkan sebelum Loan Closing Date yang direncanakan pada tahun 2024 semua pekerjaan rehabilitasi yang ada di (D.I) Sei Ular dapat selesai tepat waktu.

Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) merupakan program modernisasi irigasi dan rehabilitasi mendesak yang bersumber dari Loan Agreement antara Pemerintah Indonesia dengan World Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank dan dikelola oleh lintas kementerian dan lembaga yakni Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian.

Program SIMURP dilaksanakan di 13 daerah irigasi dan 2 daerah rawa di 8 provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Pelaksanaan program SIMURP di Sumatera Utara dilaksanakan di 7 Sub D.I. yang ada di D.I Sei Ular yaitu D.I. Ramonia, D.I. Perbangunan, D.I. Pulau Gambar, D.I. Timbang Deli, D.I. Buluh, D.I. Sumber Rejo Baru, D.I. Sumber Rejo.




FGD Bersama KPPN Medan I dan Kanwil DJPb. Provinsi Sumatera Utara

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan keuangan negara di lingkungan BWS Sumatera II Medan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Medan I dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara.

BWS SUMATERA II MEDAN – Senin (19/09) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan keuangan negara di lingkungan BWS Sumatera II Medan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Medan I dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 4 Kantor BWS Sumatera II Medan.

FGD tersebut diikuti oleh seluruh pengelola keuangan seperti Kepala Satuan Kerja, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar, dan Bendahara.

Ria Hot Juanita Simbolon, selaku Kepala KPPN Medan I menyampaikan kegiatan FGD ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas Kinerja Pelaksanaan Anggaran, dimana kinerja pelaksanaan anggaran memiliki 8 indikator yaitu revisi DIPA sebesar 10%, penyesuaian Hal III DIPA sebesar 10%, penyerapan anggaran sebesar 20%, belanja kontraktual sebesar 10%, penyelesaian tagihan sebesar 10%, pengelolaan UP & TUP sebesar 10%, dispensasi SPM sebesar 5%, dan capaian output sebesar 25%.

Diharapkan melalui FDG yang dilaksanakan hari ini dapat meningkatkan kualitas Pelaksanaan Anggaran dan dapat memenuhi target 8 Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran di triwulan III atau di triwulan IV.




Apel Pagi Rutin di Lingkungan BWS Sumatera II Medan

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan menggelar Apel Pagi rutin yang diikuti oleh seluruh pegawai BWS Sumatera II Medan di halaman depan kantor BWS Sumatera II Medan.

BWS SUMATERA II MEDAN – Senin (19/09) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Medan menggelar Apel Pagi rutin yang diikuti oleh seluruh pegawai BWS Sumatera II Medan di halaman depan kantor BWS Sumatera II Medan. Apel Pagi tersebut dipimpin oleh Pelaksana Teknik Satuan Kerja PJPA, Iran Surianto.

PPK Irigasi dan Rawa IV, Shafur Bachtiar selaku Inspektur Upacara dalam arahannya menyampaikan pentingnya meningkatkan kedisiplinan di lingkungan kerja, dimana sebagai pegawai Kementerian PUPR harus dapat menjaga nama baik Kementerian PUPR melalui perilaku disiplin serta bekerja sesuai dengan motto Kementerian PUPR yaitu bekerja keras, bergerak cepat, bertindak tepat, dan berjiwa seni.

Apel Pagi tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.




Sidang II TKPSDA Wilayah Sungai Belawan Ular Padang

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan Ular Padang (BUP) memfasilitasi Sidang Kedua TKPSDA WS BUP di tahun anggaran 2022.

BWS SUMATERA II MEDAN – Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan Ular Padang (BUP) memfasilitasi Sidang Kedua TKPSDA WS BUP di tahun anggaran 2022 yang diselenggarakan mulai pada Senin, 05 September 2022 sampai Rabu, 07 September 2022. Sidang tersebut diselenggarakan secara tatap muka di Hotel JW Marriot, Medan.

Sidang tersebut dibuka oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Yosi Sukmono mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara selaku Ketua TKPSDA WS BUP. Dalam sambutannya menyampaikan isu strategis banjir Kota Medan dan Kota Tebing Tinggi menjadi agenda dalam Sidang II TKPSDA WS BUP.

Beberapa materi disampaikan dalam sidang tersebut, seperti isu strategis banjir Kota Medan dan Kota Tebing Tinggi yang disampaikan oleh Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA, Mayjen Sinema Telaumbanua, Kabid Pengembangan Jaringan Sumber Air Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara, Malik Assalih Harahap, Kabid Tata Kelola Air dan Drainase Perkotaan Kota Medan, Gibson Panjaitan, dan Kuswandi selaku Akademisi.

Dalam sidang tersebut turut dihadiri Pj. Walikota Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi yang menyampaikan banjir di Kota Tebing Tinggi sudah cukup mengkhawatirkan, berbagai upaya dan rekayasa sudah dilakukan namun belum dapat menuntaskan permasalahan banjir di Kota Tebing Tinggi. Melalui TKPSDA WS BUP diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kepada Kementerian PUPR untuk penanganan banjir di Kota Tebing Tinggi.

Adapun hasil rekomendasi Sidang II TKPSDA BUP, sebagai berikut; (1) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk memfasilitasi MOU Kabupaten/Kota untuk konservasi dengan memberdayakan masyarakat sekitar DAS (Sungai Padang dan Sub DAS Bahilang); (2) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan melakukan pengangkatan sedimen secara berkala pada SITU Sei Bahilang di Kelurahan Bandar Sono Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi; (3) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan membangun SITU baru di Kelurahan Bagelen/ Desa Paya Pinang, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi; (4) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk mengatasi sedimentasi di muara Sungai Bahilang ke Sungai Padang Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi dengan cara penanaman pohon/tumbuhan; (5) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk melakukan pengerukan secara berkala endapan yang terjadi pada alur Sungai Padang khususnya di muara Sungai Bahilang; (6) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk mengendalikan sedimentasi pada alur Sungai Padang di muara Sungai Bahilang dengan cara membangun Bottom Control; (7) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk membangun Bendung Sabo di hulu Sungai Padang yang terletak di Desa Naga Kesiangan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai; (8) Diminta kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk merencanakan dan membangun rumah panggung di kawasan rawan banjir di wilayah administrasi Kota Tebing Tinggi; (9) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk dapat dengan segera melakukan normalisasi Sungai Bahilang dari muara di Sungai Padang sampai dengan mulut Floodway Bahilang – Sigiling; (10) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk dapat dengan segera merencanakan dan melaksanakan peningkatan (meninggikan elevasi tanggul) pada tebing sisi kiri dan kanan alur Sungai Padang yang terlalu rendah, khususnya pada lokasi bangunan Pengolah Air Bersih (Water Treatment Plant) Perumda Air Minum Tirta Bulian; (11) Diminta kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi  untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder lainnya dalam pengelolaan persampahan di wilayah administrasi Kota Tebing Tinggi, khususnya yang terkait dengan pencemaran air Sungai Padang dan Sungai Bahilang; (12) Diminta kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk mendukung penetapan garis sempadan Sungai Padang dan Sungai Bahilang; (13) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk mengoptimalkan operasi (peringatan dini) dan pemeliharaan Bendung Gerak Irigasi Bajayu; (14) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk melakukan/membuat SID penanganan banjir Sungai-Sungai yang berada pada Wilayah Sungai Belawan Ular Padang; (15) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk melakukan penataan ruang kawasan hulu, tengah dan hilir sungai-sungai yang ada pada WS-BUP dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungannya;  (16) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk melakukan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan dan penggunaan ruang pada wilayah sungai Belawan Ular Padang melalui penguatan kapasitas SDM; (17) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk melakukan kajian/study mengenai tingkat perubahan tata guna lahan pada watershed (daerah tangkapan hujan) Sungai Padang, terutama watershed Sungai Bahilang; (18) Diminta kepada BWS Sumatera II untuk dapat dengan segera melakukan/merealisasikan rancangan  pembangunan tanggul banjir dan normalisasi/restorasi Sungai Padang mulai dari hulu hingga ke hilir; (19) Diminta kepada BWS Sumatera II agar dapat dengan segera meningkatkan sistim pengoperasian Bendung Gerak Irigasi Bajayu untuk menghindari terjadinya backwater yang dapat memperburuk dampak banjir di Kota Tebing Tinggi; (20) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk dapat dengan segera mengevaluasi Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi dan Kota Medan  untuk selanjutnya mengarahkan mereka untuk menyusun dan menetapkan Rencana Detail Tata Ruang yang memuat substansi daerah tangkapan air yang harus dilindungi pada Wilayah Sungai Belawan Ular Padang; (21) Diminta kepada BWS Sumatera II untuk dapat dengan segera menindak lanjuti secara konsisten dan berkesinambungan kegiatan penetapan dan pematokan daerah sempadan sungai-sungai yang ada di wilayah sungai Belawan Ular Padang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; (22) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dapat dengan segera melakukan rapat kerja dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi dan Kota Medan untuk melakukan pengamanan dan penertiban daerah Sempadan Sungai yang ada diwilayahnya masing-masing sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;.(23) Diminta kepada Gubernur  Sumatera Utara agar dapat dengan segera melakukan rapat kerja dengan kepala daerah Kabupaten Serdang Bedagai dan kepala daerah Kota Tebing Tinggi untuk membicarakan langkah-langkah kongkrit dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan floodway Sungai Bahilang ke Sungai Giling yang sudah direncanakan oleh BWSS-II; (24) Diminta kepada BWSS-II Medan agar memastikan bahwa design, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan parapet wall untuk pengendalian banjir ROB Belawan sudah benar secara teknis dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan diterima masyarakat setempat. (Catatan: Berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan oleh TKPSDA pada akhir bulan Agustus 2022, dilapangan belum ada kegiatan fisik pelaksanaan kontrak TA.2022 yakni untuk Zona A); (25) Diminta kepada BWSS-II Medan agar memasang stasiun pengukur debit (AWLR) yang memadai disepanjang Sungai Padang dan Sungai Bahilang (dari huli hingga hilir); (26) Terkait dengan masalah banjir Kota Tebing Tinggi, maka diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Kehutanan untuk melakukan pendataan/pengumpulan informasi data alih fungsi hutan di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Simalungun terutama pada watershed Sungai Padang dan Sungai Bahilang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir; (27) Diminta kepada BWSS-II Medan agar melakukan pendataan terkait infrastruktur pengendalian banjir Kota Tebing Tinggi yang sudah dibangun dan yang direncanakan akan dibangun seperti tanggul dan beronjong; (28) Diminta kepada BWSS-II Medan agar melakukan pendataan terhadap pendangkalan pada Sungai Padang yang berakibat menurunnya daya tampung penampang Sungai Padang dan berdampak kepada banjir di Kota Tebing Tinggi; (29) Diminta kepada BWSS-II Medan agar melakukan pendataan terhadap lebar alami muara sungai bahilang ke Sungai Padang; (30) Diminta kepada Walikota Tebing Tinggi melalui Dina Pekerjaan Umum Kota Tebing Tinggi untuk melakukan pendataan terhadap alignement, dimensi, kondisi dan kinerja saluran drainase yang di Kota Tebing Tinggi; (31) Diminta kepada Walikota Medan melalui Dina Pekerjaan Umum Kota Medan untuk melakukan pendataan terhadap alignement, dimensi, kondisi dan kinerja saluran drainase yang di Kota Medan; (32) Diminta kepada BWSS-II Medan untuk melakukan pendataan terhadap kebutuhan rumah pompa dalam menanggulangi bencana banjir rob di Kota Medan/Belawan, termasuk pemeliharaannya.




Sidang II TKPSDA Wilayah Sungai Batang Natal Batang Batahan

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Batang Natal Batang Batahan (BNBB) menggelar Sidang Kedua TKPSDA WS BNBB di Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan secara tatap muka di Hotel Santika Premiere, Padang.

BWS SUMATERA II MEDAN – Jumat (02/09) Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Batang Natal Batang Batahan (BNBB) menggelar Sidang Kedua TKPSDA WS BNBB di Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan secara tatap muka di Hotel Santika Premiere, Padang. Kegiatan tersebut diselenggarakan selama tiga hari yang dimulai pada Kamis, 01 Agustus sampai Sabtu, 03 Agustus 2022.

Sidang Kedua TKPSDA WS BNBB dibuka oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air, Rahmad Yuhendra selaku perwakilan dari Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat yang menjabat sebagai Ketua Harian TKPSDA WS BNBB. Rahmad Yuhendra menjelaskan Sidang Kedua kali ini membahas agenda pendayagunaan kelembagaan pengelolaan SDA WS BNBB yang diharapkan melalui pembahasan agenda tersebut dapat tersusun rekomendasi untuk WS BNBB.

Dalam sidang tersebut disampaikan pemaparan materi terkait pendayagunaan kelembagaan pengelolaan SDA melalui TKPSDA WS yang disampaikan oleh Sudarsono selaku narasumber dari Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, dan pemaparan materi pendayagunaan kelembagaan pengelola SDA pada WS BNBB disampaikan oleh Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA, Mayjen Sinema Telaumbanua dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air, Rahmad Yuhendra. Sidang tersebut dimoderatori Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat, Fathol Bari.

Apapun hasil rekomendasi Sidang II TKPSDA WS BNBB yakni; (1) Membentuk Kelembagaan Komunitas Peduli Sungai / Masyarakat Peduli Sungai di Batang Natal Batang Batahan; (2) Membentuk Kader Lingkungan Peduli Sampah di Batang Natal dan Batang Batahan (3) Pembentukan Dewan Sumber Daya Air di Sumatera Utara; (4) Forum DAS Provinsi Sumatera Barat agar dioptimalkan dan Provinsi Sumatera Utara segera dibentuk; (5) Komisi Irigasi untuk Sumatera Barat segera dioptimalkan dan Sumatera Utara segera dibentuk; (6) GNKPA untuk Sumatera Barat agar diaktifkan kembali dan Sumatera Utara segera dibentuk; (7) P3A, GP3A dan IP3A Sumatera Barat agar dioptimalkan dan Provinsi Sumatera Utara segera dibentuk.




Kunjungan Lapangan TKPSDA WS Toba Asahan

Sekretariat bersama Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan (Tobasa) melaksanakan kunjungan lapangan di Kota Tanjungbalai.

BWS SUMATERA II MEDAN – Sekretariat bersama Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan (Tobasa) melaksanakan kunjungan lapangan di Kota Tanjungbalai. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan berdasarkan hasil sidang pimpinan yang dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2022.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi yang ada di WS Tobasa untuk dapat merumuskan rekomendasi untuk WS Tobasa agar dapat dipertimbangkan oleh seluruh stakeholder.

Kunjungan lapangan dilaksanakan di tiga titik yang dimulai dari silaturahmi dengan Walikota Tanjungbalai di Kantor Tanjungbalai, lalu meninjau Water Front City Kota Tanjungbalai, kemudian meninjau Pasar TPO di Jalan Panjaitan, dan meninjau Pelabuhan Teluk Nibung.

Dalam kegiatan tersebut diikuti 20 Anggota TKPSDA WS Tobasa dan turut didampingi oleh Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharan SDA, Novita Rahmadani dan Jafung Teknik Pengairan Ahli Madya, Herbet Sihite.




Kunjungan Lapangan TKPSDA WS Belawan Ular Padang

Sekretariat bersama Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan Ular Padang (BUP) melaksanakan kunjungan lapangan di Kota Tebing Tinggi dan Belawan.

BWS SUMATERA II MEDANSekretariat bersama Anggota Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan Ular Padang (BUP) melaksanakan kunjungan lapangan di Kota Tebing Tinggi dan Belawan. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan berdasarkan hasil sidang pimpinan yang dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2022.

Kunjungan lapangan dilakukan untuk memonitoring isu pengelolaan SDA pada WS BUP dalam aspek konservasi SDA, aspek pendayagunaan SDA, aspek pengendalian daya rusak air, aspek sistem informasi SDA dan aspek kelembagaan.

Kunjungan lapangan dilaksanakan di tiga titik yang dimulai dari Rumah Dinas Walikota Tebing yang kemudian dilanjutkan dengan meninjau tebing Sungai Bahilang di Kelurahan Mandailing, meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Tirta Bulian di Kelurahan Bulian, dan meninjau lokasi penanganan banjir ROB Sungai Belawan di Kelurahan Belawan I.

Dalam kegiatan tersebut diikuti Anggota TKPSDA dan turut didampingi oleh Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan SDA, Novita Rahmadani, dan Kepala Seksi Pelaksanaan, Darma Agus.




Apel Pagi Rutin, Kasatker OP SDA Mengingatkan Semangat Mengejar Progres

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II melaksanakan kegiatan Apel Pagi rutin yang diikuti oleh seluruh pegawai BWS Sumatera II dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

BWS SUMATERA II MEDAN – Senin (29/08) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II melaksanakan kegiatan Apel Pagi rutin yang diikuti oleh seluruh pegawai BWS Sumatera II dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Apel Pagi tersebut dipimpin oleh PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA II, Dedek Hariansyah Lubis.

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA, Jintho Lumbanbatu, selaku Inspektur Apel mengingatkan untuk terus bekerja keras, bergerak cepat, dan bertindak tepat sesuai dengan motto Kementerian PUPR dalam mengejar progres dimana sudah mendekati akhir tahun.

Pelaksanaan Apel Pagi yang rutin dilaksanakan selain untuk menumbuhkan kedisiplinan para pegawai juga untuk memelihara serta meningkatkan rasa cinta tanah air, dan salah satu bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.