Hai #SobatSungai...
Banjir yang melanda Aceh Tamiang membawa dampak besar terhadap kondisi sungai dan infrastruktur di sekitarnya. Tanggul jebol, alur sungai terkikis, serta tanggul dan tebing kritis mengancam kondisi jalan dan jembatan terdampak.
Sebagai langkah awal penanganan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Teknik Sungai melaksanakan survei topografi LiDAR berbasis drone untuk mengetahui kapasitas penampang Sungai Tamiang.
Survei dilakukan sepanjang ±30 km, meliputi Desa Marlempang, Desa Raja, hingga Muara Desa Penaga, diawali dengan pemasangan control point (CP) sebagai acuan geodetik. Data topografi yang dihasilkan akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi rencana penanganan kerusakan alur sungai.
Dengan data yang akurat, diharapkan upaya pengendalian banjir dan perlindungan infrastruktur di Aceh Tamiang dapat dilakukan secara lebih tepat, efektif, dan berkelanjutan.