Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat komitmennya terhadap pelestarian sumber daya air dengan berpartisipasi dalam Gerakan Bakti Sungai Nusantara: Jelajah dan Dialog Sungai, yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama komunitas Indonesia Water Warriors pada Kamis (7/5) di Jakarta.

Dalam berbagai arahan, Presiden Republik Indonesia menekankan bahwa perwujudan swasembada air merupakan elemen penting dari agenda ketahanan nasional. Hal ini didasari oleh ketersediaan air yang berkelanjutan adalah fondasi utama bagi terciptanya ketahanan energi dan pangan, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Pencapaian swasembada air memerlukan sinergi antara pembangunan infrastruktur sumber daya air dengan penguatan aspek konservasi. Hal ini mencakup pentingnya edukasi bagi masyarakat serta keterlibatan aktif publik guna menjamin kualitas dan keberlangsungan sumber daya air di masa depan yang menjadi tujuan dari Gerakan Bakti Sungai Nusantara: Jelajah dan Dialog Sungai yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026.

“Semangat kegiatan hari ini tentu diorientasikan pada upaya menjaga sungai kita, kali ini bersama masyarakat yang ada di sekitar Kali Ciliwung yang kita tahu juga merupakan bagian dari mencegah terjadinya banjir, dari pendangkalan, dari sampah, termasuk pencemaran air yang tentunya mengganggu pada air baku dan suplai air bersih untuk konsumsi masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pemilihan Sungai Ciliwung sebagai lokasi jelajah sungai didasarkan pada nilai strategisnya sebagai model sungai urban dengan risiko banjir serta beban sampah domestik yang tinggi. Karakteristik ini menjadikan Ciliwung sebagai gambaran nyata atas kompleksitas pengelolaan sungai di wilayah perkotaan Indonesia.

Selain itu, AHY menggarisbawahi pentingnya kesadaran publik serta sinergi antar-sektor dalam pelestarian sungai. Langkah ini dipandang sebagai instrumen penting dalam mewujudkan ketahanan air di tingkat nasional, sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap inisiatif Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Mari kita jaga bersama. Ini dari kita, untuk kita, dan oleh kita sendiri. Saya berharap kita semua bergandengan tangan untuk mengkampanyekan Gerakan Bakti Sungai Nusantara menuju visi Indonesia yang aman, sehat, resik, dan indah,” tegas AHY.

Bakti Sungai Nusantara mengusung tiga pilar utama untuk mendorong aksi nyata dalam pelestarian sungai yakni:

  • Pertama, Dialog Sungai, sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan akademisi.

  • Kedua, Jelajah Sungai, untuk memberikan pemahaman langsung terkait kondisi sungai di lapangan.

  • Ketiga, Solusi Air Rumah Tangga, melalui praktik pemanenan air hujan dan penggunaan filter air sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan air secara mandiri.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold A. P. Ritiauw, Plt. Direktur Sungai Pantai Dian Alma'ruf, dan Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Ahmad Victor Samodra.

  • Kompu SDA

Bagikan Postingan Ini