© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Berita

Impounding Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka Provinsi NTT
Impounding Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka Provinsi NTT

Impounding Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka – NTT

Bendungan Napun Gete yang berada di Desa Ilin Medo dan Desa Werang Kecamatan Waiblama, Kab. Sikka dilakukan pengisian awal (Impounding) pada tanggal 28 Des. 2020 yang ditandai dengan penekanan tombol serine masing-masing oleh Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, ST, MT. Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME; Ketua DPRD Sikka, Donatus Davit; Asisten II Setda Sikka, Frederik Kadjujen, ST; Direktur Produksi dan HSE PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah dan General Maneger Divisi Engineering 1, PT. Indra Karya (Persero), Gagah Guntur Ariwibowo, ST, MT. Rangkaian acara Impounding bendungan dengan Luas Genangan 99,78 Ha dan tampungan total sebesar 11,22 juta m3 ini dihadiri undangan terbatas dengan seleksi sesuai protokol kesehatan Covid 19 diantaranya memakai masker, mejaga jarak serta harus melalui rapid test antigen atau menunjukan surat keterangan dengan status non reaktif.

Airlangga Mardjono dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah turut membantu terselenggaranya Impounding ini. Dijelaskan bahwa terdapat 61 bendungan yang merupakan program prioritas dari Kementerian PUPR. Terhitung sejak tahun 2015 sampai dengan akhir 2020 sudah dibangun 18 bendungan, termasuk yang ke-18 adalah bendungan Napun Gete. Sedangkan sebanyak 43 bendungan, Airlangga Mardjono memastikan tetap akan diselesaikan dan sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sampai dengan tahun 2024. Dalam pesannya Airlangga mengajak kita semua untuk menjaga sumber air, salah satunya bendungan, sehingga sumber daya air bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan berkelanjutan.

Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan melaporkan bahwa Ditjen SDA Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) yaitu SNVT Pembangunan Bendungan mulai melakukan pembangunan bendungan Napun Gete tanggal 9 Des. 2016 dan direncanakan selesai pada tanggal 20 Agus. 2021, yang pengerjaan dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya dengan Konsultan supervisi PT. Indra Karya KSO dan merupakan salah satu dari 6 bendungan yang sedang dilaksanakan oleh BWS NT II. Dijelaskan bahwa sebanyak 2 bendungan telah diselesaikan diantaranya Bendungan Raknamo di Kab. Kupang dan Rotiklot di Kab. Belu, sementara 3 bendungan dalam tahap pembangunan yaitu Bendungan Temef di Kab. TTS, Bendungan Manikin di Kab. Kupang dan Bendungan Napun Gete di Kab. Sikka,, sedangkan satu bendungan yaitu Bendungan Mbay/Lambo di Kab. Nagekeo akan dimulai pembangunannya pada tahun 2021. Selanjutnya sumber air bendungan Napun Gete akan dimanfaatkan untuk air baku sebesar 214 lt/dt dan meningkatkan irigasi seluas 300 ha. Dilaporkan juga bendungan Napun Gete memerlukan lahan seluas 175,74 Ha dimana 161, 61 Ha telah selesai dibayarkan ganti ruginya dan ada tambahan seluas 14,13 Ha dan saat ini sedang menunggu proses pembayaran oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan. Dikatakan bahwa pengisian awal waduk ini merupakan salah satu pekerjaan pada tahap akhir yang harus dilakukan, selain itu masih terdapat beberapa tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan hingga tuntasnya pekerjaan Bendungan Napun Gete yaitu, pekerjaan tambahan berupa pembangunan Fasilitas Umum berupa Sekolah Dasar, Pustu dan Kapela, serta pekerjaan jalan akses kurang lebih 11 Km.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penanaman pohon durian di halaman Direksi kit Bendungan Napun Gete, masing-masing oleh Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, ST, MT. Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME; Ketua DPRD Sikka, Donatus Davit; Asisten II Setda Sikka, Frederik Kadjujen, ST; Direktur Produksi dan HSE PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah dan General Maneger Divisi Engineering 1, PT. Indra Karya (Persero), Gagah Guntur Ariwibowo, ST, MT.

Hadir pada kesempatan itu Dandim 1603 Sikka, Lekol (Inf) Zulnalendra Utama; Kasubdit Wilayah II Direktorat Bendungan dan Danau, Adi Rusman; Kabalai Teknik Bendungan, Duki Malindo; Kasi Pelaksanaan BWS NT II, Costandji Nait; Kasi KPI SDA BWS NT II, Willem Sidharno; Kasi OP BWS NT II, Johanes Harapan; Kasatker Pembangunan Bendungan BWS NT II, Fery Moun Hapy; Kasatker Sungai Pantai BWS NT II, Alfred Lukas; Kasatker PJPA, Hendra Kurniawan; Camat Waiblama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan beberapa pejabat lainnya. <Bai/Costandji>

05 Januari 2021 Selengkapnya

BBWS Cimanuk Cisanggarung Tandatangani Empat Kontrak Lelang Dini TA 2021
BBWS Cimanuk Cisanggarung Tandatangani Empat Kontrak Lelang Dini TA 2021

Bertempat di kantor BBWS Cimanuk Cisanggarung, akhir tahun 2020 dilaksanakan penandatangan kontrak empat paket pekerjaan untuk Tahun Anggaran 2021 dari SNVT PJSA Cimanuk Cisanggarung dan SNVT PJPA Cimanuk Cisangarung senilai 129,5 Milyar dengan disaksikan langsung oleh Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Ismail Widadi
 
Dalam sambutannya kepada para penyedia jasa Kepala BBWS menyampaikan akan menagih janji komitmen tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya yang diucapkan, kalau perlu waktu pelaksanaan bisa lebih cepat lagi, dan sesuai dengan perintah Menteri PUPR untuk bisa mengoptimalkan pemanfaatan produk-produk konstruksi dalam negeri.
 
Kepada jajaran BBWS Cimanuk Cisanggarung terutama para Kepala Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen, Kepala BBWS mengarahkan untuk mengimplementasikan "2021" yaitu 2 pekerjaan yang siap diresmikan per-Satker, 0 temuan pemeriksaan, 2 proyek andalan per-Satker dan nomor 1 didalam penyerapan anggaran, sebagai penutup Kepala BBWS minta infrastruktur yang dibangun tetap harus Prasasti, Aman, Rapih, Indah dan Sehat atau PARIS. (PPID-Cimancis)

31 Desember 2020 Selengkapnya

Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Seawall Atinggola Kab. Gorontalo Utara Sebagai Spot Wisata
Proyek Pembangunan Pengaman Pantai Seawall Atinggola Kab. Gorontalo Utara Sebagai Spot Wisata

Balai Wilayah Sungai Sulawesi Provinsi Gorontalo menobatkan Pembangunan Pengaman Pantai Seawall Atinggola di Kabupaten Gorontalo Utara sebagai salah satu spot wisata di provinsi tersebut. Untuk menuju ke lokasi proyek pekerjaan pembangunan Pengaman Pantai Atinggola ini dari pusat Kota Gorontalo, kita membutuhkan waktu sekitar 2 jam. tepatnya terletak di Dusun Malagoso, desa Dumolodo kec. Gentuma Raya kab. Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo.
 
Pada awalnya, tujuan proyek pekerjaan ini dikerjakan untuk menahan abrasi dari terjangan gelombang pantai Atinggola yang terus menggerus permukiman warga ssta fasilitas umum di Dusun Malagoso. Proyek ini dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun anggaran yakni mulai dikerjakan pada tahun 2019 dan dilanjutkan kembali pada tahun 2020 dengan total panjang Bentangan Reflektor ±700 meter.
 
Saat ini kondisi Pengaman Pantai Atinggola atau Seawall terlihat lebih indah dan humanis setelah dilakukan pengecatan melalui kegiatan padat karya di sepanjang Reflector dan jalan inspeksi. Sehingga bangunan pengaman pantai ini selain melindungi masyarakat dari ancaman abrasi, dapat dimanfaatkan juga sebagai objek wisata baru di wilayah Kab.Gorontalo Utara dan tentunya, ini dapat membawa peningkatan perekonomian bagi masyarakat setempat. Kedepannya, masyarakat dapat menjaga, dan memelihara kondisi bangunan pengaman pantai ini agar bangunan ini dapat terus bermanfaat serta menarik perhatian wisatawan baik lokal dan luar daerah Provinsi Gorontalo.(HumasBWS Sul II/kompuSDA)

29 Desember 2020 Selengkapnya

Bendungan Napun Gete Siap Hadir untuk NTT
Bendungan Napun Gete Siap Hadir untuk NTT

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai salah satu provinsi semi kering di Indonesia. Pasalnya, provinsi ini hanya memiliki 3 bulan musim hujan saja dalam setahun. Kondisi ini membuat provinsi NTT membutuhkan banyak pasokan air terutama untuk persediaan saat musim kemarau tiba.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) membangun beberapa beberapa bendungan di provinsi tersebut. Ada 6 bendungan yang dikerjakan oleh BWS Nusa Tenggara II, dua diantaranya telah selesai yaitu Bendungan Raknamo dan Rotiklot, 3 bendungan sedang dibangun diantaranya Napun Gete,Temef, dan Manikin, sementara 1 bendungan yaitu Bendungan Mbay akan dimulai pembangunannya pada tahun 2021.

Meski ditahun ini, pandemi COVID-19 menyerang berbagai sektor, namun pembangunan infrastruktur harus tetap berjalan agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat. Ditengah berbagai kesulitan teknis selama pandemi COVID-19, pembangunan bendungan di berbagai daerah yang dikerjakan oleh Ditjen SDA bertujuan untuk mengkonservasi sumber daya air serta mengendalikan daya rusak air dalam rangka mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan.

Dari 4 bendungan yang sedang dibangun oleh BWS NT II, pembangunan Bendungan Napun Gete yang berlokasi di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur memasuki tahap impounding (pengisian awal waduk). Kegiatan impounding yang dilaksanakan pada Senin, 28 Desember 2020 ini merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang harus dilaksanakan sebelum pelaksanaan pekerjaan secara keseluruhan diselesaikan.

Direktur Bendungan dan Danau Airlangga Mardjono menjelaskan bahwa pengisian awal waduk merupakan tahap akhir dalam pembangunan bendungan yang sangat penting, dimana pada tahap ini bendungan membutuhkan pemantauan dan evaluasi yang intensif untuk menjamin keamanan bendungan dalam proses ke tahap sertifikasi izin operasi bendungan.

Kegiatan impounding yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas PU Kabupaten Sikka, Perwakilan DPRD Kabupaten Sikka, Kepala BWS NT II Agus Sosiawan, Kasubdit Wilayah II Direktorat Bendungan dan Danau Adi Rusman, Kepala Balai Teknik Bendungan Duki Malindo, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS NT II Fery Moun Happy dan pejabat lainnya tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, seperti melakukan rapid test antigen, memakai masker, juga menjaga jarak.

Dalam sambutannya, Kepala BWS Nusa Tenggara II Agus Sosiawan mengatakan bahwa Bendungan Napun Gete dengan volume tampungan total 11,22 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 99,78 Ha akan mengairi daerah irigasi di Kabupaten Sikka seluas 300 hektar. Bendungan yang sudah mencapai progres fisik 96% ini juga berfungsi untuk penyediaan air baku 214 l/detik dan mereduksi banjir sebesar 219,43 m3/dt. Selain itu, bendungan ini juga memiliki potensi PLTMH sebesar 0,1 MW dan dapat dimanfaatkan konservasi sumber daya air di Kabupaten Sikka. (kompusda sandro)

28 Desember 2020 Selengkapnya

Rapat Kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung Evaluasi Pelaksanaan TA 2020 dan Bedah DIPA TA 2021
Rapat Kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung Evaluasi Pelaksanaan TA 2020 dan Bedah DIPA TA 2021

CIREBON - Dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Pekerjaan di TA 2020 dan persiapan Pelaksanaan Pekerjaan TA 2021, BBWS Cimanuk Cisanggarung menyelenggarakan Rapat Kerja di Cirebon pada minggu lalu. 

Dalam sambutan pembukaan acara Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Ismail Widadi menyampaikan apresiasi terhadap capaian kinerja jajarannya bahwa ditengah kondisi pandemi seperti sekarang ini masih bisa berkinerja dengan baik, untuk TA 2021 Kepala BBWS mengajak jajarannya untuk menjalankan arahan Menteri PUPR, antara lain pertama tidak menyuap atau menerima suap, atau No Bribery, kedua tidak menerima hadiah apa pun terkait jabatan, atau No Gift, ketiga, tidak menerima imbalan dari pihak kedua, atau No Kick Back, keempat tidak bergaya hidup mewah, atau No Luxurious Style.

Pada hari ketiga pelaksanaan Rapat Kerja ditandatangani Pakta Integritas dari seluruh Pejabat di lingkungan BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan diakhiri dengan pemberian penghargaan-penghargaan kepada PPK berkinerja terbaik dan pemberian hadiah lomba-lomba kepada pegawai-pegawai BBWS Cimanuk Cisanggarung. (PPID-Cimancis)

 

28 Desember 2020 Selengkapnya

Food Estate Upaya Pemerintah Atasi Krisis Pangan
Food Estate Upaya Pemerintah Atasi Krisis Pangan

Food Estate merupakan program peningkatan penyediaan pangan dan juga sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam menghadapi krisis pangan (seperti yang dinyatakan oleh WHO) akibat pandemi COVID-19. Program ini merupakan instruksi dari Presiden Joko Widodo melalui rapat terbatas yang melibatkan beberapa Kementerian dan Lembaga, salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pekerjaan ini dilaksanakan di tiga wilayah yaitu Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara. 
 
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, khususnya Balai Wilayah Sungai Sumatera II pun menggenjot pekerjaan infrastrukturnya agar segera memberikan kontribusi pada program Food Estate tersebut.
 
Direktur Air Tanah dan Air Baku Iriandi menjelaskan bahwa pekerjaannya berupa pembuatan intake air baku dan reservoir serta pembuatan sprinkler di Desa Ria Ria, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. "Ditahun 2020, sedang dikerjakan penyediaan air baku untuk irigasi seluas 50 hektar, dari total target 31.000 hektar (sampai tahun 2024) yang tersebar di 4 Kabupaten di Sumatera Utara, salah satunya Humbang Hasundutan," tutur Iriandi.
 
Kepala BWS Sumatera II Maman Noprayamin menambahkan bahwa pada tahun 2021 akan dikerjakan penyediaan air baku untuk irigasi seluas 950 hektar yang siap mendukung Food Estate Holtikultura di Sumatera Utara. "Kami juga melibatkan masyarakat terdampak COVID-19 sebagai tenaga kerja," jelas Maman.
 
#SigapMembangunNegeri #MengelolaAirUntukNegeri #FoodEstate

19 Desember 2020 Selengkapnya

Penanaman Pohon Puncak Hari Bakti PU ke-75
Penanaman Pohon Puncak Hari Bakti PU ke-75

Dalam rangka Hari Bakti PUPR ke-75 dengan tema “75 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri” Kementerian PUPR mengadakan kegiatan Penghijauan pada Area Infrastruktur, 5 Desember 2020, di Bendungan Gondang, Karang Anyar, Jawa Tengah.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono berpesan selain menetapkan hidup go green, juga harus dilakukan penguatan aspek sosial masyarakat melalui kegiatan perekonomiannya, seperti kegiatan Padat Karya Tunai yang juga sudah dilakukan Kementerian PUPR.   “ Pembangunan infrastruktur juga dapat membantu masyarakat meningkatkan kehidupan masyarakat sekitarnya sehingga tidak hanya memiliki aspek teknis saja tetapi juga sosial dan ekonomi,” imbuh Menteri PUPR.

“Kegiatan Penghijauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Menteri PUPR untuk melakukan penanaman pohon di semua infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Dan jenis pohon yang ditanam ada dua jenis yaitu pohon yang dapat memperkuat infrastruktur dan pohon produktif yang bernilai ekonomi terutama dari buahnya, “ jelas Sudirman, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial, Budaya dan Peran Masyarakat selaku Ketua Umum Hari Bakti PU ke-75.

Kegiatan penanaman pohon di area infrastruktur menunjukkan komitmen yang kuat dari Kementerian PUPR terhadap pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan atau environmental-friendly processes berbasis keanekaragaman hayati nusantara.  Dan fungsi-fungsi utama infrastruktur tetap menjadi prioritas namun dalam pelaksanaannya akan tetap memperhatikan kondisi lingkungan alam sekitar termasuk kebersihannya.

Lanjut Sudirman, kegiatan ini membantu kita melakukan penanaman pohon yang sudah mulai langka dan tidak dikenal lagi. “Saya berharap semoga kegiatan ini akan terus berlanjut demi kelestarian lingkungan, “ imbuh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat.

Sementara Menteri PUPR memberikan pernyataan yang disampaikan dalam acara tersebut secara virtual, bahwa kegiatan ini harus dilaporkan dan dilakukan pemetaan yang menunjukkan progres luas tutupan lahan hijau secara berkesinambungan. “Jadi kegiatan penanaman pohon yang sudah dilaporkan harus disertai dengan progresnya, misalnya setelah dilakukan penanaman pohon harus ada laporan tentang sudah sejauhmana lahan lahan yg telah digunakan untuk penanaman pohon dapat memberikan dampak yang sangat signifikan dalam area green belt di sekitar bendungan. Dan saya ingin mengingatkan lagi, tanaman yang ditanam harus tanaman yang produktif dan bernilai ekonomi, seperti tanaman jengkol, jeruk, pala, jambu, yang setelah berubah dapat dikonsumsi oleh masyarakat dan dapat menambah pendapatan masyarakat, sehingga membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahterannya,” jelas Basuki.

Kegiatan penanaman pohon dalam rangka Hari Bakti PU Yang ke-75 dilakukan di semua balai yang ada di lingkungan Kementerian PUPR di seluruh Indonesia dan diikuti pula oleh Ikatan Pensiunan PUPR, Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) dan komunitas-komunitas  binaan organisasi dan balai-balai di lingkungan Kementerian PUPR.

Area penanaman terdiri dari 3 area yaitu area sabun hijau seluas 3664 ha ditanami 48. 334 batang pohon; area disposal seluas 21 ha ditanami 1.100 batang pohon dan area fasilitas umum seluas 43 ha ditanami 5.166 batang pohon dan yang ditanam antara lain durian, mangga, jengkol, jeruk, rambutan. (tin,nan,din kompuSDA).

05 Desember 2020 Selengkapnya

BBWS Cimanuk Cisanggarung Lancarkan Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang Melalui Rapat Koordinasi
BBWS Cimanuk Cisanggarung Lancarkan Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang Melalui Rapat Koordinasi

INDRAMAYU - Rapat koordinasi sekaligus sosialisasi Proyek Modernisasi Jaringan Irigasi Rentang atau yang sering disebut Rentang Irrigation Modernization Project (RIMP), hari ini Selasa (24/11/2020) diselenggarakan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung di Hotel Handayani Kota Indramayu dan dipimpin langsung oleh Kepala BBWS Ismail Widadi.

"BBWS Cimanuk Cisanggarung mengharapkan adanya kemitraan dan kerjasama dengan dengan para Kepala Daerah untuk bersama-sama peduli bagaimana mengoperasikan dan memelihara infrastruktur sumber daya air, terkait Proyek RIMP menyadari keterbatasan sumber daya yang ada di BBWS Cimanuk Cisangarung khususnya dalam penanganan non-teknis dilapangan diharapkan dari para Kepala Daerah dan para Pemangku Kepentingan terkait yang ada kewenangan di lokasi Proyek RIMP untuk bersama-sama membantu mensukseskan Proyek Nasional ini" demikian paparan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Hadir dalam Rapat Koordinasi Proyek RIMP Bupati Kabupaten Cirebon Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., Wakil Bupati Kabupaten Majalengka Tarsono D Mardiana, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo, dari pemangku kepentingan hadir BAPPEDA dan Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat, Dinas PUPR dan Dinas Pertanian dari 3 Kabupaten terkait, Kanwil BPN Jawa Barat, PT. KAI DaOp III, PT. PLN Indramayu, PT. Telkom Jatibarang, PT. Pertamina Persero Balongan, dan PDAM Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu.

 

25 November 2020 Selengkapnya

Menteri Basuki : Indonesia Harus Terapkan Smart Water Management
Menteri Basuki : Indonesia Harus Terapkan Smart Water Management

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mengelola Sumber Daya Air (SDA) di Indonesia. Pemanfaatan teknologi yang tepat guna, efektif, efisien, dan ramah lingkungan juga didorong guna menciptakan nilai tambah dan pembangunan berkelanjutan sehingga manfaat infrastruktur yang telah dibangun dapat dirasakan generasi mendatang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dalam pengelolaan sumber daya air saat ini, Indonesia telah menerapkan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu atau Integrated Water Resources Management (IWRM). Namun dengan semakin berkembangnya kondisi lingkungan strategis yang menjadi tantangan pembangunan sumber daya air, seperti pertambahan jumlah penduduk, perubahan iklim, dan kerentanan bencana, maka pengelolaan SDA harus memanfaatkan keberadaan TIK sehingga menghasilkan kualitas pengelolaan yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air atau Smart Water Management (SWM).

"Saya kira kedepan, HATHI (Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia) tidak cukup hanya mengimplementasikan Integrated Water Resources Management. It's a must but not sufficient. Dengan kondisi saat ini dan tuntutan masa depan, kita harus mengembangkan Smart Water Management yang terintegrasi dengan konsep resilient city, smart city, livable city yang semua arahnya ke smart management," kata Menteri Basuki saat membuka Kongres HATHI ke XIII Tahun 2020 melalui virtual, Sabtu (21/11/2020).

Menurut Menteri Basuki, SWM sangat memungkinkan diterapkan HATHI dalam mendukung pengelolaan SDA secara terpadu di Indonesia. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kemampuan pemanfaat teknologi dalam organisasi HATHI menjadi perhatian penting untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur SDA yang berkualitas.

"Kita butuh tenaga-tenaga ahli hidrolik yang handal. Untuk itu ketika kita kuliah dan lulus menjadi alumni, kemudian masuk organisasi profesi, kita tidak boleh jauh dari kampus. Karena begitu jauh dari kampus, kita akan ketinggalan ilmu pengetahuan. Untuk itu sejak lama saya meminta organisasi profesi harus dekat dengan kampus. Kongres, seminar tidak diselenggaran di hotel, tapi di kampus," tutur Menteri Basuki.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga berpesan kepada HATHI untuk dapat bergerak lebih cepat dalam membantu Pemerintah menerapkan SWM, antara lain melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT), seminar di luar dan dalam negeri, webinar, penyusunan jurnal, kerjasama dengan perguruan tinggi, organisasi profesi lainnya, serta program sertifikasi keahlian sumber daya air.

Kongres Ke XIII HATHI Tahun 2020 diselenggarakan secara hibrid di Universitas Gunadarma, Bekasi dan secara virtual dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum periode 2020-2023. Hadir pada acara Ketua Umum HATHI Imam Santoso, Rektor Universitas Gunadarma Margianti, dan secara virtual turut hadir Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo, Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, Dirjen Bina Konstruksi Trisasongko Widianto, dan sejumlah Kepala Balai Besar/Balai Wilayah Sungai di seluruh Indonesia. (Tri/Birkompu)

22 November 2020 Selengkapnya