Pengumuman ( 5):
  • BBWS Sumatera 8 Segera Rampungkan Bendungan Tigadihaji

    Bendungan Tigadihaji ini merupakan Proyek Strategis Nasional dari Presiden Republik Indonesia yang pasti merupakan prioritas utama infrastruktur nasional dan termasuk Program Nawacita. BBWS Sumatera VIII yang menangani langsung pembangunan proyek ini yang bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten OKU Selatan.

  • Bendungan Sindang Heula dan Karian Dua Proyek Strategis Nasional di Banten

    Bendungan Sindang Heula dan Bendungan Karian merupakan dua proyek strategis nasional di Banten. Untuk itu Gubernur Banten, Wahidin Chalid , mengatakan akan terus membantu Kementerian PUPR dalam hal penyediaan air terutama untuk irigasi. “Saat ini masyarakat sangat menantikan adanya pasokan air yang rapat menjamin kebutuhan hidup sehari hari, jadi kami, jajaran pemerintah daerah Banten akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terutama melalui BBWS Cidanau Ciujung Cidurian Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR,” kata Gubernur Banten, dalam Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI, 19 Februari 2018, di Serang, Banten.

  • BBWS Pompengan Jeneberang Berdayakan Petani Gowa Melalui Padat Karya Tunai

    Dalam Kementerian PUPR, ada beberapa program padat karya tunai yang sedang dijalankan yaitu irigasi, jalan produksi, bantuan stimulan rumah swadaya, dan pemeliharaan jalan nasional. Untuk padat karya tunai irigasi di tahun 2017 ada 3000 lokasi dan pada tahun 2018 tersebar pada 5000 lokasi di seluruh Indonesia. Inilah yang dilakukan Ditjen SDA untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan petani di Indonesia yaitu dengan memberdayakan mereka untuk ikut terlibat langsung dalam pemeliharaan saluran irigasi tersier.

  • Partisipasi Aktif Kata Kunci Pengelolaan Irigasi

    Pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi memegang peranan yang sangat penting dalam mendorong peningkatan produksi beras nasional. Namun saat ini hanya 55% jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Ada lebih dari sepertiga jaringan irigasi pertanian dalam kondisi rusak dan perlu direhabilitasi. Dampaknya jaminan ketersediaan air untuk pertanian tidak dapat terpenuhi dengan baik. Sementara itu efisiensi penggunaan air juga belum tercapai. Sistem pengaturan air belum berfungsi secara optimal.

Majalah


Berita Balai

Berita Media Online

Berita Bencana

Link Terkait