© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Berita SDA

Meski Pandemi BBWS Serayu Opak Tak Berhenti Bangun Negeri


Kategori : Berita SDA

  14 Maret 2021



Kunjungan kerja Menkomaves Luhut Panjaitan (masker dilepas hanya pada saat sesi foto)

Foto : Kunjungan kerja Menkomaves Luhut Panjaitan (masker dilepas hanya pada saat sesi foto)


Meski pandemi COVID-19 belum surut, namun pembangunan infrastruktur diberbagai daerah di Indonesia harus tetap berlanjut. Program pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi salah satu kunci penting dalam transformasi ekonomi nasional, diantaranya menciptakan lapagan pekerjaan secara masif dan merata diseluruh penjuru nusantara, menciptakan Kawasan Ekonomi baru dengan semakin banyak dan mudahnya akses yang menjangkau berbagai wilayah yang diharapkan ikut meningkatkan daya saing investasi, dan meningkatkan pelayanan publik sehingga manfaat infrastruktur bisa segera dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Dari sekian banyak infrastruktur yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR, mari singgah sejenak ke DI Yogyakarta. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui BBWS Serayu Opak dengan semangat membangun dan membenahi infrastruktur sumber daya air di wilayah ini, diantaranya Pembangunan Muara Serang dan Sungai Bogowonto di Kabupaten Kulon Progo, juga Pekerjaan Pengendalian Banjir Kawasan Yogyakarta International Airport (YIA).

Apa yang mendasari dibangunnya infrastruktur tersebut? Mari disimak ceritanya.

DI Yogyakarta mempunyai pantai Samudera Indonesia yang panjangnya mencapai 110 km. Kondisi alam yang mengagumkan ini berpotensi bisa menjadi sumber daya perikanan yang besar apabila dimanfaatkan secara optimal. Disamping itu, Pantai Glagah (Muara Serang) yang terletak di Kabupaten Kulonprogo memilik potensi yang dapat dikembangkan menjadi Pelabuhan Perikanan karena lokasinya yang cukup mudah untuk diakses oleh beberapa daerah disekitarnya seperti Wates, Kota Yogyakarta, Bantul, Purworejo, Magelang, Kebumen, dan lainnya. Namun, ternyata bukan itu saja yang menjadi alasan dilakukan pembangunan infrastruktur di wilayah Muara Sungai Serang dan Sungai Bogowonto. Pada saat musim kemarau, muara ini selalu tertutup oleh endapan pasir sehingga saat musim hujan tiba, endapan tersebut mengganggu kelancaran pengaliran debit banjir ke laut sehingga menyebabkan banjir dibagian hulu sungai.

Untuk itu, BBWS Serayu Opak melakukan pembangunan secara terpadu mulai dari perbaikan/normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai, pembangunan sistem drainase, sodetan, kolam retensi, rumah pompa, hingga bangunan penahan penampung air sepanjang sungai (long storage), hingga bangunan jetty (dermaga) di Muara Bogowonto. Pembangunan tersebut bertujuan untuk mengendalikan banjir di DAS (Daerah Aliran Sungai) Serang, mendukung pengembangan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarot menjadi Pelabuhan yang dapat menampung kapal ikan yang mampu beroperasi di Pantai dan Lepas Pantai, memanfaatkan potensi sumber daya perikanan di Samudera Indonesia untuk meningkatkan perekonomian Kabupaten Kulon Progo, dan mengembagkan daerah sekitar pelabuhan menjadi Daerah Industri dan Wisata.

Pembangunan Muara Serang dan Sungai Bogowonto ini dikerjakan terintergrasi dengan Pengendalian Banjir di Kawasan Strategis Yogyakarta International Airport yang bertujuan untuk melindungi dan mengamankan Kawasan Strategis YIA dari banjir seluas 600 hektar dan Kawasan Pertanian dan Pemukiman di Kecamatan Temon, Panjatan, Wates di Kabupaten Kulon Progo, dan Kecamatan Purwodadi, Bagelen, Ngombol di Kabupaten Purworejo seluas 2000 hektar.

Ada dua langkah penanganan yang dilakukan oleh BBWS Serayu Opak yakni pembangunan sistem drainase dan pengendalian debit sungai. Untuk sistem drainase diantaranya dilakukan peningkatan kapasitas Kali Deres, Kali Carik Barat, sodetan Kali Turi, dan long storage Ledeng. Kemudian untuk pengendalian debit pada Sungai Bogowonto dan Serang diantaranya dilakukan pengerukan dan pelebaran alur Sungai Jaelantoro, Plumbon, dan Deres. Selanjutnya pelebaran sungai sebagai long storage, pembangunan kolam retensi Carik Timur dan Macanan, perbaikan pintu air, pemasangan pompa air, revetment, dan pembangunan jalan inspeksi Sungai Bogowonto sepanjang 2 km. Pekerjaan yang dimulai sejak tahun 2020 ini pun ditargetkan selesai dalam dua tahun kedepan.

Di minggu kedua Maret 2021 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan meninjau progres pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut. Turut serta dalam kunjungan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Bob Arthur Lombogia, Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro, juga para pejabat di lingkungan BBWS Serayu Opak.

Dalam kunjungan kerjanya, Luhut menyampaikan bahwa akan dilakukan studi yang lengkap mengenai pekerjaan infrastruktur di wilayah ini agar hasil pekerjaannya bisa mendukung kegiatan para nelayan dan juga meingkatkan potensi wisata. “Kami akan melakukan studi lebih lengkap yang akan melibatkan Universitas Gajah Mada terkait pekerjaan ini untuk dijadikan panduan dalam bertindak sehingga hasilnya bisa memberi manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar,” tegas Luhut di lokasi Pembangunan Muara Serang.

Selain itu, Luhut berharap pekerjaan yang dilakukan oleh Ditjen SDA melalui BBWS Serayu Opak tersebut bisa meminimalisir resiko banjir di wilayah Yogyakarta International Airport yang disebabkan karena kapasitas saluran drainase di kawasan bandara tidak mampu menampung debit banjir Sungai Bogowonto dan Serang. (kompusda sandro)

 

 


Bagikan :

Cetak