Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Dalam rangka mewujudkan komitmen terhadap mutu maka merupakan suatu tuntutan bagi setiap institusi untuk melaksanakan sistem manajemen mutu berdasarkan standar ISO 9001 : 2008. Hal ini perlu dilakukan agar mutu yang diberikan mempunyai standar kualifikasi bertaraf internasional dan konsistensi mutu dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dari waktu ke waktu.
Unit Data dan Informasi Sumber Daya Air BBWS Pompengan Jeneberang telah melaksanakan kegiatan Audit Mutu Intenal pada tanggal 29-30 Juni 2015 dan Tinjauan manajemen pada tanggal 01 – 02 Juli 2015 bertempat di Kantor BBWS Pompengan Jeneberang

Kegiatan Audit Internal dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap yaitu : Opening meeting; sambutan dan pengarahan dari auditee dan auditor, auditee diwakili oleh MR pelaksana I (PPK Program dan Perencanaan) Affandi Kahar menyampaikan bahwa kegiatan audit mutu internal ini merupakan media langkah kritis untuk perbaikan bersama, apa yang menjadi kekurangan nantinya bisa diperbaiki, agar unit kerja ini kedepan nya bisa lebih baik lagi. Tim Auditor terdiri dari Budi Rahmawati (ketua Unit Jaminan Mutu Ditjen SDA), Dian Ardani (Kasie Pengembangan SIstem), dan Rosmiyati (UJM-SMM).

Audit Internal; Audit dilakukan pada MR Pelaksana I, petugas Pengendali Dokumen, petugas Administrasi, dan petugas Teknis. Audit internal dilakukan untuk menentukan apakah sistem manajemen mutu memenuhi pengaturan yang direncanakan terhadap persyaratan standar ISO 9001 : 2008. dan persyaratan sistem manajemen mutu yang ditetapkan oleh organisasi, apakah telah diterapkan dan dipelihara secara efektif. Closing meeting; penyampaian hasil audit oleh auditor kepada auditee (pengelola Unit Data dan Informasi SDA BBWS Pompengan Jeneberang) yang telah disepakati dan disetujui oleh kedua belah pihak

Kagiatan Tinjauan Manajemen dimaksudkan untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan efektifitas dan efisiensi sistem manajemen mutu berkenan dengan kebijakan mutu sasaran mutu. Tinjauan ini mencakup pertimbangan tentang kebutuhan untuk menyelaraskan kebijakan dan sasaran mutu sebagai tanggapan terhadap perubahan kebutuhan dan harapan dari pihak berkepentingan. Tinjauan sistem manajemen mutu mencakup penentuan tindak lanjut. Rapat tinjauan manajemen diikuti oleh seluruh pengelola Unit Data dan Informasi BBWS Pompengan Jeneberang. (SISDA)

Read more...

Dalam rangka mensukseskan Kota Padang bersih, Balai Wilayah Sungai Sumatera V bekerja sama dengan Pemerintah Kota Padang melaksanakan kegiatan Pemeliharaan Berkala Pantai Padang. Pemeliharaan berkala pantai ini dilaksanakan sepanjang Pantai Purus dan Danau Cimpago. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menuju Kota Padang menjadi daerah wisata keluarga.

Pemeliharaan berkala pantai padang ditandai dengan menghidupkan mesin excavator oleh Wali Kota Padang, Mahyeldi (Padang,29/06/15) sebagai tanda di mulainya kegiatan pemeliharaan berkala pantai padang dengan menyusunan batu untuk jogging track sepanjang Pantai Padang.

Bagaimana tertatanya, terkelolanya, termanfaatkan potensi pantai padang untuk menjadi tempat yang menyenangkan dan senyaman mungkin untuk dikunjungi bagi masyarakat serta menjadi tempat bergeraknya perekonomian di kawasan ini yang mana, kawasan ini akan menjadi kawasan yang Full IT dalam rangka untuk mendapatkan Smart City” kata Wali Kota Padang.

Selain pembukaan kegiatan Pemeliharaan Berkala Pantai Padang, juga dilakukan pembukaan pariwisata air di Danau Cimpago dengan penanaman pohon penghijauan secara simbolis di taman Danau Cimpago.

Kepala Dinas Kota Padang, Muswendry Evytes menghimbau masyarakat di sekitar kawasan Danau Cimpago untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan Danau Cimpago dan Pantai Padang. Selain itu PPK OP II Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Kalbadri berharap kerja sama dengan Pemerintahan Kota Padang dalam pemeliharaan berkala Pantai Padang menuju Kota Padang menjadi daerah wisata keluarga sesuai dengan bidang masing-masing.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Pantai Kota Padang dan Danau Cimpago menjadi daerah wisata keluarga dan masyarakat disekitar khususnya menjaga kelestarian Pantai Padang dan Danau Cimpago sehingga Pantai Padang dan Danau Cimpago tampak indah dan asri. (DW)

Read more...

Balai Wilayah Sungai Papua melalui  Satuan Kegiatan PPK O&P Sumber Daya Air I Satker OP Sumber Daya Air Papua telah melaksanakan Pelatihan Hidrologi untuk staf selama 3 hari dari 8 s/d 10 Juni 2015 bertempat di Hotel Horizon Jayapura Papua.

Maksud pelatihan hidrologi untuk staf tersebut adalah untuk memberikan bekal ilmu dan keterampilan kepada para peserta mengenai pengelolaan data hidrologi, sedangkan tujuan pelatihan tersebut adalah meningkatkan wawasan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan data hidrologi.

Para narasumber/ instruktur yang memberi pelatihan tersebut : 1. Drs. Pradah Dwiatmanta, Msi. (Kepala Seksi Hidrologi dan Kualitas Air Wilayah II, Suibdit Hidrologi dan Kualitas Air. Direktorat BPSDA Kementerian PUPR. 2. Dr. Suyono, MS (Fakultas Geografi, UGM) 3. Abdul Ganing, ST. (Jafung BBWS Pompengan-Jeneberang) . Peserta pelatihan hidrologi tersebut berjumlah 25 orang peserta yang berasal dari Staf2 BWS Papua, 1 orang staf dari SNVT PJPA Papua-Merauke, 1 orang staf PPK Irigasi 1 Nabire dan 2 orang staf Dinas PU Papua.

Materi-materi pelatihan terdiri dari : 1). Kebijakan pengelolaan DAS dan Kualitas air 2). Manfaat data dan informasi hidrologi dan kualitas air 3). Pengelolaan kualitas air dan sedimen 4). Prosedur pengambilan contoh uji kualitas air dan sedimen 5). Operasi dan pemeliharaan peralatan hidrologi 6). Pengolahan data hujan 7). Pengolahan data muka air 8). Pengolahan data klimatogi dan  9). Operasional dan pemeliharaan peralatan telemetri dan logger. Dengan metode pelatihan : pembelajaran materi,  diskusi dan praktek.

Kepala BWS Papua Happy Mulya dalam sambutannya pada penutupan pelatihan hidrologi  tersebut menyampaikan hal-hal sebagai berikut : 1). Ilmu hidrologi merupakan dasar dari semua ilmu yang terkait dengan sumber daya air, dengan memahami dan mengerti dasar-dasar ilmu hidrologi akan memudahkan dalam pengoperasian dan pemeliharaan alat-alat hidrologi di lapangan. 2). Permasalahan dan tantangan dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya air di Papua adalah minimnya stasiun hidrologi dan hidrometri dibandingkan dengan luas Pulau Papua yang luasnya 3 kali dari Pulau Jawa. Dengan terbatasnya stasiun-stasiun hidrologi tersebut, maka analisis hidrologi tidak akan akurat, maka untuk mengatasi hal tesebut perlu diketahui adanya perkembangan ilmu hidrologi yang ada salah satunya misalnya  dengan menggunakan data-data dari satelit untuk mengisi dan mengetahui data-data hidrologi yang kosong, kemudian dilakukan analisis hidrologi dan selanjutnya untuk perencanaan infrastruktur SDA.

 

Happy berharap dengan adanya pelatihan tersebut peserta dapat menambah ilmu dan wawasannya tentang ilmu hidrologi dan terus belajar tentang ilmu-ilmu hidrologi lanjutan, ini tantangan kita dalam pengelolaan data hidrologi di daerah ini. Happy berpesan : Ilmu hidrologi atau ilmu apa saja sebenarnya tidak susah, tapi dipelajari atau tidak? Dipelajari saja ternyata tidak cukup, tapi latih…latih…latih terus sampai ilmu hidrologi ini ada digenggaman kita, tanda Happy mengakhiri sambutannya. 

Read more...

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version