Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Pemerintah Yogyakarta diminta bersikap tegas menindak para pengusaha atau korporasi besar yang mencuri air tanah. Pasalnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak Yogyakarta menduga para pelaku banyak mengambil air tanah melebihi batas yang dibutuhkan.

Kepala BBWS Serayu-Opak, Tri Bayu Adji, mengatakan Pemerintah Yogyakarta semestinya mengawasi ketat bangunan-bangunan besar yang berada di dekat kawasan sungai. Sebab, cara pengambilan air yang dilakukan dengan mengakali air tanah.

"Misalnya, saat permohonan izin kebutuhannya 10 kubik per detik, tapi mengambilnya lebih dari itu. Mereka memberi saringan di sumur lalu memperdalam lagi untuk memperoleh air lebih banyak," kata Tri Bayu kepada Metrotvnews.com, di sela forum Temu Gerakan Komunitas Sungai Indonesia 2015 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Senin (27/7/2015).

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, instansi yang ia pimpin hanya memiliki batasan kewenangan saat izin bangunan sebelum berdiri. "Kami hanya bisa memberikan rekomendasi layak dan tidaknya. Hanya itu," ujarnya.

Dia menambahkan, air yang berada di kedalaman sekitar 40 meter sudah menjadi hak masyarakat. Mengingat, kebutuhan masyarakat hanya untuk konsumsi serta rumah tangga.

Jika air tanah (kedalaman lebih dari 40 meter) diambil korporasi, lanjutnya, debit air tanah yang berada di atasnya otomatis akan terus turun dan menjadi berkurang, termasuk berdampak ke masyarakat yang berada di dataran rendah.

Hal itu belum ditambah pengelolaan limbah korporasi yang terkadang ada yang dibuang ke sungai dan mencemari lingkungan. "Jika melanggar izin harus diberi sanksi. Pemerintah bisa mencabut izinnya," ungkapnya. (http://jateng.metrotvnews.com)

Read more...

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemarin (22/7) menyelenggarakan Halal Bi Halal sekaligus Pisah Sambut pejabat BBWS Serayu Opak. Adapun pejabat yang diganti adalah Kepala BBWS Serayu Opak Ir. Agus Suprapto Kusmulyono, M.Eng, Ph.D digantikan oleh Ir. Tri Bayu Adji, MA dan Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Serayu Opak Ir. Jarot Widyoko, Sp digantikan oleh Ir. Tuti Sutiarsih, MT.

Dalam sambutannya, Agus Suprapto, yang selanjutnya bertugas sebagai Direktur Bina Penatagunaan SDA di kantor pusat mengatakan rasa terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja sama dengan baik dalam rangka pelaksanaan tugas BBWS Serayu Opak selama ini. Dirinya juga berpesan kepada Kepala BBWS Serayu Opak yang baru untuk memberikan perhatian khusus terhadap beberapa program, antara lain pembangunan Bendungan Bener, SPAM Regional, pembangunan Bendung Kamijoro, program groundsill Sungai Serayu, rehabilitasi irigasi di DIY dan Jawa Tengah, pembangunan Embung Langensari, dan restorasi sungai di DIY, serta program operasi dan pemeliharaan (OP).

Sementara itu, Tri Bayu mengajak kepada seluruh pegawai BBWS Serayu Opak untuk meningkatkan kinerja. Kerja sama yang baik dengan stakeholder terkait perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Secara khusus, dirinya juga menyatakan siap melaksanakan tugas pembangunan Bendungan Bener yang akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia. Dengan dukungan seluruh pihak, Tri Bayu yakin tugas-tugas yang dibebankan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Jarot Widyoko, yang selanjutnya akan bertugas sebagai Kepala BWS Kalimantan III, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pejabat dan pegawai BBWS Serayu Opak. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menjalankan tugas selama ini terdapat kekhilafan, mengingat posisi ke-TU-an berhubungan dengan pelayanan bagi banyak orang. Jarot juga berharap penggantinya akan dapat meningkatkan kinerja Bagian TU di BBWS Serayu Opak.

Sementara itu, Tuti Sutiarsih dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan selamat datang yang baik. Dirinya berharap dukungan dari seluruh pegawai BBWS Serayu Opak agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan lancar. (humas bbws so)

Read more...

Pada 02 juli s/d 4 juli 2015 Tim Komisi V DPR RI telah melakukan kunjungan spesifik ke Kab. Yahukimo Prov. Papua. Tim Komisi V DPR RI terdiri atas: Michael Wattimena, SE.MM (Ketua Tim); Willem Wandik, S.sos, Pdt Elion Numberi, S.Th; Damayanti Wisnu P; K Andi Iwan Darmawan Aras, SE; Dra. Yasti Soepredjo M; Ir. H Sigit Sosiantomo; S Silaban,SE; Fauzih H Amro, M.Si; dan Tim Sekretariat Komisi V DPR RI.

Tim Tiba di Bandara Sentani Jayapura dijemput Oleh Bupati Yahukimo DR, Ones Pahabol, Kepala BPBJN X Papua dan Papua Barat Ir. Thomas Adem, MSC Dan Ka. BWS Papua DR.Ir. Happy Mulya, ME.

Dengan menggunakan pesawat Charter Tim Menuju ke Distrik Sohabam dan melakukan pertemuan dengan Masyarakat tertinggal di Kab. Yahukimo. Selanjutnya Tim Melakukan Kunjungan ke Kota Dekai Ibukota Kabupaten Yahukimo. Di Kota Yahukimo Tim Meninjau paket-paket kegiatan jalan Nasional poros Dekai-Wamena dan Bendungan Maruku yang dapat mengairi sawah ± 3.200 Ha.

Happy Mulya, dalam penjelasannya di lokasi Bendung Maruku Mengatakan Bendung Maruku dapat Melayani areal Sawah ± 3.200 Ha Dengan debit pengambilan 2,8 M³/detik, dikerjakan 2 tahun anggaran yakni tahun 2008 dan 2009 kemudian tahun 2009 s/d 2014 dilanjutkan dengan pembangunan jaringan primer dan jaringan sekunder. Hingga tahun 2014 telah dibangun 1 buah bendung jaringan Primer 2.860 m,ÂÂ jaringan sekunder 3,648 m dan 4 Bangunan sadap. Masih dibutuhkan pembangunan jaringan primer 2.254 m, Jaringan Sekunder 13.300 m, Bangunan bagi/ sadap 4 Unit , Bangunan sadap 14 Unit dan Talang 1 Unit.

Permasalahan pengembangan Daerah Irigasi di Yahukimo ini adalah terbatasnya dana untuk pencetakan sawah dan Belum adanya petani penggarap, tandas Happy. Dibutuhkan koordinasi Lintas Sektor dalam pengembangan daerah irigasi di daerah ini, antara kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Pemprov Papua dan Pemkab. Yahukimo,ÂÂ beber Happy mengakhiri penjelasannya.

Read more...

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version