Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Sungai merupakan jalan air alami, mengalir menuju samudera, danau atau laut, atau ke sungai yang lain. Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.
Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan pada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air dan limpasan air bawah tanah. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Manfaat terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai.

oke 1

Sungai seringkali dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia. Seperti Bendung, Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran, menyimpan air atau menghasilkan energi. Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya. Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi. Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.
Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal, mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan, tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan. Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali “impas” bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan.
Pekerjaan pengerukan sungai yang ada di Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Wilayah Sungai Akuaman secara berkelanjutan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V melalui kegiatan Operasional dan Pemeliharaan (O&P). Kegiatan ini ditujukan untuk menjaga sungai agar tetap bersih dari penumpukan material akibat erosi yang terjadi di hulu sungai. Melalui kegiatan ini material-material yang menumpuk di alur sungai dikeruk dikeluarkan dari sungai, sehingga sungai terhindar dari pendangkalan dan laju air tidak terganggu.
Selain itu, supaya sungai selalu terjaga dan terpelihara, juga dilakukan berbagai kegiatan perbaikan terhadap tanggul-tanggul sungai yang mengalami kerusakan. Seperti kegiatan yang telah dilaksanakan jajaran Pejabat Pembuat Komitmen Operasional dan Pemeliharaan II (PPK OP II)

oke 4

Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWS S-V). “Alhamdulillah sampai saat sekarang kegiatan yang kita lakukan masih berjalan dengan baik, hampir semua pengerukan sungai yang masuk ke dalam kegiatan O&P telah terlaksana,” kata Kalbadri, ST, MT PPK Operasi Pemeliharaan II Balai Wilayah Sungai Sumatera V.
Secara internal, bagian O&P terus melakukan pembenahan didalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bertujuan untuk mendukung kelancaran pekerjaan baik secara teknis maupun administrasi. “Disamping didukung oleh peralatan dan dana, pembenahan SDM merupakan bagian kegiatan O&P yang juga diperlukan supaya pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga yang telah menguasai pekerjaan, baik di bidang teknis maupun administrasi. Dengan didukung SDM yang bagus, kegiatan pada bagian O&P ini dapat berjalan sesuai aturan,” tambahnya.(eri)

Read more... 0

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Ir. Hartanto, Dipl.HE mengambil sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Balai Wilayah Sungai Maluku, Kamis (03/4). Pengambilan sumpah/janji yang dilakukan 47 orang PNS ini merupakan wujud nyata dari konsekuensi logis suatu tuntutan kebutuhan atas kesiapan sumber daya manusia demi menjawab tantangan tugas ke depan yang akan terus berkembang dan semakin kompleks.


Dalam sambutannya, Hartanto mengatakan bahwa dengan pelaksaan pengambilan sumpah/janji PNS ini diharapkan dapat mempertebal rasa pengabdian dan tanggung jawab setiap PNS, serta sikap yang mencerminkan kejujuran dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas, dengan mendahulukan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi.


gbr3

Terkait dengan sumpah/janji PNS dan seiring berjalannya reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, dituntut adanya perubahan besar dalam birokrasi penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum termasuk didalamnya penerapan sistem manajemen kinerja individu yang semula menggunakan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dan diganti dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Disamping itu, setiap PNS harus melaksanakan penegakan disiplin, salah satunya adalah kehadiran, dalam 1 satu hari PNS wajib hadir selama 7,5 jam dan ketidak hadiran/kekurangan jam kerja akan mempengaruhi nilai kedisiplinan sebagaimana diatur dalam PP No. 53 tahun 2010.

gbr2

Terakhir dalam sambutannya, ekspektasi yang diharapakan dari para PNS adalah, Senantiasa kita meningkatkan kualitas pelayanan publik, menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme serta senantiasa melakukan koordinasi yang baik antara pusat dengan daerah.

sisda bws maluku (bob&kur)

Read more... 0

RAPAT TRIWULAN TIM FASILITATOR (RAPAT KOORDINASI WORKING GROUP) KE I KEGIATAN BIMBINGAN/PENDAMPINGAN SOFT COMPONENT ANAI


Rapat Koordinasi Working Group diadakan tiga kali setahun setiap tahunnya dalam kegiatan Soft Component Anai yang dimulai tahun 2011 sampai dengan tahun 2014, kegiatan Soft Component Anai merupakan kegiatan yang berkelanjutan untuk memperbaiki pengelolaan sistem irigasi di Daerah Irigasi Batang Anai melalui penguatan kelembagaan O&P Irigasi yang dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pengelolaan O&P Irigasi serta mewujudkan peran aktif Petani Pemakai Air (P3A) baik aspek kelembagaan, usaha tani maupun pengelolaan irigasi di jaringan tersier dan meningkatkan partisipasi petani pemakai air dalam membantu pengelolaan irigasi di jaringan utama dan sekunder secara gotong royong sehingga sistem irigasi dapat digunakan secara berkelanjutan.

Rangkaian Rapat Koordinasi Working Group sangat berkaitan dengan peran dan kontribusi para pihak ditingkat lokal seperti Pemerintah Daerah, Tokoh Masyarakat dan pihak lain yang berkepentingan terhadap Daerah Irigasi Batang Anai.

Pada Rapat Triwulan Tim Fasilitator ke-I ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait seperti dari Bappeda Prov. Sumatera Barat, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Prov. Sumatera Barat, Bappeda Kota Pariaman, Bappeda Kab. Padang Pariaman, DPU Kota Pariaman, DPU Kab Padang Pariaman, Dispertanakbunhut Kab. Padang Pariaman, Konsultan PIRIMP, Koordinator TPM dan Anggota TPM Daerah Irigasi Batang Anai dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

32

Pembukaan Rapat Triwulan Tim Fasilitator ke-I dilakukan oleh Ka Subag Tata Usaha Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Bapak Al Izhar, SST., dilanjutkan paparan oleh PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Ibu Yusma Elfita, ST., M.Sc tentang program kerja Kegiatan Bimbingan Soft Component Anai Tahun 2014 yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang di pimpin oleh Bapak Al Izhar, SST.

Adapun kesimpulan dalam Rapat Triwulan Tim Fasilitator ke I adalah Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan dapat memberikan data jumlah kelompok tani yang didalamnya juga menjadi anggota P3A untuk dapat berkoordinasi dengan pengamat Daerah Irigasi Anai, Usaha dan metode yang dilaksanakan dalam kegiatan Demplot dan Demfarm harus sesuai dengan peraturan ataupun manual O&P dan juga sinkron dengan program pertanian sehingga memberikan hasil produksi pertanian yang optimal. Perlu dibentuk UPT Batang Anai yang terdiri dari satu koordinator pengamat, dua pengamat dan juru pengairan serta PPA yang disesuaikan dengan jumlah bangunan air yang ada. Perlu MoU antara Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Dinas Pekerjaan Umum Prov. Sumatera Barat, Dinas Pekerjaan Umum Kab.Padang Pariaman, Dinas Pekerjaan Umum Kota Pariaman tentang pengelolaan Operasi Pemeliharaan Daerah Irigasi Batang Anai. Kebutuhan kantor dan rumah Pengamat, Juru Pengairan dan PPA daerah Irigasi Batang Anai Tahap II perlu dikoordinasikan dengan Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan.

Dengan diadakannya Rapat Koordinasi Working Group diharapkan pelaksanaan Soft Component Anai menjadi lebih efektif, efisien dan terkoordinir. (DM)

4

Read more... 0

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version