Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Rabu, 14 Januari 2015, Kulon Progo menerima kunjungan dari Presiden ADB (Asian Development Bank) Takehiko Nakao didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Ir.Agus Suprapto Kusmulyono,M. Eng. Ph. D beserta rombongan yang diterima oleh Wakil Bupati Drs. H. Sutedjo. Dalam rangka pembangunan 49 waduk di Indonesia, ADB mencari masukan mengenai pengelolaan Waduk Sermo termasuk konservasi daerah tangkapan (catchment area) dan sebagainya.
Selain itu, ADB juga mencari informasi tentang pengaruh pembangunan Waduk Sermo terhadap peningkatan produktivitas komoditas pertanian terutama padi, dimana telah terjadi peningkatan produktivitas dan produksi di lahan petani penerima manfaar air irigasi Waduk Sermo. Wawancara dilakukan dengan Kelompok Tani Ngudi Makmur, Ngento, Pengasih, Pengasih sebagai salah satu kelompok penerima manfaat air irigasi. Nakao menanyakan berbagai hal terkait pemakaian air, pengelolaan air, dan permasalahan terkait pertanian. Dari wawancara dijelaskan, sebelum ada Waduk Sermo setahun panen padi hanya 1 kali, sekarang bisa panen 2 kali dan palawija 1 kali sehingga sangat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Read more...

Dalam rangka menyambut era keterbukaan dan transparansi serta penyelenggaraan negara yang transparan sesuai yang diamanahkan dalam UU No. 14 Tahun 2008, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyampaikan informasi yang berupa website.

Website tersebut telah di resmikan dan di launching oleh Kepala BWS Kalimantan II, Ir. Wahyu Nugroho, Sp. PSDA pada hari Senin, 22 Desember 2014 bertempat di aula kantor BWS Kalimantan II.

Dalam sambutannya dijelaskan bahwa peluncuran website ini adalah bagian dari keterbukaan informasi publik sesuai yang diamanahkan dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah serta instansi terkait diharapkan akan mudah dalam mencari informasi tentang profil Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, potensi sarana dan prasarana sumber daya air, paket pekerjaan, database sumber daya air, serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. Masyarakat dapat mengakses website dengan membuka www.bwskalimantan2.com.

Dengan adanya website ini dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi yang berkaitan dengan sumber daya air di provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, baik itu potensi maupun infrastruktur yang dibangun, on going, serta rencana kedepan. Tapi tentunya website ini masih dalam tahap pengembangan dan masih banyak kekurangan dalam penyajian, kami akan selalu berusaha untuk melakukan penyempurnaan. Dukungan, saran, dan masukan sangat kami harapkan dalam penyempurnaan website ini kedepan.

Read more...

Untuk mempercepat target pemerintah mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi padi di Sumatera Barat agar pada tahun 2015 untuk dapat mencapai 3 juta ton. Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah setempat meningkatkan produksi padi untuk mengejar target nasional, dengan injeksi peralatan produktif dari pemerintah.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyanggupi tantangan produksi padi yang ditawarkan pemerintah untuk daerahnya, apalagi sejak 2012 Sumatera Barat sudah mampu mencapai swasembada beras sehingga Irwan optimis target tersebut bisa dicapai mengingat produksi padi Sumatera Barat tahun ini sudah mencapai 2,49 juta ton dengan luas lahan sekitar 400.000 hektar.

Dalam dialog dengan Menteri Pertanian, Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi di Sumatera Barat. “Untuk irigasi, memang jadi masalah karena Sumatera Barat merupakan daerah gempa. Sejak gempa besar terjadi di Padang, irigasi jadi porak poranda. Di Sumatera Barat tercatat 40 km irigasi yang mesti segera diperbaiki. Kerusakan tersebut berpengaruh pada 45.000 hektar lahan pertanian dari 400.000 hektar lahan pertanian di Sumatera Barat. Perbaikan irigasi ditaksir menghabiskan anggaran Rp. 268 milliar. Terganggunya irigasi berdampak besar ke produksi pertanian. Akibatnya, petani menggunakan sistem tadah hujan sehingga hasilnya tidak optimal,” katanya. Selain permasalahan irigasi, kelangkaan pupuk juga merupakan persoalan mendasar dalam kemajuan pertanian di Sumatera Barat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Propinsi Sumatera Barat, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi oleh Bupati Padang Pariaman, SKPD terkait dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V  M. Adek Rizaldi, juga melakukan kunjungan lapangan ke Daerah Irigasi (D.I.) Batang Anai. D.I. Batang Anai merupakan salah satu daerah irigasi kewenangan pusat yang berada di Propinsi Sumatera Barat di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai Sumatera V dengan luas lahan 16.604 hektar, yang tersebar di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Dari kunjungan lapangan tersebut dapat dilihat bahwa pada bagian hilir DI. Batang Anai sendiri masih terdapat sekitar 1.000 hektar lahan pertanian yang tidak dapat ditanami padi karena ada jaringan irigasi yang rusak akibat gempa sehingga perlu direhabilitasi secepatnya.

Dalam pengelolaan D.I. Batang Anai, Balai Wilayah Sungai Sumatera V selain melakukan pekerjaan hard component juga telah melakukan kegiatan bimbingan dan pendampingan soft component Anai. Untuk D.I. Batang Anai telah dibentuk 125 buah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), 11 Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan 1 Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A). Pembentuan kelembagaan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air guna mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi yang ada untuk mendukung swasembada pangan.

 “Dengan kehadiran Bapak Menteri Pertanian ke Padang dapat membuat suasana sinergisitas yang makin meningkat antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Kementerian Pertanian sehingga keterpaduan sistem irigasi di Sumatera Barat dapat tercipta dengan baik terutama ditinjau dari sisi kewenangan, maka Sumatera Barat ke depan dapat lebih meningkatkan produksi padi dalam rangka mendukung program pemerintah untuk kedaulatan pangan,” demikian harapan Adek.

Menteri Pertanian mengakui bahwa untuk irigasi memang menjadi persoalan nasional. Dia mendapatkan data sekitar 50 persen kondisi irigasi di Indonesia rusak parah. Untuk itu dia akan menjadikan ini sebagai bahan rapat kabinet bersama dengan menteri terkait lainnya. (YE)

sumber berita : bws sumatera V

Read more...

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version