Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2015 kali ini dimanfaatkan Balai Wilayah Sungai Papua Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama puluhan siswaÂÂ SD Inpres Megapura Skyline dengan melakukan aksi tanam sekitar 150 bibit pohon di sejumlah lokasi di skyline pada tanggal 24 Maret 2015. Dalam kegiatan tersebut hadir juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua, Ir. Mikael Kambuaya, Asisten III Setda Kota Jayapura, Frans Pekey, dan Direktur PDAM Jayapura Abdul Muthalib Petonengan.
Dalam kesempatan wawancara, Asisten III Kota Jayapura Frans Pekey mengatakan saat ini kondisi debit air Kota Jayapura mulai mengalami kekurangan, lantaran beberapa titik yang menjadi lokasi penyimpanan air mulai mengalami kerusakan akibat ulah warga, misalnya di wilayah konservasi Cycloop yang mana oknum warga tertentu melakukan penebangan hutan, membakar hutan untuk kepentingan kebun dan sebagainya. Menyikapi hal itu, dirinya mendorong perlu ada sebuah gerakan bersama untuk penyelamatan, hutan sebagai sumber air, tidak hanya oleh pemerintah daerah, namun perlu keterlibatan masyarakat adat, swasta, untuk menjaga dan mengawasi wilayah hutan di Papua, khususnya di Kota Jayapura. “Lebih baik kita mencegah saat ini, daripada kita akan mengalami persoalan di waktu yang akan dating, terutama kekeringan air,” harapnya.

Sementara itu, Kadis PU Provinsi Papua, Ir. Mikael Kambuaya menambahkan jika pentingnya peringatan air sedunia, sebagai peringatan bagi masyarakat di Papua, sebab ke depan kebutuhan air semakin meningkat dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia, sementara kondisi debit air tetap tidak bertambah. “Melalui peringatan ini, saya mengajak kita semua agar sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan hutan, sebagai sumber air, kita jangan merusak hutan “ tukasnya.

Sementara itu, Kepala BWS Papua Ir. Happy Mulya, ME, menambahkan, gerakan penyelamatan air setiap tahun dilakukan, bukan saja di Papua, namun juga sedunia, kampanye soal penyelamatan air ini, dilakukan agar adagerakan penyadaran bagi masyarakat untuk menjaga air, kegiatan yang dilakukan misalnyakampanye soal pentingnya penyelamatan air kepada masyarakat , sosialisasi kepada anak SD serta aksi penanaman bibit pohon.

“Saya memilih SD ini, agar anak-anak SD ini diberikan kesadaran sejak dini, terkait pentingnya menjaga keselamatan air sehingga mereka sudah paham dan mulai menerapkan di lingkungan tempat tinggalnya, misalnya jangan merusak atau menebang pohon sembarangan’” pungkasnya.

Hari Air Sedunia merupakan perayaan yang ditujukan sebagai usaha untuk menarik perhatian publik tentang pentingnya air bersih dan usaha untuk menyadarkan pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio De Janiero, Brasil.

Read more...

Pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Merauke sebagai salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia. Tim KEK dari Kementerian Ekuin yang terdiri dari :

1.Budi Santoso, Wakil Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, selaku Sekretaris Sislognas
2.Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Nasional KEK
3.Edib Muslim, Kepala Divisi Humas dan Promosi, KP3EI
4.Abdul Kamarzuki, Asisten Deputi Penataan Ruang dan Pengembangan Daerah Tertinggal
Dan dari Bappeda

1.Hadid Japandu,Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal Bappenas
Melakukan kunjungan ke Merauke 2 s/d 4 Maret 2015 untuk melakukan Rapat Pembahasan, melakukan kunjungan lapangan melihat insfrastruktur-insfrastruktur yang telah tersedia seperti: gudang penyimpanan beras dolog, Insfrastruktur SDA khsususnya Insfrastruktur rawa yang telah dibangun, Pelabuhan Merauke, dll.

Dalam rapat pembahasan KEK Merauke yang diselenggarakan di kantor Bappeda Kabupaten Merauke, turut hadir wakil Bupati Merauke Soenarjo, Staf ahli Bupati Harry Tobing, Kepala Pertanian Provinsi Papua, Kepala Bappeda Merauke Daswil Bakar, Samuel Siriwa, Kepala Badan Percepatan Pembangunan Papua Muh. Laudin, Kepala BWS Papua, Happy Mulya, dan unsur-unsur Kepala SKPD Kabupaten Merauke.

Dalam rapat ini Happy memaparkan peranan BWS Papua dalam menunjang produksi beras di Kabupaten Merauke, yang berdiri dari sejarah pengembangan daerah rawa Merauke, potensi lahan rawa di Kabupaten Merauke, Insfrastruktur rawa yang telah dibangun sejak tahun 1979 s/d 2014, permasalahan pengembangan rawa dan Renstra BWS Papua dalam pengembangan rawa 5 tahun ke depan (tahun 2104 – 2019).

Read more...

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan instansi terkait melakukan penertiban berupa pemasangan tanda peringatan/larangan dan pemberian teguran 1 maupun ke 2 ke beberapa pemilik bangunan yang melanggar sempadan irigasi di area Saluran Induk Pucang Daerah Irigasi Singomerto, Kabupaten Banjarnegara, kemarin (23/2).

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Serayu Opak Suseno Hadi Kuswanto mengatakan, pelanggaran di bidang SDA memang terjadi di berbagai lokasi, tidak hanya di Banjarnegara saja. Dirinya mencontohkan adanya bangunan ilegal di Saluran Irigasi Kedungsamak, Kabupaten Kebumen. Selain bangunan ilegal, pelanggaran yang banyak terjadi adalah penambangan tanpa izin, misalnya yang terjadi di sungai berhulu Gunung Merapi.

Dalam menangani berbagai pelanggaran tersebut, Kementerian PU telah bekerjasama dengan berbagai instansi, bahkan di level pusat telah dilakukan MoU dengan Kepolisian RI. Namun demikian, dalam prakteknya di lapangan, tetap dikedepankan upaya persuasi dan sosialisasi. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang melakukan pelanggaran karena ketidaktahuan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, bagi yang melanggar dengan sengaja tentu harus diberi sanksi tegas.

Lebih lanjut, Kepala Bidang OP menjelaskan, penertiban pelanggaran bidang SDA dilakukan sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Oleh karena itu, fungsi infrastruktur SDA, khususnya irigasi perlu dijaga.

Dalam kesempatan yang sama, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BBWS Serayu Opak Bambang Sumadyo Bowolaksono mengatakan, penertiban di Banjarnegara dimaksudkan pula untuk memberikan efek jera kepada masyarakat. Sebab, jika dibiarkan, maka masyarakat lain akan ikut-ikutan mengokupasi lahan yang semestinya menjadi area sempadan irigasi maupun sungai. Dirinya menegaskan, ke depan penertiban serupa akan terus digalakkan demi menjaga keberadaan dan fungsi insfrastruktur SDA. (ifn/humas bbws-so)

Read more...

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version