Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Untuk mempercepat target pemerintah mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi padi di Sumatera Barat agar pada tahun 2015 untuk dapat mencapai 3 juta ton. Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah setempat meningkatkan produksi padi untuk mengejar target nasional, dengan injeksi peralatan produktif dari pemerintah.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyanggupi tantangan produksi padi yang ditawarkan pemerintah untuk daerahnya, apalagi sejak 2012 Sumatera Barat sudah mampu mencapai swasembada beras sehingga Irwan optimis target tersebut bisa dicapai mengingat produksi padi Sumatera Barat tahun ini sudah mencapai 2,49 juta ton dengan luas lahan sekitar 400.000 hektar.

Dalam dialog dengan Menteri Pertanian, Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan permasalahan yang dihadapi di Sumatera Barat. “Untuk irigasi, memang jadi masalah karena Sumatera Barat merupakan daerah gempa. Sejak gempa besar terjadi di Padang, irigasi jadi porak poranda. Di Sumatera Barat tercatat 40 km irigasi yang mesti segera diperbaiki. Kerusakan tersebut berpengaruh pada 45.000 hektar lahan pertanian dari 400.000 hektar lahan pertanian di Sumatera Barat. Perbaikan irigasi ditaksir menghabiskan anggaran Rp. 268 milliar. Terganggunya irigasi berdampak besar ke produksi pertanian. Akibatnya, petani menggunakan sistem tadah hujan sehingga hasilnya tidak optimal,” katanya. Selain permasalahan irigasi, kelangkaan pupuk juga merupakan persoalan mendasar dalam kemajuan pertanian di Sumatera Barat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Propinsi Sumatera Barat, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi oleh Bupati Padang Pariaman, SKPD terkait dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V  M. Adek Rizaldi, juga melakukan kunjungan lapangan ke Daerah Irigasi (D.I.) Batang Anai. D.I. Batang Anai merupakan salah satu daerah irigasi kewenangan pusat yang berada di Propinsi Sumatera Barat di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai Sumatera V dengan luas lahan 16.604 hektar, yang tersebar di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman. Dari kunjungan lapangan tersebut dapat dilihat bahwa pada bagian hilir DI. Batang Anai sendiri masih terdapat sekitar 1.000 hektar lahan pertanian yang tidak dapat ditanami padi karena ada jaringan irigasi yang rusak akibat gempa sehingga perlu direhabilitasi secepatnya.

Dalam pengelolaan D.I. Batang Anai, Balai Wilayah Sungai Sumatera V selain melakukan pekerjaan hard component juga telah melakukan kegiatan bimbingan dan pendampingan soft component Anai. Untuk D.I. Batang Anai telah dibentuk 125 buah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), 11 Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dan 1 Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A). Pembentuan kelembagaan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air guna mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi yang ada untuk mendukung swasembada pangan.

 “Dengan kehadiran Bapak Menteri Pertanian ke Padang dapat membuat suasana sinergisitas yang makin meningkat antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Kementerian Pertanian sehingga keterpaduan sistem irigasi di Sumatera Barat dapat tercipta dengan baik terutama ditinjau dari sisi kewenangan, maka Sumatera Barat ke depan dapat lebih meningkatkan produksi padi dalam rangka mendukung program pemerintah untuk kedaulatan pangan,” demikian harapan Adek.

Menteri Pertanian mengakui bahwa untuk irigasi memang menjadi persoalan nasional. Dia mendapatkan data sekitar 50 persen kondisi irigasi di Indonesia rusak parah. Untuk itu dia akan menjadikan ini sebagai bahan rapat kabinet bersama dengan menteri terkait lainnya. (YE)

sumber berita : bws sumatera V

Read more... 0

Pada hari kamis 4 Desember 2014 bertempat di Hotel Swiisbell Mereuke telah diselenggarakan PKM 2 RRPSDA WS Einlanden – Digul – Bikuma Tahap II. Hadir pada acara ini Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Dr.Ir. Happy Mulya, ME, Staf Ahli Pemkab Merauke Ir. HBL Tobing, MEng, Para Kepala SKPD dilingkup Pemkab Merauke, Akademisi dari Universitas Musamus Merauke, LSM serta Kepala – kepala DIstrik di Kabupaten Merauke.
Dr.Ir. Happy Mulya, ME dalam sambutan pembukaannya pada acara ini menjelaskan tentang potensi Sumber Daya Air yang melimpah di WS Einlanden – Digul – Bikuma, permasalahan dalam pengembangan dan pengelolaan Sumber Daya Air terutama pada wilayah – wilayah lintas Negara dengan Negara Papua New Guinea (PNG).
Terdapat 4 (empat) DAS lintas Negara yakni DAS Digul, DAS Kondo, DAS Maro dan DAS Uruci yang harus diatur dalam suatu perjanjian antara Indonesia dan Papua Nugini. Sebagai contoh terdapat River Fly yang berhulu di PNG mengalir memasuki wilayah Indonesia ± 150 km dan kembali kewilayah Papua Nugini. River Fly mengalami pencemaran berat karena penambangan emas di hulu DAS di wilayah PNG dan jika terjadi banjir besar berdampak ke wilayah Indonesia, selain itu sedimentasi dari sungai tersebut di perkirakan ± 20 juta ton/tahun, Juga akan berdampak kewilayah Indonesia, tambah Happy.
Terdapat 2,5 juta Ha lahan rawa di WS Einlanden – Digul – Bikuma ini yang terdiri dari 1,6 juta ha lahan rawa non pasang surut dan 900 ribu ha lahan rawa pasang surut, lahan rawa yang baru dikembangakan ± 38 ribu ha. Terdapat lahan rawa yang demikian luas di Kab. Merauke ini yang perlu dikembangkan untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan dan energy, Tambah Happy
Jelas Happy Sesuai dengan tujuan PKM RRPSDA ini adalah tersusunnya dokumen RRPSDA WS Einlanden–Digul–Bikuma yang merupakan perencanaan perencanaan secara menyeluruh dan terpadu antara sector terkait dalam pengelolaan PSDA serta akan digunakan sebagai pedoman, arahan serta dasar/ landasan penyusunan program dan rencana kegiatan setiap sector dalam pelaksanaan PSDA.
Staf Ahli Bupati Merauke HBL Tobing dalam diskusi pada acara PKM ini menyampaikan bahwa pada tahun 1938 – 1959 Pemerintah Belanda telah mengembangkan daerah rawa kurik ± 400 ha dan jaman itu Merauke merupakan salah satu daerah lumbung padi dikawasan Pasifik , Pemerintah Kabupaten Merauke sangat mendukung pengembangan dan pengelolaan daerah rawa yang ada dikawasan ini.
Pemerintah Kabupaten Merauke dalam program pengembangan pertanian didaerah ini telah memberikan bantuan kepada para petani berupa traktor – traktor dan pembangunan bengkel – bengkel desa untuk pengembangan daerah rawa tradisional dimerauke dan Pemerintah Kabupaten Merauke ÂÂÂ telah merencanakan program mekanisasi dalam pengembangan daerah rawa di kawasan ini, Jelas Tobing.
Terdapat 12 Investor yang siap mendukung dan menengembangkan daerah rawa Merauke untuk mendukung program ketahanan pangan dan energy nasional Pemerintah, Pemerintah Kabupaten Mereuke dan pihak swasta bersinergi dan mengsinkronkan programnya untuk pengembangan wilayah ini, Tambah Tobing Mengakhiri penjelasannya.

Read more... 0

PENCANANGAN PEMBERSIHAN SUNGAI OLEH SEKRETARIS DAERAH
PROPINSI SUMATERA BARAT DALAM RANGKA HARI BAKTI PEKERJAAN UMUM KE-69

 

Dalam rangka memeriahkan Hari Bakti Pekerjaan Umum yang ke-69, Balai Wilayah Sungai Sumatera V bersama-sama dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat dan Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang melaksanakan kegiatan “Pencanangan Pembersihan Sungai”. Kegiatan pembersihan sungai tersebut dilaksanakan di sepanjang banjir kanal (banda bakali) yang melewati Kota Padang. Pembersihan Sungai ini merupakan salah satu rangkaian dari Kegiatan Program Kali Bersih yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V guna mendukung “Program Kota Padang Bersih” yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Padang dan “Gerakan Sumatera Barat Bersih” yang dicanangkan oleh Gubernur Sumatera Barat.

3
Kota Padang dilalui oleh 3 sungai utama yang hulunya berasal dari Bukit Barisan, yaitu Batang Air Dingin, Batang Kuranji, dan Batang Arau. Karena Batang Arau tidak mampu menampung debit banjir pada aliran sungainya maka Batang Arau dibagi menjadi 2 (dua) aliran, yaitu langsung ke Batang Arau dan dibagi ke Banda Bakali. Banda Bakali ini sudah dibangun sejak Zaman Belanda pada Tahun 1928, dan pada Tahun 1991 – 1996 diperlebar melalui dana Japan Bank for International Cooperation (JBIC), dimana acara Pencanangan Pembersihan Sungai dilaksanakan.
Pencanangan Pembersihan Sungai dilaksanakan pada Hari Rabu Tanggal 3 Desember 2014 oleh Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Barat, DR.H Ali Asmar, M.Pd, yang dihadiri oleh Karyawan/Karyawati Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat, Kepala SKPD dan para Camat se Kota Padang, Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Alim Ulama serta Bundo Kanduang. Kagiatan pembersihan sungai dilaksanakan mulai tanggal 3 Desember 2014 sampai dengan 6 Desember 2014. Pada tanggal 6 Desember 2014 akan dilakukan pencanangan pembersihan drainase dan lingkungan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar banda bakali. “Pencanangan Pembersihan Drainase dan Lingkungan” tersebut direncanakan akan dilakukan Wali Kota Padang yang akan ditindaklanjuti oleh para camat dan lurah se Kota Padang.

2
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang, Ir. Muswendry Evytes, Dipl.SE menyampaikan bahwa ,”Program Kali Bersih ini merupakan program strategis dalam rangka menjaga kelestarian air dan sumber air yang ada di alam ini yang merupakan program terpadu dengan Program Kota Padang Bersih dan Gerakan Sumatera Barat Bersih. Ide dari kegiatan ini berawal dari Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V, M. Adek Rizaldi, ST., M.Tech, yaitu bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih dan kali bersih yang kemudian disambut dan diarahkan oleh Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pemerintah Daerah Kota Padang.”
“Pemerintah sudah membangun Infrastruktur Pengendalian Banjir untuk melindungi kepentingan masyarakat dan juga sesuai aturan yang berlaku, setelah infrastruktur tersebut dibangun maka perlu dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan infrastruktur tersebut tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi perlu dipelihara bersama-sama dengan masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar bantaran banda bakali”, demikian sambutan Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat, Ali Musri., ME.

 

56


Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Barat mengatakan,”Manusia diberi amanah untuk mengelola air agar tidak habis di alam ini. Salah satu ciri hari kiamat adalah apabila air itu semakin lama semakin sedikit dan habis sehingga kalau air tidak ada lagi berarti manusia tidak bisa hidup, oleh sebab itu perlu kita jaga kelestarian air dan sungai karena sungai itu merupakan salah satu tempat sumber air. Keberadaan suatu sungai sangat tergantung kepada masyarakat yang ada di sekitar sungai. Apabila sungai itu ingin bersih, rapi, cantik dan indah, tergantung kepada masyarakat di sekitarnya, untuk itu perlu bersama-sama menjaga dan memelihara agar jauh dari pencemaran air”. Untuk itu, Ali Asmar mengajak masyarakat agar melestarikan hutan di hulu sungai, tidak membuang hajat di sungai, tidak membuang sampah di sungai, serta tidak membuang limbah rumah tangga dan industri ke sungai.

Pencanangan Pembersihan Sungai dalam rangka kegiatan Program Kali Bersih ditandai dengan menghidupkan mesin excavator oleh Sekretaris Daerah Propinsi Sumatera Barat sebagai tanda dimulainya pembersihan badan sungai dan bantarannya dengan melakukan penggalian sedimen di badan sungai, pemotongan rumput dan pemungutan sampah yang dilakukan secara terpadu oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat, Dinas Pekerjaan Umum Kota Padang dan didukung oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Padang.
Dengan adanya kegiatan Program Kali Bersih ini diharapkan kepedulian aksi menjaga sungai tetap terus berlanjut bersama-sama masyarakat guna kelestarian sungai sehingga tujuan agar aliran sungai lancar dari hulu sampai ke muara, aliran sungai tidak tercemar, dan aliran sungai indah dipandang mata dapat dicapai. Untuk itu diajak kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan banda bakali agar jangan menebang pohon, jangan membuang sampah ke sungai dan dan jangan membangun rumah di bantaran sungai sehingga sungai dapat terus berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. (YE)

Read more... 0

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version