Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Kementerian PUPR Ditjen SDA dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Maluku bersama dengan Direktorat Pendanaan BAPPENAS mengadakan pertemuan Konsultasi dan Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon untuk membahas tentang Flood Management in Selected River Basins (FMSRB).

Adapun yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu mengenai Dokumen LARAP (laporan inventarisasi pembebasan dan pengadaan lahan) untuk Way Batu Merah dan Way Ruhu, penanganan kompeksitas masalah sosial, penanganan hilir sungai Way Ruhu dalam pemeliharaan kaki jembatan Merah Putih dan sekitarnya.

“Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi dan mendukung program tersebutdi Kota Ambon, pada sungai Way Batu Merah dan Ruhu, yang dalam hal ini akan dibiayai oleh Asian Development Bank(ADB). Kami juga memberikan apresiasi karena Pemerintah telah menyediakan dana untuk pembebasan lahan yang bersumber dari APBN”, ujar Richard Louhenapessy.

Lebih lanjut dikatakannya, agar semua program yang sudah direncanakan dapat berjalan sesuai yang diinginkan, maka perlu adanya pertemuan koordinatif dan konsultatif secara rutin antara BWS Maluku, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Ambon, untuk integrasi program. Jika dimungkinkan dapat dilakukan workshop mengenai Integrasi Program secara Komprehensif, dan workshop penyelesaian pembebasan lahan dan masalah sosialnya.

Read more...

Pemerintah Yogyakarta diminta bersikap tegas menindak para pengusaha atau korporasi besar yang mencuri air tanah. Pasalnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak Yogyakarta menduga para pelaku banyak mengambil air tanah melebihi batas yang dibutuhkan.

Kepala BBWS Serayu-Opak, Tri Bayu Adji, mengatakan Pemerintah Yogyakarta semestinya mengawasi ketat bangunan-bangunan besar yang berada di dekat kawasan sungai. Sebab, cara pengambilan air yang dilakukan dengan mengakali air tanah.

"Misalnya, saat permohonan izin kebutuhannya 10 kubik per detik, tapi mengambilnya lebih dari itu. Mereka memberi saringan di sumur lalu memperdalam lagi untuk memperoleh air lebih banyak," kata Tri Bayu kepada Metrotvnews.com, di sela forum Temu Gerakan Komunitas Sungai Indonesia 2015 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Senin (27/7/2015).

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, instansi yang ia pimpin hanya memiliki batasan kewenangan saat izin bangunan sebelum berdiri. "Kami hanya bisa memberikan rekomendasi layak dan tidaknya. Hanya itu," ujarnya.

Dia menambahkan, air yang berada di kedalaman sekitar 40 meter sudah menjadi hak masyarakat. Mengingat, kebutuhan masyarakat hanya untuk konsumsi serta rumah tangga.

Jika air tanah (kedalaman lebih dari 40 meter) diambil korporasi, lanjutnya, debit air tanah yang berada di atasnya otomatis akan terus turun dan menjadi berkurang, termasuk berdampak ke masyarakat yang berada di dataran rendah.

Hal itu belum ditambah pengelolaan limbah korporasi yang terkadang ada yang dibuang ke sungai dan mencemari lingkungan. "Jika melanggar izin harus diberi sanksi. Pemerintah bisa mencabut izinnya," ungkapnya. (http://jateng.metrotvnews.com)

Read more...

Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemarin (22/7) menyelenggarakan Halal Bi Halal sekaligus Pisah Sambut pejabat BBWS Serayu Opak. Adapun pejabat yang diganti adalah Kepala BBWS Serayu Opak Ir. Agus Suprapto Kusmulyono, M.Eng, Ph.D digantikan oleh Ir. Tri Bayu Adji, MA dan Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Serayu Opak Ir. Jarot Widyoko, Sp digantikan oleh Ir. Tuti Sutiarsih, MT.

Dalam sambutannya, Agus Suprapto, yang selanjutnya bertugas sebagai Direktur Bina Penatagunaan SDA di kantor pusat mengatakan rasa terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja sama dengan baik dalam rangka pelaksanaan tugas BBWS Serayu Opak selama ini. Dirinya juga berpesan kepada Kepala BBWS Serayu Opak yang baru untuk memberikan perhatian khusus terhadap beberapa program, antara lain pembangunan Bendungan Bener, SPAM Regional, pembangunan Bendung Kamijoro, program groundsill Sungai Serayu, rehabilitasi irigasi di DIY dan Jawa Tengah, pembangunan Embung Langensari, dan restorasi sungai di DIY, serta program operasi dan pemeliharaan (OP).

Sementara itu, Tri Bayu mengajak kepada seluruh pegawai BBWS Serayu Opak untuk meningkatkan kinerja. Kerja sama yang baik dengan stakeholder terkait perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Secara khusus, dirinya juga menyatakan siap melaksanakan tugas pembangunan Bendungan Bener yang akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia. Dengan dukungan seluruh pihak, Tri Bayu yakin tugas-tugas yang dibebankan akan dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Jarot Widyoko, yang selanjutnya akan bertugas sebagai Kepala BWS Kalimantan III, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pejabat dan pegawai BBWS Serayu Opak. Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam menjalankan tugas selama ini terdapat kekhilafan, mengingat posisi ke-TU-an berhubungan dengan pelayanan bagi banyak orang. Jarot juga berharap penggantinya akan dapat meningkatkan kinerja Bagian TU di BBWS Serayu Opak.

Sementara itu, Tuti Sutiarsih dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan selamat datang yang baik. Dirinya berharap dukungan dari seluruh pegawai BBWS Serayu Opak agar dapat melaksanakan tugas dengan baik dan lancar. (humas bbws so)

Read more...

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version