Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Peringatan Hari Air Sedunia (Save Our Water for Energi) Obyek Wisata Situ Gede merupakan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kota Tasikmalaya. Situ Gede juga berada di Wilayah Sungai Citanduy yang terletak di DAS Citanduy. Situ Gede memiliki luas genangan 47 Ha dengan kedalaman mencapai 3 meter. Di Situ Gede terdapat nusa seluas satu hektar tempat dimakamkannya Eyang Prabudilaya, seorang tokoh agama Islam dari Tasikmalaya. Untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung bisa menggunakan perahu yang disewakan. Selain berkeliling memakai perahu, bagi yang suka berolahraga bisa menikmati joging track. Selain difungsikan sebagai tempat obyek wisata, Situ Gede juga berfungsi sebagai suplay irigasi (5 intake) dan suplay air ke kecamatan Mangkubumi. Dengan potensi yang ada di Situ Gede, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS Citanduy) sejak tahun 2007 telah melakukan penanganan diantaranya adalah pembangunan kirmir sepanjang 1.030 meter. Situ Gede diharapkan bukan hanya menjadi tempat rekreasi saja namun sebagai sarana konservasi penampung air serta membantu dalam proses pelestarian air di Situ Gede. Tahun 2014 BBWS Citanduy melalui PPK PKSDA memasang bronjong yg diharapkan mampu menahan terjadinya abrasi air selain itu juga akan dilakukan pemasangan batu di sekeliling nusa sehingga nusa tidak terkikis.

gede

Pada saat musim kemarau yang panjang, Situ Gede mengalami kekeringan dengan menyisakan genangan abadi seluas 5 Ha saja. Mengingat fungsinya sebagai sarana air baku dan irigasi di kecamatan mangkubumi maka hal ini menjadi sumber bencana bagi masyarakat setempat. Hal ini perlu solusi yang tepat sehingga keberadaan dan fungsi Situ Gede tetap terjaga. BBWS Citanduy telah melakukan upaya untuk mengantisipasi hal tersebut yaitu diantaranya mencari sumber air baku yang baru yang lokasinya berada di wilayah kabupaten Tasikmalaya selain itu diperlukan penanganan sedimen dari Sungai Cikunir yang masuk ke Situ Gede. (Tim SISDA)

Read more... 0

Sungai merupakan jalan air alami, mengalir menuju samudera, danau atau laut, atau ke sungai yang lain. Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai.
Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan pada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan, embun, mata air dan limpasan air bawah tanah. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Manfaat terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai.

oke 1

Sungai seringkali dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia. Seperti Bendung, Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran, menyimpan air atau menghasilkan energi. Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya. Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi. Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.
Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal, mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan, tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan. Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali “impas” bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan.
Pekerjaan pengerukan sungai yang ada di Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Wilayah Sungai Akuaman secara berkelanjutan dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V melalui kegiatan Operasional dan Pemeliharaan (O&P). Kegiatan ini ditujukan untuk menjaga sungai agar tetap bersih dari penumpukan material akibat erosi yang terjadi di hulu sungai. Melalui kegiatan ini material-material yang menumpuk di alur sungai dikeruk dikeluarkan dari sungai, sehingga sungai terhindar dari pendangkalan dan laju air tidak terganggu.
Selain itu, supaya sungai selalu terjaga dan terpelihara, juga dilakukan berbagai kegiatan perbaikan terhadap tanggul-tanggul sungai yang mengalami kerusakan. Seperti kegiatan yang telah dilaksanakan jajaran Pejabat Pembuat Komitmen Operasional dan Pemeliharaan II (PPK OP II)

oke 4

Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWS S-V). “Alhamdulillah sampai saat sekarang kegiatan yang kita lakukan masih berjalan dengan baik, hampir semua pengerukan sungai yang masuk ke dalam kegiatan O&P telah terlaksana,” kata Kalbadri, ST, MT PPK Operasi Pemeliharaan II Balai Wilayah Sungai Sumatera V.
Secara internal, bagian O&P terus melakukan pembenahan didalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang bertujuan untuk mendukung kelancaran pekerjaan baik secara teknis maupun administrasi. “Disamping didukung oleh peralatan dan dana, pembenahan SDM merupakan bagian kegiatan O&P yang juga diperlukan supaya pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga yang telah menguasai pekerjaan, baik di bidang teknis maupun administrasi. Dengan didukung SDM yang bagus, kegiatan pada bagian O&P ini dapat berjalan sesuai aturan,” tambahnya.(eri)

Read more... 0

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Ir. Hartanto, Dipl.HE mengambil sumpah/janji pegawai negeri sipil di lingkungan Balai Wilayah Sungai Maluku, Kamis (03/4). Pengambilan sumpah/janji yang dilakukan 47 orang PNS ini merupakan wujud nyata dari konsekuensi logis suatu tuntutan kebutuhan atas kesiapan sumber daya manusia demi menjawab tantangan tugas ke depan yang akan terus berkembang dan semakin kompleks.


Dalam sambutannya, Hartanto mengatakan bahwa dengan pelaksaan pengambilan sumpah/janji PNS ini diharapkan dapat mempertebal rasa pengabdian dan tanggung jawab setiap PNS, serta sikap yang mencerminkan kejujuran dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas, dengan mendahulukan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi.


gbr3

Terkait dengan sumpah/janji PNS dan seiring berjalannya reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum, dituntut adanya perubahan besar dalam birokrasi penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum termasuk didalamnya penerapan sistem manajemen kinerja individu yang semula menggunakan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) dan diganti dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Disamping itu, setiap PNS harus melaksanakan penegakan disiplin, salah satunya adalah kehadiran, dalam 1 satu hari PNS wajib hadir selama 7,5 jam dan ketidak hadiran/kekurangan jam kerja akan mempengaruhi nilai kedisiplinan sebagaimana diatur dalam PP No. 53 tahun 2010.

gbr2

Terakhir dalam sambutannya, ekspektasi yang diharapakan dari para PNS adalah, Senantiasa kita meningkatkan kualitas pelayanan publik, menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme serta senantiasa melakukan koordinasi yang baik antara pusat dengan daerah.

sisda bws maluku (bob&kur)

Read more... 0

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version