Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

jragung-200x194

Tanggul Sungai Jragung yang jebol mendapat penanganan. Tanggul sepanjang 400 meter itu diperbaiki dengan membangun bronjong di titik longsor.

Kepala Desa Jragung, Edi Susanto mengatakan, titik tanggul yang jebol ini berada di Dukuh Krajan dan Dukuh Gablok. Gerusan arus sungai menyebabkan tanggul tersebut berulang kali diterjang erosi.

‘’19 KK warga Dukuh Krajan yang berada di bantaran sungai sudah pindah, karena rumahnya rusak terkena erosi sungai,’’ katanya, Minggu (13/7).

Sedangkan di Dukuh Gablok, lanjutnya, ada dua rumah yang terdampak erosi. Bronjong sepanjang 400 meter itu untuk menahan tanggul agar tidak terjadi longsor susulan. Proyek pembangunan bronjong ini di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

Adapun anggarannya sebesar Rp 4,6 miliar untuk bantaran sungai di dekat pemukiman Dukuh Krajan 1,2 dan Dukuh Gablok. Proyek fisik itu sudah berlangsung Mei lalu dan ditargetkan selesai pada Juli.

Menurutnya, bantaran Sungai Jragung itu rawan erosi. Terlebih saat arus sungai deras. Pembangunan bronjong sendiri, bertujuan mengalihkan arus sungai agar luasan kerusakan akibat erosi itu tidak meluas.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi C Nurullah Yasin mengatakan, kondisi infrastruktur warga desa yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Jragung terbilang masih minim. Tidak hanya Dukuh Krajan, tapi juga Desa Pungkruk.

Nurullah bersama sejumlah anggota Komisi C pernah meninjau lokasi Dusun Pungkruk dan menyaksikan sendiri, bagaimana perjuangan keras warga menyeberangi sungai lantaran belum adanya jembatan. ‘’Kami sangat prihatin dengan kondisi warga setempat yang bertaruh nyawa ketika banjir. Kedalaman sungai bisa mencapai empat meter,’’ imbuhnya.

Read more... 0

Sekitar 43 orang anggota International Comission on Large Dams (ICOLD)dari berbagai negara kemarin (7/6) melakukan kunjungan ke Waduk Sermo di Kulon Progo. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian acara Annual Meeting ICOLD ke-82 di Denpasar, Bali, tanggal 2-6 Juni 2014. Dalam kunjungan ke Waduk Sermo tersebut, rombongan ditemui oleh jajaran pejabat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), antara lain Kepala BBWS Serayu Opak Agus Suprapto Kusmulyono, Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Mochammad Silachoeddin, serta Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Suseno Hadi Kuswanto.

Pada kesempatan tersebut, para delegasi ICOLD mendapatkan paparan dari Pimpinan Proyek Pembangunan Waduk Sermo Tri Harjun Ismaji. Dijelaskannya, pembangunan Waduk Sermo dilaksanakan pada tahun 1994-1997 dan diresmikan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto tanggal 20 November 1996.

“Pembangunan Waduk Sermo mendapatkan perhatian khusus dari Presiden kala itu. Waduk ini dibangun dengan membendung Sungai Ngrancak. Waduk Sermo meliputi area seluas 220 hektar. Pada saat pembangunannya terdapat 107 kepala keluarga (KK) yang dipindah ke Bengkulu dan Riau. Pada saat peresmian, beberapa penduduk yang dipindah diundang dan diberi kesempatan untuk berdialog dengan Presiden,” jelas Tri Harjun dalam presentasinya yang berbahasa Inggris.

Waduk Sermo dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi di DI Kalibawang serta air baku oleh PDAM. Terkadang Waduk Sermo juga digunakan untuk lomba dayung, pelatihan militer, serta tempat penelitian. “Tahun lalu Sermo dinilai sebagai waduk terbaik di Indonesia karena sedimentasi yang rendah. Kualitas air juga baik dan dapat dibandingkan dengan waduk lain di Indonesia,” kata Tri Harjun yang juga sempat menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIY.

Pembangunan Sermo sendiri dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas dengan efektivitas pembiayaan. Pembangunan waduk tersebut memerlukan pengawasan yang ketat sehingga pihak pelaksana juga berkonsultasi dengan panel yang beranggotakan ahli internasional untuk menjamin kualitas pembangunan waduk. (ifn/humas bbws-so)

Read more... 0

Kegiatan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) merupakan salah satu kegiatan dalam Paket Kontrak Pekerjaan Studi Larap Pembangunan Intake dan Jaringan Air Baku Malengkeri-Panaikang Kota Makassar. Pada PPK Perencanaan dan Program Satker Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang yang diselenggarakan oleh CV. Multi Rekayasa. Bertempat di Kantor Bappeda Kota Makassar, Jl. Ahmad Yani No. 2, Makassar.
Tujuan diadakan kegiatan PKM ini adalah sebagai media konsultasi dan diskusi melibatkan instansi pemerintahan setempat, masyarakat dan instansi terkait untuk meminimalisir dampak sosial masyarakat yang akan terjadi sebagai efek dari pekerjaan Pembangunan Intake dan Jaringan Air Baku Malengkeri-Panaikang Kota Makassar, Mengetahui Luas Lahan yang akan dibebaskan, Identifikasi aset-aset yang akan terkena dampak misalnya; rumah, bangunan-bangunan lain, aset-aset Telkom, PLN, PDAM, perhubungan dan lain-lain, serta mengetahui perkiraan biaya pembebasan lahan dan ganti rugi aset.
Kegiatan PKM ini dihadiri oleh berbagai Instansi Pemerintah Kota Makassar, seperti perwakilan dari Bappeda Kota Makassar, BBWS Pompengan Jeneberang, Balai Jalan Makassar, Dinas perhubungan, PDAM, PLN, TELKOM, Dinas Tata Ruang, dan Bangunan, perwakilan dari Kecamatan yang dilalui pekerjaan tersebut. diharapkan dengan adanya pekerjaan ini bisa memenuhi kebutuhan Air Baku yang semakin tinggi. (SISDA)

Read more... 0

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version