© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Pembangunan Bendungan Temef Masuk Tahap Konstruksi Tubuh Bendungan
Pembangunan Bendungan Temef Masuk Tahap Konstruksi Tubuh Bendungan

Kupang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Kupang Ditjen Sumber Daya Air memasuki pekerjaan utama pembangunan tubuh bendungan yang ditandai dengan pengelakan aliran Sungai Temef (River Closure) pada Jumat minggu lalu. Pengelakan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersamaan oleh Wagub NTT, Josef Nae Soi, Bupati TTS, Egusem P Tahun, Kepala BWS NT II, Agus Sosiawan, Kepala BPN NTT, Kadis PU NTT, Max Nenabu dan Kontraktor pelaksana.

Bendungan dengan luas genangan 380 ha dan akan menampung volume air sebesar 45,78 juta m3 ini terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Temef, Desa Oenino, Kecamatan Oenino dan Desa Konbaki, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Diharapkan bendungan urugan random selektif inti tegak dengan tinggi 53 m, lebar puncak 12 m dan panjang puncak 535 m ini mampu mengairi irigasi seluas 4.500 ha, mereduksi banjir 230 m3/dt dan menyediakan air baku dengan debit 0,13 m3/dt serta menjadi potensi listrik mencapai 1x 2 MW. Bendungan Temef dibangun sejak tahun 2018 dengan total biaya sekitar Rp 1,4 triliun, dalam pelaksanaannya dibagi dua paket pekerjaan, yakni paket 1 (satu) dikerjakan PT Waskita Karya-PT Bahagia Bangun Nusa, KSO meliputi bangunan utama dan pengelak. Saat ini progres fisik sudah mencapai 42,77 %. Sementara untuk paket 2 (dua) dikerjakan PT Nindya Karya-PT Bina Nusa Lestari, KSO yang meliputi pekerjaan bangunan pelimpah, bagunan fasilitas dan jalan akses. Progres konstruksinya mencapai 71,43 %. Ditargetkan seluruhnya rampung sesuai kontrak, sehingga direncanakan dapat mulai pengisian air bendungan (impounding) pada tahun 2022.

Kepala BWS Nusa Tenggara II Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agus Sosiawan, mengatakan Kementerian PUPR melalui BWS NT II telah membangun 2 dari tujuh bendungan di NTT yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, selesai tahun 2018 dan Rotiklot di Kabupaten Belu, selesai tahun 2019. Sedangkan Bendungan Temef di Kabupaten TTS, Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, dan Bendungan Napun Gete di Sikka tengah dalam proses konstruksi. Dua bendungan lain yakni Bendungan Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo sesuai rencana akan dibangun tahun ini (2020), Bendungan Welekis di Kabupaten Belu dalam tahap perencanaan dan diharapkan akan dikonstruksikan pada tahun 2021.

Ditegaskan bahwa tahapan sampai dengan proses pembangunan Bendungan Temef membutuhkan waktu ± 26 tahun, yang dimulai sejak tahun 1994 yaitu Study Pengembangan Sumber Daya Air Terpadu di Pulau Timor oleh Konsultan Binnie and Partners. Sampai dengan Penetapan Lokasi oleh Gubernur NTT, dan Persetujuan desain Bendungan serta Izin Pelaksanaan Konstruksi oleh Menteri PUPR tahun 2019 dan pelaksanaan pekerjaan sampai dengan tahun 2022.

Disampaikan bahwa pengelakan sungai merupakan tahapan penting pada pembangunan bendungan sehingga pekerjaan utama dapat dilaksanakan yaitu tubuh bendung. Pengelakan Sungai dalam hal ini adalah memindahkan aliran sungai melewati terowongan pengelak dengan dimensi 2 x 5,5m x 5,5m sepanjang 490m sehingga aktivitas bekerja di sungai dapat mulai dilaksanakan.

Terkait pengadaan lahan, ditegaskan dananya telah tersedia dan nantinya akan dilakukan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan RI. Tetapi sebelumnya, dilakukan penilaian dan direviu oleh BPKP Perwakilan NTT untuk mendapat rekomendasi pembayaran. 

Wakil Gubernur NTT, Yosef Nae Soi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memberikan perhatian khusus bagi NTT dengan adanya 7 bendungan. Khusus bagi Bendungan Temef dengan daya tampung ± 45 juta m3 merupakan suatu potensi yang sangat besar dan tentu sangat berguna bagi masyarakat TTS secara khusus yang berada disekitar bendungan maupun yang berada dibagian hilir sungai Temef. “kalau seandainya bendungan ini sudah ada, maka kalau rakyat kita masih miskin, maka kita sebagai pemerintah yang bodoh, oleh sebab untuk segera bergerak tanam apa saja begitu air bendungan ini sudah ada”, tegas Wagub Yosef dan mengajak masyarakat tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan, dan dengan bersatu pembangunan Bendungan Temef ini akan selesai. “Victory set et harmonia” yang berarti “Keberhasilan kita hanya bisa dicapai dengan keharmonisan antara kita”. <Bai/Costandji>

18 Agustus 2020 Selengkapnya

Pembangunan Embung Serba Guna Poang Ngada NTT Mencapai 30,49 Persen
Pembangunan Embung Serba Guna Poang Ngada NTT Mencapai 30,49 Persen

Bangunan untuk menampung air seperti embung sangat diperlukan khususnya warga desa Taenterong II untuk memenuhi kebutuhan air bersih, ternak maupun irigasi. Sumber dari mata air yang mengalir sepanjang waktu dari mata air disekitar pengunungan Inerie terlihat terbuang percuma karena tidak ada tampungan. Tahun anggaran 2020 ini, Kementerian PUPR melalui BWS NT II, membangun embung serbaguna Poang di Desa Taenterong II, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada – NTT dengan anggaran sebesar 11,5 miliar bersumber dari APBN murni. Kontraktor pelaksana pembangunan Embung Poang dilakukan oleh PT. Cipta Tiga Prima dan Konsultan PT. Cipta Wahana Nusantara Kupang KSO PT. Kencana Adya Daniswara. Embung dengan kapasitas 233.000 m3 dengan luas genangan 4,5 ha ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi 150KK bersama 350 ternak yang terdata disekitarnya serta mampu mengairi irigasi seluas 550 ha. Untuk itu dibangun pula bak hewan sebanyak 8 buah dan bak penampung air bersih (untuk manusia) sebanyak 6 buah.

PPK Danau Situ dan Embung II (Flores) pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pembangunan Bendungan, Aprianus M. Y. Kale mengatakan pada awal Agustus ini tengah dikerjakan yaitu: pekerjaan timbunan tanggul yang telah mencapai 3 m, Galian genangan embung, sedangkan Pekerjaan galian pelimpah (Spillway) sudah selesai dan pengerjaan pasangannya telah mencapai 30m. Selanjutnya Droping bahan dan material kebutuhan sedang dilakukan seperti batu untuk riprap maupun pasir, dan semen. Hingga 9 Agustus 2020 progres pembangunan Embung Poang lebih cepat dari rencana, telah mencapai 30,49 %. Diharapkan sebelum tanggal 7 November 2020 pembangunan Embung Poang sudah selesai 100% dan segera dapat menampung air untuk dimanfaatkan oleh masyarakat disekitarnya. <Bai>

10 Agustus 2020 Selengkapnya

Pengaman Pantai Namosain Kota Kupang Capai 86 Persen
Pengaman Pantai Namosain Kota Kupang Capai 86 Persen

Keindahan Pantai Namosain di Kota Kupang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitarnya bahkan dari luar kota. Pantai dengan panorama sunset dipinggiran kota ini kini terancam abrasi akibat hantaman gelombang pasang yang berlangsung tiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II membangun pengaman pantai sepanjang 0,15 km yang merupakan lanjutan dari pengaman pantai Namosain yang sudah dibangun sebelumnya.

Pembangunan Pengaman Pantai Namosain sepanjang 0,20 km telah dibangun di tahun 2015 (pasca bencana di pulau Timor), kemudian pada tahun 2017 dibangun sepanjang 0,20 km dan pada tahun 2019 dibangun sepanjang 0,40 km di Pantai Namosain – Kota Kupang. Khusus untuk tahun 2020 ini akan dibangun sepanjang 0,15 km dengan alokasi anggaran sebesar 4 miliar rupiah, dikerjakan oleh PT. Dwi Padma Anantha, masa pelaksanaan selama 180 hari kalender yaitu sejak 12 Maret – 07 September 2020. Sejak tahun 2015 – 2019 Kementerian PUPR Ditjen SDA melalui BWS NT II sudah membangun pengaman pantai di Namosain – Kota Kupang sepanjang 0,80 km.

PPK Sungai Pantai I (Supan I) pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Pengembangan Jaringan Sumber Air, Edixon S. Nufninu, ST, M.Si  mengatakan pembangunan Pengaman pantai mulai dilakukan sejak penandatanganan kontrak dan sampai dengan 17 Juli 2020 telah mencapai progres fisik sebesar 86,21%. Diharapkan dengan progres demikian, penyelesaian pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Dalam pelaksanaan di tengah wabah Covid-19 ini baik para pekerja maupun pengawas tetap berpedoman pada protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak maupun memeriksa suhu tubuh dengan thermo scan sebelum mulai beraktifitas di lokasi proyek.
 
 

22 Juli 2020 Selengkapnya

Terowongan Pengelak Bendungan Temef Siap Difungsikan
Terowongan Pengelak Bendungan Temef Siap Difungsikan

Kepala BWS NT II Agus Sosiawan didampingi Kasi Pelaksanaan Costandji Nait, Kasatker Bendungan Fery Moun Hapy, PPK Bendungan I (Temef) Frengky Welkis, PPK Perencanaan dan Program Willem Sidharno melakukan monitoring ke Bendungan Temef di Kabupaten TTS (8/7/20). Kunjungan ini untuk memonitor dan evaluasi progres pekerjaan dilapangan sekaligus melakukan inspeksi bangunan pengelak yang saat ini sedang dikerjakan oleh  PT. Waskita Karya (KSO) PT. Bahagia Bangun Nusa untuk Paket I dan Paket II dikerjakan oleh PT. Nindya Karya KSO PT. Bina Nusa Lestari dengan waktu pelaksanaan tahun 2018-2022. 

Usai dari kunjungan lapangan, selanjutnya rombongan menuju areal pekerjaan untuk melihat kesiapan bangunan pengelak. Meski di tengah situasi pandemi ini, aktivitas pekerjaan konstruksi terus berlangung, tetapi dengan penerapan protokol kesehatan Covid.

PPK Bendungan I, Frengky Welkis menjelaskan bahwa progress konstruksi pembangunan Bendungan Temef sampai dengan 8 Juli 2020 untuk paket I mencapai 41% sedangkan paket II mencapai 64%. Pada saat ini sedang dikerjakan pembangunan saluran pengelak dan progresnya telah mencapai 80%, diharapkan pada minggu ke-2 Juli dapat selesai 100%. Selesainya saluran pengelak maka pengerjaan bangunan utama bendung atau tubuh bendung dapat segera dilaksanakan. Terowongan pengelak sepanjang 490 m dengan dimensi 2 x 5,50 x 5,50. Bangunan Pengelak berupa terowongan berfungsi sebagai penyalur aliran sungai utama dalam periode atau selama waktu pelaksanaan konstruksi terutama pekerjaan tanggul bendungan. Data teknis saluran pengelak sebagai berikut. <Bai/kompusda)

14 Juli 2020 Selengkapnya

Dua Embung dibangun di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2020 ini
Dua Embung dibangun di Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2020 ini

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari Haeruddin C. Maddi, beberapa waktu lalu  melakukan kunjungan kerja didua lokasi pembangunan Embung yaitu Embung Palatawo di Desa Palatawo Kecamatan Tinanggea dan Embung Gontor di Desa Pudahoa Kec. Mowila yang berada di Kab. Konawe Selatan.

Haeruddin mengatakan bahwa salah satu fungsi dari Embung Palatawo yang memiliki daya tampung kurang lebih 45.000 Meter Kubik (M3) ini adalah untuk konservasi, irigasi dan kedepannya dapat juga dimanfaatkan untuk kebutuhan air baku. Selain itu di dalam proses pembangunannya, Embung ini melibatkan masyarakat lokal yang terkena dampak Covid-19 melalui program padat karya yang dilaksanakan pada bulan Juni dan Juli tahun ini (2020).

Setelah melakukan kunjungan ke Embung Palatawo, Kepala Balai dan rombongan bergerak menuju lokasi Rehabilitasi Embung Gontor. Dalam kunjungan tersebut Kepala Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Pembangunan Bendungan Riwin Andono, mengatakan bahwa progres Rehabilitasi Embung Gontor telah mencapai 62 persen.

“Kedepannya Embung Gontor ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata dan konservasi”ungkapnya.
 

(Humas BWS Sulawesi IV/KompuSDA)

05 Juli 2020 Selengkapnya

Dua Direktorat Baru di Ditjen SDA
Dua Direktorat Baru di Ditjen SDA

Perkenalkan, dua unit kerja anyar di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yaitu Direktorat Kepatuhan Intern dan Direktorat Bina Teknik.

Walaupun baru, dua unit kerja ini tidak bisa disebut anak bawang. Keduanya mengemban tugas dan fungsi strategis bagi pelaksanaan pengelolaan sumber daya air di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke depannya.

Direktorat Kepatuhan Intern mempunyai tugas melaksanakan penyusunan, kebijakan teknis kerangka kerja, pembinaan, pengendalian, pemantauan, evaluasi dan pelaporan kepatuhan intern dan manajemen risiko di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

“Kementerian PUPR, termasuk Ditjen SDA bertekad untuk berubah menjadi lebih baik lagi, itulah salah satu alasan lahirnya Direktorat Kepatuhan Intern ini,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Charisal Akdian Manu di Jakarta (23/6).

Sedangkan, Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, serta penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan teknik sumber daya air.

Dengan adanya Direktorat Bina Teknik, rumusan teknik dapat lebih sejalan dengan para eksekutor dan ujung tombak di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses konstruksi di lapangan. “Balai-Balai dapat bergerak lebih cepat, karena sekarang tidak ada lagi batasan lintas unit organisasi,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Bergabungnya dua Direktorat ini diyakini akan memperkuat peran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam pengelolaan sumber daya air di Nusantara.

Selamat bekerja, rekan-rekan Direktorat baru!

24 Juni 2020 Selengkapnya

Pelantikan Jabatan Fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda di Kementerian PUPR
Pelantikan Jabatan Fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda di Kementerian PUPR

“Kita harus menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia,”

Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat Pelantikan Jabatan Fungsional Ahli Muda dan Ahli Madya hari ini, Selasa (16/6). Basuki mengatakan bahwa pelantikan hari ini merupakan wujud reformasi birokrasi dan penyederhanaan terhadap organisasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ini adalah suatu kesempatan karena pejabat fungsional ada kelebihan dan positifnya dan bahwa anda memang perform di jabatan fungsional ini. Semua ke depan akan menjadi spesialis-spesialis tidak ada lagi ahli generalis, misalnya ahli manajemen pembangunan, ahli jalan dan jembatan, ahli pengairan. Ke depan fungsional keahlian kita ingin menghargai expertise orang bukan hanya manajerial,” tutur Menteri PUPR.

Dari Direktorat Jenderal SDA sendiri, sebanyak 403 pegawai hari ini dilantik yang tersebar di seluruh Indonesia, 10 Direktorat dan 34 Balai termasuk PPLS dan Balai Bendungan.

Menurut Sekretaris Ditjen SDA, Charisal Akdian Manu, memang ke depan diharapkan perlu dilakukan penekanan bahwa sebagai instansi teknik maka dibutuhkan keahlian melalui jabatan fungsional sementara nanti struktural merupakan penunjang manajerial. “Kebutuhan infrastruktur di lapangan, ada ahlinya mengkaji dan mencari solusinya baik di SDA, Bina Marga, Cipta Karya dan unit organisasi lainnya,” ujarnya saat menghadiri pelantikan Pejabat Fungsional secara virtual melalui video conference.

Usai acara, Charisal mengingatkan bahwa dalam New Normal Era ini agar tetap bekerja seperti biasa dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang sudah ada. “Physical distancing dilakukan secara  disiplin pribadi dalam menjalankan protokol kesehatan, jaga imunitas dan jaga kebersihan,”

16 Juni 2020 Selengkapnya

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Direktorat Jenderal SDA
Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Direktorat Jenderal SDA

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melantik beberapa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) dan Pimpinan Tinggi Pratama Unit Pelaksana Teknis (II.b) di lingkungan Kementerian PUPR, di Jakarta (3/6).

Menteri Basuki mengatakan bahwa pelantikan ini bertujuan untuk menyederhanakan organisasi. “Ada 3 hal yang harus dimiliki oleh pegawai PUPR. Pertama, kita harus kompak, sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian PUPR. Kedua, kerja sama dari kita semua, dan ketiga, trust dan loyalitas,” lanjutnya. Menteri Basuki pun mengingatkan kepada pejabat dilantik untuk selalu bekerja dengan fokus dan prioritas.

Sementara itu, dalam Serah Terima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) dan Pimpinan Tinggi Pratama Unit Pelaksana Teknis (II.b) di lingkungan Direktorat Jenderal SDA pada khususnya, Direktur Jenderal SDA Jarot Widyoko mengucapkan selamat kepada 23 pejabat yang dilantik. Ia pun berpesan untuk meningkatkan kinerja dan memberikan solusi. Juga pada tingkat balai harus memberikan satu decision maker suatu keputusan, sebagai contoh dalah hal Rekomendasi Teknis (Rekomtek).

Berikut ini adalah daftar Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (eselon II) dan Pimpinan Tinggi Pratama Unit Pelaksana Teknis (II.b) di lingkungan Direktorat Jenderal SDA yang dilantik, yaitu:

1. Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si. sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

2.  Ir. Edy Juharsyah, M.Tech sebagai Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air

3.  Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si sebagai Direktur Sungai dan Pantai

4.  Ir. Suparji, S.ST., M.T. sebagai Direktur Irigasi dan Rawa

5.  Airlangga Mardjono, S.T., M.T. sebagai Direktur Bendungan dan Danau

6.  Ir. Iriandi Azwartika, Sp-1. sebagai Direktur Air Tanah dan Air Baku

7.  Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA sebagai Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan

8. Prof. Dr. Ir. Eko Winar Irianto, M.T. sebagai Direktur Bina Teknik Sumber Daya Air

9. Mochamad Mazid, ST, Sp-1. sebagai Direktur Kepatuhan Intern

10. Ir. Pattiasina Jefry Recky M.T. sebagai Kepala Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo

11. Dr. Ir. Happy Mulya, M.E. sebagai Kepala Sekretariat Dewan Sumber Daya Air Nasional

12. Ir. Birendrajana, M.T. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Palembang

13. Ir. Abdul Muis, M.T. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung

14. Ir. Saroni Soegiarto, M.E. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian

15. Ir. Raden Rudolfus Bambang Heri Mulyono, M.Si. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane

16. Ir. Anang Muchlis, Sp.PSDA. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum

17. Dr. Ismail Widadi, S.T., M.Sc. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung

18. Muhammad Adek Rizaldi, S.T., M.Tech. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana

19. Dwi Purwantoro, S.T., M.T. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak

20. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo

21. Dr. Ir. Muhammad Rizal, M.Sc. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas

22. Adenan Rasyid, S.T., M.T. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang

23. Bambang Hidayah, M.E. sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy

 (ech/dnd/han/ams – Kompu SDA)

03 Juni 2020 Selengkapnya

PUPR Peduli Covid 19 Dilaksanakan Serentak di Seluruh Indonesia
PUPR Peduli Covid 19 Dilaksanakan Serentak di Seluruh Indonesia

Pelaksanaan penyaluran bantuan sosial dalam rangka kegiatan PUPR Peduli Covid-19 hari ini (30/4/20) dilakukan secara serentak baik di lingkungan Pusat maupun di daerah oleh Balai-Balai.

Bantuan sosial ini merupakan kepedulian dan gotong royong keluarga besar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama unsur Dharma Wanita dan KORPRI Kementerian PUPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada daerah-daerah yang terdampak pandemi Covid-19. Dari hasil bantuan sukarela tersebut, telah terkumpul sebanyak 56.125 paket sembako dari seluruh Indonesia. Adapun jenis bantuan dalam satu kantong terdiri dari beras , minyak goreng, kecap, mie instant dan masakan dalam kemasan.

Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono mengatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud dari gotong royong. “Bergotong royong, ibadah kita dan kepedulian ini maka saya ucapkan terima kasih kepada keluarga besar PUPR dari Aceh sampai Merauke,” ujarnya.

Dirinya juga kembali menegaskan agar PSBB dapat dilakukan secara displin, dengan disiplin semoga bulan Juli sudah kembali normal.

Sementara itu masing-masing BBWS/BWS yang berada di bawah Direktorat Jenderal SDA usai dibuka oleh Menteri PUPR melalui video conference bersama Balai-Balai di daerah, langsung melaksanakan distribusi bantuan, misalnya saja dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis) jumlah bantuan yang terdistribusi sebanyak 300 paket yang dibagikan ke sebanyak 300 KK kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Paket tersebut di distribusikan ke 5 lokasi antara lain Kelurahan Cipinang Melayu, Kebon Manggis, Situ Bungur Pondok Ranji Desa Cipayung dan Sukamahi di Kecamatan Megamendung, Bogor. (kompusda/dnd)

30 April 2020 Selengkapnya

Bendungan Randugunting Akan Reduksi Debit Banjir
Bendungan Randugunting Akan Reduksi Debit Banjir

Pembangunan bendungan, embung dan infrastruktur sumber daya air lainnya adalah upaya mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari program Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Bendungan Randugunting dibangun melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dimana kontraknya dimulai pada November 2018, saat ini telah mencapai progress fisik 32, 24 % dan progress keuangan 31, 28 % (per 27 Maret 2020). Bendungan Randugunting akan memiliki manfaat mereduksi debit banjir sebesar 81, 42 m3/detik, penyediaan air daerah irigasi Kedengsapen, Kabupaten Rembang sebesar 630 ha dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija, penyediaan air baku di Kabupaten Blora 100 liter/detik dan Pati 50 liter/detik serta pengembangan pariwisata air.

Terletak di aliran Sungai Banyuasin, DAS Randugunting, Desa Kalinanas, Kecamatan Japah Kabupaten Blora 148 km dari kota Semarang, Bendungan ini direncanakan akan seesai pada tahun 2022 dengan nilai kontrak sebesar Rp 858 miliar (kompusda)

04 April 2020 Selengkapnya

BWS Sumatera VI Sosialisasikan Pencegahan Virus Corona
BWS Sumatera VI Sosialisasikan Pencegahan Virus Corona

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI Provinsi Jambi mengadakan sosialisasi mengenai Pencegahan Virus Corona di aula BWS Sumatera VI (12/3/20). Sosialisasi ini dihadiri oleh Kepala BWS Sumatera VI, Nurfajri, serta para pejabat dan seluruh karyawan/i di BWS Sumatera VI. Pemahaman mengenai Virus Corona hingga cara-cara menyikapinyaa dipaparkan langsung dengan jelas oleh DR. Dr. Ike Silviana, MKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi.

Novel Corona Virus (2019-nCoV) atau yang kita kenal dengan Virus Corona telah menjadi ancaman serius bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran Virus Corona yang semakin luas dari hari ke hari berakibat pada melemahnya sektor ekonomi yang kemudian akan sangat berdampak bagi kehidupan sehari hari. Dengan adanya sosialisasi mengenai Pencegahan Virus Corona ini, tingkat kewaspadaan pegawai di Lingkungan BWS Sumatera VI terhadap Virus Corona ini akan semakin tinggi.

Tuntutan pekerjaan dari kementerian mengaharuskan BWS Sumatera VI berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal atau Pembina di Pusat. Sehingga resiko terkait Virus Corona cukup besar, karena notabennya Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berada di Ibu Kota Jakarta.  Sebagaimana kita ketahui bersama, Menurut Data Kementerian Kesehatan, per 10 Maret 2020 terdapat 34 orang yang positif terinfeksi Virus Corona diantaranya berada di wilayah Jakarta dan Bali. Bahkan 1 orang pasien WNA di Bali dinyatakan meninggal dunia. Oleh sebab itu, perlu kewaspadaan dan pencegahan dari setiap pegawai, terutama yang sedang dan selesai melakukan perjalanan dinas ke luar kota untuk melakukan self assessment terkait kondisi tubuhnya jika merasa ada gejala, segera memeriksakan diri.

Resiko terinfeksi Virus Corona cukup tinggi bagi usia 50 tahun ke atas, dengan riwayat penyakit serta daya tahan tubuh yang rendah. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi Virus Corona adalah membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun, makan dengan gizi yang seimbang, rajin berolahraga dan istirahat yang cukup. Kepala BWS Sumatera VI, Nurfajri,  menghimbau kepada seluruh pegawai di Lingkungan BWS Sumatera VI agar menajadi pegawai yang sigap, sehingga mampu mengantisipasi penyebaran Virus tersebut dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. (BWS Sumatera VI)

12 Maret 2020 Selengkapnya

Selamat Mengemban Tugas, Duta Hari Air 2020
Selamat Mengemban Tugas, Duta Hari Air 2020

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air merayakan peringatan Hari Air Dunia yang jatuh tiap tanggal 22 Maret dengan serangkaian kegiatan. Salah satunya dengan Pemilihan Duta Hari Air 2020 bagi siswa/i SMA/SMK/Se-derajat di Jabodetabek. Setelah dilaksanakan babak penyisihan dan semifinal, tibalah kemarin (11/3) masuk pada babak final untuk memilih peserta yang paling tepat menjadi Duta Hari Air 2020.
 
Dalam sambutannya mewakili Menteri PUPR, Widiarto selaku Inspektur Jenderal Kementerian PUPR dalam berharap bila Duta Hari Air dapat menyuarakan pentingnya pelestarian air.
 
"Duta Hari Air kami harapkan dapat menyuarakan sumber air untuk kita lestarikan. Urusan air itu urusan semua pihak termasuk masyarakat sebagai pemakai air, tidak ada diantara kita yang dapat hidup tanpa minum air sehingga kita wajib melestarikan air," ujarnya. 
 
Widiarto menyebut pemerintah selama ini bertugas mengelola sumber daya air dengan membangun embung, saluran irigasi, hingga bendungan. Lalu ada tugas masyarakat yakni menjaga agar sampah tidak masuk ke sungai.
 
"Misal penanganan sampah sebelum masuk sungai, penanganan sanitasi sebelum masuk sungai, itu upaya non struktrur yang tak kalah penting. Hari ini dalam pemilihan Duta Hari Air, kita mendorong upaya kultural dalam pengelolaan sumber daya air. Kita harapakan adik-adik generasi milenial menjadi duta kultural dalam konservasi air," ungkapnya.
 
Awalnya terdapat 106 peserta yang mengikuti ajang ini dan mengerucut hingga 12 peserta pada babak final. Dalam babak akhir ini, peserta diadu kemampuan berpidato di depan ratusan penonton dan 4 dewan juri. Acara kali ini semakin meriah dengan lomba yel yel dari berbagai sekolah sebagai bentuk dukungan bagi masing-masing peserta. 
 
Sementara itu, Plt. Sekretaris Ditjen SDA, Edy Juharsyah mengatakan bahwa generasi milenial banyak terlibat dalam lingkungan sosial karena mereka lebih aktif bersosialisasi sehingga semua bisa membuat jejaring untuk mereka bisa menyampaikan informasi terkait gerakan kita tentang sumber daya air seperti menghemat air dan melestarikan air. 
 
"Melalui pemilihan Duta Hari Air ini, saya berharap peserta dapat mengenal lebih banyak manfaat dan keberlangsungan air. Hingga akhirnya mereka terlibat aktif untuk berbuat dalam upaya melestarikan air," ujar Edy. 
 
Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, karena seluruh peserta memiliki kemampuan yang mumpuni. Para dewan juri pun akhirnya memilih Daniel Sebastien Widjaja dari SMA Kanisius Jakarta dan Jeevalraj Aulakh dari SMA Saint John Meruya sebagai Duta Hari Air 2020. Keduanya berhasil menyingkirkan 10 kontestan lain di babak final. 
 
Keduanya mengaku senang dan bangga atas pencapaian ini, tapi mereka sadar untuk melakukan berbagai hal demi mengkampanyekan pentingnya keberlangsungan air bagi masa depan. 
 
Jeevalraj mengungkapkan, awalnya cukup gugup dalam mengarungi babak demi babak sebelum akhirnya terpilih sebagai Duta Hari Air 2020 karena peserta lainnya memiliki kemampuan yang baik dalam berpidato. Namun dia bersyukur menjalaninya karena melalui ajang ini, ia memiliki banyak teman baru. 
 
"Gugup banget, tapi kalau bukan karena acara ini saya gak akan tahu Kementerian PUPR, Ditjen SDA, dan tidak akan kenal teman baru sebanyak ini," ujarnya ketika ditemui selepas acara. 
 
Sementara Daniel mengungkapkan hal serupa. Namun dia merasa kompetisi itu tidak terlalu penting mengingat persahabatan yang terjalin antar kontestan. Ia berharap bila kompetisi tahun depan akan berlangsung lebih seru. 
 
"Sudah cukup keren, semua sudah bagus, semoga lebih kreatif tahun depan dan lebih antusias tahun depan," ujarnya. 
 
Berikut ini adalah daftar lengkap seluruh pemenang Pemilihan Duta Hari Air 2020 :
 
Juara Duta Hari Air - Putra
1. Juara 1 : Daniel Sebastien Widjaja dari SMA Kanisius Jakarta
2. Juara 2 : Andika Putra dari SMAN 2 Tangerang Selatan 
3. Juara 3 : Dennis Winata dari SMA Tunas Bangsa Greenvilee
 
Juara Duta Hari Air - Putri
1. Juara 1 : Jeevalraj Aulakh dari Saint John Jakarta
2. Juara 2 : Bilbina Ratu Laila dari SMAN 6 Jakarta
3. Juara 3 : Zahrin Dzakiyya Anwar dari SMAN 2 Bekasi

12 Maret 2020 Selengkapnya