AIR BAKU PENEPAT

From WikiSDA
Jump to: navigation, search

Penepat-1.jpg Air Baku Penepat

Contents

Latar Belakang

merupakan sumber air baku alternatif yang baru mengingat bagaimana kualitas air sungai Kapuas saat ini yang mudah terintrusi air laut terutama ketika musim telah berganti menjadi musim kemarau. Penepat Merupakan sebuah kawasan di daerah Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya, dimana daerah tersebut kemudian dibuat sebuah waduk tempat air akan ditampung dan akan dialirkan melalui pipa transmisi. Kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 2007 dan akan dirampungkan pada tahun 2015. Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana air baku penepat imam bonjol juga akan didorong oleh dua booster ( Booster adam dan Booster Kuala Mandor ) untuk memastikan kapasitas debit yang tiba di Instalasi. Pengolahan Air Imam Bonjol sesuai dengan Debit yang diinginkan ( 1200 ltr/detik). Dalam pengerjaannya Pipa transmisi yang akan digunakan adalah pipa HDPE dengan diameter sebesar 800 mm. Pemilihan pipa HDPE adalah karena selain pipa memiliki daya lentur yang baik dan mampu menahan tekanan hingga diatas 20 bar,pipa tersebut juga tergolong consumable atau tidak mudah mencemari air yang berada didalamnya. Jalur Pipa (pipeline) akan menyebrang sungai ( River Crossing) pada dua sungai besar ( Sungai Ambawang L = 96 M dan Sungai Kapuas, L = 288 M ).

Tujuan

  • Tercapainya kepentingan yangs seimbang antara konsumen & penyedia jasa pelayanan.
  • Meningkatnya efisiensi dan cakupan pelayanan air minum di Kota Pontianak dan sekitarnya.


Permasalahan

Permasalahan krusial kualitas air baku di PDAM Pontianak saat ini adalah terjadinya intrusi air laut ke intake air baku Imam Bonjol pada saat musim kemarau berlangsung sehingga mengakibatkan kadar garam kualitas air baku untuk airminum melebihi 600 ppm. Solusi sementara yang telah dilakukan oleh PDAM Pontianak saat ini adalah dengan memfungsikan intake Air Baku Penepat yang masih belum terintrusi pada saat (3-4) bulan musim kemarau dalam periode satu tahun.

Daerah Pelayanan

Daerah layanan direncanakan dengan pembagian 3 (tiga) zonasi yaitu :

  • Kota Pontianak dengan 6 Kecamatan.
  • Kabupaten Mempawah dengan 1 Kecamatan.
  • Kabupaten Kubu Raya dengan 5 Kcamatan.

Proyeksi Kebutuhan

  • Daerah layanan berdasarkan kepadatan penduduk.
  • System pelayanan melalui sambungan langsung dan tidak langsung (Hidran Umum).
  • Jumlah Pemakaian air per orang.
  • Faktor Kehilangan Air.
  • Kebutuhan air rata-rata dengan perbandingan total kebutuhan air dItambah Faktor kehilangan air.
  • Fluktuasi pemakaian air.
  • Fluktuasi pemakaian air.
  • Operasi Pompa.
  • Pompa beroperasi selama 8 jam per/hari.

Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk tahun 2026, maka total kebutuhan air perdesaan adalah sebesar 2270,00 lt/d.

Komponen Sistem Jaringan

  • Waduk Penepat
  • Long Stroge
  • Unit Transmisi (Pipa transmisi, rumah pompa dan generator set, peralatan pompa dan generator set), Boster, reservoir dll.

Manfaat

  • Dapat melayani kebutuhan air bagi penduduk di Kota Pontianak, Kabupaten kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.
  • Dapat menjadikan Solusi dalam penanganan oleh PDAM Pontianak saat ini dengan memfungsikan intake Air BakuPenepat yang masih belum terintrusi air asin pada saat (3-4) bulan musim kemarau dalam periode satu tahun.
Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox