Bendungan Bili Bili

From WikiSDA
Jump to: navigation, search

Bili1.jpg

Sungai Jeneberang dengan panjang 75 km dan luas daerah pengalirannya 727 km2 bersumber dari Gunung Bawakaraeng pada elevasi + 2.833,00 MSL. Sungai ini sering meluap pada saat musim hujan seperti yang terjadi pada bulan Desember sampai dengan Januari 1976 hampir 2/3 Kota Ujung Pandang tergenang. Timbulnya daerah genangan ini diakibatkan meluapnya air sungai Jeneberang di daerah hilir Jembatan Sungguminasa dan sarana drainase yang tidak memadai antara lain saluran Sinrijala, Jongala dan Panampu. Sedang pada musim kemarau kebutuhan air untuk Kota Ujung Pandang yang berpenduduk 944.372 jiwa (menurut data tahun 1990) hanya memenuhi 35% dari kebutuhan.

Bendungan dibangun dengan tipe urugan batu, tinggi bendungan utama 73 m dan panjang 750 m. Luas daerah tangkapan waduk sebesar 384,40 km2 dengan kapasitas tampungan 375 juta m3 dan kapasitas tampungan efektif 346 juta m3

Bendungan ini terletak di Kab. Gowa ± 30 km di sebelah timur Kota Ujung Pandang dan ke arah hulu pertemuan Sungai Jeneberang dengan Sungai Jenelata.

Tujuan

Maksud pembuatan Bendungan bili-Bili adalah untuk mencegah terjadinya banjir di Kota Ujung Pandang akibat luapan air Sungai Jeneberang di bagian hilir, sedangkan tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk kota Ujung Pandang dan sekitarnya dan untuk mensuplai air irigasi di Kabupaten Gowa.

Riwayat Singkat

Detail desain Bendungan Bili-Bili dimulai 1986 sampai 1988 yang sebelumnya telah dilakukan beberapa tahap survey kelayakan. Pelaksanaan fisik dimulai tahun 1992/1993 dengan paket I : relokasi jalan Malino, relokasi pompa air dan paket II : Pembuatan terowongan pengelak, pembuatan jembatan dan pelindung tebing sungai. Pada tahun anggaran 1993/1994 dalam Paket III terdiri antara lain pekerjaan :Cofer Dam Utama, Bendungan Utama, Bendungan sayap kiri dan kanan, Spilway, saluran outlet intake dan fasilitas outlet. Sedangkan tahun anggaran 1996/1997 masuk dalam paket IV menyelesaikan : Bangunan kantor dan perumahan, pekerjaan listrik dan telekomunikasi.

Manfaat

Untuk Pengendalian banjir Sungai Jeneberang dari debit 2.200 m3/det menjadi 1.200 m3/det, untuk penyediaan air minum dan air untuk industri sampai kebutuhan tahun 2005 untuk kota Ujung Pandang sebesar 3.300 ltr/det, dan penyediaan air untuk irigasi di tiga Daerah Irigasi : Bili-Bili, Kampili, Bissua sebesar 24.585 ha di musim hujan dan 19.540 ha di musim kemarau. Disamping itu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 16,30 MW, untuk daerah pariwisata dan Perikanan Darat.

Personal tools
Namespaces

Variants
Actions
Navigation
Toolbox