Pompanisasi di Desa Leuweunghapit Pulihkan Pasokan Air Irigasi bagi Lahan Pertanian Terdampak Kemarau

Pompanisasi di Desa Leuweunghapit Pulihkan Pasokan Air Irigasi bagi Lahan Pertanian Terdampak Kemarau

02 August 2026 7 views

Aliran air kembali memasuki petak-petak sawah di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, setelah sebelumnya mengalami penurunan pasokan akibat musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Niño. Pengoperasian pompa menjadi solusi sementara untuk mempertahankan layanan irigasi pada lahan yang tidak lagi memperoleh air secara gravitasi.

Langkah penanganan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi Bupati Majalengka, Eman Suherman, mengenai kebutuhan dukungan penyediaan air bagi areal pertanian yang terdampak kekeringan. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, pompanisasi dipilih sebagai metode yang paling memungkinkan untuk mempercepat penyaluran air ke daerah layanan tanpa menunggu peningkatan debit pada saluran irigasi.

Sejak 29 Juli 2026, BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoperasikan Pompa Alkon Centrifugal modifikasi dengan kapasitas 150–400 liter per menit. Air dipompa dari sumber yang tersedia menuju jaringan irigasi sehingga lahan pertanian yang sebelumnya mengalami kekurangan pasokan kembali memperoleh layanan air. Pengoperasian pompa disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan irigasi agar distribusi berlangsung efektif selama periode kemarau.

Kembalinya aliran air memungkinkan kegiatan budidaya tetap berjalan sesuai tahapan musim tanam serta mengurangi potensi puso akibat kekeringan. Pompanisasi menjadi bagian dari penanganan darurat yang diterapkan ketika suplai air melalui sistem gravitasi belum mampu memenuhi kebutuhan di daerah layanan.

Atas dukungan tersebut, Bupati Majalengka menyampaikan apresiasi kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung atas respons cepat dalam membantu penanganan kekeringan di sektor pertanian. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola sumber daya air menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas layanan irigasi sehingga produktivitas lahan pertanian tetap dapat dipertahankan selama musim kemarau.