Semarang - Kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Semarang dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, Jumat (20/02/26) menjadi momentum penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran 2026. Agenda diawali di Stasiun Tawang bersama PT Kereta Api Indonesia, BMKG, BASARNAS, Kementerian Perhubungan, Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (SAMPU) Bidang Hubungan Antar Lembagas, serta sejumlah unit organisasi Kementerian Pekerjaan Umum, salah satunya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang diwakili oleh Plt. Direktur Sungai Pantai didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali - Juana, yang membahas persoalan banjir, penurunan tanah, serta gangguan jalur rel akibat luapan sungai yang beberapa kali menghambat operasional hingga berjam-jam. Penanganan sementara seperti peninggian rel dan jembatan telah dilakukan, namun solusi permanen memerlukan penataan terpadu sungai, tanggul, drainase, dan sistem pengendalian air.
BBWS Pemali Juana menegaskan kesiapsiagaan personel, pompa, pintu air, dan pemantauan muka air di titik rawan, sekaligus melaksanakan proyek pengendalian banjir di sejumlah sungai dan kawasan pesisir. Upaya jangka panjang juga disiapkan melalui penguatan tanggul laut, peninggian kawasan, serta integrasi tata ruang, termasuk dukungan anggaran Rp60 miliar untuk penguatan tanggul Sungai Tuntang. Penanganan kawasan pesisir dan perkotaan juga turut disiapkan, meliputi pembangunan polder, pompa, serta penguatan tanggul dengan target konstruksi bertahap 2027–2028 dan kondisi genangan lebih terkendali pada 2029. Tantangan utama kawasan Pantura ialah penurunan muka tanah hingga 10–20 cm per tahun akibat eksploitasi air tanah, sehingga pendekatan penanganan harus terintegrasi lintas sektor.
Peninjauan dilanjutkan ke Pelabuhan Tanjung Mas guna melihat langsung kondisi tanggul laut dan fasilitas pelabuhan sebagai bagian dari sistem perlindungan kawasan pesisir dan infrastruktur transportasi logistik nasional.
Dalam agenda rapat lanjutan di Kompleks Kantor Gubernur, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan kesiapan daerah menghadapi lonjakan mobilitas hingga puluhan juta orang. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus turut menekankan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur, khususnya jalur strategis nasional, agar rampung sebelum H-10 Lebaran. Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan koordinasi lintas kementerian akan diperkuat melalui Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung 13–30 Maret 2026. Melalui kolaborasi ini, BBWS Pemali Juana menegaskan perannya sebagai garda teknis pengelolaan sumber daya air yang mendukung keselamatan perjalanan, ketahanan infrastruktur, dan perlindungan masyarakat. Sinergi pusat - daerah dan lintas sektor menjadi kunci agar sistem prasarana nasional berfungsi optimal, sehingga arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
22 Februari 2026 Selengkapnya





.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



















































.jpg)