Semarang - Dalam rangka kunjungan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ke kawasan Pantura Jawa Tengah, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang diwakili oleh Satker PJSA BBWS Pemali Juana menerima kunjungan tersebut, sekaligus menegaskan upaya pengendalian banjir di Kaligawe hingga koridor Semarang–Demak melalui pendekatan system engineering yang terintegrasi.”
Kunjungan ini juga mencakup peninjauan ke Rumah Pompa Sringin sebagai bagian dari sistem Tenggang–Sringin, yang dilengkapi 5 pompa berkapasitas masing-masing 2.000 liter/detik atau total 10.000 liter/detik untuk mengurangi genangan di kawasan Kaligawe dan sekitarnya. Melalui Satker PJSA, BBWS Pemali Juana terus memperkuat proyek pengendalian banjir Tenggang–Sringin. Kepala Satker PJSA, Dadang menjelaskan bahwa sistem ini dirancang melindungi kawasan hingga ±4.000 hektare, dengan catchment area sekitar 2.500 hektare.
“Karena itu, kapasitas pompa dan sistem pendukung harus disesuaikan agar bekerja optimal,” jelasnya. Ia menambahkan, sistem tidak hanya mengandalkan pompa, tetapi juga didukung tanggul (border system), kolam retensi, dan jaringan saluran pembawa.
Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur, Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris menegaskan bahwa kinerja sistem tidak hanya bergantung pada kapasitas pompa, tetapi juga pada kecukupan saluran dan desain jaringan secara menyeluruh.
Melalui value engineering, penyempurnaan desain dilakukan agar lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk optimalisasi kolam retensi sebagai buffer saat hujan ekstrem.
Ke depan, upaya ini diharapkan mampu mengurangi genangan di Kaligawe dan koridor Semarang–Demak, sekaligus menjaga konektivitas Pantura sebagai infrastruktur vital nasional sebagai wujud Asta Cita Presiden.
09 April 2026 Selengkapnya


.jpeg)
.jpeg)














.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



















































.jpg)