Menteri Basuki : Optimalkan Pemanfaatan Bendungan Raknamo

Kupang – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan OPOR (Operasi Pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi) infrastruktur PUPR, Jumat (30/9/2022).

Secara khusus Menteri Basuki menginstruksikan agar pengelola dapat mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Raknamo yang telah diresmikan Presiden Jokowi pada 2018 lalu, utamanya untuk memberikan dampak terhadap kehidupan dan perekonomian masyarakat lokal.

“Air merupakan kunci untuk pembangunan di NTT. Tadi saya sudah tanya ke unit pengelola Bendungan Raknamo, saat ini sudah dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, prasarana irigasinya sudah dibangun untuk pertanian sekitar 800 hektare (ha), sekarang baru ditanami 400 ha,” kata Menteri Basuki.

Ditambahkan Menteri Basuki, saat ini juga tengah dibangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Raknamo berkapasitas 100 liter/detik untuk meningkatkan layanan air minum di Kabupaten Kupang. Konstruksinya dilaksanakan mulai 2021 hingga 2022 dengan anggaran Rp87,27 miliar.

Lingkup pekerjaan pembangunan SPAM Raknamo mencakup pembangunan jaringan perpipaan transmisi air baku, sistem pengolahan air bersih, reservoir distribusi berkapasitas 300 m3 dan 200 m3, jaringan perpipaan distribusi air bersih, dan pemasangan 400 unit SR. Saat ini progres konstruksinya sudah sebesar 63%.

Sebagai bendungan multifungsi, Bendungan Raknamo juga memiliki potensi wisata air yang bagus karena memiliki latar belakang pemandangan yang cukup bagus. Untuk itu Menteri Basuki juga meminta agar dikembangkan potensi wisata air tersebut dengan disediakan dermaga dan perahu wisata.

“Tolong dibuatkan dermaga agar pengunjung bisa berinteraksi di ruang terbuka sebagai kebutuhan sosial. Disediakan perahu wisata dan disebar juga bibit ikan,” kata Menteri Basuki.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Kementerian PUPR Feriyanto Pawenrusi menyampaikan bahwa Bendungan Raknamo yang mulai dibangun sejak 2015-2018 saat ini telah beroperasi untuk pemenuhan irigasi di hilir dengan jumlah cakupan 840 hektar yang nantinya akan bisa berkembang menjadi 1300 hektar. “Untuk pemenuhan air baku di sekitar bendungan, kita sudah membangun 12 hidran umum yang telah kita tempatkan kurang lebih untuk 300 KK,” kata Feriyanto.

Manfaat Bendungan Raknamo diantaranya berpotensi untuk melakukan irigasi hingga 1.250 hektar. Penyediaan air baku sebesar 100 liter per detik, pengendali banjir sebagian wilayah Kabupaten Kupang, kemudian Pembangunan PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) 0.22 MW.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazaly Akman, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Feriyanto Pawenrusi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *