Media

Akan Aliri 4.276 Hektar Sawah, Irigasi Senilai Rp. 243 Miliar Akan Dibangun Deli Serdang

BWS SUMATERA II – Pemerintah akan membangun Bendung Daerah Irigasi Serdang (DIS) senilai Rp243.232.887.900 yang diperuntukkan mengaliri areal persawahan seluas 4.276 hektare meliputi Kecamatan Beringin, Batangkuis dan Kecamatan Pantailabu di Kabupaten Deliserdang.

Hal ini Diketahui saat anggota BPK RI Rizal Djalil, Komisi III DPR RI Mulfachri Harahap, Bupati Deliserdang yang diwakili Kadis PUPR Ir Donald P Lumbantobing, Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot, mewakili Kepala BWSS II PUPR Kamsiah Tarigan, Wakil Ketua DPRD Deliserdang Imran Obos dalam acara peletakan batu pertama pembangunan bendung DIS dan memberi berbagai bantuan alat pertanian kepada kelompok tani di Desa Aras Kabu, Beringin, Deliserdang, Kamis (1/11).

Dari papan informasi di lokasi acara diketahui latar belakang proyek, bahwa DIS berada di Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumut. Areal DIS itu awalnya bernama Daerah Irigasi Batangkuis yang berada di sebelah kiri Sungai Serdang dan melayani areal sekitar 1.032 ha. Selain itu, di sebelah kanan sungai Serdang terdapat areal sawah tadah hujan seluas 3.244 hektare.

Manfaat dibangunnya bendung DIS, merupakan dalam upaya mendukung program pemerintah membangun jaringan irigasi baru seluas satu juta hektare, serta meningkatkan produksi padi di Kabupaten Deliserdang yang merupakan salah satu lumbung padi di Provsu. Diharapkan dengan dibangunnya bendung DIS, dapat mengairi areal seluas 4.276 hektare (1.032 ha kiri dan 3.244 ha kanan) dan dapat mencapai intensitas tanam 300 persen.

Lingkup pekerjaan bendung DIS pembangunan bendung gerak 1 buah, saluran penghubung kiri 600 meter, penghubung kanan 800 meter. Waktu pelaksanaan 36 bulan (2018-2021), kontraktor Adhi-Minarto,KSO, konsultan supervisi KSO PT Mettana PT Esconsoil Ensan dan sumber dana dari APBN dengan nilai kontrak Rp 234.232.887.900.

Usai acara, Rizal Djalil, Mulfacri Harahap dan mewakili Bupati Deliserdang serta pejabat lainnya menyerahkan alat mesin pertanian pra panen 30 unit traktor roda dua, 5 unit cultivator, 3 unit transplanter, 80 unit handsprayer dan pasca panen yaitu 5 unit power thresher kepada kelompok tani dari 3 Kecamatan tersebut.

Sebelumnya, sambutan Bupati Deliserdang yang dibacakan Donald P Lumbantobing mengaku bersyukur dengan dibangunnya bendung DIS tersebut serta bantuan alat-alat pertanian. “Kami berharap, dukungan dan bantuan yang telah diberikan dapat terus ditingkatkan guna memajukan pertanian dan mempertahankan surplus beras di Deliserdang,” katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Deliserdang salah satu lumbung pangan di Provsu dengan produksi padi sebanyak 514.646 ton setara beras sebanyak 322.906 ton, sementara kebutuhan beras sebanyak 258.837 ton per tahun. Sehingga surplus beras sebanyak 64.068 ton per tahun dari Kabupaten Deliserdang.

Disebutkan Donald, yang menjadi alasan mengapa sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Deliserdang. Karena sektor pertanian memiliki peluang dan potensi cukup besar.

Di sisi lain, tambah Donald, tantangan di sektor pertanian dirasa cukup berat. Mengingat permasalahan irigasi belum sepenuhnya dapat diatasi. “Oleh karena itu, kami bersyukur dibangunnya bendung DIS itu karena akan dapat mengairi lahan sawah seluas 4 .276 hektare yang mencakup 3 kecamatan di Kabupaten Deliserdang,” tutupnya.

Sumber : Sumutpos.co

image_pdfimage_print

Comments (2)

  1. Muhammad Rahmat Silangit

    Semoga Deli Serdang tetap bisa surplus dan tetap menjadi lumbung pafi di SUMUT.
    “Kami Komunitas Peduli Anak Sungai Serdang” tetap menjaga kelestarian 3 anak aliran sungai serdang. Aliran Sungai sungai kualansmu, Aliran Sungai Batugingging, dan Aliran sungsi Belumei.
    081260607800 ketua komunitas

  2. Rahmat Silangit

    Kami dari konunutas Peduli Anak Sungai Serdang biasa beraktipitas di 3 anak sungai serdang ( belumei, batugingging dan kuwalanamu) sangat prihatin dengan kondisi dgn ketiga sungai tersebut. Mohon arahannya untuk kami bisa berkaloborasi dgn pihak terkait dgn program kelestarian sungai.

Comment here