BWS SUMATERA II : Kunjungan Kerja bersama Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara

BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA II

Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat, Berjiwa Seni

BWS Sumatera II

BWS SUMATERA II : Kunjungan Kerja bersama Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara

BWS SUMATERA II – Balai Wilayah Sungai Sumatera II ikut berpartisipasi dalam kunjungan kerja bersama Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara ke Pemerintah Kabupaten Simalungun pada tanggal 21 s/d 23 Februari 2019.

Dalam rangka rapat bersama kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara juga diikuti oleh pimpinan/perwakilan dari instansi terkait diantaranya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Medan, dan Perusahaan Keramba Jaring Apung (KJA) untuk membahas beberapa hal sebagai berikut :

  1. Pembahasan terkait longsornya jembatan sidua-dua di Kabupaten Simalungun
  2. Pembahasan terkait pencemaran air Danau Toba di Kabupaten Simalungun
  3. Hal-hal yang berkembang dalam kunjungan kerja
  4. Peninjauan Lapangan melihat lokasi longsornya jembatan sidua-dua
  5. Peninjauan Lapangan melihat kondisi pencemaran air Danau Toba

Dalam penyampaiannya Kepala Bappeda Pemerintah Kabupaten Simalungun Ibu Lurinim Purba mengatakan bahwa saat ini yang menjadi permasalahan terkait longsornya jembatan sidua-dua di Kabupaten Simalungun, hal ini terjadi karena adanya pengikisan tanah oleh air dan upaya yang sudah dilakukan adalah dengan membuat bendungan air untuk menghindari longsor sebagai upaya sementara, terkait KJA yang berada disekitar Danau Toba Pemerintah Kabupaten Simalungun sedang melakukan upaya-upaya penertiban KJA disekitar lingkungan Danau Toba.

Balai Wilayah Sungai Sumatera II dalam hal ini diwakili oleh Bapak Arron Lumbanbatu sebagai Kasatker Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera II menyampaikan bahwa  dari hasil inventori dilapangan ternyata ada tiga sumber air yang crossing di jalan desa diatas, sehingga tiga sumber air bertemu disatu titik dan terjadi longsor secara berulang-ulang, longsor pertama terjadi tumpukan-tumpukan sedimen lumpur, longsoran berikutnya terjadi lagi sehingga diatas terjadi blocking adanya seperti bendung alam.

Balai Wilayah Sungai Sumatera II juga telah menyusun program yang telah dikaji melalui litbang di Bandung sebagai rekomendasi yang diarahkan bahwa untuk mengatasi longsoran susulan yaitu mengalihkan tiga sumber mata air, dialihkan melalui drainase jalan desa yang ada diatas dan nanti akan dialihkan ke lembah hulu supaya air tersebut jangan terkonsentrasi mengalir melalui daerah longsor.

image_pdfimage_print

Comment here