Mengatasi Permasalahan Drainase Disekitar Dengan Cara Pembuatan Lubang Biopori

BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA II

Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat, Berjiwa Seni

BWS Sumatera II

Mengatasi Permasalahan Drainase Disekitar Dengan Cara Pembuatan Lubang Biopori

BWS SUMATERA II – Lubang Resapan Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah.

Selasa (16/04) Balai Wilayah Sungai (BWS) SUMATERA II Mengadakan acara pembuatan lubang biopori di lingkungan kantor BWS Sumatera II jln Sakti Lubis. Acara tersebut diikuti oleh para pegawai dan Ibu-ibu dharma wanita lingkungan BWS Sumatera II, pembuatan lubang biopori tersebut dibuat sebanyak 100 lubang

Cara pembuatan lubang  dengan membuat lubang berdiameter  10 cm  dan kedalaman lubang sedalam 1 m, setelah dilubangi, lalu dimasukkan pipa PVC dengan diameter 10 cm yang telah dilubangi sisi-sisinya terlebih dahulu. Setelah itu lubang PVC tersebut ditimbun dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu menciptakan lubang biopori alami di dalam tanah. Sampah organik didalam pipa tersebut dipantau dalam waktu periode tertentu untuk diisi kembali sampah organik kembali.

“Dikarenakan sering terjadi genangan-genangan pada halaman kantor BWS Sumatera II (Jln. Sakti Lubis) diharapkan  pembuatan lubang biopori ini mampu mengatasi permasalahan drainase pada lingkungan di sekitar kantor BWS Sumatera II” tutur Roy Panagom Pardede, ST., M.Tech, Kepala BWS Sumatera II.

image_pdfimage_print

Comment here