Sidang II TKPSDA Wilayah Sungai Belawan Ular Padang

BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA II

Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat, Berjiwa Seni

BWS Sumatera IITKPSDA

Sidang II TKPSDA Wilayah Sungai Belawan Ular Padang

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan Ular Padang (BUP) memfasilitasi Sidang Kedua TKPSDA WS BUP di tahun anggaran 2022.

BWS SUMATERA II MEDAN – Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Belawan Ular Padang (BUP) memfasilitasi Sidang Kedua TKPSDA WS BUP di tahun anggaran 2022 yang diselenggarakan mulai pada Senin, 05 September 2022 sampai Rabu, 07 September 2022. Sidang tersebut diselenggarakan secara tatap muka di Hotel JW Marriot, Medan.

Sidang tersebut dibuka oleh Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Yosi Sukmono mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara selaku Ketua TKPSDA WS BUP. Dalam sambutannya menyampaikan isu strategis banjir Kota Medan dan Kota Tebing Tinggi menjadi agenda dalam Sidang II TKPSDA WS BUP.

Beberapa materi disampaikan dalam sidang tersebut, seperti isu strategis banjir Kota Medan dan Kota Tebing Tinggi yang disampaikan oleh Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA, Mayjen Sinema Telaumbanua, Kabid Pengembangan Jaringan Sumber Air Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara, Malik Assalih Harahap, Kabid Tata Kelola Air dan Drainase Perkotaan Kota Medan, Gibson Panjaitan, dan Kuswandi selaku Akademisi.

Dalam sidang tersebut turut dihadiri Pj. Walikota Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi yang menyampaikan banjir di Kota Tebing Tinggi sudah cukup mengkhawatirkan, berbagai upaya dan rekayasa sudah dilakukan namun belum dapat menuntaskan permasalahan banjir di Kota Tebing Tinggi. Melalui TKPSDA WS BUP diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kepada Kementerian PUPR untuk penanganan banjir di Kota Tebing Tinggi.

Adapun hasil rekomendasi Sidang II TKPSDA BUP, sebagai berikut; (1) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk memfasilitasi MOU Kabupaten/Kota untuk konservasi dengan memberdayakan masyarakat sekitar DAS (Sungai Padang dan Sub DAS Bahilang); (2) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan melakukan pengangkatan sedimen secara berkala pada SITU Sei Bahilang di Kelurahan Bandar Sono Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi; (3) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan membangun SITU baru di Kelurahan Bagelen/ Desa Paya Pinang, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi; (4) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk mengatasi sedimentasi di muara Sungai Bahilang ke Sungai Padang Kelurahan Badak Bejuang, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, Kota Tebing Tinggi dengan cara penanaman pohon/tumbuhan; (5) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk melakukan pengerukan secara berkala endapan yang terjadi pada alur Sungai Padang khususnya di muara Sungai Bahilang; (6) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk mengendalikan sedimentasi pada alur Sungai Padang di muara Sungai Bahilang dengan cara membangun Bottom Control; (7) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk membangun Bendung Sabo di hulu Sungai Padang yang terletak di Desa Naga Kesiangan Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Serdang Bedagai; (8) Diminta kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk merencanakan dan membangun rumah panggung di kawasan rawan banjir di wilayah administrasi Kota Tebing Tinggi; (9) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk dapat dengan segera melakukan normalisasi Sungai Bahilang dari muara di Sungai Padang sampai dengan mulut Floodway Bahilang – Sigiling; (10) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk dapat dengan segera merencanakan dan melaksanakan peningkatan (meninggikan elevasi tanggul) pada tebing sisi kiri dan kanan alur Sungai Padang yang terlalu rendah, khususnya pada lokasi bangunan Pengolah Air Bersih (Water Treatment Plant) Perumda Air Minum Tirta Bulian; (11) Diminta kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi  untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder lainnya dalam pengelolaan persampahan di wilayah administrasi Kota Tebing Tinggi, khususnya yang terkait dengan pencemaran air Sungai Padang dan Sungai Bahilang; (12) Diminta kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi untuk mendukung penetapan garis sempadan Sungai Padang dan Sungai Bahilang; (13) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk mengoptimalkan operasi (peringatan dini) dan pemeliharaan Bendung Gerak Irigasi Bajayu; (14) Diminta kepada BWS Sumatera II Medan untuk melakukan/membuat SID penanganan banjir Sungai-Sungai yang berada pada Wilayah Sungai Belawan Ular Padang; (15) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk melakukan penataan ruang kawasan hulu, tengah dan hilir sungai-sungai yang ada pada WS-BUP dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungannya;  (16) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk melakukan pengawasan dan pengendalian pemanfaatan dan penggunaan ruang pada wilayah sungai Belawan Ular Padang melalui penguatan kapasitas SDM; (17) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk melakukan kajian/study mengenai tingkat perubahan tata guna lahan pada watershed (daerah tangkapan hujan) Sungai Padang, terutama watershed Sungai Bahilang; (18) Diminta kepada BWS Sumatera II untuk dapat dengan segera melakukan/merealisasikan rancangan  pembangunan tanggul banjir dan normalisasi/restorasi Sungai Padang mulai dari hulu hingga ke hilir; (19) Diminta kepada BWS Sumatera II agar dapat dengan segera meningkatkan sistim pengoperasian Bendung Gerak Irigasi Bajayu untuk menghindari terjadinya backwater yang dapat memperburuk dampak banjir di Kota Tebing Tinggi; (20) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya & Tata Ruang untuk dapat dengan segera mengevaluasi Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi dan Kota Medan  untuk selanjutnya mengarahkan mereka untuk menyusun dan menetapkan Rencana Detail Tata Ruang yang memuat substansi daerah tangkapan air yang harus dilindungi pada Wilayah Sungai Belawan Ular Padang; (21) Diminta kepada BWS Sumatera II untuk dapat dengan segera menindak lanjuti secara konsisten dan berkesinambungan kegiatan penetapan dan pematokan daerah sempadan sungai-sungai yang ada di wilayah sungai Belawan Ular Padang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku; (22) Diminta kepada Gubernur Sumatera Utara untuk dapat dengan segera melakukan rapat kerja dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kota Tebing Tinggi dan Kota Medan untuk melakukan pengamanan dan penertiban daerah Sempadan Sungai yang ada diwilayahnya masing-masing sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;.(23) Diminta kepada Gubernur  Sumatera Utara agar dapat dengan segera melakukan rapat kerja dengan kepala daerah Kabupaten Serdang Bedagai dan kepala daerah Kota Tebing Tinggi untuk membicarakan langkah-langkah kongkrit dalam upaya pembebasan lahan untuk pembangunan floodway Sungai Bahilang ke Sungai Giling yang sudah direncanakan oleh BWSS-II; (24) Diminta kepada BWSS-II Medan agar memastikan bahwa design, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan parapet wall untuk pengendalian banjir ROB Belawan sudah benar secara teknis dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan diterima masyarakat setempat. (Catatan: Berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan oleh TKPSDA pada akhir bulan Agustus 2022, dilapangan belum ada kegiatan fisik pelaksanaan kontrak TA.2022 yakni untuk Zona A); (25) Diminta kepada BWSS-II Medan agar memasang stasiun pengukur debit (AWLR) yang memadai disepanjang Sungai Padang dan Sungai Bahilang (dari huli hingga hilir); (26) Terkait dengan masalah banjir Kota Tebing Tinggi, maka diminta kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Dinas Kehutanan untuk melakukan pendataan/pengumpulan informasi data alih fungsi hutan di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Simalungun terutama pada watershed Sungai Padang dan Sungai Bahilang dalam kurun waktu 3 tahun terakhir; (27) Diminta kepada BWSS-II Medan agar melakukan pendataan terkait infrastruktur pengendalian banjir Kota Tebing Tinggi yang sudah dibangun dan yang direncanakan akan dibangun seperti tanggul dan beronjong; (28) Diminta kepada BWSS-II Medan agar melakukan pendataan terhadap pendangkalan pada Sungai Padang yang berakibat menurunnya daya tampung penampang Sungai Padang dan berdampak kepada banjir di Kota Tebing Tinggi; (29) Diminta kepada BWSS-II Medan agar melakukan pendataan terhadap lebar alami muara sungai bahilang ke Sungai Padang; (30) Diminta kepada Walikota Tebing Tinggi melalui Dina Pekerjaan Umum Kota Tebing Tinggi untuk melakukan pendataan terhadap alignement, dimensi, kondisi dan kinerja saluran drainase yang di Kota Tebing Tinggi; (31) Diminta kepada Walikota Medan melalui Dina Pekerjaan Umum Kota Medan untuk melakukan pendataan terhadap alignement, dimensi, kondisi dan kinerja saluran drainase yang di Kota Medan; (32) Diminta kepada BWSS-II Medan untuk melakukan pendataan terhadap kebutuhan rumah pompa dalam menanggulangi bencana banjir rob di Kota Medan/Belawan, termasuk pemeliharaannya.

image_pdfimage_print

Comment here