Sidang III TKPSDA WS Toba Asahan

BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA II

Bekerja Keras, Bergerak Cepat, Bertindak Tepat, Berjiwa Seni

BWS Sumatera IITKPSDA

Sidang III TKPSDA WS Toba Asahan

BWS SUMATERA II MEDAN – Selasa (27/09) Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Toba Asahan menggelar Sidang III di Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai pada Selasa, 27 September sampai Kamis, 29 September 2022 secara tatap muka di Hotel Grand Cityhall, Medan.

Sidang dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Hasmirizal Lubis selaku Ketua TKPSDA WS Toba Asahan. Dalam sambutannya menyampaikan kajian pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada Kota Tanjungbalai menjadi agenda pembahasan dalam sidang ketiga TKPSDA WS Toba Asahan. Diharapkan dalam sidang ketiga ini dapat lahir gagasan-gagasan terbaik dalam upaya pengendalian di WS Toba Asahan.

Dalam sidang tersebut disampaikan beberapa pemaparan materi seperti sosialisasi RPSDA WS Toba Asahan yang disampaikan Kasi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur SDA, Mayjen Sinema Telaumbanua, sosialisasi perizinan pengusahaan SDA dan Penggunaan SDA yang disampaikan Ketua Perizinan dan Pemantauan IV Direktorat Bina OP, Dewi Ariyanti, sosiasisasi perizinan Di Bidang Pertambangan yang disampaikan Kepala UPT Lab. ESDM Dinas ESDM Provinsi Sumatera Utara, Masito, pemanfaatan sempadan sungai yang disampaikan Kasi Operasi dan Pemeliharaan SDA, Novita Rahmadani, kondisi DAS, upaya konservasi dan pengendalian DAS di Hulu Sungai Asahan yang disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Herianto dan efisiensi penggunaan air untuk pertanian dan pengelolaan lahan pertanian untuk mencegah erosi lahan pada DAS di WS Toba Asahan yang disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Jonni Akim Purba.

Sidang III TKPSDA WS Toba Asahan turut dihadiri Walikota Tanjungbalai, Waris Thalib yang menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat Kota Tanjungbalai, yaitu sedimentasi pasir yang mengakibatkan banjir rob yang dulunya hanya terjadi setahun sekali, namun sekarang terjadi enam kali dalam setahun. Diharapkan melalui Sidang III TKPSDA WS Toba Asahan, Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian khusus kepada Kota Tanjungbalai terkait permasalahan-permasalah yang dihadapi masyarakat Kota Tanjungbalai.

image_pdfimage_print

Comment here