/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi merupakan kabupaten yang strategis dalam pembangunan pertanian yang membuat kebutuhan air di wilayah ini terus bertambah. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam melakukan SID Jaringan Irigasi di Saluran Induk Madiun.

Pada hari Rabu (03/10/2018) Kasi Program Rifki Maulana, ST bersama konsultan dari PT Indra Karya dan PT Tuah Agung Anugrah melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang pertama di Kantor UPT PSDA Madiun. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas PU Madiun, Dinas PU Magetan, Dinas PU Ngawi, UPTD Madiun, Pengamat OP SDA Madiun, Pengamat OP SDA Magetan, Pengamat OP SDA Ngawi, dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) setempat.

Kasi Perencanaan Umum dan Program Rifki Maulana, ST menjelaskan kegiatan ini dipercepat karena melihat bahwa Jaringan Irigasi Saluran Induk Madiun cukup luas, desain yang dipersiapkan melalui tim konsultan itu sudah diprogram untuk pelaksanaan rehabnya tahun 2020, sehingga harapanya SID yang dilaksanakn ini bisa selesai sampai akhir desember 2018.

“Untuk itu kami mencoba mempercepat siosisalisai ini supaya tim konsultan segera bias mulai bergerak dilapangan untuk identifikasi terkait hal-hal krusial yang perlu dikuatkan detailnya,” jelasnya.

Tujuan dari PKM ini adalah untuk memperoleh masukan dan informasi dari masyarakat yang nantinya untuk penyusunan produk perencanaan SID. Sehingga rehab yang dilakukan pada tahun  2020 nanti sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di Jaringan Irigasi Saluran Induk Madiun ini (DATINBBWSBS/charis).