/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terus berupaya memenuhi kebutuhan akan air dalam wilayah sungai bengawan solo. Di kota lamongan sedang dilaksanakan pengembangan kawasan pendidikan di lokasi kampus universitas muhamadiyah lamongan. Dalam pengembangan kawasan, hal utama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan akan air. Oleh karena itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memetakan potensi sumber air untuk mendukung pengembangan tersebut.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A Manu bersama Amir Hamzah selaku Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku melakukan survey lapangan untuk mengetahui potensi sumber air di Univeristas Muhammadiyah Lamongan di wilayah Plosowahyu Kabupaten Lamongan Jawa Timur , Minggu (18/11/2018).

“Keterserdiaan air sangat penting, terlebih di universitas yang merupakan lingkungan yang baik untuk belajar” Ungkap Charisal.

Berdasarkan tinjauan dilapangan diketahui terdapat pipa eksisting yang mengalir dari Babat Barrage sebesar 200 liter/detik namun masih baru sekitar 100 liter/detik yang dipergunakan. Diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk memaksimalkan pengolahan air dari sumber air Babat. Pengembangan universitas juga dapat didukung dengan pembangunan tampungan air berupa embung. Namun ketersediaan lahan yang ada sangat terbatas dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi tanah, potensi air tanah serta neraca air dari siklus hidrologinya belum dilakukan.(DATINBBWSBS/sita).