/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, PPK O&P SDA I Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT melakukan Safari Lapangan Monitoring Bendungan di wilayah OP III di Jawa Timur yaitu Bendungan Pondok, Bendungan Sangiran, Bendungan Saradan, Bendungan Dawuhan dan Bendungan Gongang, Selasa (19/02/2019).

Diawali dengan mengunjungi Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan yang dibangun pada tahun 1993-1995 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 30,900 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 4.600 ha dan pariwisata.

Tidak jauh dari situ terdapat Bendungan Sangiran yang terletak di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan Sangiran dibangun pada tahun 2000 dengan kapasitas tampungan sebesar 10,60 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.455 ha, PLTA 25 MW dan pariwisata.

Perjalanan dilanjutkan ke Bendungan Saradan yang terletak di Desa Saradan, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Bendungan yang dibangun pada tahun 1942 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 2,340 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 990 ha dan pariwisata.

Lalu menuju Bendungan Dawuhan yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosari Kabupaten Madiun, bendungan ini dibangun pada tahun 1962 dengan kapasitas tampungan sebesar 3 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.359 ha dan pariwisata.

Destinasi terakhir adalah Bendungan Gonggang yang terletak di Desa Janggan, Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Bendungan yang dibangun pada tahun 2004 sampai tahun 2011 ini mempunyai manfaat untuk irigasi seluas 2.500 ha dan air minum 50 liter/detik. Bendungan ini juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pariwisata dan budidaya perikanan air tawar.

Dari semua Bendungan yang dikunjungi dapat dikatakan dalam kondisi terawat baik. Charisal berpesan untuk menjaga fungsi dari bendungan harus dilakukan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan manual yang telah disusun. Masyarakat juga harus membantu menjaga dengan cara yang paling sederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena bendungan memiliki banyak manfaat untuk mendukung kehidupan manusia (BBWSBS/sita).