/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT bersama Kepala Divisi Jasa Umum Perum Jasa Tirta I Setyantono meninjau patok-patok batas dari lahan Solo Valley Werken, Selasa (10/03/2020).

Peninjauan dilakukan di Dusun Mendeg, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Tujuannya untuk mengetahui batasan lahan yang masuk dalam kawasan Solo Valley Werken tersebut.

Solo Valley Werken sendiri merupakan Program Pembangunan Pengendalian Banjir dan Pembuatan Jaringan Irigasi semenjak jaman Pemerintah Hindia Belanda yang membentang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Surabaya. Dengan rencana desain baru Solo Valley Werken di masa mendatang bermanfaat sebagai longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, tampungan air untuk irigasi dan air baku, mengatasi kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik.

Solo Valley Werken juga dapat diintegrasikan sebagai sarana transportasi darat dengan dibangunnya jalan tol yang akan meminimalisir tumbuhnya hunian liar di sepanjang saluran dan dibangunnya rest area untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat, Pada kanal solo Valley Werken dapat digunakan untuk transportasi air, wisata air dan koneksi ke empat Waduk yaitu Waduk Pacal, Gongseng, Godang dan Prijetan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti kawasan migas blok Cepu dan Bandara Ngloram (BBWSBS/charis).