/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kondisi pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali perekonomian nasional. Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong masyarakat untuk bangkit salah satunya dengan melaksanakan Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Melalui kegiatan perbaikan dan peningkatan jaringa irigasi tersier di wilayah pedesaan dengan padat karya tunai (PKT) tersebut diharapkan dapat membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Melihat manfaat yang dihasilkan cukup besar khususnya untuk mengairi lahan pertanian, sehingga produktivitas pun tetap meningkat selama pandemi. Selain itu, peran tenaga kerja perempuan juga turut dilibatkan dalam pelaksanaannya.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo meninjau salah satu lokasi program P3TGAI di wilayah Desa Kedungharjo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (10/09/2020). Dalam pelaksanaannya, program P3TGAI tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., juga menyampaikan pada tahun 2020 BBWS mengerjakan 512 lokasi yang terbagi dalam tiga tahap, dengan peta sebaran yakni, 175 lokasi di Jawa Tengah yang tersebar di tujuh kabupaten, dan Jawa Timur sebanyak 337 lokasi yang tersebar di sembilan kabupaten.

“Untuk pelaksanaan program P3TGAI kami berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi hingga kabupaten dan perangkat desa, untuk berkolaborasi dalam pelaksanaannya. Selain menyerap tenaga kerja yang dirumahkan akibat terdampak pandemi Covid-19, kami juga melibatkan perempuan yang berperan sebagai Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) maupun sebagai pekerja dalam penyerapannya,” pesannya.

Kepala Desa Kedungharjo, Ahmad Mas’ud, juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR dengan adanya bantuan peningkatan jaringan irigasi air melalui program P3TGAI. “Petani pengguna air di wilayah kami menjadi terbantu sebab pada musim kemarau, kebutuhan air tetap dapat disalurkan ke persawahaan, dan kami berharap agar desa lain yang kesulitan air juga mendapat bantuan sehingga dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

P3TGAI merupakan usulan dari petani, dikerjakan oleh petani, dan untuk petani. Untuk itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil. Warga Desa Kedungharjo sekaligus perwakilan tenaga kerja perempuan, Lina Sasmito, menyampaikan manfaat yang diperoleh melalui program tersebut.

“Saya sebelumnya bekerja di pabrik, namun terpaksa dirumahkan dampak dari pandemi Covid-19 ini. Saya mewakili tenaga kerja perempuan juga sangat bersyukur karena bisa berpartisipasi dan membantu meringankan beban suami, karena mendapatkan upah dari program P3TGAI,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)