/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Saya Perempuan Anti Korupsi!

Jangan pernah mendekati korupsi. Mencegah lebih mudah daripada mengobati. pencegahan terhadap korupsi bisa dilakukan oleh semua kekuatan bangsa. Salah satu kekuatan yang sudah lama dikenali dan sangat diperhitungkan adalah kekuatan para perempuan Indonesia, baik melalui perannya sebagai ibu dan sebagai istri, maupun perannya dalam organisasi wanita atau perannya sebagai profesional. Seperti yang dilakukan Dharma Wanita Kementerian PUPR yang menyelenggarakan Kegiatan Pembangunan Budaya Integritas melalui Gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi”, Surabaya (29/07/2019).

Kegiatan ini di hadiri oleh ASN Perempuan dari BBWS Bengawan Solo yang menduduki Jabatan Fungsional dan Struktural serta Istri dari Kepala Balai, Kepala Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen di Lingkungan Balai.

Pentingnya sosialisasi nilai anti korupsi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan keluarga bahwa amanat yang diemban suami atau dirinya harus dijaga dengan baik. Nilai-nilai anti korupsi merupakan pendidikan moral yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan acara ini semoga dapat memberikan pemahaman bahwa perempuan mempunyai peran dalam mencegah korupsi. Dalam skala yang lebih besar dapat menjaga norma bangsa untuk mewujudkan tujuan revolusi mental sesungguhnya, menjadikan perempuan menjadi titik awal nilai-nilai anti korupsi dilingkungan keluarga. Dengan SDM unggul Indonesia maju! (datinbbwsbs/sita,gdx)

Seminar Nasional Bendungan Besar 2019

Dalam sebuah pembangunan bendungan diperlukan aspek teknis & non teknis. Dalam aspek teknis pembangunan bendungan harus aman secara struktural, hidrolis dan rembesan. Kondisi geologis suatu wilayah dan material perlu menjadi perhatian khusus. Selain itu juga perlu memperhatikan estetika dan ramah lingkungan. Membangun bendungan berarti membangun obyek vital negara yang membutuhkan sumber daya manusia yang handal.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Bersama Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar (KNIBB) menyelanggarakan Seminar Nasional Bendungan Besar tahun 2019 dengan tema “Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Untuk Pencapaian Visium 2030”, (26-28/04/2019).

“Kita harus banyak belajar dari negara lain yang lebih berkembang dalam hal pembangunan Bendungan agar kita dapat menerapkan dalam pembangunan Bendungan di Indonesia” Ucap Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng selaku Dirjen Sumber Daya Air sekaligus Ketua Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar dalam sambutannya.

Dalam membangun sebuah bendungan diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Maka dari itu nantinya Kementerian PUPR Bersama KNIBB akan melibatkan banyak tenaga muda ahli Indonesia dalam pembangunan bendungan.

“Bendungan yang kita bangun diharapkan dapat menjadi bendungan yang berkelanjutan jadi umur bendungan harus sesuai dengan desainnya, jadi kita tidak hanya fokus pada bangunannya tetapi juga memeprhatikan lingkungan masyarakat sekitar untuk kedepannya” Pesan Menteri Basuki.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ikut berpartisipasi dalam seminar ini seperti yang dilakukan Surendro Andi Wibowo, Sri Wahyu Kusumastuti dan Denny Syafrudin yang menulis tentang Best Paractice Pengelolaan Bendungan dengan Instrumen Maturity Matrix pada Komponen Surveillance di Unit Pengelolaan Bendungan (UPB) BBWS Bengawan Solo, juga Heriantono Waluyadi, Dony Faturochman, Andi Arwik, Abdul Mahmud dan Elly Nurhayati yang menulis tentang Penanganan Sedimen Dengan Tanggul Penutup (Closure Dike) di dalam Waduk Wonogiri serta Dony Faturochman, Khoirul Murod, Yoga Darmawan, Bambang P Oetomo dan Nur Eko yang menulis tentang Dinding Halang Sebagai Solusi Lapisan Piroklastik di Tubuh Bendungan Pidekso Wonogiri Jawa Tengah.

“Dengan tulisan akan lebih dikenang dari pada perkataan dan perbuatan sebagai bekal dalam pembangunan bendungan” Pesan Charisal yang begitu mengapresiasi seminar ini (BBWSBS/sita).

Semaraknya Peringatan Hari Air Sedunia ke XXVII Di Rawa Jombor Klaten

Peringatan Hari Air Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatka di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Brayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang diawali dengan menyebrangi Rawa Jombor, Kamis (04/04/2019).

Dibuka dengan Tarian LUyung alias Lurik Payung yang dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya para hadirin bersuka cita menyemarakkan acara Peringatan Hari Air Sedunia yang XXVII ini. Acara hari ini merupakan puncak acara peringatan hari air dimana sebelumnya telah diselenggarakan berbagai lomba bagi pelajar seperti lomba menggambar untuk siswa Sekolah Dasar (SD), lomba Karya Ilmiyah Remaja (KIR) untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), lomba Fotografi dan lomba Gateball.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas terpilihnya Kabuapten Klaten sebagai tempat penyelenggaraan acara Hari Air Sedunia tahun 2019 ini. Sri Mulyani menyampaikan semoga dimasa depan Rawa Jombor selain untuk fungsi pengairan juga dapat menjadi destinasi wisata.

Pelaksana Harian Gubernur Jawa Tengah Sri Mulyono berpesan agar kita semua harus bijak dalam mengelola air, kita harus punya tabungan air dimasa mendatang. Dalam Acara Hari Air Sedunia yang ke 27 ini diberikan Unit Perahu untuk Komunitas Sungai Klaten dan Bak Sampah untuk Srikandi Sungai Klaten.

“Peringatan HAD merupakan momentum untuk mengajak generasi milenial berperan aktif menjaga keberadaan air, Kalau kita rawat air akan menjadi kawan namun kalua kita tidak peduli air akan menajdi musuh” Kata Muhammad Zainal Fatah selaku Staf Ahli Menteri PUPR bidang Ekonomi dan Investasi.

Peringatan Hari Air Sedunia ke XXVII ini ditandai dengan launching gerakan komunitas Goes To Tumblr untuk mengurangi sampah plastic. Ikrar Goes to Tumbler dipimpin langsung oleh Prof Suratman dari Universitas Gadjah Mada (UGM), diikuti jajaran pejabat propinsi, Muspida Klaten, guru, siswa, relawan, bidan, korporat dan elemen lainya.

Prof Suratman yang juga salah seorang inisiator sekolah sungai Klaten mengemukakan, gerakan Indonesia goes to tumbler, dan komunitas goes to tumbler dinilai penting, karena saat ini banyak sisa plastik yang tidak bisa dimusnahkan sehingga merusak kegiatan air. Merusak habitat ikan, merusak danau dan sungai, sehingga berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat (BBWSBS/sita).

Dirjen SDA Resmikan Danau UNS

UNS kini punya wajah baru. Sebagai Univeritas yang tumbuh dan berkembang di kota Solo, UNS menjadi universitas yang mengikuti perkembangan zaman. Salah satu wujudnya adalah dengan menerapkan kampus dengan ruang terbuka hijau sehingga dilakukan revitalisasi Danau UNS.

Dilatabelakangi oleh Danau UNS yang memiliki banyak limbah sampah dan tingkat sedimentasi yang terus meningkat sehingga kapasitas tampungannya semakin kecil Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Revitalisasi Danau UNS
Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi menuturkan air dan danau bisa dijadikan bahan eksperimen bagi para mahasiswa di Universitas Sebelas Maret. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Dies Natalies ke 43 Universitas Sebelas Maret sekaligus meresmikan Danau UNS, Sabtu (9/3/2019).

Setelah direvitalisasi Danau UNS diharapkan mampu mengembalikan kapasitas tampung dan fungsi Danau UNS seperti semula dan serta meningkatkan pelayanan kebutuhan air yang optimal untuk Danau UNS dan Danau Jurug, menjadi Danau dengan kualitas air yang lebih jernih, tidak terjadi banjir di area kampus dan tidak ada penyumbatan saluran oleh sampah khususnya yang terbawa aliran hingga Danau Jurug.

“kami ucapkan terimakasih atas seluruh partisipasi sehingga telah jadi 3 Danau yaitu Danau sebelah Rektorat, Danau sebelah Fakultas Pertanian dan Danau disebelah SVTN SBMPTN yang menjadi satu kesatuan. Semoga kita bisa senantiasa melakukan pemeliharaan di kemudian hari” Pesan Ravik Karsidi selaku Rektor UNS dalam sambutannya.

Danau UNS yang memiliki bentuk Cascade yang merupakan danau bertingkat dimana ambang hilir memiliki selisih elevasi dengan ambang hulu. Drainase pada Danau UNS juga didesain untuk menanggulangi masalah banjir dan sedimentasi yang sering terjadi di Danau UNS dan kawasan Jurug.

Hari Suprayogi menambahkan agar setiap Fakultas untuk mengadakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar dimasa mendatang sehingga air yang dibuang tidak mencermari lingkungan. Sehingga kita dapat meningkatkan suistainable life dikemudian hari.

Peresmian Danau UNS dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi yang disaksikan oleh Rektor UNS Ravik Karsidi yang ditandai dengan pemotongan pita yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Danau UNS juga diharapkan dapat memberi efek positif bagi civitas akademika UNS yang berpotensi menjadi obyek wisata. Danau ini juga dijadikan wahana untuk menigkatkan ilmu dan pengetahuan mahasiswa seperti pada cabang olahraga dayung. Sebagai pembuka hari ini diselenggarakan Lomba Kano Open bagi masyarakat Solo (BBWSBS/sita).

Penanganan Luapan Kali Jeroan di Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakir pada Kamis (7/03/19), banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Kali Jeroan yang merupakan Anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi dalam keterangannya mengatakan bahwa banjir yang terjadi saat ini akibat kali Jeroan yang tidak mampu membendung debit air hujan, Kali Jeroan memiliki panjang sejauh 79 kilometer dan sudah didisain dapat menampung debit banjir Q25 tahunan atau setara dengan 1.040 meter kubik perdetik.

Pada tanggal 5,6,7 maret terjadi curah hujan yang tinggi yang disertai petir, puncaknya pada tanggal 6 Maret terjadi hujan kurang lebih selama 3 jam di Hulu DAS Jeroan dengan intensitas sebesar 150 milimeter, “air di Kali Jeroan sudah banyak hampir penuh ditambah dengan (puncak) hujan selama 3 jam sehingga kapasitas yang tadi Q25 dengan (kapasitas) 1.040 (meter kubik perdetik) itu terlewati yang lewat  (menjadi) 1.063 (meter kubik perdetik) sehingga air meleber kekanan kiri,” katanya.

Luapan Kali Jeroan ini juga mengakibatkan longsornya tanggul dibeberapa titik serta putusnya parapet sepanjang 20 meter di Kecamatan Balirejo, Kabupaten Madiun. Luapan ini juga mengakibatkan genangan seluas 253 hektar meliputi 6 desa termasuk ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604 sepanjang 400 meter.

Upaya tanggap darurat yang telah dilaksanakan adalah dengan penutupan tanggul-tanggul yang jebol secara darurat dengan menggunakan sandbag. Pada tahun ini juga Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo telah menganggarkan dana sebesar 10 milyar untuk memperbaiki parapet dan tanggung-tanggul yang kritis secara permanen.

”Kebetulan sudah ada kontrak sebesar 10 milyar untuk menangai yang kritis-kritis ini secara permanen terutama yang 20 meter tadi, kemudian dalam jangka menengah ada beberapa yang perlu kita selesaikan, kira-kira ada 15 kilometer parapet yang harus direhabilitasi  karena beberapa parapet ini umurnya sudah 20 tahun, dari perhitungan yang sudah dibuat diperkirakan memerlukan dana sebanyak 170 milyar” ujar pria yang akrab disapa yogi ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BBWS Bengawan Solo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur akan terus melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat selama seminggu kedepan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan dapat segera konfirmasi pada kami bila ada informasi yang kurang jelas (DATIN BBWSBS/maw,sita).

Siap Siaga Banjir Direktur Sungai Pantai Kunjungi Solo

Direktur Sungai dan Pantai Ir. Jarot Widyoko, Sp melakukan kunjungan lapangan ke Proyek Penanganan Banjir Surakarta yang didampingi oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si beserta beberapa pejabat eselon dan kesatkeran, Rabu (30/01/2019).

Jarot berkesempatan mengunjungi Bendung Tirtonadi yang terletak di Kelurahan Gilingan, dan Rumah Pompa Jurug di Kelurahan Pucangsawit. Tujuan dari kunjungan ini untuk meninjau kesiapan Kota Surakarta menghadapi banjir yang mungkin terjadi.

Proyek Penanganan Banjir Surakarta bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha, meningkatkan kapasitas tanggul sungai dari debit kala ulang 10 tahun (Q10) sebesar 1.550 m3/dt menjadi 50 tahun (Q50) sebesar 2.171 m3/dt,. Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan pembangunan parapet beton sepanjang 5.400 m, pembangunan revetment sepanjang 2.900 m dan pembangunan rumah pompa beserta pompa banjir sebanyak 8 buah (BBWSBS/sita).

Impounding Bendungan Gondang Direncanakan Maret 2019

Pengisian sebuah Bendungan yang baru selesai dibangun merupakan suatu fase yang sangat krusial karena didalamnya terkandung potensi bahaya sebagai konsekuensi dari perubahan kandungan sifat-sifat material pembentuk bendungan maupun lingkungan yang disebabkan oleh pengaruh kadar air yang berubah. Sebelum dilakukan impounding terlebih dahulu dilakukan pembahasan untuk mengevaluasi pembangunan Bendungan Gondang.

Setelah kemarin melakukan kunjungan lapangan ke Bendungan Gondang, hari ini tanggal 29 Januari 2019 di Ruang Sidang Bengawan Solo diadakan Sidang Teknis Komisi Keamanan Bendungan untuk membahas hasil pembangunan Bendungan Gondang yang dibuat oleh PT Waskita Karya (Persero) dan Konsultan Supervisi PT Binatama Wirawedha Konsultan Jo, PT Brama Seta Indonesia dan PT Barunadri Engineering Consultant.

Turut hadir Tim Komisi Keamanan Bendungan Dr. Ir. Aries Firman, M.Sc, Ir. Ibnu Kasiro, Dipl, HE, Ir. Rusfandi Usman, M.Eng., Dr. Ir. Bambang Hargono Dipl HE M.Eng., Prof. Dr. Ir. Eko Winar Irianto,M.T., Ir. Ketut Suryata, dan Ir. Bastari M.Eng. Sedangkan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dihadiri oleh Pejabat Esselon dan Kesatkeran.

Berdasarkan hasil sidang teknis tersebut Komisi Bendungan memberikan saran-saran yang harus segera ditindak lanjut oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Charisal menambahkan impounding direncanakan pada Maret tahun 2019 (BBWSBS/sita).

Bendungan Gondang Menjelang Garis Finish

Ni Made Sumiarsih selaku Kepala Pusat Bendungan didampingi oleh pejabat Eselon dan Kesatkeran melakukan kunjungan ke Bendungan Gondang, Rabu (23/01/2019). Survey lapangan ini bertujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi pembangunan Bendungan Gondang yang kini hampir rampung.

“Kita upayakan sampai akhir bulan Januari ini pekerjaan Bendungan Gondang dapat terselesaikan. Setiap progress pasti kami laporkan. Rencananya bendungan ini akan diresmikan pada pertengahan Februari mendatang. Namun untuk pemanfaatan secara optimal Bendungan Gondang baru bisa dioperasionalkan pada bulan Juni” Ujar PPK Bendungan II Arif Gunawan, ST, MT.

Bendungan yang bearada di Desa Ganten dan Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo dan Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini memiliki kapasitas tampungan total 9,15 juta m3, nantinya diharapkan dapat mengairi irigasi seluas 4.680 ha untuk wilayah Karanganyar dan Sragen, pemasok kebutuhan air baku sebesar 200 liter/detik, pegendalia banjir, konservasi DAS dan pariwisata (BBWSBS/sita).

Menanam Pohon Untuk Kesejahteraan Negeri

Kementerian PUPR bersama DWP Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pokja Revitalisasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) mempelopori acara menanam pohon yang dilaksanakan secara serentak di Seluruh Wilayah Indonesia (34 Provinsi) dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia, Hari Bhakti PUPR Ke-73, dan HUT Dharma Wanita Persatuan Ke-19 Tahun 2018 dengan tema “Menanam Pohon bagi Penyelamatan Lahan dan Air”, Senin (17/12/18).

Kegiatan Menanam Pohon yang dilaksanakan di Greenbelt Waduk Cengklik Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini merupakan sinergi antara Kementerian Keuangan melalui KPPN Surakarta yang memiliki Program Go Green dan Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo serta Kementrian Kehutaanan melalui BPDASHL Solo yang memiliki Program Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA).

“Kementerian Keuangan memiliki Program Go Green yang dimulai dari penghematan ATK, kertas, listrik (dan) sebagai upaya menyelamatkan lingkungan salah satunya adalah dengan menanam pohon. Bahwa satu orang berkewajiban menanam 25 pohon seumur hidupnya sebab menanam pohon dapat bermanfaat bagi generasi selanjutnya” Pesan Sugiarso selaku Kepala KPPN Surakarta.

Dalam kegiatan Menanam ini Menteri PUPR yang diwakili oleh Ir Dodi Krispratmadi, M.Env. E selaku Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR menyampaikan sambutan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahwa Gerakan ini merupakan salah satu aksi konkrit untuk memulihkan kondisi daerah aliran sungai, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon, dan merawatnya. Penanaman pohon akan meningkatkan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau sebagai fungsi esensial ekologis dan ruang kehidupan kita yang lebih berkualitas, meningkatkan infrastruktur hijau kita, bukan sekedar sebagai objek fisik, melainkan juga menjadi tempat wisata dan pengembangan sosial-ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Jenis tanaman yang ditanam dalam Kegiatan Menanam Pohon ini adalah Multi Purpose Tree Species yang terdiri dari Pohon Mangga (Mangifera Indica), Kelengkeng (Dimocarpus Longan) dan Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sejumlah 1.500 bibit pohon, turut hadir dalam acara ini Karyawan Karyawati BBWS Bengawan Solo, DWP BBWS Bengawan Solo. Muspida Kabupaten Boyolali, Bank Mandiri Selaku perwakilan BUMN, TNI, Polri, para Civitas Akademika yang ada di Solo Raya serta masyarakat sekitar .

Semoga upaya ini memberikan manfaat dalam Pengelolaan Sumber Daya Air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mari kita wariskan mata air untuk generasi mendatang. Salam hijau negerik(BBWSBS/sita).

Pengembangan Kawasan Universitas Muhammadiyah Lamongan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terus berupaya memenuhi kebutuhan akan air dalam wilayah sungai bengawan solo. Di kota lamongan sedang dilaksanakan pengembangan kawasan pendidikan di lokasi kampus universitas muhamadiyah lamongan. Dalam pengembangan kawasan, hal utama yang harus dipenuhi adalah kebutuhan akan air. Oleh karena itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memetakan potensi sumber air untuk mendukung pengembangan tersebut.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A Manu bersama Amir Hamzah selaku Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku melakukan survey lapangan untuk mengetahui potensi sumber air di Univeristas Muhammadiyah Lamongan di wilayah Plosowahyu Kabupaten Lamongan Jawa Timur , Minggu (18/11/2018).

“Keterserdiaan air sangat penting, terlebih di universitas yang merupakan lingkungan yang baik untuk belajar” Ungkap Charisal.

Berdasarkan tinjauan dilapangan diketahui terdapat pipa eksisting yang mengalir dari Babat Barrage sebesar 200 liter/detik namun masih baru sekitar 100 liter/detik yang dipergunakan. Diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk memaksimalkan pengolahan air dari sumber air Babat. Pengembangan universitas juga dapat didukung dengan pembangunan tampungan air berupa embung. Namun ketersediaan lahan yang ada sangat terbatas dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui kondisi tanah, potensi air tanah serta neraca air dari siklus hidrologinya belum dilakukan.(DATINBBWSBS/sita).