/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Serah Terima dan Evaluasi P3TGAI Wilayah Madiun Tahap I

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Serah Terima dan Evaluasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahap I di Madiun, Kamis (07/11/2019).

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si menjelaskan pemerintah pusat telah banyak membangun infrastruktur khususnya dalam rangka pengelolaan sumber daya air, salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Pelaksanaan P3TGAI Tahun 2019 di BBWS Bengawan Solo sebanyak 400 Desa yang meliputi 3 wilayah kerja, untuk wilayah madiun sendiri tersebar di 5 Kabupaten yaitu Ngawi, Madiun, Pacitan, Ponorogo, dan Magetan.

“Dengan diserahkannya hasil pekerjaan P3TGAI dari Pemerintah melalui Kepala Satuan Kerja O&P SDA BBWS Bengawan Solo Kepada Kepala Desa Penerima diharapkan untuk kedepannya pemanfaatan dan pemeliharaannya menjadi tugas dan tanggungjawab Kepala Desa beserta HIPPA/P3A maupun warga masyarakat petani didaerah penerima,” Sambung Wahyu saat menyampaikan sambutan Kepala BBWS Bengawan Solo.

Semoga dengan kegiatan P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani (bbwsbs/charisma).

Sosialisasi Kegiatan P3-TGAI Wilayah Hulu Tahap II

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakanProgram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II, Rabu (24 Juli 2019).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa dan Ketua Petani Pemakai Air (P3A) Wilayah Hulu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Dinas terkait
“Tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan pasti ada, namun jangan lupa untuk selalu memonitor dan juga evaluasi” Pesan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si dalam sambutannya.

Dalam acara ini dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama secara simbolis yang dilakukan oleh perwakilan Kepala Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang Karanganyar, Kepala Desa Jengkrik, Kecamatan Kedawung Sragen, Kepala Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Wonogiri, Kepala Desa Parangrojo Kecamatan Grogol Sukoharjo, Kepala Desa Krasak, Kcamatan Teras Boyolali dan Kepal Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno Klaten.

Penandatanganan Kerjasama secara simbolis juga dilakukan oleh Ketua P3A Ngundi Tirta Rejeki Boyolali, P3A Tirtoyoso Klaten, P3A Parangtirto Sukoharjo, P3A Tirta Sejahtera Wonogiri, P3A Subur Makmur Sragen, P3A Dharma Tirta Sumber Rejeki Karanganyar.

Materi dalam TOT ini adalah Kebijakan P3-TGAI danPedoman Umum P3-TGAI yang disampaikan oleh Sigit Budi Widgdyo, ST yang dilanjutkan dengan sesi diskusi (BBWSBS/sita).

Pengolahan Air Mandiri

Dalam rangka pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan penggunaan air sebagai sumber kehidupan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengadakan Sosialisasi Tirta Bengawan dan Alat Elektrolisa Air kepada Paguyuban Pensiunan BBWS Bengawan Solo di Ruang Rapat Bidang PPU BBWS Bengawan Solo, Selasa (09/07/2019).

Elektrolisis adalah penguraian suatu elektrolit oleh arus listrik. Pada sel elektrolisis, reaksi kimia akan terjadi jika arus listrik dialirkan melalui larutan elektrolit, yaitu energi listrik (arus listrik) yang diubah menjadi energi kimia (reaksi redoks).

Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT menjelaskan proses pembuatan elektrolisa air. “Jadi yang namanya PH Power of Hidrogen, PH diatas 7 inilah yang mempunyai kekuatan yang mampu mendetok racun yang ada dalam tubuh,” Terangnya.

Dalam kegiatan ini juga dipraktekan cara untuk mengolah air dengan alat elektrolisa tersebut dan cara merawatnya(BBWSBS).

Pelatihan Pembuatan Alat Elektrolisa Air di Kampung Sewu Surakarta

Akhir-akhir ini kita dihantui oleh masalah krisis air bersih, banjir saat musim hujan, kekeringan saat musim kemarau dan berbagai permasalahan air yang belum ada solusi. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui bidang Pengelolaan Sumber Daya Air menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Alat Elektrolisa Air di Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Surakarta, Rabu (18/06/2019).

“Dimulai dari sekarang kita bisa membangun budaya baru untuk peduli menampung dan mengelola air hujan di saat musim penghujan sehingga kita dapat punya tabungan air di saat musim kemarau dan berbagai keadaan” Pesan Sri Rahayu dalam sambutannya.

Pelatihan Pembuatan Alat Elektrolisa Air dihadiri oleh Komunitas Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kelurahan Kampung Sewu, Paguyuban Sumur Dalam, Ibu-Ibu PPK, Remaja Masjid, Pelajar dan perwakilan warga masyarakan kampong sewu.

Henoch Sadono S.Sos selaku Lurah Kampung Sewu sangat mengapresiasi kegiatan ini, Ia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat Kampung Sewu dalam mengelola air.
Narasumber dalam pelatihan ini adalah Anton Sujarwo dari Komunitas Banyu Bening Yogyakarta. Anton menjelaskan tentang Cara Memanen Air Hujan dan Proses Elektrolisa Air. Dalam pelatihan para peserta diajarkan praktek langsung tentang cara membuat Alat Elektrolisa Air secara berkelompok.

Peserta yang hadir sangat antusias mengikuti pelatihan ini, kata Ibu Retno selaku salah satu peserta Ia menyampaikan kekagumannya bahwa ternyata air hujan banyak sekali manfaatnya.
BBWS Bengawan Solo juga memberikan alat Elektrolisa Air kepada Kelurahan Kampung Sewu yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari (BBWSBS/sita).

Semaraknya Peringatan Hari Air Sedunia ke XXVII Di Rawa Jombor Klaten

Peringatan Hari Air Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatka di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Brayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang diawali dengan menyebrangi Rawa Jombor, Kamis (04/04/2019).

Dibuka dengan Tarian LUyung alias Lurik Payung yang dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya para hadirin bersuka cita menyemarakkan acara Peringatan Hari Air Sedunia yang XXVII ini. Acara hari ini merupakan puncak acara peringatan hari air dimana sebelumnya telah diselenggarakan berbagai lomba bagi pelajar seperti lomba menggambar untuk siswa Sekolah Dasar (SD), lomba Karya Ilmiyah Remaja (KIR) untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), lomba Fotografi dan lomba Gateball.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas terpilihnya Kabuapten Klaten sebagai tempat penyelenggaraan acara Hari Air Sedunia tahun 2019 ini. Sri Mulyani menyampaikan semoga dimasa depan Rawa Jombor selain untuk fungsi pengairan juga dapat menjadi destinasi wisata.

Pelaksana Harian Gubernur Jawa Tengah Sri Mulyono berpesan agar kita semua harus bijak dalam mengelola air, kita harus punya tabungan air dimasa mendatang. Dalam Acara Hari Air Sedunia yang ke 27 ini diberikan Unit Perahu untuk Komunitas Sungai Klaten dan Bak Sampah untuk Srikandi Sungai Klaten.

“Peringatan HAD merupakan momentum untuk mengajak generasi milenial berperan aktif menjaga keberadaan air, Kalau kita rawat air akan menjadi kawan namun kalua kita tidak peduli air akan menajdi musuh” Kata Muhammad Zainal Fatah selaku Staf Ahli Menteri PUPR bidang Ekonomi dan Investasi.

Peringatan Hari Air Sedunia ke XXVII ini ditandai dengan launching gerakan komunitas Goes To Tumblr untuk mengurangi sampah plastic. Ikrar Goes to Tumbler dipimpin langsung oleh Prof Suratman dari Universitas Gadjah Mada (UGM), diikuti jajaran pejabat propinsi, Muspida Klaten, guru, siswa, relawan, bidan, korporat dan elemen lainya.

Prof Suratman yang juga salah seorang inisiator sekolah sungai Klaten mengemukakan, gerakan Indonesia goes to tumbler, dan komunitas goes to tumbler dinilai penting, karena saat ini banyak sisa plastik yang tidak bisa dimusnahkan sehingga merusak kegiatan air. Merusak habitat ikan, merusak danau dan sungai, sehingga berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat (BBWSBS/sita).

Serah Terima Jabatan di Lingkungan BBWS Bengawan Solo

Bertempat di Ruang Sidang Bengawan Solo diadakan acara Serah Terima Jabatan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pejabat Perbendaharaan di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Senin (11/03/2019). Acara ini dihadiri oleh Para Pejabat Esselon dan Kesatkeran sebagai tindak lanjut terbitnya Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Nomor: 1102/KPTS/M/2018, dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor: 08/KPTS/D/2019.

Adapun pejabat yang berpindah tugas adalah Dra. Nova Dorma Sirait, ST, MT selaku Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA, Ir Budi Sucahyono, M.Si selaku Kepala Bagian Tata Usaha, Dr Yunita Chandra Sari, SE, ST, MT selaku Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program, Danny Riyadi Tama ST, M.Tech selaku Kasi Pengendalian Pelaksanaan Irigasi & Rawa, Duki Malindo, ST, MCM Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Bengawan Solo dan Salahuddin Alfaridi, ST, M.Eng selaku PPK Irigasi dan Rawa I.

Sedangkan pejabat baru yang berpromosi adalah Bambang, SE, ST menjadi Kepala Bagian Tata Usaha, Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si menjadi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BBWS Bengawan Solo, Dwi Agus Kuncoro, ST, MM,MT menjadi Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program, Tri Surya Irawan ST, MT menjadi Kepala Sub Bagian Keuangan dan Umum, Bagian Tata Usaha, Prihatmanti Luhuring Tyas, SE selaku Kepala Sub Bagian Pengelolaan Baeang Milik Negara Bagian Tata Usaha, Sugeng Wiratna ST, MT menjadi Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai bidang PJSA, Shakti Rahadiansyah, ST, M.Sc menjadi Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Irigasi Rawa Bidang PJPA, Muhammad Arwan Fatchul Aziz, ST M.Eng menjadi Kepala Seksi Pengendalian Air Baku dan Air Tanah bidang PJPA, Muhamad Rusdiyansyah, ST menjadi Kepala Seksi Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Bidang OP, Tesar Hidayat Musowir, ST, MBA,M.Sc menjadi Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA menjadi Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA, Dony Faturochman S, ST, MT menjadi Kepala SNVT Pembangunan Bendungan, Anisa Hayu Widwiasih, SE menjadi PPK Pengelolaan Aset Bendungan, Yudhi Triana Dewi, ST, M.Eng menjadi PPK Sungai dan Pantai II, Santosa, S.ST MT menjadi PPK OP SDA I, Antonius Suryono, SH, MMT menjadi PPK OP SDA IV dan Putri Mayang Sari S.Sos menjadi Bendahara Pengeluaran Satker Operasi SDA Bengawan Solo.

Acara diawali dengan Penandatanganan Pakta Integritas Pejabat Adminstrasi, Penandatanganan Berita Acara Sertijab Pejabat Pengawas dan Penandatanganan Berita Acara Sertijab dan Fakta Integritas Pejabat Perbendaharaan yang dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Charisal menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk merekatkan hubungan silaturahim antara pejabat baru dan pejabat lama serta karyawan BBWS Bengawan Solo. Charisal juga berpesan agar dimanapun bertugas tetap harus senantiasa menjadi insan PUPR SDA yang bermanfaat dan rendah hati.

Sebagai penutup acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan dari pejabat yang berpindah tugas serta sepatah dua patah kata dari perwakilan pejabat yang baru, dilanjutkan pemberian ucapan dan selamat serta ditutup dengan doa agar bengawan solo semakin maju (BBWSBS/sita).

Jaring Aspirasi Dengan PKM

Dalam rangka meningkatkan produktivitas lahan yang optimal diperlukan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi partisipatif untuk peningkatan kinerja sistem irigasi. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui PPK Perencanaan Umum dan Program bersama PT. Daya Cipta Dianrancana dan Nadiputra Pratama Consultans melaksanakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat untuk mensosialisasikan tentang Pekerjaan Survei Investigasi dan Desain (SID) DI Kewenangan Kabupaten (IPDMIP) Kabupaten Madiun, Kamis (21/02/2019).

Lokasi pekerjaan sendiri ini berada di DI. Sareng, kecamatan Dlopo, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pekerjaan SID-DI Kewengangan Provinsi (IPDMIP) yang akan dilaksanakan serta menampung aspirasi secara langsung dari masyarakat beserta stake holder yang berkepentingan dalam pengelolaan Daerah Irigasi Kewenangan Kabupaten Madiun terkait permasalahan, kendala, serta usulan pengelolaan SDA yang dijadikan fokus untuk pelaksanaan rehabilitasi dari program IPDMIP (BBWSBS/charis).

Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Balai Kegiatan P3-TGAI

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Balai Kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGAI), Rabu (6/02/2018). P3-TGAI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat dan berkontribusi untuk ketahanan pangan. Program P3-TGAI juga bertujuan menyediakan air bagi kawasan pertanian melalui pemeliharaan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kecil (luas kurang dari 150 hektar), irigasi tersier dan irigasi desa yang dilakukan dengan cara Pemberdayaan Petani Pemakai Air (P3A) atau gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Charisal dalam sambutannya menyampaikan bahwa program P3-TGAI adalah proses yang panjang yang melibatkan banyak orang yang terlibat sehingga diperlukan koordinasi yang baik agar program ini dapat terlaksana dengan baik.

Pertemuan ini diawali dengan penyampaian pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan P3-TGAI di lingkungan BBWS Bengawan Solo pada tahun Anggaran 2018 yang disampaikan oleh Kepala bidang OP SDA Dra. Nova Dorma Sirait, MT.

Dalam paparannya Asep Deden N, ST, M.Si selaku Subdit Fasilitasi dan Jaringan Irigasi Daerah Direktorat Bina OP menyampaikan tentang Kebijakan Pelaksanaan P3-TGAI agar Petani Pemakai Air (P3A), Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan Konsultan Manajemen Balai (KMB) selaku tim pelaksana harus teliti baik dilapangan maupun saat membuat laporan.

Ir. Maryanto selaku Subdit Fasilitasi dan Jaringan Irigasi Daerah Direktorat Bina OP menjelaskan tentang pelaksanaan P3-TGAI TA 2019 agar lebih teliti dalam penetapan Daerah Irigasi, melakukan validasi lokasi yang belum dilakukan validasi dan bila belum ada P3A segera disiapkan pembentukan dan yang masih legalitas SK Kepala Desa ditingkatkan menjadi akta notaris (BBWSBS/sita).