/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Gotong Royong Bersih Sungai Lamong

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama masyarakat sekitar melakukan gotong royong bersih Sungai Lamong di Jembatan Bengkeloh Lor, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Minggu (08/03/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh Petugas Sungai Lamong Gresik OP SDA 4 BBWS Bengawan Solo, Petugas Hidrologi TMA Bengkeloh Lor, Petugas Curah Hujan Balong Panggang, serta Perangkat Desa dan masyarakat Dusun Balong Wangon Desa Bulurejo dan Dusun Boroo Desa Bengkeloh Lor.

Gotong royong ini bertujuan untuk pembersihan Bantaran Sungai dan membersihkan tumpukan sampah serta material yang menghambat aliran Sungai.

Semoga dengan kegiatan gotong royong ini Bantaran Sungai selalu terjaga dan aliran sungai menjadi lebih lancar sebagaimana mestinya(BBWSBS).

Gresik-Lamongan-Bojonegoro, Akhir Aliran Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo mengalir dari Wonogiri sampai di muara di Gresik. Karakteristik yang berbeda-beda antara daerah Hulu dan Hilir memerlukan penanganan yang berbeda pula. Oleh karena itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST, MT melakukan tinjauan lapangan di Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bojonegoro, Sabtu-Minggu (29/02-01/03/2020).

Permasalahan sungai di daerah Hilir adalah sedimentasi. Pengerukan sedimen menimbulkan permasalahan baru terkait dengan disposal area yang dibutuhkan. Inovasi dari BBWS Bengawan Solo mencoba menggunakan sedimen hasil pengerukan untuk memperkuat tanggul. Sebagai lokasi pekerjaan dipilih Sungai Lamong yang berada di Kabupaten Lamongan. Secara Administrasi Daerah Aliran Sungai Kali Lamong melalui Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lamongan dengan panjang 103 km.

Kawasan Hilir merupakan kawasan yang secara topografi berbentuk dataran. Kawasan Rawa Jabung merupakan satu kesatuan sistem pengelolaan Sungai Bengawan Solo yang masih belum berfungsi secara optimal. Peningkatan kawasan dilakukan dengan pembuatan Jabung Ring Dike di Wilayah Tuban dan Kabupaten Lamongan. Nantinya pembangunan Jabung Ring Dike memiliki dua fungsi yaitu sebagai pengendali banjir Sungai Bengawan Solo Hilir yang dapat menampung air sementara serta mengalirkan kembali air secara kontinyu melalui Floodway menjuju Laut Jawa dan penyedia air baku dengan kapasitas mencapai + 30,5 juta m3 yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi keperluan irigasi seluas 2.143 Ha.

Sebagai kota yang berkembang pesat, kawasan Waduk Bunder di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik perlu dilakukan penataan untuk meningkatkan manfaatnya. Waduk Bunder memiliki lahan seluas 92 ha dengan kapasitas 2,465 juta m3. Terakhir melihat rencana pembangunan Sudetan Kali Gandong di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Pengelolaan sungai harus dilakukan secara sistematis dan menjadi satu kesatuan dari Hulu ke Hilir(BBWSBS).

Bersih-bersih Bendung Tirtonadi

Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air melaksanakan kerja bakti di Bendung Karet Tirtonadi, Jumat (21/02/2020).

Kegiatan bersih-bersih Bendung Tirtonadi diikuti oleh Plh Kepala Balai, Kepala Bidang PJSA, Kepala SNVT PJSA dan seluruh staff Bidang PJSA. Bersih-bersih dimulai dari sisi utara sampai selatan dengan memungut sampah yang ada, memangkas rumput liar, menyiram tanaman dan menata taman dengan ciamik.

Bendung Tirtonadi yang berlokasi di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta merupakan salah satu pekerjaan dari Proyek Penanganan Banjir Surakarta yang bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha, meningkatkan kapasitas tanggul sungai dari debit kala ulang 10 tahun (Q10) sebesar 1.550 m3/dt menjadi 50 tahun (Q50) sebesar 2.171 m3/dt. Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan pembangunan parapet beton sepanjang 5.400 m, pembangunan revetment sepanjang 2.900 m serta pembangunan rumah pompa beserta pompa banjir.

Apabila teman-teman berkunjung ke tempat ini, mari kita jaga kebersihan yang ada, buang sampah pada tempatnya dan jangan merusak dan melakukan perbuatan asusila. Mari kita jaga infrastruktur kita agar kita merasa nyaman menjalani hidup(BBWSBS/Sita).

Kunjungi Langsung, Belajar di Bendungan Pidekso

137 mahasiswa Politeknik Pekerjaan Umum Semarang yang terdiri dari Program Studi Teknik Konstruksi Bangunan Air, Teknik Konstruksi Jalan Jembatan dan Teknik Konstruksi Bangunan Gedung mengunjungi Proyek Pembangunan Bendungan Pidekso di Sungai Bengawan Solo Hulu, Desa Pidekso dan Tukulrejo, Kecamatan Giriwoyo dan Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (28/01/2020).

“Kunjungan Lapangan merupakan waktu yang tepat untuk melihat langsung ilmu di lapangan, berdiskusi dengan tenaga ahli yang ada disini dan bisa menjadi moment untuk menemukan ide baru dikemudian hari” Pesan Muhammad Hidayat Anwar ST, MT selaku Pelaksana Teknis Pembandungan Bendungan Pidekso.

Lilik Maliki ST selaku Site Engineer Manager PT PP Persero menjelaskan tentang Proyek Pembangunan Bendungan Pidekso yang memiliki tipe Bendungan Urukan Random Zona Inti Tegak dengan Kapasitas Tampungan Efektif sebesar 17 juta m3. Mahasiswa Politeknik PU berkesempatan untuk turun langsung ke Lapangan dan melihat progres pekerjaan Bendungan Pidekso.

“Kami ucapkan terimakasih kepada BBWS Bengawan Solo, PT PP Persero dan PT Virama Karya, diharapkan adik-adik mahasiswa baru dapat bersemangat memulai masa perkuliahan setelah belajar di Bendungan Pidekso ini” Pesan Pranoto Samto A, selaku Wakil Direktur I Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.

Dimasa mendatang Bendungan Pidekso bermanfaat untuk pengendali banjir, irigasi seluas 1500 ha dan air baku sebesar 300 liter/detik (BBWSBS/Sita).

BBWS Bengawan Solo Mendukung Percepatan Pembangunan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Pelaksana Harian Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT didampingi Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT, beserta Pejabat Eselon dan Kesatkeran melakukan kunjungan di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (15/01/2019).

BBWS Bengawan Solo bersama Instansi terkait dan komunitas ADEMOS meninjau beberapa lokasi di Kabupaten Bojonegoro yaitu Desa Ndolokgede, Desa Kacangan, Desa Napis, Desa Turi Kecamatan Tambakrejo, Desa Nglambangan-Ngambon Kecamatan Ngambon, Desa Sekar Kecamatan Sekar, Desa Taji Kecamatan Bojonegoro. Survey ini bertujuan untuk melihat potensi dan pemetaan tampungan air di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kawasan ini terdapat Solo Valley Werken yang merupakan Program Pembangunan Pengendalian Banjir dan Pembuatan Jaringan Irigasi peninggalan Pemerintah Hindia Belanda zaman dulu. Dengan rencana desain baru Solo Valley Werken di masa mendatang bermanfaat sebagai longstorage untuk pengendali banjir yang secara berulang terjadi, tampungan air untuk irigasi dan air baku, mengatasi kekeringan, di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan dan Gresik. Solo Valley Werken juga dapat diintegrasikan sebagai sarana transportasi darat dengan dibangunnya jalan tol yang akan meminimalisir tumbuhnya hunian liar di sepanjang saluran dan dibangunnya rest area untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat, Pada kanal solo Valley Werken dapat digunakan untuk transportasi air, wisata air dan koneksi ke empat Waduk yaitu Waduk Pacal, Gongseng, Godang dan Prijetan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena menghubungkan Wilayah Pengembangan Strategis Gerbang Kertasusila dengan kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti kawasan migas blok Cepu dan Bandara Ngloram(BBWSBS/charis).

Technical Exchange Meeting Irrigation dan Drainase Technology

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries Japan melakukan diskusi tentang Teknologi Irigasi dan Drainase, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk saling bertukar informasi tentang Irigasi di Indonesia dan Jepang. Dalam pertemuan ini dilaksanakan penyampaian materi tentang Distribusi Air Irigasi yang Efektif dan Alokasi Penggunaan Air di Irigasi Colo yang meliputi Skema Jaringan Irigasi Colo Timur dan Barat, Data Ketersediaan Air di Bendung Colo, Peran Serta P3A, GP3A dan IP3A dalam kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. yang disampaikan oleh Kepala Seksi Perencanan Operasi dan Pemeliharaan Ambar Puspitosari, ST, MDM.

Director of Planning Research Division and Director LID PR Center, National Federation of LID Mr. Morii menyampaikan tentang Proyek yang ada di Jepang yaitu Proyek Irigasi dan Drainase, Proyek Pengembangan Lahan Pertanian dan Proyek Bencana di Lahan Pertanian.

Deputy Director of Overseases Land Improvement Office, Rural Development Bureau, MAFF Mr. Matsuo menyampaikan Upaya Modernisasi Pertanian dan Irigasi di Jepang yang meliputi Pengelolaan Air dengan Teknologi Informasi, Sistem Pengelolaan Air Terpadu dan Sisten Perizinan Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisinya.

“Dalam mengelola irigasi diperlukan banyak aspek diantaranya adalah aspek teknis, ketersediaan lahan, faktor tanaman dan sumber daya manusia, setelahh kita berdiskusi hari ini pada intinya kita harus seimbang antar aspek yang satu dengan yang lain sehingga dapat mengelola irigasi dengan baik” Pesan Ir. Isgiyanto, MT selaku Pelaksana Harian Kepala Balai dalam menutup acara hari ini(BBWSBS/Sita).

BWS Kalimantan II, BWS Sumatera II, dan BWS Bali Penida Kunjungi Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan Kerja BWS Kalimantan II, BWS Sumatera II, BWS Bali Penida di Ruang Sidang Bidang Perencanaan Umum dan Program, Selasa (26/11/2019).

Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka peningkatan kinerja personil hidrologi, melakukan observasi, bertukar wawasan dan pengalaman Unit Hidrologi dan kualitas air, serta tentang pelaksanaan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA). Kunjungan ini disambut oleh Pelaksana Harian Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM, Kepala Seksi Perencanaan O&P SDA Ambar Puspitosari, ST, MDM, dan PPK Pengelolaan Sumber Daya Air Reski Handarwati Nur Rochmach, ST, MPSDA.

Diskusi kali ini membahas tentang bagaimana sistem kerja di Bidang Hidrologi dan pelaksanaan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) yang meliputi pemeliharaan alat, manajemen sumber daya manusia serta operasional.

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air melibatkan banyak pihak, oleh karena itu harus memperhatikan lokasi masing-masing, peraturan pemerintah daerah, kondisi sumber daya manusia, kondisi geografis dan lain-lain.

Tamu dari BWS Kalimantan II, BWS Sumatera II, dan BWS Bali Penida berkesempatan mengunjungi Unit Hidrologi, Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA), dan Stasiun Klimatologi Pabelan(BBWSBS/charis).

Sinergi DPRD Kabupaten Lamongan dan BBWS Bengawan Solo

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disambut oleh Pelaksana Harian Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST serta Pejabat Eselon BBws Bengawan Solo di Ruang Sidang Bengawan Solo, Selasa (26/11/2019).

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Lamongan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pemanfaatan air bengawan solo untuk pertanian serta terkait normalisasi sungai dan rawa untuk menanggulangi banjir di Kabupaten lamongan.

Pelaksana Harian Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo sudah mempunyai skema pekerjaan untuk Kabupaten Lamongan terkait potensi untuk irigasi dan rawa, sedangkan terkait normalisasi sungai kami punya pekerjaan peningkatan kapasitas floodway 600 meterkubik/detik serta ada rencana pembangunan Bendung Karangnongko untuk mengatur debit air sehingga nantinya diharapkan dapat menanggulangi banjir didaerah hilir.

“Terkait fungsi Bendungan Gondang Lamongan adalah untuk pengairan, jika masyarakat ingin memanfaatkan untuk kegiatan selain pengairan misalkan untuk perikanan maupun wisata harus ada izinnya, sehingga dari perizinan itu akan kita atur mana yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan,”Sambungnya.

Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM menjelaskan terkait alokasi air dari pintu Babat Barrage peraturannya sudah ada, sehingga petugas harus mematuhi SOP yang ada, menurut kami solusinya menampung air hujan dengan membuat Penampung Air Hujan (PAH) dan nantinya di Bidang PJPA akan ada program Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH).

“Sementara PAH ini belum sampai Kabupaten Lamongan baru bergerak di kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Magetan, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Boyolali,” Imbuhnya (BBWSBS/charis).

Pentingnya Test IVA

Karyawati dan anggota Dharma Wanita Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), mengikuti tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di Gedung Pertemuan Jasa Tirta I, Selasa (29/10/2019).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk deteksi dini kanker serviks dan payudara.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, ibu-ibu semua dapat menjaga kesehatan secara personal, sebab kesehatan adalah investasi masa depan yang harus terus dijaga” Pesan Nelly Manu dalam sambutannya.

Peserta yang hadir sangat antusias mendengarkan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan organ vital bagi perempuan kemudian mengikuti test, diharapkan Iva Tes dapat menjadi agenda tahunan agar kesehatan tentang organ perempuan dapat terus terjaga.

Partisipasi BBWS Bengawan Solo Untuk Daerah Kekeringan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ikut berpatisipasi dalam memberikan bantuan untuk daerah kekeringan bersama Pemprov Jateng, BPDASHL Solo, Perhutani, Jamkrida Jateng, BAZNAS, SPHC, CV Bunga Kembang di Pendopo Balai Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Senin (21/10/2019).

Kepala Kecamatan Jenar Widodo, S.Spt, M.Si menjelaskan untuk tahun ini di Desa Banyuurip sudah 8 bulan lebih tidak ada hujan, sehingga terjadi kelangkaan air bersih. “Kami mengupayakan untuk dapat mendatangkan air bersih dan bantuan-bantuan lainnya dari berbagai dinas-dinas terkait,” Jelasnya.

Penyerahan bantuan ini berupa bibit tanaman, listrik, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), instalasi pemanen air hujan (IPAH), pemanen air hujan (PAH) dan alat elektrolisa air, droping air bersih, pembuatan sanitasi.

“Desa Banyuurip merupakan desa teringgal di daerah perbatasan, untuk itu saya selaku kepala desa mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang diberikan, karena kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan sangat luar biasa,” Ungkap Kepala Desa Banyuurip Suroto(BBWSBS/kharis).