/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Gresik-Lamongan-Bojonegoro, Akhir Aliran Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo mengalir dari Wonogiri sampai di muara di Gresik. Karakteristik yang berbeda-beda antara daerah Hulu dan Hilir memerlukan penanganan yang berbeda pula. Oleh karena itu Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST,MM,MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, dan Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST, MT melakukan tinjauan lapangan di Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bojonegoro, Sabtu-Minggu (29/02-01/03/2020).

Permasalahan sungai di daerah Hilir adalah sedimentasi. Pengerukan sedimen menimbulkan permasalahan baru terkait dengan disposal area yang dibutuhkan. Inovasi dari BBWS Bengawan Solo mencoba menggunakan sedimen hasil pengerukan untuk memperkuat tanggul. Sebagai lokasi pekerjaan dipilih Sungai Lamong yang berada di Kabupaten Lamongan. Secara Administrasi Daerah Aliran Sungai Kali Lamong melalui Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Lamongan dengan panjang 103 km.

Kawasan Hilir merupakan kawasan yang secara topografi berbentuk dataran. Kawasan Rawa Jabung merupakan satu kesatuan sistem pengelolaan Sungai Bengawan Solo yang masih belum berfungsi secara optimal. Peningkatan kawasan dilakukan dengan pembuatan Jabung Ring Dike di Wilayah Tuban dan Kabupaten Lamongan. Nantinya pembangunan Jabung Ring Dike memiliki dua fungsi yaitu sebagai pengendali banjir Sungai Bengawan Solo Hilir yang dapat menampung air sementara serta mengalirkan kembali air secara kontinyu melalui Floodway menjuju Laut Jawa dan penyedia air baku dengan kapasitas mencapai + 30,5 juta m3 yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi keperluan irigasi seluas 2.143 Ha.

Sebagai kota yang berkembang pesat, kawasan Waduk Bunder di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik perlu dilakukan penataan untuk meningkatkan manfaatnya. Waduk Bunder memiliki lahan seluas 92 ha dengan kapasitas 2,465 juta m3. Terakhir melihat rencana pembangunan Sudetan Kali Gandong di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro. Pengelolaan sungai harus dilakukan secara sistematis dan menjadi satu kesatuan dari Hulu ke Hilir(BBWSBS).

Pimpinan TKPSDA WS Bengawan Solo Laksanakan Sidang

Sekretariat Tim Koordinasi Pengelola Sumber Daya Air Wilayah Sungai (TKPSDA WS) Bengawan Solo melaksanakan Sidang Pimpinan TKPSDA WS Bengawan Solo tahun 2020 di Hotel Sala View Surakarta, Selasa (04/02/20).

Sidang pimpinan ini rutin dilakukan dalam rangka mengawali perencaan program kerja TKPSDA selama satu tahun kedepan dan evaluasi kinerja selama satu tahun sebelumnya.  Sidang kali ini dibuka oleh Sri Wahyu Kusumastuti selaku Kepala Sekretariat TKPSDA WS Bengawan Solo.

Dalam pembukaan Sri Wahyu menyampaikan beberapa agenda kegiatan diantaranya, serah terima jabatan Ketua dan Ketua Harian TKPSDA WS Bengawan Solo yang semula Ketua dijabat oleh Kepala BAPPEDA Jateng digantikan oleh Kepala BAPPEDA Jatim dan Ketua Harian yang semua dijabat oleh Kepala Dinas PU SDA Jawa Timur digantikan oleh Kepala Dinas PU SDA Taru Jawa Tengah.

Selain itu ada juga agenda pemaparan laporan hasil Evaluasi Kinerja Anggota TKPSDA WS Bengawan Solo tahun 2019 serta perumusan tugas dan fungsi Pansus Alokasi Air, Panja SIH3 dan Tim Kerja Pembahasan Rancangan Pendayagunaan Pengelolaan Sumber Daya Air pada WS Bengawan Solo (DATINBBWSBS/MAW).

Pengembangan Jalan Sisi Tanggul Bengawan Solo

Kabupaten Bojonegoro merupakan kawasan yang berkembang cukup pesat. Perekonomian menggeliat di kawasan ini membutuhkan daya dukung yang semakin besar. Salah satunya terkait dengan sektor transportasi.Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan kota, Jalan M.H. Thamrin di sebelah barat Kota Bojonegoro tidak mampu menampung arus yang ada. Untuk mengantisipasinya Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro berencana menambah kapasitas jalan dengan memanfaatkan lahan bekas tanggul Sungai Bengawan Solo yang berada di sisi Jalan M.H. Thamrin.

Untuk itu dilakukan Sosialisasi Pemetaan Lahan bekas Tanggul Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (29/01/2020). Dalam sosialisasi ini dijelaskan tentang rencana pengembangan jalan, rencana pemanfaatan bekas tanggul, penanggulangan permasalahan sosial mengingat lahan bekas tanggul banyak usaha kecil yang berjalan oleh Sekda Bojonegoro.

Plh. Kepala BBWS Bengawan Solo, Kepala BPN Bojonegoro, Kasat Intel Polres Bojonegoro, Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Dalam sosialisasi masyarakat mendukung pengembangan Jalan M.H. Thamrin termasuk pemanfaatan lahan bekas tanggul Bengawan Solo. Dukungan dan kerjasama semua pihak sangat berperan dalam mensukseskan pengembangan Kota Bojonegoro(BBWSBS).

Komisi D (Pembangunan) DPRD Jawa Timur Bahas Kesiap Siagaan Banjir di Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur di Ruang Sidang Bengawan Solo, Selasa(10/12/2019).

Rapat di hadiri oleh Pimpinan dan Anggota Komisi D (Pembangunan), Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, Staff Komisi D, serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Kunjungan Kerja Komisi D (Pembangunan) DPRD Provinsi Jawa Timur dimaksudkan untuk berkonsultasi dan koordinasi terkait kesiap siagaan bersama adanya potensi bencana banjir dalam memasuki musim hujan. “ Bahwa siap siaga banjir merupakan hal yang sangat penting, mengingat beberapa tanggul yang dalam waktu dekat ini perlu mendapat perhatian dan pembenahan” ungkap Dr. Kuswanto, SH, MHum selaku Ketua Komisi D (pembangunan) DPRD Jawa Timur.

Ir. Isgiyanto, MT selaku Plh Kepala Balai besar Wilayah Sungai Bengawan Solo turut menjelaskan, “ Dalam hal kesiap siagaan banjir sudah dilakukan pembentukan tim satgas banjir dan sudah disiapkan peralatan siaga banjir di 3 wilayah yaitu hulu, tengah (madiun),dan hilir. Kemudian dalam hal penanggulangan banjir dari BBWS Bengawan Solo telah mengadakan studi secara menyeluruh terhadap sungai bengawan solo dan kali lamong di jawa timur”.

Rencana ke depan Tim BBWS Bengawan Solo akan segera memantau lapangan untuk menindak lanjuti potensi-potensi rawan bencana di wilayah bengawan solo.
Semoga dengan dukungan dari DPRD dan Pememintah Provinsi Jawa Timur penanggulangan banjir dapat berjalan optimal (BBWSBS/edy)

Romantisme Langenharjo Untuk Bengawan Solo Yang Lebih Baik

Sebagai salah satu upaya bersama untuk memadukan program dan mensinergikan upaya gerakan penyelamatan air dilakukan upaya Gerakan Nasional Penyelamatan Air di Pesanggarahan Langenharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/08/2019).

Pagi harinya dilakukan Jalan Santai dan Aksi Bersih Lingkungan Sungai dan Drainase menuju bangunan Langenharjo yang melewati bantaran Sungai Bengawan Solo. Setelah jalan sehat para peserta dibagikan tumblr yang disponsori Bank BRI dalam rangka gerakan pengurangan sampah plastic, cuci tangan bersama dan mengkonsumi bersama air tirta bengawan yang dilanjutkan dengan workshop.

“Setelah berjalan santai dan menyusuri sungai bersama, mari kita punya dorongan dari dalam diri agar menjaga kebersihan sungai dengan cara mulai mengolah sampah dari rumah, agar dapat memudahkan pengolahan sampah di TPA” Pesan Ir. Dodi Krispatmadi, M.Env. E Direktur PPLP, Ditjen Cipta Kementerian PUPR.

Dalam workshop GNKPA diberikan beberapa materi seperti Peran Pemerintah dalam GNKPA yang disampaikan ole Dr. Royadi, SH, MM selaku Kasubdit Kehutanan Sinkronisasi Urusan Pemda Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan program GNKPA tahun 2020-2014 yang disampaikan oleh Ir. Sumudi Kartono, SP selaku Sekertaris Pokja GNKPA Kementerian PUPR dan Materi tentang Kemitraan dalam Pengelolaan Sungai yang disampaikan oleh Christine Mayavani, ST, MT, M.Eng selaku Kasi OP Sungai dan Pantai Wilayah Timur Direktorat Bina OP Ditjen SDA Kementerian PUPR.

“Sungai Bengawan Solo sebagai sungai historical harus dijaga kelestariannya dengan cara komunikasi yang baik antar pemerintah pusat, daerah, warga masyarakat dan pemberdayaan komunitas di sekitarnya” Pesan Nina Tanjung dari Yayasan Warna Warni Indonesia.

Workshop yang diikuti oleh beberapa instansi pemerintah, BBWS Bengawan Solo, Yayasan Warna Warni Indonesia, civitas akademika seperti UMS, UNS, Univer Sukoharjo, UKS, STIE Akma Bahakti, dan beberapa komunitas di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo ini juga diberikan materi tentang Pemanfaatan Sampah yang disampaikan oleh Ir. Dodi Krispatmadi, M.Env. E Direktur PPLP, Ditjen Cipta Kementerian PUPR.

Terdapat pula penyampaian materi tentang Peran Stakeholder dalam mendukung Penyelamatan Air dan Lingkungan oleh Erwando Rachadi, ST, M.Sc selaku Kepala Divisi Teknologi dan Informasi Perum Jasa Tirta I, Pengenalan Eco-Drain oleh Prof. Suripin Dr.Ir.M.Eng, Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Sungai Berbasis Psikologi Komunitas oleh Elly Nurhayati, MPH, PhD dan ditutup dengan pemutaran film Bengawan Solo oleh Komunitas Budaya Sungai dan Lingkungan Langenharjo.

Dengan adanya acara ini, semoga terwujud kerjasama semua stakeholder pemerintah daerah, pemerintah pusat, civitas akademika, komunitas, masyarakat untuk mewujudkan sungai bengawan solo yang alami dan bermanfaat sesuai dengan peran masing-masing dengan cara yang adaptif(BBWSBS/Sita).

Kunjungan Kerja BWS Kalimantan III

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Rabu (14/08/2019).

Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka bertukar pikiran tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air antar wilayah sungai yang disambut oleh Kepala Bagian Tata Usaha Bambang SE, ST.

PPK Pengelolaan Sumber Daya Air Ratih Nilam Sari ST, MPSDA menjelaskan tentang Tugas, Fungsi dan Kegiatan TKPSDA di wilayah sungai Bengawan Solo yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi.

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air melibatkan banyak pihak, oleh karena itu harus memperhatikan lokasi masing-masing, peraturan pemerintah daerah, kondisi sumber daya manusia, kondisi geografis dan lain-lain (BBWSBS/sita).

Sidang Komisi dan Sidang Pleno TKPSDA WS Bengawan Solo

Sidang Komisi dan Sidang Pleno Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo kembali digelar pada Rabu – Kamis 17-18 Juli 2019 di Surakarta.

Pada hari pertama dilakukan sidang oleh masing-masing komisi, Komisi Konservasi SDA dan Pemberdayaan Masyarakat berdiskusi tentang Upaya Pengelolaan Limbah akibat Kegiatan Industri Serat Rayon PT Rayon Utama Makmur yang disampaikan oleh PT Rayon Utama Makmur, Regulasi dan Pengawasan Pengelolaan Limbah akibat Kegiatan Industri Serat Rayon PT Rayon Utama Makmur yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukoharjo dan Memanen dan Pengelolaan Air Hujan yang disampaikan oleh Komunitas Banyu Bening Yogyakarta.

Komisi Pendayagunaan SDA berdiskusi tentang Penetapan Rencana Alokasi Tahunan (RAAT) Tahun 2019 yang disampaikan oleh Perum Jasa Tirta 1, Menurunnya Kualitas dan Kuantitas Sumber Air di Kabupaten Wonogiri yang disampaikan oleh Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

Komisi Pengendalian Daya Rusak Air & SIH3 berdiskusi tentang Model Pemantauan Kualitas Air dan Sumber Pencemaran oleh Perum Jasa Tirta 1. Terdapat pula Komisi Kondisi Kualitas Air yang berdiskusi tentang Kondisi Kualitas Air yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si.

“Saat Air berlebihan terjadi bencana banjir, saat air kekurangan terjadi kekeringan dan beberapa permasalahan air lainnya. Melalui TKPSDA diharapkan dapat selalu siap dalam mengelola sumber daya air khususnya di Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan perubahan yang terjadi” Pesan Charisal saat keynote speech dalam Sidang Pleno.

Pada hari kedua dilakukan Sosialiasi dan Pengesahan Tata Tertib TKPSDA WS Bengawan Solo, Regulasi dan Pengawasan Pencemaran Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Studi Kasus Pencemaran Sungai Bengawan Solo Bagian Hulu oleh Dr. Mohammad Masykuri, M.Si dari PPLH UNS dan Penindakan Pelanggaran Pencemaran Sungai Bengawan Solo yang disampaikan oleh Ditreskimsus Polda Jawa Tengah (BBWSBS/sita).

PKM Studi Penanggulangan Banjir Sungai Bengawan Solo Bagian Utara Plupuh dab Gawan) Di Kab. Sraben.

Sragen (27/8/2018) di Ruang Pertemuan Balai Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen dilaksanakan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Studi Penanggulangan Banjir Sungai Bengawan Solo Bagian Utara (Plupuh dan Gawan) di Kabupaten Sragen. Pertemuan dihadiri oleh Bidang Perencanaan Umum dan Program  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo,  Bapeda Kabupaten Sragen, Kepala Desa Karanganyar, serta beberapa perwakilan warga setempat.

Pertemuan diawali dengan pemaparan dari pihak konsultan yaitu Raya Konsultan yang mendeskripsikan tentang peta genangan banjir dan gambaran konsep desain pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan diskusi.

Kasi Perencanaan Program dan Umum BBWS Bengawan Solo Gadhang Swastyastu S.T, M.Eng menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo di Tahun 2018 ini melaksanakan Studi Penanggulangan Banjir, walaupun hanya desain tetapi ini sudah desain yang matang sehingga bila semua aspek sudah tersedia desain ini bisa langsung digunakan dan dikerjakan.

“Warga setempat berharap agar rehap bantaran Sungai Bengawan Solo ini kedepan dapat terealisasi secepatnya, karena banyak warga yang kehilangan pekarangan dan tempat tinggal akibat terjadinya longsor di bantaran sungai”, ujar Giyanto perwakilan warga setempat.

Secara garis besar pertemuan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi secara intensif antar warga masyarakat dan seluruh instasi yang terkait dengan Penanggulangan Banjir Sungai Bengawan Solo.(BBWSBS/charis)