/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Guyub Rukun Gotong Royong Bangkit dari Covid-19

Keluarga Besar BBWS Bengawan Solo menyelenggarakan Kerja Bakti Bersama, Jum’at (29/05/2020). Semua melakukan aksi bersih-bersih meja kerja, pemusnahan file-file yang sudah tidak digunakan, penataan ulang posisi ruangan kerja agar tidak terlalu dekat, memangkas rumput liar di halaman, penyegaran toilet, musola serta dapur.

Kerja Bakti Bersama ini dalam rangka mempersiapkan era New Normal untuk menanggulagi penularan COVID-19 di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Semua optimis untuk tetap melanjutkan hidup dengan beradaptasi terhadap bencana COVID-19. Diharapkan setelah Kerja Bakti ini dapat terus menjaga kebersihan dan Protokol COVID-19 dalam beekrja dan dimanapun berada(BBWSBS/Sita).

Gotong Royong Bersih Sungai Lamong

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama masyarakat sekitar melakukan gotong royong bersih Sungai Lamong di Jembatan Bengkeloh Lor, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Minggu (08/03/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh Petugas Sungai Lamong Gresik OP SDA 4 BBWS Bengawan Solo, Petugas Hidrologi TMA Bengkeloh Lor, Petugas Curah Hujan Balong Panggang, serta Perangkat Desa dan masyarakat Dusun Balong Wangon Desa Bulurejo dan Dusun Boroo Desa Bengkeloh Lor.

Gotong royong ini bertujuan untuk pembersihan Bantaran Sungai dan membersihkan tumpukan sampah serta material yang menghambat aliran Sungai.

Semoga dengan kegiatan gotong royong ini Bantaran Sungai selalu terjaga dan aliran sungai menjadi lebih lancar sebagaimana mestinya(BBWSBS).

Kerja Bakti Bersama Bersihkan Kali Pepe

Balai besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Surakarta, Polsek Kecamatan Jebres, Komunitas Peduli Sungai Sibat dan Masyarakat Keluharan Sewu, Kecamatan Jebres melakukan kegiatan bersih-bersih Kali Pepe dikawasan Kelurahan Sudiroprajan,Kecamatan Jebres, Surakarta Senin (2/1/102019).

Kali Pepe memiliki panjang 60 km dengan wilayah administrasif meliputi Boyolali, Karanganyar dan Surakarta. Kali Pepe identic dengan permasalahan banjir pada musim hujan, pencemaran air karena limbah industri dan rumah tangga dan permasalahan sampah yang perlu perhatian khusu dari masyarakat sekitar.

Kegiatan bersih sungai ini diharapkan tidak hanya sebuah event tetapi juga menjadi kesadaran yag bisa dilakukan sebagai kewajiban yang menjadi kebiasaan (BBWSBS/sita).

Gotong Royong Pasca Banjir di Kaligawe Klaten

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Klaten menyebabkan sejumlah genangan air di Wilayah Klaten, salah satunya di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal, A Manu, M.Si bersama pejabat Eselon dan Kesatkeran melakukan tinjauan ke lokasi bencana guna memantau dan melakukan observasi terkait kejadian Banjir yang diakibatkan banyaknya rumpun bambu yang menghalangi penampang sungai Kalawe, Jumat (18/01/19).

“Kami sangat bersyukur di Klaten ini komunitas bergerak cepat, masyarakat bertindak cepat, ibu-ibu ikut terlibat, pekarya kita dan babinsa terlibat, ada (juga) muda-mudi sehingga roh gotong royong itu harus selalu ada, terlebih sekarang ada aplikasi Early Warning System (EWS) yang bisa diakses oleh masyarakat” Ungkap Charisal.

Charisal menambahkan bahwa rumpun bambu yang banyak disekitar sungai-sungai kecil selain memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar juga memiliki dampak lain yang apabila tidak dipantau setiap waktu akan berpotensi hanyut, sehingga dapat menghalangi penampang sungai yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya luapan.

Kedepannya Charisal berencana untuk bersama komunitas agar dapat memanfaatkan bambu untuk konstruksi tanggul, “saya berencana mengajak teman-teman komunitas untuk bagaimana kita (dapat) memanfaatkan bambu untuk membuat konsturksi tanggul, kalau (untuk) sungai-sungai kecil seperti ini cocok, jadi artinya bahwa kerangka itu dari bambu kemudian didalam diisi dengan karung pasir, sewaktu-waktu nanti pohon (bambu) itu tumbuh juga menjadi konstruksi kokoh untuk perkuatan tebing, sudah dilakukan di cimanuk dan dibeberapa tempat dan berhasil, dan itu (bersama) komunitas,” papar Charisal (BBWSBS/sita).