/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Pembangunan Bendungan Pidekso Tahap I Melebihi Target

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), terus berusaha meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia di berbagai wilayah di Indonesia yang bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan air. Salah satunya di Provinsi Jawa Tengah, yang diharapkan mampu menjadi provinsi lumbung pangan Nasional.

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., beserta para pejabat eselon dan kesatkeran mengadakan kunjungan lapangan guna meninjau progres pembangunan Bendungan Pidekso, di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (20/06/2020).

Bendungan Pidekso yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang SDA tersebut telah mencapai progres Tahap I yakni 94,07% melebihi rencana 73,62%. Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta m3 ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 ha. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan intensitas tanam dari 133 % ke 240% .

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., turut menyampaikan, “Kunjungan kerja kali ini dalam rangka meninjau progres pengerjaan Bendungan Pidekso tahap I, dan semoga bendungan ini nantinya dapat mendorong perekonomian khususnya bidang pertanian, juga mewujudkan ketahanan air bagi masyarakat.”

Bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini, sebagai pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi yang dapat menyediakan air baku sebesar 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (BBWSBS/Ferri)

Program P3TGAI Tingkatkan Kualitas Irigasi Pedesaan

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020. Salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang menjangkau 6.000 lokasi dengan anggaran Rp1,35 triliun yang dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai Wilayah Sungai Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) di seluruh Indonesia.

P3TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen.

Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II turut melaksanakan P3TGAI.

Direktur Bina OP Ditjen SDA, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam kunjungan kerja di wilayah Jaten, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (18/06/2020), menuturkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya untuk membantu perekonomian masyarakat namun juga meningkatkan kinerja pada sektor irigasi. Dengan percepatan realisasi program PKT ini diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di Tanah Air.

“Harapan saya masyarakat yang menikmati manfaat bantuan secara langsung khususnya Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), turut serta dalam membantu pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi, agar optimal serta meningkatkan produktivitas.” tutup beliau. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (SMOPI)

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan sosialisasi tata cara penggunaan aplikasi Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (SMOPI), Rabu, 04/03/2020.

Sosialisasi SMOPI dihadiri oleh Koordinator Sarana dan Prasarana OP, Unit Pengelola Irigasi, Pengamat Saluran Irigasi Colo Timur dan Pengamat Saluran Irigasi Colo Barat.

Dalam pembukaan Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si selaku Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan berpesan agar dalam mengikuti ini dapat mencermati tata cara penggunaan aplikasi dengan baik dan benar sehingga dapat diterapkan dilapangan dan diaplikasikan dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan.

Rahmat Suria Lubis, ST, MT selaku Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Irigasi menyampaikan Sistem Manajemen Operasi dan Pemeliharaan Irigasi (SMOPI) bertujuan untuk mendapatkan bentuk aplikasi pelaporan operasi irigasi yang mampu dan efektif mendukung operasi irigasi, sehingga pembagian irigasi diharapkan dapat dilakukan mendekati tepat jumlah dan tepat waktu, dapat membantu dan mempercepat proses komunikasi antara petani pengguna air, petugas di lapangan dan instansi pemerintah yang menangani irigasi.

Tata Cara Pemakaian Aplikasi SMOPI dijelaskan oleh Widya Utaminingsih, SP, MPSDA yang menyampaikan Pembuatan aplikasi Sistem Manajemen Pemeliharaan Irigasi didasarkan pada Permen PU Nomor 12/PRT/M tahun 2015 tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Blangko pemeliharan terdiri atas 10 blangko yang terdiri atas 5 tahap, yaitu inspeksi, perencanaan, persiapan, pemeliharaan (swakelola dan kontraktual), serta evaluasi kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi.

Dikemudian hari aplikasi SMOPI akan diterapkan diseluruh Wilayah Sungai Bengawan Solo yang nantinya akan memudahkan dalam pengelolaan irigasi sehingga dapat menghasilkan data yang terintegrasi untuk pertanian yang lebih baik (bbwsbs/sita).

Bersama Bangun Pacitan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Komisi Pembangunan DPRD Kabupaten Pacitan, Jumat (31/01/2020).
Rapat di hadiri oleh Gagarin S.Sos selaku Wakil Ketua DPRD, Pujo Setya Hadi, ST selaku Ketua Komisi IV DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pacitan serta Pejabat Esselon dan Kesatekran BBWS Bengawan Solo.

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Pacitan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait rencana pembangunan Bendungan Wadah yang terletak di Desa Klepu, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan (bagian kiri) dan Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayan, Kabupaten Ponorogo (bagian kanan).

Ir. Charisal A, Manu M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo akan mensupport segala kebutuhan air yang ada di Kabupaten Pacitan melalui infrastruktur yang sedang di bangun atau akan direncanakan seperti Bendungan Wadah misalnya, diharapkan pertemuan ini dapat menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berdiskusi.

Dwi Agus Kuncoro, ST, MT,MM menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo telah melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Studi) pada tahun 2013, Detail Desain pada tahun 2014 dan Investigasi Tambahan pada tahun 2018 serta manfaat Bendungan Wadah di masa mendatang seperti irigasi seluas 725 ha, air baku sebesar 500 liter/detik dan listrik sebesar 2×2,1 mega watt.

Diharapkan diskusi hari ini dapat memberikan masukan dalam pembangunan pacitan dimasa depan (bbwsbs/sita).

Selamatkan Kehidupan Masyarakat Bengawan Jero

Kabupaten Lamongan yang terkenal dengan Lumbung Padi Jawa Timur adalah salah satu daerah yang berada di wilayah daerah aliran sungai Bengawan Solo yang selalu meluap airnya saat musim penghujan. Memiliki kawasan yang lebih rendah dari daerah sekitar dan sungai Bengawan Solo, menjadikan daerah ini tergenang banjir setiap musim penghujan. Daerah yang terdampak banjir tersebut dikenal dengan Bengawan Jero atau Bonorowo yang mencakup hampir separuh dari luas Kabupaten Lamongan.

Situasi ini berdampak terhadap kehidupan masyarakat di kawasan Bengawan Jero yang sebagian besar memiliki lahan pertanian di dataran banjir. Situasi ini membuat masyarakat berupaya beradaptasi dengan lingkungannya dengan mengatur jadwal tanam menyesuaikan dengan musim, memelihara ikan, tambak udang, menyewakan perahu dan lain-lain.

Sub Direktorat Perencaan Irigasi Rawa Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR M. Tahid, ST, MPPM didampingi Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, ST, MT beserta Pejabat Esselon dan Kesatkeran dan Badan Perencanaan Daerah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa timur melaksanakan koordinasi terkait perencanaa pembangunan kawasan Bengawan Jero, Jumat (24/01/2020).

Bengawan Jero dibagi 3 bagian yaitu barat, tengah dan timur. Bagian barat tergolong aman, namun di bagian tengah dan timur yang memiliki struktur tanah mencekung menyebabkan air menggenang dan banjir.

Dengan koordinasi ini diharapkan dapat membuat skala prioritas penanganan kawasan Bengawan Jero sehingga masyarakat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik (bbwsbs/sita).

Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo

Daerah Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki luas sebesar 100.148 Ha. Daerah irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terbagi menjadi 12 daerah irigas yang terdiri dari 10 DI yang di TPOP- kan (Provinsi Jawa Timur) dan 2 DI yang dikelola sendiri yaitu D.I Colo dengan luas 25.056 Ha berada di Kabupaten Wonogiri, kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Provinsi Jawa Timur. D.I Semen Krinjo dengan luas 929 Ha berada di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban Provinsi, Jawa Timur. Karena berada di lintas provinsi maka D.I Semen Krinjo menjadi D.I kewenangan pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi DI Colo dan DI Semen Krinjo, maka diperlukan lembaga yang dapat mengkoordinasikan pengelolaan irigasi tersebut di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait, wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil perkumpulan petani pemakai air, dan wakil pengguna jaringan irigasi di suatu daerah irigasi lintas provinsi telah ditetapkan Permen PUPR No. 17/PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi, sebagai lembaga non struktural yang berfungsi sebagai forum koordinasi antara pemerintah dan masyarakat petani pemanfaatan air untuk irigasi dan lainnya. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi Pengenalan Komisi Irgasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Rabu (19/12/2019).

Ir. Isgiyanto, MT dalam sambutanya menjelaskan dalam melaksanakan Pembentukan Komisi Komisi Irigasi Antar Provinsi, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah Membentuk Panitia, Menyusun draft dan mengajukan SK Panitia, Panitia menyampaikan rancangan Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam bentuk surat dukungan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR, Melakukan telaahan jumlah anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi dari instansi pemerintah dan non pemerintah Daerah Irigasi Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah ditetapkan, Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Menyusun rencana kerja, Menyusun draft dan mengajukan SK, Menyusun administrasi pengukuhan anggota dan Mempersiapkan penyelenggaraan pengukuhan anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam Sosialisasi dilakukan penyampaian materi tentang Konsep Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Berdasarkan Permen PUPR No 17/PRT/M2015 oleh Ir. Arlinsyah MT, Pemberdayaan Kelembagaan Komisi Irigasi Antar Provinsi Menuju Modernisasi Pengelolaan Irigasi oleh Gunawan ST, MT dan Rencana dan Rekomendasi Pembutukan Komisi Irigasi Antar Provinsi DI Colo dan DI Semen Krinjo Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilanjutkan dengan diskusi.
Semoga melalui sosialisasi yang diselenggarakan hari ini dapat melakukan kesepakatan dan mendukung pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi di Wilayah Sungai Bengawan Solo(bbwsbs/sita).

Technical Exchange Meeting Irrigation dan Drainase Technology

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries Japan melakukan diskusi tentang Teknologi Irigasi dan Drainase, Kamis (28/11/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk saling bertukar informasi tentang Irigasi di Indonesia dan Jepang. Dalam pertemuan ini dilaksanakan penyampaian materi tentang Distribusi Air Irigasi yang Efektif dan Alokasi Penggunaan Air di Irigasi Colo yang meliputi Skema Jaringan Irigasi Colo Timur dan Barat, Data Ketersediaan Air di Bendung Colo, Peran Serta P3A, GP3A dan IP3A dalam kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. yang disampaikan oleh Kepala Seksi Perencanan Operasi dan Pemeliharaan Ambar Puspitosari, ST, MDM.

Director of Planning Research Division and Director LID PR Center, National Federation of LID Mr. Morii menyampaikan tentang Proyek yang ada di Jepang yaitu Proyek Irigasi dan Drainase, Proyek Pengembangan Lahan Pertanian dan Proyek Bencana di Lahan Pertanian.

Deputy Director of Overseases Land Improvement Office, Rural Development Bureau, MAFF Mr. Matsuo menyampaikan Upaya Modernisasi Pertanian dan Irigasi di Jepang yang meliputi Pengelolaan Air dengan Teknologi Informasi, Sistem Pengelolaan Air Terpadu dan Sisten Perizinan Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Kondisinya.

“Dalam mengelola irigasi diperlukan banyak aspek diantaranya adalah aspek teknis, ketersediaan lahan, faktor tanaman dan sumber daya manusia, setelahh kita berdiskusi hari ini pada intinya kita harus seimbang antar aspek yang satu dengan yang lain sehingga dapat mengelola irigasi dengan baik” Pesan Ir. Isgiyanto, MT selaku Pelaksana Harian Kepala Balai dalam menutup acara hari ini(BBWSBS/Sita).

Serah Terima dan Evaluasi P3TGAI Wilayah Madiun Tahap I

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan kegiatan Serah Terima dan Evaluasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun Tahap I di Madiun, Kamis (07/11/2019).

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si menjelaskan pemerintah pusat telah banyak membangun infrastruktur khususnya dalam rangka pengelolaan sumber daya air, salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Pelaksanaan P3TGAI Tahun 2019 di BBWS Bengawan Solo sebanyak 400 Desa yang meliputi 3 wilayah kerja, untuk wilayah madiun sendiri tersebar di 5 Kabupaten yaitu Ngawi, Madiun, Pacitan, Ponorogo, dan Magetan.

“Dengan diserahkannya hasil pekerjaan P3TGAI dari Pemerintah melalui Kepala Satuan Kerja O&P SDA BBWS Bengawan Solo Kepada Kepala Desa Penerima diharapkan untuk kedepannya pemanfaatan dan pemeliharaannya menjadi tugas dan tanggungjawab Kepala Desa beserta HIPPA/P3A maupun warga masyarakat petani didaerah penerima,” Sambung Wahyu saat menyampaikan sambutan Kepala BBWS Bengawan Solo.

Semoga dengan kegiatan P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani (bbwsbs/charisma).

Diskusi Laporan Akhir dan Laporan Antara di Lingkungan Satker OP SDA

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan Diskusi Laporan Akhir dan Laporan Antara, Rabu (18/09/2019).

Diskusi dipimpin oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti ST, M.Si, turut hadir Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M. Si dan Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MM. Dalam diskusi ini disampaikan materi dan rekomendasi dari perwakilan Kepala Subdit OP Bendungan Kementerian PUPR, perwakilan Kepala Subdit OP Irigasi dan Rawa dan dan Prof. Dr. Ir. Sobriyah, MS selaku Dosen Universitas Sebelas Maret.

Dalam diskusi dibahas Paket Pekerjaan Penilaian Kinerja dan Penyusunan AKNOP Prasarana Air Baku Irigasi DI Colo dan Semen Krinjo, Bendung dan JIAT Bengawan Solo oleh PT Massuka Pratama, Penyusunan Manual OP Prasarana OP Air Baku Wilayah Sungai Bengawan Solo 20 Buah oleh CV Jati Utama dan Diskusi Laporan Antara Paket Pekerjaan Konsultan Manajemen Balai BBWS Bengawan Solo Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (bbwsbs/sita).

Sosialisasi Kegiatan P3-TGAI Wilayah Hulu Tahap II

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakanProgram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II, Rabu (24 Juli 2019).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa dan Ketua Petani Pemakai Air (P3A) Wilayah Hulu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Dinas terkait
“Tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan pasti ada, namun jangan lupa untuk selalu memonitor dan juga evaluasi” Pesan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si dalam sambutannya.

Dalam acara ini dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama secara simbolis yang dilakukan oleh perwakilan Kepala Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang Karanganyar, Kepala Desa Jengkrik, Kecamatan Kedawung Sragen, Kepala Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Wonogiri, Kepala Desa Parangrojo Kecamatan Grogol Sukoharjo, Kepala Desa Krasak, Kcamatan Teras Boyolali dan Kepal Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno Klaten.

Penandatanganan Kerjasama secara simbolis juga dilakukan oleh Ketua P3A Ngundi Tirta Rejeki Boyolali, P3A Tirtoyoso Klaten, P3A Parangtirto Sukoharjo, P3A Tirta Sejahtera Wonogiri, P3A Subur Makmur Sragen, P3A Dharma Tirta Sumber Rejeki Karanganyar.

Materi dalam TOT ini adalah Kebijakan P3-TGAI danPedoman Umum P3-TGAI yang disampaikan oleh Sigit Budi Widgdyo, ST yang dilanjutkan dengan sesi diskusi (BBWSBS/sita).