/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Tanam Pohon Untuk Cadangan Air di Hari Esok

Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah dan upaya konservasi air dilaksanakan penanaman pohon bersama di Embung Doho di Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (19/02/2020).

Turut hadir dalam acara penanaman pohon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Penanaman Pohon dilaksanakan oleh berbagai instansi baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, Swasta, Komunitas Peduli Sungai dan Pelajar SMP serta SMA.

Berbagai pohon ditanam hari ini seperti pohon durian (Durio zibethinus), pohon jeruk (Citrus), pohon jambu (Psidium guava) dan lain-lain yang diharapkan setelah tumbur besar dapat sebagai cadangan penyedia air bersih, pengendali banjir, pasokan oksigen dan fungsi lingkungan lainnya.

Kegiatan ini merupakan titik awal dalam rangka menyongsong Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret yang pada tahun ini mengangkat tema Water and Climate Change.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti. ST, M.Si dan Kepala Seksi Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Santosa, ST, MT ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Rasanya tidak sabar benih-benih yang hari ini ditanam akan tumbuh dan subur, pasti akan mempercantik Embung Doho, mari terus merawat lingkungan selagi masih ada kesempatan! (bbwsbs/sita).

Bersama Atasi Sedimen Wonogiri

Dalam rangkaian kegiatan penghijauan das keduang di wonogiri oleh presiden joko widodo, Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air Ir. Widiarto, Sp.1 didampingi Kepala Balai Ir Charisal A. Manu, M.Si serta para Pejabat Eselon dan Kesatkeran berkunjung ke Pekerjaan Closure Dyke dan Over Flow Dyke di Wonogori, Jawa Tengah Sabtu (15/02/2020).

Pekerjaan Closure Dyke dan Over Flow Dyke bertujuan untuk menangani permasalahan sedimentasi di Bendungan Serbaguna Wonogiri.

Setiap tahun, bendungan ini mendangkal oleh 3,2 juta m3 sedimen. Meski selalu dikeruk, sedimentasi tetap berlangsung dan mengakibat penurunan kapasitas tampungan efektifnya.

Saat ini pekerjaan Closure Dyke sudah hampir selesai yang diharapkan dapat mendukung operasional teknis Bendungan Serbaguna Wonogiri. Penanganan sedimentasi memerlukan dukungan setiap pihak dan tidak hanya dilakukan dengan kegiatan konstruksi saja (bbwsbs/sita).

Tanam Vertiver Bersama di Sungai Gamping, Cawas, Klaten

Beberapa minggu lalu Tanggul di Sungai Gamping, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten Jawa Tengah jebol yang disebabkan oleh tikus di sawah yang mencari lubang dan membuat lorong.

Hal tersebut melatarbelakangi Aksi Pentahelik Penanaman Rumput Vertiver (Chrysopogon zizanioides) di Tanggul Sungai Gamping, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Senin (10/02/2020).

Acara dihadiri oleh Masyarakat Desa Nanggulan, Masyarakat Desa Burikan, Masyarakat Desa Karangasem, BBWS Bengawan Solo, BPBD Kabupaten Klaten, PMI Kabupaten Klaten, Kodim, Muspika, Babinsa, Penyuluh Pertanian Lapangan setempqt, Petani, Relawan, Siswa SDN Nanggulan 2, SDN Nanggulan 3 dan SDN Burikan 1.
Secara simbolis dilakukan Penyerahan Bibit Vertiver atau yang familiar dengan istilah Akar Wangi kepada Kepala Desa Nanggulan, Kepala Desa Burikan dan Kepala Desa Karangasem yang dilanjutkan dengan Penanaman bersama.

Moh Prihadi selaku Camat Gamping berpesan kepada masyarakat agar penanaman ini menjadi langkah awal untuk mengaja ekosistem, diharapkan masyarakat khususnya petani dapat merawat tanaman ini hingga tubuh subur dan bermanfaat hasilnya di kemudian hari.

Penanaman Rumput Vertiver dilakukan dengan jarak 60 sampai 70 cm agar terdapat jarak saat tanaman sudah tumbuh besar. Akar Rumput Vertiver yang merupakan akar serabut bisa mencapai kedalaman 6 meter di media tanam bebas hambatan seperti sungai atau kolam yang dapat mengendalikan longsor. Rumput Vertiver juga bermanfaat untuk mereduksi pencemaran limbah kimia, mercuri dan limbah medis.

Petugas OP BBWS Bengawan Solo turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan melakukan pembersihan di pinggir tanggul dan penanaman Rumput Vertiver (bbwsbs/sita).

Sekolah Alam Bengawan Solo Festival 2019

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo berpartisipasi dalam Sekolah Alam Bengawan Solo Festival dalam sesi Sabs Talk di Desa Gondangsari, Juwiring, Kantilan, Bulakan, Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (28/12/2019).

Bertema ‘Kali Riwayatmu Kini’ Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM menjelaskan tentang Sungai Bengawan Solo bersama Sekolah Sungai Klaten, Sekolah Alam Bengawan Solo dan Korps Relawan Sunga Raya.

Acara ini merupakan sinergi bersama antara komunitas peduli sungai, instansi pemerintah, masyarakat, mahasiswa, pelajar dan siswa-siswa sekolah dasar yang diharapkan dapat menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan khusunya sungai bengawan solo sehingga dikemudian hari dapat merawat bersama sungai bengawan solo (bbwsbs/sita).

Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo

Daerah Irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo memiliki luas sebesar 100.148 Ha. Daerah irigasi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo terbagi menjadi 12 daerah irigas yang terdiri dari 10 DI yang di TPOP- kan (Provinsi Jawa Timur) dan 2 DI yang dikelola sendiri yaitu D.I Colo dengan luas 25.056 Ha berada di Kabupaten Wonogiri, kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sragen di Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Provinsi Jawa Timur. D.I Semen Krinjo dengan luas 929 Ha berada di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tuban Provinsi, Jawa Timur. Karena berada di lintas provinsi maka D.I Semen Krinjo menjadi D.I kewenangan pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi DI Colo dan DI Semen Krinjo, maka diperlukan lembaga yang dapat mengkoordinasikan pengelolaan irigasi tersebut di Wilayah Sungai Bengawan Solo. Lembaga koordinasi dan komunikasi antara wakil pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait, wakil komisi irigasi provinsi yang terkait, wakil perkumpulan petani pemakai air, dan wakil pengguna jaringan irigasi di suatu daerah irigasi lintas provinsi telah ditetapkan Permen PUPR No. 17/PRT/M/2015 tentang Komisi Irigasi, sebagai lembaga non struktural yang berfungsi sebagai forum koordinasi antara pemerintah dan masyarakat petani pemanfaatan air untuk irigasi dan lainnya. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi Pengenalan Komisi Irgasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Rabu (19/12/2019).

Ir. Isgiyanto, MT dalam sambutanya menjelaskan dalam melaksanakan Pembentukan Komisi Komisi Irigasi Antar Provinsi, tahapan-tahapan yang dilakukan adalah Membentuk Panitia, Menyusun draft dan mengajukan SK Panitia, Panitia menyampaikan rancangan Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam bentuk surat dukungan kepada Dirjen SDA Kementerian PUPR, Melakukan telaahan jumlah anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi dari instansi pemerintah dan non pemerintah Daerah Irigasi Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah ditetapkan, Sosialisasi Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo, Menyusun rencana kerja, Menyusun draft dan mengajukan SK, Menyusun administrasi pengukuhan anggota dan Mempersiapkan penyelenggaraan pengukuhan anggota Komisi Irigasi Antar Provinsi Wilayah Sungai Bengawan Solo.

Dalam Sosialisasi dilakukan penyampaian materi tentang Konsep Pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi Berdasarkan Permen PUPR No 17/PRT/M2015 oleh Ir. Arlinsyah MT, Pemberdayaan Kelembagaan Komisi Irigasi Antar Provinsi Menuju Modernisasi Pengelolaan Irigasi oleh Gunawan ST, MT dan Rencana dan Rekomendasi Pembutukan Komisi Irigasi Antar Provinsi DI Colo dan DI Semen Krinjo Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilanjutkan dengan diskusi.
Semoga melalui sosialisasi yang diselenggarakan hari ini dapat melakukan kesepakatan dan mendukung pembentukan Komisi Irigasi Antar Provinsi di Wilayah Sungai Bengawan Solo(bbwsbs/sita).

Studi Banding BWS Papua

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja Balai Wilayah Sungai Papua, (Kamis, 14/10/2019).

Rombongan di pimpin oleh PPK Pengelolaan Sumber Daya Air BWS Papua Berti Fonatota, ST yang bertujuan untuk berdiskusi tentang Unit Hidrologi dan Kualitas Air, Pelaksanaan Rekomtek dan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) antar wilayah sungai, yang PPK Pengelolaan Sumber Daya Air Reski Handarwati Nur Rochmach, ST, MPSDA.

Diskusi kali ini membahas tentang bagaimana sistem kerja di bidang Hidrologi & TKPSDA yang meliputi pemeliharaan alat, manajemen sumber daya manusia dan operasional.

Tamu dari BWS Papua berkesempatan mengunjungi Pos Duga Air Sungai Dengkeng, Klaten, Jawa Tengah (BBWSBS/sita).

TP4D Jateng Kawal Pelaksanaan Pekerjaan BBWS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan dari Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Jawa tengah, Selasa-Rabu (12-13/11/2019).

Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah memberikan penerangan hukum di lingkungan instansi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Terkait materi tentang perencanaan, pelelangan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan.

Rombongan TP4D Jawa Tengah yang dipimpin oleh Lilik Setiyawan, SH, MH didampingi Pejabat Kesatkeran BBWS Bengawan Solo pada hari pertama melihat pekerjaan Pintu Air Demangan Baru Kota Surakarta, Bendung Temanten dan Bendungan Gondang di Kabupaten Karanganyar. Dilanjutkan pada hari kedua melihat pekerjaan Pengadaan Pipa Dredger dan Perlengkapan di Kabupaten Sukoharjo, Construction of Closure Dike and Overflow Dike (Package 2-1) IP-567, dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri.

“Tujuan kami datang kesini untuk mengawal pelaksanaan pekerjaan yang ada di BBWS Bengawan Solo , harapannya pekerjaan dapat selesai tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat mutu,” Jelas Lilik (BBWSBS/charis)

Serah Terima P3TGAI Wilayah Hulu Tahap I

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Tahap I, Rabu, (06/11/2019).

Dalam pertemuan ini dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap I melalui Perwakilan Petani Pemakai Air (P3A) yaitu P3A Gawe Makmur Desa Wonoboyo Kabupaten Klaten, P3A Dharma Tirta Sumber Mulya Desa Bandung Kabupaten Sragen, P3A Maju Sempurna Desa Jatipurwo Kabupaten Wonogiri, P3A Dharma Tirta Ngudi Rahayu Desa Bangsri Kabupaten Karanganyar, P3A Margo Tirta Desa Siwal Kabupaten Sukoharjo dan P3A Tirto Handayani Desa Sawahan Kabupaten Boyolali kepada PPK O&P SDA II Santosa, S.ST.,MT yang diserahkan kepada Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA yang kemudian di serahkan kepada Perwakilan Kepala Desa Wonoboyo Kabupaten Klaten, Kepala Desa Bandung Kabupaten Sragen, Kepala Desa Jatipurwo Kabupaten Wonogiri, Kepala Desa Bangsri Kabupaten Karanganyar, Kepala Desa Siwal Kabupaten Sukoharjo dan Kepala Desa Sawahan Kabupaten Boyolali.

Dengan selesainya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani (BBWSBS/sita).

Bersama Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Sragen

Musim kemarau masih melanda Kabupaten Sragen yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkendala aktivitas kehidupannya. Pemerintah Kabupaten Sragen dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan diskusi tentang Sinergitas Penanganan Bencana Kekeringan Secara Terintegritas di Kabupaten Sragen, Selasa (15/10/2019).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A, Manu, M.Si bersama jajarannya dan Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati melakukan diskusi tentang bagaimana menyelesaikan permasalahan kekeringan di Kabupaten Sragen. Turut hadir Dinas Pertanian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sragen.

Harapan dalam pertemuan ini adalah semoga semua pihak dapat bekerjasama untuk mengatasi bencana kekeringan di Kabupaten Sragen dengan baik (BBWSBS/sita).

Giat Bersih Sungai Deleran Desa Sengon

Hari minggu 6 oktober 2019 masyarakat Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten melakukan kegiatan bersih sungai. Bersama dengan komunitas peduli sungai klaten, BBWS Bengawan Solo, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Klaten, BPBD Kabupaten Klaten, perangkat desa sengon, perangkat desa cucukan, Koramil 09 Prambanan Kodim 0723 Klaten dan Polsek Prambanan melakukan pembersihan alur sungai.

Lokasi kegiatan dilakukan di Kali Deleran anak Sungai Dengkeng di perbatasan Desa Sengon dan Desa Cucukan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten. Dilakukan juga sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai. Sungai adalah rumah kita bersama agar dijaga kebersihan dan kelangsungannya. Ayo kita jaga sungai! (DATIN BBWSBS/gdx).