/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Workshop Peningkatan dan Penguatan Kelembagaan Komunitas Peduli Sungai dan Waduk

Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan SDA, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Workshop Peningkatan dan Penguatan Kelembagaan Komunitas Peduli Sungai dan Waduk di Madiun, Rabu-Kamis (6-7/11/2019).

Kepala Seksi Perencanaan O&P SDA Bengawan Solo Ambar Puspitosari, ST, MDM menjelaskan pada Wilayah Sungai Bengawan Solo telah terbentuk 47 Komunitas Peduli Sungai dan 4 Komunitas Peduli Waduk. Komunitas ini perlu mendapatkan pembinaan, pendayagunaan kelembagaan serta pelatihan sebagai upaya untuk meningkatkan dan menguatkan kelembagaan komunitas, sehingga diharapkan komunitas-komunitas dapat terus berkesinambungan dalam menjaga dan memelihara Sumber Daya Air yang ada di daerah masing-masing.

“Selama ini kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Sumber Daya Air masih berfokus di Wilayah Hulu. Kegiatan pembinaan dan koordinasi yang kami lakukan dengan komunitas-komunitas di Wilayah Hulu sampai saat ini berjalan dengan intens. Hal tersebut sebagai salah satu faktor yang mendasari kelembagaan komunitas-komunitas tetap berjalan dengan baik dan berkesinambungan,” imbuh Ambar saat membacakan sambutan Kepala BBWS Bengawan Solo.

Pada hari pertama workshop ini disampaikan beberapa materi oleh Tim CCE Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta terkait Pemataan Wilayah, Kontribusi Relatif – Risk & Protective Factors, dan Aset Wilayah – Agama dan Budaya.

Hari kedua disampaikan materi tentang Networking & Spidergram, Aksi Lokal – Action Plan Factors, sekaligus penyampaian Success Story Komunitas Peduli Sungai oleh Komunitas Peduli Sungai Ujung Hilir Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini diikuti oleh BBWS Bengawan Solo, Dinas PUPR Kabupaten Madiun, Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, Dinas PUPR Kabupaten Magetan, BAPPEDA Kabupaten Madiun, BAPPEDA Kabupaten Ngawi, BAPPEDA Kabupaten Magetan, BPBD Kabupaten Madiun, BPBD Kabupaten Ngawi, BPBD Kabupaten Magetan, serta komunitas-komunitas peduli sungai dan waduk dari Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan (BBWSBS/charis).

Penanganan Tanggul Kanor

Menindaklajuti kejadian Longsor yang terjadi di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si didampingi Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA dan PPK O&P SDA IV Antonius Suryono, SH, MMT melakukan inspeksi lapangan, Rabu (17/10/2019).

Balai Besar Wilayah Sungai bengawan Solo melakukan kegiatan penanganan longsor dengan pemasangan cerucuk, sesek bambu dan perbaikan urugan tanah. Penanganan longsor dilakukan koordinasi dengan BPBD, Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro dan Pemerintah Desa Kanor.

Dalam kunjungannya Ir. Charisal menyatakan bahwa untuk menjaga kelangsungan tanggul diperlukan kerjasama dan partisipasi masyarakat sekitar dalam merawat tanggul yang sudah terbangun. Semoga penanganan ini dapat segera terselesaikan mengingat sebentar lagi sudah memasuki musim penghujan (BBWSBS/sita).

Kerjasama BBWS Bengawan Solo & Perum Jasa Tirta I

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Perum Jasa Tirta I menyelenggarakan Rapat Kerjasama di bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, Sabtu-Minggu (12-13/10/2019).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengeratkan solidaritas antar instansi dengan bekerjasama melakukan pengelolaan sumber daya air terpadu secara professional untuk wilayah sungai bengawan solo.

Diawali dengan inspeksi menyeluruh Bendungan Selorejo yang tampan rupawan dikelilingi Gunung Kelud, Gunung Kawi, Gunung Arjuno dan Gunung Anjasmoro yang dikelola oleh PJT I.

Dalam rangkain acara dilakukan pula penanaman pohon oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si berserta jajarannya dan Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Ir. Alfand Rianto M.Tech beserta jajarannya.

Acara dimeriahkan dengan pertandingan Gateball yang mempertemukan Tim Srikandi BBWSBS, Irwa BBWSBS dan Tim PJT 1. Mari bersatu mengelola air untuk negeri demi kesejahteraan bangsa! (BBWSBS/sita).

BBWS Bengawan Solo Tanda Tangani Kontrak DOISP Phase II & Longsoran Waduk Tukul

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui PPK OPSDA I dan PPK Bendungan III melakukan penandatanganan kontrak Operational Improvement and Safety Project Phase II (DOISP-II) dan Penanganan Longsoran Waduk Tukul di Kabupaten Pacitan, Jumat (11/10/2019).

Penandatanganan kontrak DOISP-II dilakukan oleh PPK OPSDA I Ratih Nilam Sari, ST, MPSDA, yang terdiri dari paket pekerjaan Penyiapan dan Penetapan Ijin Operasi Bendungan Songoputri, Nawangan dan Parangjoho dengan nilai kontrak sebesar Rp 4.466.395.000 oleh PT Aditya Engineering Consultant, Penyiapan dan Penetapan Ijin Operasi Bendungan Cengklik, Delingan dan Ketro serta Uji Model Fisik Bendungan Pacal sebesar Rp 4.974.375.000 oleh PT Mettana, Penyiapan dan Penetapan Ijin Operasi Bendungan Dawuhan, Krisak dan Gongang sebesar Rp 4.760.640.000 oleh PT Hilmy Anugerah JO dan PT Ika Adya Perkasa, Penyiapan dan Penetapan Ijin Operasi Bendungan Pondok, Saradan, Gondang dan Prijetan sebesar Rp 4.871.375.000 oleh PT Multimera Harapan KSO dan PT Mitra Utama Kenzo dan SID Konservasi Sedimentasi 6 Buah Waduk serta UKL/UPL Bendungan Pacal dan Lalung sebesar Rp 4.175.510.000 oleh PT Teknika Cipta Konsultan.

Penandatangan kontrak Penanganan Longsoran Waduk Tukul di Kabupaten Pacitan dilakukan oleh PPK Bendungan III Yoga Darmawan Diparindra, ST, MT dengan nilai kontrak sebesar Rp 101. 007. 453. 800 oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Charisal A. Manu mengatakan kedua belah pihak untuk menghargai apa yang telah ditandatangi karena kesepakatan kerja ini bisa memberikan dampak hukum apabila dari kita melakukan pelanggaran, namun itu menjadi hal yang tidak kita harapkan, yang kita harapkan bahwa mitra kerja dan kami dapat ikut serta mewujudkan nyatakan keinginan pemerintah dalam menyejahterakan kehidupan masyarakat (BBWSBS/sita).

Kesepakatan Bersama Pemkab Magetan dengan BBWS Bengawan Solo

Musim kemarau mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan mengalami bencana kekeringan. Pemerintah Kabupaten Magetan dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kerjasama tentang Sinergitas Penanganan Bencana Kekeringan Secara Terintegritas di Kabupaten Magetan, Senin (07/10/2019).

Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT, Kepala Bapeda Litbang Kabupaten Magetan Ir. Purnomo MM, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa, SH, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kabupaten Magetan Ir. Hergunadi MT, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Saif Muchlissun S.Sos, MM, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Dra. Furiana Kartini dan Direktur Utama PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Drs. Welly Kristanto, M.Si.

Penandatanganan Kerjasama disaksikan oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Seksi Program Rifki Maulana ST, PPK Pendayagunaan Air Tanah Fathoro Trimariat, ST, MT dan PPK O&P SDA III Aditya Sidik Waskito ST, M.Sc.

Harapan dalam kerjasama ini adalah semoga semua pihak dapat bekerjasama untuk mengatasi bencana kekeringan di Kabupaten Magetan dengan baik (BBWSBS/sita).

Kali Jeroan Anak Sungai Kali Madiun

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si didampingi pejabat kesatkeran mengunjungi proyek pekerjaan Penanganan Banjir Kali Jeroan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (26/09/2019).

Kali Jeroan merupakan anak Kali Madiun yang terletak di Kabupaten Madiun. Pada perencanaan awal tanggul Kali Jeroan didesain dengan Q5th karena hanya sebagai tanggul yang dipergunakan untuk penampungan Back Water Kali Madiun. Pada setiap tahun pada musim penghujan terjadi banjir yang menggenangi pemukiman dan lahan pertanian akibat beberapa tanggul dan parapet yang telah dibangun rusak. Bahkan pada tahun 2019 terjadi banjir hingga menggenangi jalan tol transjawa.

Oleh karena itu, BBWS Bengawan Solo melakukan pekerjaan penanganan banjir Kali Jeroan dengan tujuan meningkatkan fungsi tanggul untuk dapat mencegah terjadinya banjir.

Setelah mengunjungi kali jeroan, Charisal memberikan arahan kepada karyawan di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo di Jiwan, dalam arahnya Charisal mengajak untuk tetap sama-sama bersemangat dalam melaksanakan pekerjaan demi meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air (datin bbwsbs/sita,maw).

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi

Dalam rangka meningkatkan kemampuan Petugas OP Irigasi &TPOP dan Petugas OP Bendung Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Juli 2019 di Surakarta.

“Pengelolaan daerah irigasi dilakukan oleh banyak pihak dari mulai petugas irigasi dilapangan dan teman-teman dikantor sehingga diperlukan komunikasi yang baik diantara keduanya” Pesan Charisal dalam sambutannya.

Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Pelaksanaan dan Pengelolaan Irigasi ditandai dengan Simbolis Penandatanganan SPK Petugas OP dan Simbolis Penyematan ID Card Petugas OP Irigasi.

Materi yang disampaikan adalah tentang Pengelolaan Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah yang disampaikan oleh Direktorat Bina OP Ir.Mohamad Kotra Nizam SP, Konsep Irigasi Modern yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Pemliharaan SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, Sistem Kerja Petugas OP BBWS Bengawan Solo yang disampaikan oleh Kasubag Kepgawaian Supriyanta, SE, M.Si, Penataan Petugas OP dengan Sistem Coding yang disampaikanoleh Kepala Seksi Perencanaan OP SDA Bengawan Solo Ambar Puspitosari, ST, MDM, Pengenalan Sistem Aplikasi Pembagian Air Irigasi yang disampaikan dan Succes Story Pengguna Sistem Aplikasi Irigasi yang disampaikan oleh Balai Pengelolaan SDA Serayu Citanduy.

Setelah mendapat materi secara general, para peserta dibagi kedalam dua kelas sesuai dengan tugasnya. Yang pertama adalah Kelas untuk Petugas OP Irigasi dan TPOP yang diberikan materi tentang Perhitungan Kebutuhan Air, Bangunan Ukur Fungsional dan Struktural, Pengoperasian Bangunan Ukur (Current Meter) dan Tata Cara Pengisian dan Pembacaan Papan Operasional yang disampaikan oleh Ir. Soessy Sriwidjajanto MT yang dilanjutkan dengan praktek di lapangan di Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Kelas kedua adalah kelas untuk Petugas OP Bendung yang diberikan materi tentang Pengertian Bangunan Irigasi – Bangunan Utama, Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Bendung dan Praktek Pengisian Papan Operasional Bendung yang disampaikan olehh Gatot Yullian Kristanto, ST yang dilanjutkan dengan praktek di lapangan di Desa Jejeruk, Kecamatan Candirejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Setelah menapat materi dan praktek di lapangan dilakukan evaluasi kemampuan petugas OP dalam pengisian blangko OP Irigasi dan evaluasi praktek lapangan (BBWSBS/sita).

Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Pacitan

Kabupaten Pacitan tepatnya di Kecamatan Sudimoro terjadi kekeringan dan menyebabkan ketersediaan air bersih berkurang sehingga menjadi salah satu penyebab penyebaran penyakit Hepatitis A didaerah tersebut.

Dalam rangka menindaklanjuti hal tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Kepala Bidang Program dan Perencanaan Umum Dwi Agus Kuncoro ST, MM, MT berserta Kasi Pengendalian Pelaksanaan Air Baku & Air Tanah M. Arwan Fattchul Aziz, ST, M.Eng melakukan peninjauan lapangan di Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Kamis (04/072019).

Dari hasil peninjauan di Kecamatan Sudimoro ada 5 Desa yang paling terdampak penyakit Hepatitis A yaitu Desa Sukorejo, Desa Sudimoro, Desa Gunungrejo, Desa Ketanggung, Desa Karangmulyo.
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penanganan awal dengan memberi bantuan air kesehatan dan diberikan tandon air serta distribusi air bersih selama musim kemarau untuk penanganan jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang nantinya akan dibuat tampungan air di Desa Sukorejo (BBWSBS/charis).

Monitoring Pembangunan Bendungan Gongseng

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi pejabat Eselon dan Kesatkeran memantau secara langsung progres pembangunan Bendungan Gongseng dalam rangka monitoring dan evaluasi. Senin (17/06/2019).

Bendungan Gongseng berada di Sungai Soko, Desa Kedungsari dan Desa Papringan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 88%.

Bendungan Gongseng nantinya memiliki tampungan sebesar 22,43 juta m3 dengan manfaat suplesi irigasi seluas 6.191 ha, air baku 300 lt/dt, listrik 0,70 MW, dan reduksi banjir 133,27 m3/dt.

Dalam monitoring ini Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si beserta Tim melihat beberapa lokasi di sekitar Bendungan Gongseng kemudian dilanjutkan ke lokasi Water Treatment Plan (WTP) dan rencana trace jaringan pipa transmisinya.

Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si meminta untuk segera membuat schedule baru pembangunan Bendungan Gongseng, mengingat bahwa pembangunan akan rampung tahun ini.

Beliau juga meminta pembangunan dapat dipercepat agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat (BBWSBS).

Pemanfaatan Air Baku Bendungan Gongseng

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Perencanaan Umum dan Program melakukan perencanaan trace jaringan pipa transmisi air baku yang bersumber dari Bendungan Gongseng di Kapubaten Bojonegoro, Rabu (12/06/2019).

Dalam survei ini pertama melihat lokasi intake dan rumah pompa, kemudian dilanjutkan melihat beberapa lokasi di sekitar Bendungan Gongseng.
Tujuan kegiatan ini untuk menentukan lokasi Water Treatment Plan (WTP) dan trace jaringan pipa transmisinya.

Bendungan gongseng berkapasitas air baku 300 liter/detik dimana pada saat bendungan selesai dibangun dapat langsung dimanfaatkan airnya ujar Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT PPK Perencanaan Umum dan Program. Ditambahkan oleh rifki Kepala Seksi Program Rifki Maulana, ST bahwa koordinasi dengan pihak-pihak terkait mutlak diperlukan terutama tentang pemilihan trase dan rencana pengembangan air baku yang bersumber dari bendungan gongseng. Keberadaan bendungan dapat memberi berbagai manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur untuk indonesia maju!!!(BBWSBS/charis).