/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kerjasama BBWS Bengawan Solo & Perum Jasa Tirta I

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Perum Jasa Tirta I menyelenggarakan Rapat Kerjasama di bendungan Selorejo, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, Sabtu-Minggu (12-13/10/2019).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengeratkan solidaritas antar instansi dengan bekerjasama melakukan pengelolaan sumber daya air terpadu secara professional untuk wilayah sungai bengawan solo.

Diawali dengan inspeksi menyeluruh Bendungan Selorejo yang tampan rupawan dikelilingi Gunung Kelud, Gunung Kawi, Gunung Arjuno dan Gunung Anjasmoro yang dikelola oleh PJT I.

Dalam rangkain acara dilakukan pula penanaman pohon oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si berserta jajarannya dan Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Ir. Alfand Rianto M.Tech beserta jajarannya.

Acara dimeriahkan dengan pertandingan Gateball yang mempertemukan Tim Srikandi BBWSBS, Irwa BBWSBS dan Tim PJT 1. Mari bersatu mengelola air untuk negeri demi kesejahteraan bangsa! (BBWSBS/sita).

BBWS Bengawan Solo Jalin Kerjasama Dengan UAD Yogyakarta

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menjalin kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta di Ruang Sidang Bengawan Solo, Senin (07/10/2019).

Maksud dan tujuan dari kesepakatan bersama ini adalah untuk mewujudkan kerjasama yang berkesinambungan antara para pihak untuk saling mendukung untuk pengembangan dalam program Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang sejalan dengan tugas dan fungsi BBWS Bengawan Solo.

Ruanglingkup kerjasama ini meliputi pengembangan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta bidang lain dalam rangka pengembangan organisasi.

“Kita UAD memang perlu mengambil kesempatan ini untuk ikut berkontribusi untuk bersama-sama khususnya untuk pembangunan di wilayah Sungai Bengawan Solo, UAD dan BBWS Bengawan Solo sudah lama melakukan kerjasama dengan ini bisa memperluas kerjasama kita” Jelas Dr. H. Kasiyarno, M. Hum selaku Rektor Universitas Ahmad Dahlan.

Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si selaku Kepala BBWS Bengawan Solo menjelaskan bahwa wilayah kerja BBWS Bengawan Solo ini kurang lebih ada 21 kota atau kabupaten yang berasa diarea Sungai Bengawan Solo dengan berbagai sungai-sungai kecil dan berbagai dinamisasi terjadi serta kegiatan interaksi dengan masyarakat yang semuanya bermuara pada eksploitasi sungai terkait sampah dan kebutuhan air.

“kami memberikan apresisasi yang tinggi untuk Universitas Ahmad Dahlan dengan semua jalannya yang mempunyai keinginan dari keilmuan yang ada memberikan perhatian besar untuk berkonstribusi dalam pelaksanaan-pelaksanaan infrastruktur yang ada khususnya terkait sumber daya air,” Imbuhnya(BBWSBS/Charis).

Romantisme Langenharjo Untuk Bengawan Solo Yang Lebih Baik

Sebagai salah satu upaya bersama untuk memadukan program dan mensinergikan upaya gerakan penyelamatan air dilakukan upaya Gerakan Nasional Penyelamatan Air di Pesanggarahan Langenharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/08/2019).

Pagi harinya dilakukan Jalan Santai dan Aksi Bersih Lingkungan Sungai dan Drainase menuju bangunan Langenharjo yang melewati bantaran Sungai Bengawan Solo. Setelah jalan sehat para peserta dibagikan tumblr yang disponsori Bank BRI dalam rangka gerakan pengurangan sampah plastic, cuci tangan bersama dan mengkonsumi bersama air tirta bengawan yang dilanjutkan dengan workshop.

“Setelah berjalan santai dan menyusuri sungai bersama, mari kita punya dorongan dari dalam diri agar menjaga kebersihan sungai dengan cara mulai mengolah sampah dari rumah, agar dapat memudahkan pengolahan sampah di TPA” Pesan Ir. Dodi Krispatmadi, M.Env. E Direktur PPLP, Ditjen Cipta Kementerian PUPR.

Dalam workshop GNKPA diberikan beberapa materi seperti Peran Pemerintah dalam GNKPA yang disampaikan ole Dr. Royadi, SH, MM selaku Kasubdit Kehutanan Sinkronisasi Urusan Pemda Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan program GNKPA tahun 2020-2014 yang disampaikan oleh Ir. Sumudi Kartono, SP selaku Sekertaris Pokja GNKPA Kementerian PUPR dan Materi tentang Kemitraan dalam Pengelolaan Sungai yang disampaikan oleh Christine Mayavani, ST, MT, M.Eng selaku Kasi OP Sungai dan Pantai Wilayah Timur Direktorat Bina OP Ditjen SDA Kementerian PUPR.

“Sungai Bengawan Solo sebagai sungai historical harus dijaga kelestariannya dengan cara komunikasi yang baik antar pemerintah pusat, daerah, warga masyarakat dan pemberdayaan komunitas di sekitarnya” Pesan Nina Tanjung dari Yayasan Warna Warni Indonesia.

Workshop yang diikuti oleh beberapa instansi pemerintah, BBWS Bengawan Solo, Yayasan Warna Warni Indonesia, civitas akademika seperti UMS, UNS, Univer Sukoharjo, UKS, STIE Akma Bahakti, dan beberapa komunitas di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo ini juga diberikan materi tentang Pemanfaatan Sampah yang disampaikan oleh Ir. Dodi Krispatmadi, M.Env. E Direktur PPLP, Ditjen Cipta Kementerian PUPR.

Terdapat pula penyampaian materi tentang Peran Stakeholder dalam mendukung Penyelamatan Air dan Lingkungan oleh Erwando Rachadi, ST, M.Sc selaku Kepala Divisi Teknologi dan Informasi Perum Jasa Tirta I, Pengenalan Eco-Drain oleh Prof. Suripin Dr.Ir.M.Eng, Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Sungai Berbasis Psikologi Komunitas oleh Elly Nurhayati, MPH, PhD dan ditutup dengan pemutaran film Bengawan Solo oleh Komunitas Budaya Sungai dan Lingkungan Langenharjo.

Dengan adanya acara ini, semoga terwujud kerjasama semua stakeholder pemerintah daerah, pemerintah pusat, civitas akademika, komunitas, masyarakat untuk mewujudkan sungai bengawan solo yang alami dan bermanfaat sesuai dengan peran masing-masing dengan cara yang adaptif(BBWSBS/Sita).