/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kabalai Tinjau Kali Dengkeng bersama Bupati Klaten

Setelah sebelumnya menghadiri Festival Batik Klaten, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si bersama Bupati Klaten Sri Mulyani mengunjungi Kali Dengkeng di Desa Kebon, Dusun Konang, Kecamatan Bayat, Klaten, Senin (26/08/19).

Kegiatan Normalisasi Kali Dengkeng merupakan kegiatan normalisasi berkala. PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA II, Yogi Pandhu Satriyawan, ST menyampaikan bahwa normalisasi dilakukan untuk pengembalian arus sungai sepanjang 300 meter dan menggunakan swakelola pemanfaatan alat berat.

Rombongan juga berkesempatan mengecek ruas lain Kali Dengkeng di Desa Cawas, Dusun Sidorejo, Klaten. Charisal berpesan agar pekerjaan dapat segera diselesaikan sebelum musim penghujan tiba (BBWSBS/sita).

Jagongan Pinggir Kali Bersama Relawan Sekolah Sungai Klaten

Siapa yang senang berkomunitas? Mungkin kamu salah satunya, karena komunitas bikin kita punya banyak teman dan pengalaman, seperti yang dilakukan Relawan Sungai di Klaten yang menyelenggarakan Japili (Jagongan pinggir Kali) sambil Ngopi di pinggiran jembatan sungai Glogok Klaten, dengan tema “Resik Kaliku, Apik Rejekiku Menuju Kali yang Rahayu melalui Pemberdayaan Komunitas, Sabtu (24/08/2019).

Turut hadir Ir. Charisal A Manu. M.Si Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Begawan Solo, Prof Suratman akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Ir Lilik Kurniawan M.Sc Deputi Pencegahan BNPB, dan Letkol Kav Minarso S.I.P Komandan Kodim 0723/Klaten, relawan sungai dan masyarakat sekitar.

Japili merupakan ajang pertemuan antar stakeholder yang semua berkeinginan mewujudkan sungai yang ramah lingkungan dan bermanfaat di Klaten(BBWSBS/Sita).

Sosialisasi Kegiatan P3-TGAI Wilayah Hulu Tahap II

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakanProgram Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II, Rabu (24 Juli 2019).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa dan Ketua Petani Pemakai Air (P3A) Wilayah Hulu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Dinas terkait
“Tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan pasti ada, namun jangan lupa untuk selalu memonitor dan juga evaluasi” Pesan Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si dalam sambutannya.

Dalam acara ini dilakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama secara simbolis yang dilakukan oleh perwakilan Kepala Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang Karanganyar, Kepala Desa Jengkrik, Kecamatan Kedawung Sragen, Kepala Desa Bubakan Kecamatan Girimarto Wonogiri, Kepala Desa Parangrojo Kecamatan Grogol Sukoharjo, Kepala Desa Krasak, Kcamatan Teras Boyolali dan Kepal Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno Klaten.

Penandatanganan Kerjasama secara simbolis juga dilakukan oleh Ketua P3A Ngundi Tirta Rejeki Boyolali, P3A Tirtoyoso Klaten, P3A Parangtirto Sukoharjo, P3A Tirta Sejahtera Wonogiri, P3A Subur Makmur Sragen, P3A Dharma Tirta Sumber Rejeki Karanganyar.

Materi dalam TOT ini adalah Kebijakan P3-TGAI danPedoman Umum P3-TGAI yang disampaikan oleh Sigit Budi Widgdyo, ST yang dilanjutkan dengan sesi diskusi (BBWSBS/sita).

Sinergi Pentahelix Untuk Kesejahteraan Bangsa

Memasuki masa mudik lebaran dan 10 hari terakhir bulan Ramadan suasana daerah-daerah asal pemudik semakin ramai tak terkecuali di Kabupaten Klaten. Pada hari terakhir bulan Mei ini di lokasi Caffe Tengah Sawah, Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah diadakan Launching Gerakan Pentahelik (gotong royong) Penyelamatan dan Pemberdayaan Kawasan Sungai Kuning demi kesejahteraan bangsa.

Pada lokasi ini dibangun Taman sungai yang dikelola oleh Komunitas Sungai dan Bumdes di kawasan Sungai Kuning. Tujuan dari forum pentahelix untuk mewujudkan pengelolaan sungai secara terpadu, inovatif, kreatif, dan secara koordinatif dalam organisasi yang bersinergi dan berwawasan lingkungan. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, Bupati Klaten Sri Mulyani, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen SDA Kementerian PUPR Ir. Agung Djuhartono, CES, Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Charisal A. Manu, M.Si, perwakilan BUMN, perwakilan komunitas sungai, perwakilan pelajar & akademisi, perwakilan media dan masyarakat umum.

Dalam sambutannya Agung mengatakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 6.000 sungai utama sementara kemampuan kementerian masih terbatas. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam mengelola dan merawat sungai maka Kementerian PUPR sangat mendukung. Semoga akan muncul komunitas-komunitas sungai yang lain yang sangat bermanfaat bagi kelestarian sungai.

Momen mudik ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengajak para pemudik melihat Sungai Kuning di Desa Jomboran yang jauh lebih menarik dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, dan ketika kembali lagi ke perantauan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari komunitas sungai ini.

Dengan sungai yang lestari maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Dengan hati yang berseri mari kita jaga sungai sendari dini. Selamat hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. (BBWSBS/sita).

Sinergitas Pentahelik di Kabupaten Klaten

Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menebar kebaikan, seperti kolaborasi yang dilakukan antara Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Universitas Gadjah Mada, Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten, Komunitas Peduli Sungai Klaten, Srikandi Sungai Klaten, Pelajar di sekitar Klaten yang menyelenggarakan FGD Pentahelik, Kamis (16/05/2019).

Pentahelik adalah kerjasama antar lini/bidang Academic, Business, Community, Government, dan Media, atau dikenal sebagai ABCGM diketahui akan mempercepat pengembangan lingkungan di suatu daerah.

“Klaten sebagai wilayah Hulu Sungai Bengawan Solo eprlu sinergitas dan komunikasi yang baik agar dapat menjadi contoh bagi wilayah Hilir” Pesan Charisal dalam sambutannya.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa hadirin yang datang memiliki semangat yang tinggi dengan slogan “Jogo Kali Rejeki Mili” semua antusias melakukan diskusi.
Dari FGD ini dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai sinergitas dari berbagai wilayah diperlukan komitmen, buku saku sebagai pedoman dan manajemen yang baik (BBWSBS/sita).

Peresmian Taman Ramadan Kali Lunyu

Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu mengadakan sekaligus meresmikan kegiatan Taman Ramadan Kali Lunyu selama Bulan Ramadan di Klaten, Senin (06/05/2019).
Taman Ramadan kali ini bertema Lingkungan dan Sungai Lunyu, rangkaian acara diadagan berbagai lomba seperti lomba mewarnai, lomba memancing, edukasi tentang sampah, edukasi tentang sungai, dan kegiatan pemberdayaan dan ekonomi kreatif komunitas.

Doni Wahyono selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu menjelaskan bahwa Taman Ramadan Kali Lunyu ini adalah salah satu kegiatan dari Komunitas Peduli Sungai Kali Lunyu yang berada di Kelurahan Kabupaten dan Kelurahan Gayamprit. Jadi kami adalah komunitas yang berada diantara dua kecamatan yaitu Klaten Tengah dan Klaten Selatan.
“Dalam mengelola Sungai Kali Lunyu kami berusaha sebisa mungkin untuk mengembalikan sungai menjadi bersih kembali dan seperti dahulu kala,” Katanya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen untuk gerakan Ramadan Puasa Plastik dari berbagai pihak yaitu dari Kepala Sekolah Sungai Klaten, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Klaten, Dinas PU SDA Kabupaten Klaten, Kepala Kecamatan Klaten Tengah, Kepala Kecamatan Klaten Selatan, Kepala Desa Kabupaten, Kepala Desa Gayamprit, Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana UGM, Srikandi Sungai Lunyu, dan SMP N 2 Klaten (BBWSBS/charis).

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama P3TGAI Wilayah Hulu Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air II melakukan penandatangan perjanjian kerjasama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah hulu tahap I, Kamis (25/04/2019).

“Terdapat 128 lokasi diwilayah hulu, pada tahap pertama ada sekitar 42 kegiatan. Ini merupakan partisipasi masyarakat, semoga dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat petani” kata Surendro Andi Wibowo, ST, MPSDA selaku Kepala Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo.

Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan oleh PPK O&P SDA II Yogi Pandhu Satriyawan, ST dan 6 Desa simbolis yaitu Desa Dawungan, Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen, Desa Pulutan Wetan, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Desa Siwas, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dan Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Bambang, SE, ST selaku Kepala Bagian Tata Usaha mewakili Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo berpesan agar dilaksanakan sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh (BBWSBS/sita).

Gotong Royong Pasca Banjir di Kaligawe Klaten

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Klaten menyebabkan sejumlah genangan air di Wilayah Klaten, salah satunya di Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal, A Manu, M.Si bersama pejabat Eselon dan Kesatkeran melakukan tinjauan ke lokasi bencana guna memantau dan melakukan observasi terkait kejadian Banjir yang diakibatkan banyaknya rumpun bambu yang menghalangi penampang sungai Kalawe, Jumat (18/01/19).

“Kami sangat bersyukur di Klaten ini komunitas bergerak cepat, masyarakat bertindak cepat, ibu-ibu ikut terlibat, pekarya kita dan babinsa terlibat, ada (juga) muda-mudi sehingga roh gotong royong itu harus selalu ada, terlebih sekarang ada aplikasi Early Warning System (EWS) yang bisa diakses oleh masyarakat” Ungkap Charisal.

Charisal menambahkan bahwa rumpun bambu yang banyak disekitar sungai-sungai kecil selain memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar juga memiliki dampak lain yang apabila tidak dipantau setiap waktu akan berpotensi hanyut, sehingga dapat menghalangi penampang sungai yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya luapan.

Kedepannya Charisal berencana untuk bersama komunitas agar dapat memanfaatkan bambu untuk konstruksi tanggul, “saya berencana mengajak teman-teman komunitas untuk bagaimana kita (dapat) memanfaatkan bambu untuk membuat konsturksi tanggul, kalau (untuk) sungai-sungai kecil seperti ini cocok, jadi artinya bahwa kerangka itu dari bambu kemudian didalam diisi dengan karung pasir, sewaktu-waktu nanti pohon (bambu) itu tumbuh juga menjadi konstruksi kokoh untuk perkuatan tebing, sudah dilakukan di cimanuk dan dibeberapa tempat dan berhasil, dan itu (bersama) komunitas,” papar Charisal (BBWSBS/sita).

Partisipasi Warga Masyarakat Dalam Menjaga Ekosistem Sungai

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Komunitas Peduli Sungai Klaten melaksanakan aksi bersih sungai, Minggu (2/12/2018). Aksi bersih sungai Dengkeng dilaksanakan serentak di kelurahan Cucukan dan Kotesan, Kecamatan Prambanan, Klaten Jawa Tengah.

Charisal A Manu selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengapresiasi partisipasi warga masyarakat dalam kegiatan bersih sungai hari ini. Ia menjelaskan bahwa membersihkan sungai itu harus dimulai dari hulu, kalau hulunya bersih oasti akan bersih sampai ke hilir.

Kegiatan aksi bersih sungai kali ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-73 PUPR. Sungai Dengkeng merupakan sungai yang memiliki beberapa tanggul yang kritis oleh karena itu diperlukan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara bersama-sama.

“Aksi bersih sungai ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai dan menjaga kebersihan sungai” Ungkap Yogi Pandhu Satriyawan selaku PPK O&p SDA III.

Dengan melibatkan petani, BPBD Pemkab Klaten, TNI, Komunitas Peduli Sungai dan warga masyarakat aksi bersih sungai kali ini difokuskan untuk pembersihan sampah, rumput liar dan enceng gondong yang tumbuh tinggi di sekitar bantaran sungai.

“Ini momentum yang tepat, karena sebentar lagi musim hujan. Dengan bersih-bersih sungai sekarang semoga nanti saat musim hujan tidak terjadi banjir di sungai ini” Pesan Arif Fua Hidayah selaku anggota Komunitas Peduli Sungai Klaten(BBWSBS/sita).

Komunitas Peduli Sungai Ujung Hilir, Inspirasi dalam Menjaga Ekosistem

Indonesia memiliki banyak sungai yang tersebar diseluruh tanah air. Menurut website resmi Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki setidaknya lebih dari 500 sungai yang mengalir dan menjadi sebuah peradaban masyarakat. Dengan sungai yang banyak, msyarakat Indonesia berkewajiban dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, melalui Komunitas Peduli Sungai Misalnya.

Di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah terdapat Komunitas Peduli Sungai Ujung Hilir yang memiliki Visi “Terwujudnya Sungai Ujung, Rahayu”. KPS ini lahir karena kejujuran panggilan hati warga masyarakat sekitar untuk melestarikan daerah hilir Sungai Bengawan Solo ini.

KPS Ujung Hilir merupakan salah satu Komunitas Peduli Sungai Binaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang memiliki aktivitas dan prestasi. KPS yang diketuai oleh Heru Purnomo ini beranggotakan masyarakat desa Pandes dari berbagai kalangan mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu,  pemuda-pemudi dan anak-anak. Semua berperan aktif dalam mewujudkan kembalinya fungsi sungai Ujung Hilir, pengurangan risiko bencana, ekonomi kreatif, wisata dan edukasi serta mewujudkan daerah yang ramah lingkungan.

KPS Ujung Hilir memiliki beberapa program kegiatan seperti pengelolaan bank sampah yang dibuat untuk souvenir dan kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, ada caffe Kaliku yang menjual jajan tradisional khas Klaten yang seru di pinggir sungai, organsasi srikandi sungai yang membuat produk minuman dan makanan khas tradisional Klaten seperti jamu, jenang dan kue-kue yang dikemas secara menarik dan kegiatan aktif anak-anak seperti perpustakaan keliling yang berhenti di tepi sungai, pengelolaan taman hiburan kreatif yang bersih dan edukasi anak-anak dari berbagai disiplin ilmu serta pengelolaan desa wisata.

KPS Ujung Hilir rutin mengadakan pertemuan setiap satu bulan dua kali dan melakukan komunikasi sehari-hari dengan menggunakan aplikasi berbagi pesan. Masing-masing anggota memiliki peran dan cita-cita dalam mewujudkan sungai yang bersih, sehat dan memiliki banyak kebermanfaatan untuk umat.

Bagi yang ingin mengunjungi KPS Ujung Hilir bisa datang ke Kantor Sekretariat di daerah Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah dan untuk tau informasi lebih tentang KPS Ujung Hilir bisa mengunjungi http://kpsuh.blogspot.com/p/kelembagaan.html(DATINBBWSBS/sita).