/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Kesepakatan Bersama Pemkab Magetan dengan BBWS Bengawan Solo

Musim kemarau mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan mengalami bencana kekeringan. Pemerintah Kabupaten Magetan dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan penandatanganan kerjasama tentang Sinergitas Penanganan Bencana Kekeringan Secara Terintegritas di Kabupaten Magetan, Senin (07/10/2019).

Penandatangan kerjasama dilakukan oleh Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro, ST, MM, MT, Kepala Bapeda Litbang Kabupaten Magetan Ir. Purnomo MM, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santosa, SH, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang Kabupaten Magetan Ir. Hergunadi MT, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Saif Muchlissun S.Sos, MM, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Dra. Furiana Kartini dan Direktur Utama PDAM Lawu Tirta Kabupaten Magetan Drs. Welly Kristanto, M.Si.

Penandatanganan Kerjasama disaksikan oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Pemanfaatan Sumber Air Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Seksi Program Rifki Maulana ST, PPK Pendayagunaan Air Tanah Fathoro Trimariat, ST, MT dan PPK O&P SDA III Aditya Sidik Waskito ST, M.Sc.

Harapan dalam kerjasama ini adalah semoga semua pihak dapat bekerjasama untuk mengatasi bencana kekeringan di Kabupaten Magetan dengan baik (BBWSBS/sita).

Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan Konsultasi di Lingkungan Satker Balai Besar WS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Bidang Perencanaan Umum dan Program melaksanakan penandatanganan kontrak Paket Pekerjaan Konsultansi di bidang Perencanaan yang terdiri dari 5 paket pekerjaan senilai Rp 4 M, Kamis (28/02/19).

Paket pekerjaan DD Pembangunan Bendung Plesungan DI Pondok di Kabupaten Ngawi oleh PT Geodinamik Konsultan senilai 1.38 M, Penyusunan Dokumen Lingkungan Untuk Pembangunan Embung di Kabupaten Magetan oleh PT Jasa Perencana Nusantara senilai 473 Juta, SID Pembangunan Embung di Kabupaten Blora oleh PT Gracia Widyakarsa senilai 1.35 M, SID Intake dan Pipa Tranmisi Waduk Pidekso di Kabupaten Wonogiri senilai 745 Juta dan SID Intake dan Pipa Transmisi Waduk Tukul di Kabuapten Pacitan oleh PT Tata Cipta Utama senilai 652 Juta yang di tanda tangani oleh PPK Perencanaan Program Ery Suryo Kusumo, S.Pd., MT.

Penandatanganan kontrak disakikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal A Manu, M.Si, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Bengawan Solo Heriantono Waluyadi, ST., MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST, dan Kepala Seksi Pengendalian Pelaksanaan Sungai dan Pantai Sugeng Wiratna, ST, MT.

“Semoga semua pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu dan tepat mutu, selamat bekerja keras!” Pesan Charisal dalam arahannya (BBWSBS/sita).

Round Trip Bendungan di Madiun, Ngawi dan Magetan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu,M.Si didampingi Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Bengawan Solo Sri Wahyu Kusumastuti, ST, M.Si, PPK O&P SDA I Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT melakukan Safari Lapangan Monitoring Bendungan di wilayah OP III di Jawa Timur yaitu Bendungan Pondok, Bendungan Sangiran, Bendungan Saradan, Bendungan Dawuhan dan Bendungan Gongang, Selasa (19/02/2019).

Diawali dengan mengunjungi Bendungan Pondok yang terletak di Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan yang dibangun pada tahun 1993-1995 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 30,900 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 4.600 ha dan pariwisata.

Tidak jauh dari situ terdapat Bendungan Sangiran yang terletak di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi. Bendungan Sangiran dibangun pada tahun 2000 dengan kapasitas tampungan sebesar 10,60 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.455 ha, PLTA 25 MW dan pariwisata.

Perjalanan dilanjutkan ke Bendungan Saradan yang terletak di Desa Saradan, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Bendungan yang dibangun pada tahun 1942 ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 2,340 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 990 ha dan pariwisata.

Lalu menuju Bendungan Dawuhan yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonosari Kabupaten Madiun, bendungan ini dibangun pada tahun 1962 dengan kapasitas tampungan sebesar 3 juta m3 yang bermanfaat untuk irigasi seluas 1.359 ha dan pariwisata.

Destinasi terakhir adalah Bendungan Gonggang yang terletak di Desa Janggan, Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan. Bendungan yang dibangun pada tahun 2004 sampai tahun 2011 ini mempunyai manfaat untuk irigasi seluas 2.500 ha dan air minum 50 liter/detik. Bendungan ini juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pariwisata dan budidaya perikanan air tawar.

Dari semua Bendungan yang dikunjungi dapat dikatakan dalam kondisi terawat baik. Charisal berpesan untuk menjaga fungsi dari bendungan harus dilakukan operasi dan pemeliharaan sesuai dengan manual yang telah disusun. Masyarakat juga harus membantu menjaga dengan cara yang paling sederhana dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena bendungan memiliki banyak manfaat untuk mendukung kehidupan manusia (BBWSBS/sita).

Flushing Dam Jati di Kabupaten Magetan

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Perum Jasa Tirta I melakukan pembersihan sedimen Dam/Bendung Jati di Desa Goranggareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Kamis (31/01/19).

Pembersihan dilakukan oleh petugas Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo, petugas Perum Jasa Tirta 1 dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gogata Bendung Jati.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT ditemani Kepala Seksi Perencanaan Umum Gadhang Swastyastu, ST, M.Eng, dan PPK O&P SDA III Wahyana, ST, MT menyatakan kegiatan ini perlu dilakukan untuk menjaga kinerja dari Bendung Jati itu sendiri.

Kegiatan ini dilakukan dengan membersihkan endapan sedimentasi yang ada di Intake dan saluran Bendung Jati serta mengurangi debit air yang sudah mulai tinggi sekaligus pengecekan terkait operasi dan pemeliharaan konstruksi yang sudah dibangun(BBWSBS).

Safari P3-TGAI Madiun

Salah satu program Padat Karya Tunai yang dilakukan Kementerian PUPR adalah melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program P3-TGAI bertujuan menyediakan air bagi kawasan pertanian melalui pemeliharaan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kecil (luas kurang dari 150 hektar), irigasi tersier dan irigasi desa yang dilakukan dengan cara Pemberdayaan Petani Pemakai Air (P3A) atau gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si didampingi oleh PPK Pendayagunaan Air Tanah Hariyo Priambodo S.T, MM dan PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III Wahyana S.T, M.T melaksanakan kunjungan ke P3-TGAI di Desa Mruwak dan Desa Sukosari Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun,  Jawa Timur (Rabu 10/10/2018).

“Pompa harus bekerja dengam baik, penjaga pompa harus peka, petani disini juga yang akan merasakan dampaknya sehingga semua berperan dalam menjaga pompa ini” Pesan Charisal.

P3-TGAI disambut hangat oleh petani daerah setempat yang diwujudkan dalam pengelolaan bersama melalui kelompok tani.

“Semenjak ada P3-TGAI ini ya cukup membantu, pasokan air tercukupi bahkan melimpah” Ungkap petani yang juga aktif dalam menjaga pompa air.

Kunjungan dilanjutkan ke Proyek Air Tanah (PAT) Desa Tawangrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan Jawa Timur sekaligus melihat proyek pembangunan Embung Kresek di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

“PAT ini diperlukan pengelolaan yang terpadu dan berkesinambungan yang berpijak kepada kegiatan konservasi, pendayagunaan tepat guna, serta pengendalian daya rusak air” Ungkap Charisal (DATINBBWSBS/sita)

PKM SID Jaringan Irigasi Saluran Induk Madiun

Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi merupakan kabupaten yang strategis dalam pembangunan pertanian yang membuat kebutuhan air di wilayah ini terus bertambah. Hal tersebut yang melatarbelakangi Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam melakukan SID Jaringan Irigasi di Saluran Induk Madiun.

Pada hari Rabu (03/10/2018) Kasi Program Rifki Maulana, ST bersama konsultan dari PT Indra Karya dan PT Tuah Agung Anugrah melakukan Pertemuan Konsultasi Masyarakat yang pertama di Kantor UPT PSDA Madiun. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas PU Madiun, Dinas PU Magetan, Dinas PU Ngawi, UPTD Madiun, Pengamat OP SDA Madiun, Pengamat OP SDA Magetan, Pengamat OP SDA Ngawi, dan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) setempat.

Kasi Perencanaan Umum dan Program Rifki Maulana, ST menjelaskan kegiatan ini dipercepat karena melihat bahwa Jaringan Irigasi Saluran Induk Madiun cukup luas, desain yang dipersiapkan melalui tim konsultan itu sudah diprogram untuk pelaksanaan rehabnya tahun 2020, sehingga harapanya SID yang dilaksanakn ini bisa selesai sampai akhir desember 2018.

“Untuk itu kami mencoba mempercepat siosisalisai ini supaya tim konsultan segera bias mulai bergerak dilapangan untuk identifikasi terkait hal-hal krusial yang perlu dikuatkan detailnya,” jelasnya.

Tujuan dari PKM ini adalah untuk memperoleh masukan dan informasi dari masyarakat yang nantinya untuk penyusunan produk perencanaan SID. Sehingga rehab yang dilakukan pada tahun  2020 nanti sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan petani yang ada di Jaringan Irigasi Saluran Induk Madiun ini (DATINBBWSBS/charis).

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Jaringan Irigasi Air Tanah

Sehubungan dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia untuk Jaringan Irigasi Air Tanah, BBWS Bengawan Solo melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo mengadakan Pelatihan Peningkatan dan Pengetahuan Teknis Petugas Operasi dan Pemeliharaan (Surakarta 14/8/2018).

“Mari rekan-rekan sekalian manfaatkanlah secara maksimal materi  yang didapat di ruang kelas dan kemudian diimplementasikan di lapangan. Dengan demikian kita akan lebih yakin dan mempunyai kemampuan untuk melaksankan tugas dan tanggunjawab dengan baik dan benar kedepannya,” Nasihat Charisal A. Manu dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara ini.

Jumlah peserta yang mengikuti dalam pelatihan ini sebanyak 38 orang yang terdiri dari petugas Operasi dan Pemeliharaan dari Kabupaten Karanganyar, Klaten, Sragen, Surakarta, Ngawi, Magetan, Tuban, Ponorogo, Madiun, dan Gresik.

Acara ini akan berlangsung sampai hari Kamis, dalam susunan acara diagendakan materi yang akan disampaikan meliputi Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Air Tanah, Tata Cara Perhitungan AKNOP JIAT, Tata Cara Pelaporan serta Pengisian Blangko Operasi dan Pemeliharaan dan Praktek Lapangan di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petugas yang menangani kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo. (BBWSBS/rizal-charis)

Koordinasi Dengan Bupati Magetan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu beserta para pejabat eselon III dan pejabat kesatkeran melaksanakan kunjungan ke Bupati Magetan H. KRA Sumantri Noto Adinagoro, Senin (12/2/2018).

Pada kunjungan kali ini Charisal menyampaikan beberapa program kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Magetan terutama mengenai kesiapan lahan untuk pembangunan Embung di Desa Bali Gondo dan Desa Pendem.