/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Program P3TGAI Tingkatkan Kualitas Irigasi Pedesaan

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2020. Salah satunya adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang menjangkau 6.000 lokasi dengan anggaran Rp1,35 triliun yang dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai Wilayah Sungai Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) di seluruh Indonesia.

P3TGAI merupakan pekerjaan pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat dengan diberikan upah sehingga menambah penghasilan petani atau penduduk desa terutama di antara dua musim tanam dan panen.

Dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II turut melaksanakan P3TGAI.

Direktur Bina OP Ditjen SDA, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A., didampingi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam kunjungan kerja di wilayah Jaten, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (18/06/2020), menuturkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya untuk membantu perekonomian masyarakat namun juga meningkatkan kinerja pada sektor irigasi. Dengan percepatan realisasi program PKT ini diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang mewabah di Tanah Air.

“Harapan saya masyarakat yang menikmati manfaat bantuan secara langsung khususnya Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), turut serta dalam membantu pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi, agar optimal serta meningkatkan produktivitas.” tutup beliau. (BBWSBS/Ferri)

Sidang Komisi dan Sidang Pleno TKPSDA WS Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo kembali menggelar Sidang Komisi dan Sidang Pleno TKPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo, Selasa-Rabu (22-23/10/2019).

Pada hari pertama dilakukan siding oleh masing-masing komisi. Komisi Pengendalian Daya Rusak Air berdiskusi tentang Perkembangan Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) pada Lahan di Luar Kawasan Hutan Lindung DAS Bengawan Solo yang disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah dan Perkembangan Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) pada Kawasan Hutan Lindung Perum Perhutani di DAS Bengawan Solo yang disampaikan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Bengawan Solo.

Komisi Pendayagunaan Sumber Daya Air berdiskusi tentang Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Waduk Wonogiri di Kabupaten Wonogiri dan Waduk Ngebel di Kabupaten Ponorogo Tahun 2019/2020 yang disampaikan oleh Perum Jasa Tirta, Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) di Wilayah Sungai Bengawan Solo Tahun 2019/2020 yang disampaikan bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo dan Strategi Optimalisasi SPAM Regional Wosusokas di Kabupaten Wonogiri yang disampaikan oleh PDAM Wonogiri.

Komisi Konservasi Sumber Daya Air & Pemberdayaan Masyarakat berdiskusi tentang Prediksi Musim Hujan Tahun 2019/2020 di Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Perkembangan SIH3 yang disampaikan oleh BMKG Malang dan BMKG Semarang dan Pedoman Siaga Banjir Pada Wilayah Sungai Bengawan Solo Tahun 2019/2020 yang disampaikan oleh Satker OP BBWS Bengawan Solo.

Pada hari kedua dilakukan sosialisasi tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembahasan dan Perumusan Pendayagunaan Sumber Daya Air yang disampaikan oleh Sudarsono STP, CES dari Direktorat Penatagunaan SDA, Direktorat Jenderal SDA, Kementerian PUPR dan Perkembangan Program Wosusokas yang disampaikan oleh Ir. Sigit Krida Hariono, M.Si dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah (BBWSBS/sita).

Sinergi Antar Pengelola Wilayah Sungai

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Timur berkunjung ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Jumat (2/08/2019).

Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka bertukar pikiran tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air.

“TKPSDA wilayah sungai Karangan terbentuk pada tahun 2017, kami mohon arahan dan pembelajaran untuk TKPSDA kedepannya” Pesan Dr.M .Zuraini Ikhsan Ag ST, MT selaku Kasie Perencanaan Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sri Wahyu Kusumastuti menjelaskan tentang Tugas, Fungsi dan Kegiatan TKPSDA di wilayah sungai Bengawan Solo yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama Kepala Perencanaan Operasi dan Pemeliharaan Ambar Puspitosari ST, M.DM dan PPK Pengelolaan Sumber Daya Air Ratih Nilam Sari ST, MPSDA.

Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air melibatkan banyak pihak, oleh karena itu harus memperhatikan lokasi masing-masing, peraturan pemerintah daerah, kondisi sumber daya manusia, kondisi geografis dan lain-lain(BBWSBS/Sita).

Diseminasi Inovasi SDA di Jatim Fair

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur  ke  73 Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah Jatim Fair yang diselenggarakan pada 9 Oktober sampai 15 Oktober 2018. Balai besar Wilayah Sungai Bengawan Solo bersama Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur berkesempatan menjadi pengisi stand dalam Pameran di Jatim Fair.

Dalam Pameran di Jatim Fair kali ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyajikan beberapa materi yang merupakan beberapa proyek strategis di sekitar Jawa Ttimur seperti Pembangunan Bendungan Gongseng dan Rehabilitas Daerah Irigasi Pacal di Kab. Bojonegoro, Pembangunan Bendungan Bendo di Kab. Ponorogo dan Pembangunan Bendungan Tukul di Kab. Pacitan.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengemas dan menyajikan berbagai materi dalam berbagai media informasi antara lain dalam bentuk Poster, Leaflet, Majalah dan juga Video. Melalui beberapa materi yang kami sajikan semoga dapat memberikan informasi dan edukasi bagi pengunjung Jatim Fair. Semoga dengan adanya acara pameran ini dapat memberikan informasi tentang sumber daya air yang bermanfaat. Yuk ke Jatim Fair dan kunjungi both kami!!!(DATINBBWS/sita)

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Jaringan Irigasi Air Tanah

Sehubungan dengan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia untuk Jaringan Irigasi Air Tanah, BBWS Bengawan Solo melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA Bengawan Solo mengadakan Pelatihan Peningkatan dan Pengetahuan Teknis Petugas Operasi dan Pemeliharaan (Surakarta 14/8/2018).

“Mari rekan-rekan sekalian manfaatkanlah secara maksimal materi  yang didapat di ruang kelas dan kemudian diimplementasikan di lapangan. Dengan demikian kita akan lebih yakin dan mempunyai kemampuan untuk melaksankan tugas dan tanggunjawab dengan baik dan benar kedepannya,” Nasihat Charisal A. Manu dalam sambutannya sekaligus pembukaan acara ini.

Jumlah peserta yang mengikuti dalam pelatihan ini sebanyak 38 orang yang terdiri dari petugas Operasi dan Pemeliharaan dari Kabupaten Karanganyar, Klaten, Sragen, Surakarta, Ngawi, Magetan, Tuban, Ponorogo, Madiun, dan Gresik.

Acara ini akan berlangsung sampai hari Kamis, dalam susunan acara diagendakan materi yang akan disampaikan meliputi Tata Cara Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Air Tanah, Tata Cara Perhitungan AKNOP JIAT, Tata Cara Pelaporan serta Pengisian Blangko Operasi dan Pemeliharaan dan Praktek Lapangan di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petugas yang menangani kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Air Tanah di Wilayah Sungai Bengawan Solo. (BBWSBS/rizal-charis)