/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sinergi DPRD Kabupaten Lamongan dan BBWS Bengawan Solo

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang disambut oleh Pelaksana Harian Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT, Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM, Kepala Bagian Tata Usaha Bambang, SE, ST serta Pejabat Eselon BBws Bengawan Solo di Ruang Sidang Bengawan Solo, Selasa (26/11/2019).

Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Lamongan ini dimaksudkan untuk melakukan konsultasi dan koordinasi terkait pemanfaatan air bengawan solo untuk pertanian serta terkait normalisasi sungai dan rawa untuk menanggulangi banjir di Kabupaten lamongan.

Pelaksana Harian Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Isgiyanto, MT menjelaskan bahwa BBWS Bengawan Solo sudah mempunyai skema pekerjaan untuk Kabupaten Lamongan terkait potensi untuk irigasi dan rawa, sedangkan terkait normalisasi sungai kami punya pekerjaan peningkatan kapasitas floodway 600 meterkubik/detik serta ada rencana pembangunan Bendung Karangnongko untuk mengatur debit air sehingga nantinya diharapkan dapat menanggulangi banjir didaerah hilir.

“Terkait fungsi Bendungan Gondang Lamongan adalah untuk pengairan, jika masyarakat ingin memanfaatkan untuk kegiatan selain pengairan misalkan untuk perikanan maupun wisata harus ada izinnya, sehingga dari perizinan itu akan kita atur mana yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan,”Sambungnya.

Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM menjelaskan terkait alokasi air dari pintu Babat Barrage peraturannya sudah ada, sehingga petugas harus mematuhi SOP yang ada, menurut kami solusinya menampung air hujan dengan membuat Penampung Air Hujan (PAH) dan nantinya di Bidang PJPA akan ada program Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH).

“Sementara PAH ini belum sampai Kabupaten Lamongan baru bergerak di kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Magetan, Kabupaten Klaten, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Boyolali,” Imbuhnya (BBWSBS/charis).

Romantisme Langenharjo Untuk Bengawan Solo Yang Lebih Baik

Sebagai salah satu upaya bersama untuk memadukan program dan mensinergikan upaya gerakan penyelamatan air dilakukan upaya Gerakan Nasional Penyelamatan Air di Pesanggarahan Langenharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/08/2019).

Pagi harinya dilakukan Jalan Santai dan Aksi Bersih Lingkungan Sungai dan Drainase menuju bangunan Langenharjo yang melewati bantaran Sungai Bengawan Solo. Setelah jalan sehat para peserta dibagikan tumblr yang disponsori Bank BRI dalam rangka gerakan pengurangan sampah plastic, cuci tangan bersama dan mengkonsumi bersama air tirta bengawan yang dilanjutkan dengan workshop.

“Setelah berjalan santai dan menyusuri sungai bersama, mari kita punya dorongan dari dalam diri agar menjaga kebersihan sungai dengan cara mulai mengolah sampah dari rumah, agar dapat memudahkan pengolahan sampah di TPA” Pesan Ir. Dodi Krispatmadi, M.Env. E Direktur PPLP, Ditjen Cipta Kementerian PUPR.

Dalam workshop GNKPA diberikan beberapa materi seperti Peran Pemerintah dalam GNKPA yang disampaikan ole Dr. Royadi, SH, MM selaku Kasubdit Kehutanan Sinkronisasi Urusan Pemda Direktorat Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan program GNKPA tahun 2020-2014 yang disampaikan oleh Ir. Sumudi Kartono, SP selaku Sekertaris Pokja GNKPA Kementerian PUPR dan Materi tentang Kemitraan dalam Pengelolaan Sungai yang disampaikan oleh Christine Mayavani, ST, MT, M.Eng selaku Kasi OP Sungai dan Pantai Wilayah Timur Direktorat Bina OP Ditjen SDA Kementerian PUPR.

“Sungai Bengawan Solo sebagai sungai historical harus dijaga kelestariannya dengan cara komunikasi yang baik antar pemerintah pusat, daerah, warga masyarakat dan pemberdayaan komunitas di sekitarnya” Pesan Nina Tanjung dari Yayasan Warna Warni Indonesia.

Workshop yang diikuti oleh beberapa instansi pemerintah, BBWS Bengawan Solo, Yayasan Warna Warni Indonesia, civitas akademika seperti UMS, UNS, Univer Sukoharjo, UKS, STIE Akma Bahakti, dan beberapa komunitas di Wilayah Hilir Sungai Bengawan Solo ini juga diberikan materi tentang Pemanfaatan Sampah yang disampaikan oleh Ir. Dodi Krispatmadi, M.Env. E Direktur PPLP, Ditjen Cipta Kementerian PUPR.

Terdapat pula penyampaian materi tentang Peran Stakeholder dalam mendukung Penyelamatan Air dan Lingkungan oleh Erwando Rachadi, ST, M.Sc selaku Kepala Divisi Teknologi dan Informasi Perum Jasa Tirta I, Pengenalan Eco-Drain oleh Prof. Suripin Dr.Ir.M.Eng, Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Sungai Berbasis Psikologi Komunitas oleh Elly Nurhayati, MPH, PhD dan ditutup dengan pemutaran film Bengawan Solo oleh Komunitas Budaya Sungai dan Lingkungan Langenharjo.

Dengan adanya acara ini, semoga terwujud kerjasama semua stakeholder pemerintah daerah, pemerintah pusat, civitas akademika, komunitas, masyarakat untuk mewujudkan sungai bengawan solo yang alami dan bermanfaat sesuai dengan peran masing-masing dengan cara yang adaptif(BBWSBS/Sita).

Sinergi BPBD Klaten, Komunitas Sungai dan BBWS Bengawan Solo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Komunitas Sungai dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo sepakat bersinergi dalam penanggulangan bencana banjir, Senin (02//1/2018). Kunjungan ini disambut oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si yang dalam sambutannya memberikan apresiasi karena kesadaran masyarakat yang begitu besar terhadap penaggulangan banjir.

Rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dan Komunitas Sungai berkunjung untuk berdiskusi terkait titik-titk kritis yang harus segera ditindaklanjuti yaitu Kecamatan Gantiwarno dan Kecamatan Bayat.

“Untuk mwujudkan penanggulangan bencana banjir diperlukan proses yang panjang, mari kita bersama-sama memulai dengan melakukan manajemen sampah yang baik” Pesan salah satu anggota komunitas sungai.

Pertemuan kali ini merupakan bentuk sinergi antara BPBD Klaten, Komunitas Sungai dan BBWS Bengawan Solo untuk melakukan kegiatan operasi dan pemelihraan di wilayah Klaten yang merupakan daerah Hulu dari daerah aliran sungai Bengawan Solo (BBWSBS/sita).