Plt. Direktur Jenderal SDA Widiarto, Plh. Direktur Jenderal SDA Jarot Widyoko, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto Tjahjono beserta jajarannya meninjau Perumahan Kemang Pratama, Bekasi dan wilayah sekitarnya yang terdampak banjir akibat luapan sungai Kali Bekasi, (4/1).

Plt. Direktur Jenderal SDA Widiarto menyampaikan Banjir di Jabodetabek ini kemarin secara umum disebabkan curah hujan yang sangat ekstrim, beberapa pos hujan kami mencatat di pos hujan Halim 377 mm. Biasanya normalnya 50 mm dan 100 mm sudah lebat, nah ini 377 mm sangat lebat dan merata di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sehingga banjir. Kemarin kami sudah menggerakkan kurang lebih 300 PNS muda, untuk melakukan survei diratusan titik, hasil survei ini nantinya akan kami tangani daruratnya.

“Seperti sekarang kami dengan Wakil Wali Kota Bekasi melakukan survei di Perumahan Kemang Pratama sepanjang Kali Bekasi, karena ada 14 titik yang perlu ditanggulangi”, ungkapnya saat peninjauan ke Kemang Pratama, Bekasi.

Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah mengatakan Hujan yang intensitasnya tinggi dan ekstrim jadi penyebab utamanya dan sungai-sungai tidak mampu menampung termasuk Kali Bekasi, sehingga airnya menggenangi fasilitas umum, permukiman dan fasilitas jalan lainnya. Jadi untuk Kali Bekasi ini dari catatan kami waktu malam tahun baru itu paling duluan Sungai Cileungsi siaga 3 diikuti Kali Cikeas yang alirannya ke Kali Bekasi. Karena Kali Cileungsi dan Kali Cikeas menjadi satu menjadi Kali Bekasi.

“Jadi ini merupakan bagian dari penelusuran, sudah ada yang kami lakukan tanggap darurat di Perumahan Kemang Pratama, tindakan daruratnya diantaranya memasang bronjong dan karung pasir”, ungkapnya.

Dalam peninjauan tanggul Kali Bekasi di Perumahan Kemang Pratama Wakil Wali Kota Bekasi Tri Ardhianto Tjahjono mengungkapkan untuk sepanjang Kali Bekasi ini ada beberapa lokasi yang cukup berat yaitu Pondok Gede Permai (PGP), Jatirasa, Pondok Mitra Lestari (PML) dan Kemang Pratama. Khusus Perumahan Kemang Pratama ini mengalami hal yang luar bisa karena beberapa tanggul yang belum di sheetpile, ada tanggul yang masih berupa tanah dan sheetpile yang ada itu juga terjadi kebocoran, cukup lebar juga luasannya yang terdampak.  Untuk langkah tanggap darurat adalah kita mencoba membantu warga terkait dengan pembersihan mengangkut sampah dan bantuan kesehatan.

BBWS Ciliwung Cisadane dan Pemerintah Kota Bekasi telah bekerjasama melakukan tanggap darurat di wilayah yang terdampak banjir di Kota Bekasi. ( Humas BBWSCC-Ag)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here