Thursday, 20 June 2019
Thursday, 20 June 2019
Home » BERITA BBWS-PJ » Kunjungan Kerja Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan di Proyek Revitalisasi Danau Tempe

Kunjungan Kerja Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan di Proyek Revitalisasi Danau Tempe

Sabtu (23/3), Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah bersama Anggota DPR RI, Andi Yulianan Paris, dan Bupati Wajo, Amran Machmud melakukan Kunjungan Kerja proyek pekerjaan Revitalisasi Danau Tempe. Bertempat di Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, Kab. Soppeng, Rombongan disambut oleh Kepala Satker Bendungan, Alexander Nandar mewakili Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, dan PPK Revitalisasi Danau Tempe, Muh. Akil. acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang, A. Darmawan Bintang, dan unsur Forkopimda Kab. Soppeng.

Dihadapan Gubernur, PPK Revitalisasi Danau Tempe, Muh. Akil menjelaskan latar belakang dan manfaat dari proyek Revitalisasi ini, lalu dilanjutkan dengan kunjungan lapangan meninjau lokasi galian/disposal pulau S4 menggunakan kapal tug boat. Rombongan Gubernur lalu menuju TPI Batu-batu untuk pelepasan 16 kantong benih ikan bersama Dinas Perikanan

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah menyambut baik kegiatan Revitalisasi Danau Tempe ini karena dapat mengembalikan fungsi dan ekologi Danau. Beliau menghimbau agar seluruh pihak yg terkait turut mendukung kelestarian lingkungan di sekitar Danau. Harapannya, kedepan bersama-sama bersinergi mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Daerah memprogramkan peningkatan pemanfaatan dari Danau Tempe.

Danau tempe terletak di Kabupaten Wajo, Kabupaten Soppeng, dan Kabupaten Sidrap mempunyai luasan area 16.250 Ha. Selain itu, Danau Tempe memiliki volume tampungan Danau sebesar 207,66 juta m3, dengan diameter Danau ±16,50 km, dan keliling danau ±92 Km. Dari data tersebut, danau ini mempunyai fungsi sebagai penampungan air baku, perikanan, pertanian, pengendalian banjir hilir danau dan obyek wisata.

Danau tempe mengalami kondisi berkurangnya luasan dan volume tampungan akibat sedimentasi, selain itu masyarakat sekitar merubah fungsi (pola penguasaan/okupasi) lahan menjadi lahan permukiman dan pertanian, dan tingginya pertumbuhan tanaman air dan gulma (eceng gondok). Hal tersebut merupakan latar belakang sehingga pentingnya Revitalisasi Danau Tempe.

Revitalisasi Danau Tempe akan menambah volume tampungan sebesar 7,23 juta m3,dari volume tampungan sebelumnya sebesar 207,66 juta m3 menjadi 215 juta m3.

Meningkatnya volume tampungan danau dapat memenuhi kebutuhan air baku masyarakat di sekitar Danau Tempe, dari 23 ribu jiwa menjadi 30 ribu jiwa.

sebagai sumber air irigasi pompa (di sekitar Danau Tempe) seluas 5 ribu Ha, Peningkatan produksi ikan budidaya ikan nila menghasilkan 7,92 ton/Ha, dan sebagai tempat obyek wisata.