Monday, 19 August 2019
Monday, 19 August 2019
Home » BERITA BBWS-PJ » Pelatihan Penjaga Pos Hidrologi Provinsi Sulawesi Selatan

Pelatihan Penjaga Pos Hidrologi Provinsi Sulawesi Selatan

Data Hidrologi adalah data yang menjadi dasar dari perencanaan kegiatan pengelolaan SDA di wilayah sungai. karena itu, data hidrologi perlu dikelola dalam suatu sistem hidrologi agar tersedia informasi sumber daya air yang akurat, benar, dan tepat waktu bagi semua pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu personil yang bekerja juga harus mempunyai pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan tentang pos hidrologi dan peralatannya.

menjamin kebenaran dan keakuratan pencatatan data dilapangan, PPK Pendayagunaan Sumber Daya Air, BBWS Pompengan Jeneberang menggelar Pelatihan Penjaga Pos Hidrologi Provinsi Sulawesi Selatan. Bertempat di Balai Diklat Wilayah VIII Makassar, kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 21 Mei – 22 Mei 2019.

Dalam sambutannya, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Ir. Suparji, S.ST, MT mengatakan para petugas/pengamat hidrologi dapat melaksanakan tugas pencatatan data hidrologi dengan benar, sehingga bisa menyajikan data hidrologi yang akurat dan berkesinambungan karena penjaga pos hidrologi merupakan ujung tombak dalam sebuah dasar perencanaan kegiatan pengelolaan Sumber Daya Air di Wilayah Sungai. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petugas penjaga pos hidrologi dalam pencatatan curah hujan, tinggi muka air dan klimatologi secara manual, dan otomatis serta pemeliharaan alat dan pos.

Arahan dan Kebijakan tentang Penjaga Pos Hidrologi sekaligus Pemaparan materi tentang manfaat Data Hidrologi dan Peran Pengamat Pos dalam Pengelolaan SDA disampaikan oleh Dr. Eng. Idham Riyando, MOE, Kepala Seksi Hidrologi dan Kualitas Air. Pemaparan selanjutnya tentang Pos Duga Air dibawakan oleh Mirwan Rofiq Ginanjar ST, MPSDA, peneliti pertama BALAI HiTA Puslitbang SDA Bandung, pemaparan materi pos stasiun Klimatologi dibawakan oleh Asep Ferdiansyah, S.Si, pengolah bahan standar dan pedoman Balai HITA Puslitbang SDA Bandung.

Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 202 orang terdiri dari 37 orang dari WS Saddang, 47 orang dari WS Jeneberang, 77 orang dari WS Walanae Cenranae, dan 41 orang dari WS Pompengan Larona.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali dengan pengenalan alat-alat untuk pengukuran curah hujan serta bagaimana cara mengoperasikannya dengan baik dan benar.(SISDA)