MENGENAL WILAYAH SUNGAI MUSI – SUGIHAN – BANYUASIN – LEMAU (WS. MSBL)

MSBL terletak antara 102 04’66’’ bujur timur dan 106 05’30’’ bujur timur serta antara 01 30’67’’ lintang selatan dan 04 57’32’’ lintang selatan. WS. MSBL merupakan wilayah sungai lintas provinsi dengan luas WS. 86.860 km2, ada 12 sungai besar diwilayah sungaitersebut. Sungai utama adalah sungai musi dengan panjang sekita 750 km, bermuara Selat Bangka dan Hulunya ada di Kabupaten Kepahiyang Provinsi Bengkulu. Ada delapan sngai besar ordo-2 merupakan anak Sungai Musi, sehingga sungai musi beserta anak sungainya sering disebut dengan batang hari sembilan. Terdapat 30 DAS pada wilayah sungai ini, DAS yang terbesar adalah DAS musi (untuk jelasnya dapat dilihat pada pet dibawah ini).

MSBL meliputi Povinsi Sumatera Selatan (93,12%); Provinsi Bengkulu (3,28%); Provinsi Jambi (3,35%) dan Provinsi Lampung (0,25%). Dengan adanya pemekaran wilayah, saat ini WS. MSBL meliputi 26 Kabupaten / Kota , 17 Kab / Kota terdapat Provinsi Sumatera Selatan (Kota Palembang; Kab. Banyuasin; Kab. Musi Banyuasin; Kab. Gan Ilir; Kota Prabumulih; Kab. OKI Timur; Kab. OKU; Kab. OKU Selatan; Kab. Pali; Kab. Muara Enim; Kab. Lahat; Kota Pagaralam; Kab. Empat Lawang; Kab. Musi Rawas; Kab. Musi Rawas Utara dan Kota Lubuk Linggau), empat Kabupaten di Provinsi Bengkulu (Kab. Rejang; Kab. Lebong; Kab. Kepahiyang dan Kab. Bengkulu Tengah), satu Kabupaten di Provinsi Lampung (Kab. Lampung Barat) dan empat kabupaten di Provinsi Jambi ( Ka.Muara Jambi; Kab. Batanghari; Kab. Sarolangun dan Kab. Tanjung Jabung Timur).

MSBL mempunyai potensi baik sebaagai lumbung pangan maupun sebagai lumbung energi. Potensi daerah Irigasi cukup besar, DI. Komering di. Kab. OKU Timur dapat dikembangkan sampai Kab. Way Kanan Provinsi Lampung sekitar 120.000 ha, demikian pula potensi daerah rawa dipantai timur provinsi Sumatera Selatan ada sekitar 450.000 ha. Kabupaten/kota lainnya pun emikian, ada daerah yang unggulan utamanya berupa perkebunan atau perikanan. Potensi energi listrik yang berasal dari sumber daya air banyak terdapat didaerah hulu Sungai Musi, seperti Kab. Kepahiyang dan Kab. Rejang Lebong serta Kab. Lahat, demikian pula batu bara dan gas bumi juga melimpah di WS. MSBL.

Namunkita juga perlu waspada, karena bnyak terjadi perubahan fungsi lahan sehingga dibeberapa daerah terjadi lahan kritis, banjir, erosi, sedimentasi dan tanah longsor. Di hulu Sungai Musi perlu ada kegiatan konservasi agar tidak terjadi bencana, banyak mata air yang ada sudah hilang. Demikian pula dibagian hilirnya pembangunan sumber daya air harus dikelola secara terpadu, hal ini merupakan kerja keras bagi BBWS Sumatera VIII dan anggota TKPSDA WS. MSBL(nadjm88/PP).

Print Friendly, PDF & Email

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *