BANJIR TENGGELAMKAN BANGKA BARAT

Bencana banjir kembali melanda provinsi Kepulauan bangka Belitung, kalau sebelumnya tahun lalu banjir terjadi di Ibukota Provinsi yaitu yaitu Kota Pangkal Pinang. Kali ini banjir menerjang Kabupaten yang punya kases hubungan trasnportasi dengan Provinsi Sumatera Selatan, yaitu adanya pelabuhan kapal ferry di tanjung Kalian.

Kabupaten Bangka Barat merupakan salah satu kabupaten yang berada dipulau Banga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, moto kabupaten ini “Sejiran Setason” yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2013 mempunyai luas sekitar 2.820,61 km2 dengan jumlah penduduk 175.150 jiwa.

Akibat hujan lebat disertai dengan pasang air laut yang tinggi, pada tanggal 30 Januari 2017 yang lalu kabupaten ini mengalami musibah berupa terjadinay banjir besar dibeberapa wilayah kecamatan pada kabupaten tersebut. Berdasarkan data dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung banjir tersebut melanda kelurahan  Tanjung, Sungai Daeng, Belo Laut Kecamatan Muntok dan disepanjang jalan nasional yang menyebabkan 1.300 rumah terendam air serta menyebabkan juga rusaknya empat unit jembatan nasional dan dua jembatan diantaranya dalam kondisi rusak berat serta beberapa plat duiker tergerus sehingga memakan badan jalan.

Reporter Bidar News baru-baru ini telah melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Bangka Barat serta menemui beberapa pihak terkait untuk meliput rencana penanggulangan bencana tersebut. Menurut kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir. Amrullah Harun “ Terjadinya banjir disebabkan bnyak sungai yang sudah dangkal akibat sedimantasi yang besar sebagai dampak dari ilegal minning dan terjadinya alih fungsi lahan bersamaan dengan adanya pasang air laut. Untuk  mengurang banjir yang terjadi salah satu solusinya adalah pembagunan kolong bekas galian untuk difungsikan sebagai waduk/kolam tampung sementara sebelum air dibuang kelaut”. Rencananya, DED pembangunan kolong tersebut akan dilaksanakan oleh SNVT BBWS Sumatera VIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam tahun anggaran 2017.

Sementara itu kepala Dinas PU Kabupaten Bangka Barat Ir. Suharli menceritakan bagaimana pada saat terjadi banjir tersebut masyarakay Desa Culong Kecamatan Muntok sempat diungsikan, karena Desa Culong mengalami banjir paling parah, tinggi air banjir bahkan mencapai satu meter. Selain itu akibat putusnya beberapa jembatan diruas jalan nasional mengakibatnya terisolornya ke-tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Barat. Menurutnya, disamping banyak DAS yang rusak akibat penambangan liar juga terjdinya penyempitan badan sungai karena ada pemukiman penduduk yang berdiri disempadan sungai. Untuk mengurangi beban limpasan air dari gunung menumbing maka perlu pembangunan kolong yang ada disekitarnya agar air dapat dikendalikan kedalam kolong sehingga tidak menggenangi fasilitas umum dan pemukiman warga.

Akibat banjir di Kabupaten Bangka Barat, telah merusak juga beberapa infrastruktur sumber daya air seperti longsornya tanggul dikolong menjelang dan jebolnya gorong-gorong dikolong Babi. Menurut Kepala Satker PJSA BBWS Sumatera VIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir. H. Abdurroni, MT bahwa pihak SNVT telah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk menanggulangan akibat banjir yang pernah terjadi tersebut. Dalam tahun 2017 ini SNVT juga telah merencanakan pembangunan Kolong Penindang II di Kabupaten Bangka Tengah yang berbatasan dengan Kota Pangkal Pinang untuk menanggulangi kelebihan air jika terjadi banjir.

Print Friendly, PDF & Email

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *