SINERGI PENANGANAN LONGSOR JALAN DIKABUPATEN OKU

Provinsi Sumatera Selatan terletak dilintas selatan khatulistiwa salah satu provinsi di pulau sumatera yang berbatasan denga provinsi Jambi disebelah Utara, Provinsi Bengkulu di sebelah Barat, Provinsi Lampung disebelah Selatan dan selat Bangka disebelah Timur. Provinsi Sumatera Selatan mempunyai topografi bervariasi sebelah barat berupa daratan tinggi/pegunungan yang berbatasan dengan Provindi Bengkulu dan disebelah timur merupakan dataran rendah daerah rawa yang luas menjadikan Provinsi ini beragam topografi dan aliran sungainya.

Sungai yang berada di Provinsi Sumatera Selatan ini berasal dari 9 Sungai besar yang kesemuanya bermuara ke Sungai Musi di Kota Palembang, dikenal dengan batang hari sembilan. Infrastruktur jalan di Provinsi ini sering sekali berdampingan dengan sungai-sungai tersebut, dan sering kali aliran sungai yang besar mengancam bahkan mengurus badan jalan yang terletak ditepi sungai tersebut.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki Unit Pelaksanaan Teknis didaerah-daerah yang merupakan perpanjangan tangan Kementerian dalam melaksanakan tugas pembangunan sarana dan prasarana di daerah. Untuk Provinsi Sumatera Selatan Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat memiliki dua UPT, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII yang mengurus bidang Sumber Daya Air dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V yang mengurus bidang infrakstruktur jalan dan jembatan.

Pada tanggal 20 Januari 2017 yang lalu diadaka pertemuan antara BBWS Sumatera VIII dengan BBPJN V membahas rekonstruksi longsor yang terjadi ditepi jalan nasional. Rapat dihadiri oleh Kasatker Yudian Budi Krishna, ST Msi, PPK 07 PJN2 Sumsel Nuraini, ST MT, Asisten Perencanaan PJN2 Anggoro  Yudho, Asisten Pelaksanaan PJN2 M Andi Pratama, Asisten Perencanaan P2JN Rahma Sari, dari konsultan Nov. Azam dan dari Core Team IGN Sunanto. Sedangkan dari BBWS Suamatera VIII dihadiri oleh Kabid Program dan Perencanaan Wijayanto,ST. M.Si, Kasi Perencanaan  Arie Andrian Lubis, ST. MT, Kasi Sungai dan Pantai Bidang PJSA Dian Anggraini, ST, dan konsultan Ir. Agung Setiono.

Dalam rapat dikemukakan bahwa banyak terjadi longsor jalan ditepi sungai di Wilayah Sumatera Selatan, rapat khusus membahas longsor badan jalan yang bersinggungan dengan Sungai Ogan Komering Ulu, tepatnya pada km 192+920 Desa Banuayu Kecamatan Lubuk Batang. Longsoran terjadi sepanjang +200m dan sudah menggerus sebesar setengah badan jalan sehingga kendaraan yang melintas Cuma satu ruas dan harus sangat hati-hatiserta dipemberlakukan sistem buka tutup. Dari perencanaan P2JN BBPJN V mengusulkan penanganan dengan kontruksi dinding penahan yang ditopang pondasi dengan diameter pile 50cm dan kedalaman 12 m serta panjang kontruksi direncanakan 120 meter.

Kabid Program dan Perencanaan BBWS Sumatera VIII Wijayanto,ST. M.Si mengusulkan jenis penanganan tambahan berupa rangkaian beberapa krib menjorok kebadan sungai. Hal ini merupakan hasil survei dan investigasi lapangan dan perhitungan analisis aliran air sungai dengan kala ulang banjir 25 tahunan. Rangkaian krib tersebut dibutuhkan minimal 6 krib dengan panjang masing-masing 30m dari tepi sungai yaang jarak masing-masing krib 60 meter. Kontruksi krib ini dibutuhkan guna mengamankan kontruksi dinding penahan hasil desain dari P2JN yang utamanya mengurangi kecepatan air disisi tikungan luar sungai yang sangat berpotensi menggerus kaki bangunan retaining wall, dan menambah sedimen di kaki pondasi dinding penahan, dengan memperhitungkan beberapa hal yang telah di survey yaitu : (1). Peofil penampang melintang sungai dilokasi longsor, (2). Lokasi limpasan banjir di sekitar longsoran yang pernah terjadi, (3). Distribusi  kecepatan arus sungai di sekitar lokasi longsoran. Dengan adanya rangkaian krib diharapkan dapat mengamankan kaki bangunan retaining wall dan pondasi pile serta juga akan terbentuk endapan yang semakin mengamankan bangunan tersebut.

Print Friendly, PDF & Email

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *