MONITORING RENCANA PEMBANGUNAN PLTM BENDUNG PERJAYA

Bendung Perjaya yang terletak di desa perjaya Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu bendung terindah di indonesia. Berada pada posisi 104020’ Bujur Timur – 104055’ Bujur Timur dan 3055’ Lintang Selatan – 4020’ Lintang Selatan, jarak dari Kota Palembang sekitar 200 km atau dapat ditempuh dengan jaran darat sekitar 5-6 jam.

Bendung Perjaya merupakan bagian dari prasarana daerah irigasi komering, Sungai Komering yang merupakan anak Sungai Musi dibendung sehingga airnya dapat mengairi Derah Komering, Daerah Macak, Daerah Belitang, Daerah Bahuga, Daerah Mucak Kabau, Daerah Lempuing di Provinsi Sumatera Selatan dan Daerah Tulang Bawang di Provinsi Lampung. Total luas daerah irigasi yang dapat dibuka nantinya mencapai sekitar 120.000 ha, saat ini yang baru dibuka sekitar 70.000 ha. Daerah ini juga merupakan  salah satu pendukung lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan selain daerah rawa dipantai timur provinsi tersebut, sehingga Provinsi Sumatera Selatan mendapat predikat lumbung pangan nasional ke-lima di-Indonesia.

Selain untuk irigasi, Bendung Perjaya belakangan ini juga dimanfaatkan untuk tujuan rekreasi baik dari luar maupn dalam kota, terlebih pada saat hari-hari libur nasional. Lokasinya masih sejuk dan asri, bisa memandang alamnya yang indah sambil memancing ikan. Disekitar lokasi bendung juga sudah bnyak pedagang yang menjual aneka buah-buahan, demikian juga dengan pedagang ikan yang menjual ikan segar dari sungai, seperti gabus, seluang, patin, dan sebaginya.

Bendung Perjaya beserta prasarana irigasinya ternyata juga punya potensi untuk energi listrik terbarukan dengan pemanfaatan daya air yang ada. Pada saluran sekundernya dalam waktu dekat ini akan dibangun PLTM dengan daya listrik sebesar 1,4 MW oleh pihak swasta. Bahkan Bendung Perjaya termasuk salah satu pilot project yang didanai oleh Pemerintah Austria berupa kegiatan Perjaya Low Head Utilisation Pilot Project. Baru-baru ini dimulai dari tanggal 7-9 Juni 2017 telah berkunjung kelokasi  Bendung Perjaya lintas instansi terkait untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, seperti dari  Kemenko Ekonomi, Bappenas, Kemen PUPR, Kemen ESDM dan Andrits Hydro untuk melakukan kegiatan Monitoring Rencana Pembangunan PLTM Bendung Perjaya. Setelah semua administrasi terpenuhi seperti pembuatan kerangka acuan, struktur kerja dan financial prosedure telah disepakati akan dilanjutkan dengan kegiatan Pre-Feasibility Study, sehingga dapat dihasilkan kesimpulan apakah kegiatan ini dapat dilanjutkan atau tidak. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, diperkirakan potensi energi yang akan dihasilkan nantinya sebesar 5 MW.

Print Friendly, PDF & Email

2 Comments

  • GabecUs

    Wah besar juga yamin listriknya, moga dapat dipergunakan dengan baik aliran listriknya untuk menerangi masyarakat

  • Siti

    Wah lumayan cukup besar hasilnya, semoga listrik yang di hasilkan ini dapat menerangi banyak keluarga yang mungkin dapat di manfaatkan oleh masyarakat banyak s hinga seluruh daerah bisa di terangi

  • Write a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *