MENDIRIKAN BANGUNAN DIATAS SUNGAI MENURUT SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM

Ketika hukum islam mulai dibentuk dengan diutusnya Rasullullah SAW, masalah yang berkaitan dengan muamalah masih sangat sederhana karena memang pada saat itu jumlah umat manusia masih belum begitu banyak seperti sekarang ini. Hukum masih dapat menjawab dengan rinci, disamping itu ummat islam dapat bertanya langsung kepada Baginda Rasullullah SAW tentang hukum masalah tersebut.

Namun saat ini perkembangan budaya masyarakat diawal pembentukan hukum islam dengan masa sekarang sudah jauh berbeda, sehingga mengakibatkan muncul kejadian-kejadian yang belum atau berada diluar jangkauan hukum sebagai yang terkodifikasi dalam fiqih-fiqih terdahulu. Salah satu persoalan itu adalah masalah membangun bangunan diatas sungai. Hukum membangun bangunan diatas sungai memang belum termuat didalam kitab-kitab fiqih. Kalaupun ada baru pada tahap anjungan untuk memelihara sungai.

SUNGAI DAN FUNGSINYA Definisi sungai secara umum adalah tempat mengalihnya air dari sumber air menuju ketempat yang lebih rendah (laut) dan biasanya terbentuk secara alami. Dari definisi ini terlihat jenis bahwa fungsi sungai sangat terkait erat dengaan air, karena itu antara sungai dengan air tidak dapat dipisahkan.

Air yang merupakan sumber penghidupan bagi setiap mahluk hidup memiliki fungsi yang dimensional, air berfungsi untuk minum, mandi, mencuci, alat bersuci, menyiram tanaman dan lain sebagainya, melihat kenyataan fungsi air tersebut, maka sungai sebagai salah satu bentuk wadah air berfungsi antara lain sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat yang ada disalam Kitab Suci Al-Qur;an, seperti :

  1. Surat Al Baqorah Ayat 249, sungai berfungsi sebagai sumber air minum yang merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup.
  2. Surat Ibrahim Ayat 32, yang intinya bahwa sungai berfungsi sbagai sarana transportasi untuk kapal-kapal berlayar yang dapat mengangkut orang berpergian ketempat yang dituju.
  3. Surat Al Isra Ayat 91, Surat Al Kahfi Ayat 32 dan Surat Nuh Ayat 12 , sungai berfungsi sebagai sumber kehidupan seperti untuk menyiram tanaman yang ada dikebun dan tempat pertanian lainnya yang sangat bermanfaat bagi manusia.
  4. Surat An Nahl Ayat 15, sungai berfungsi sebagai petunjuk jalan, baik dihulu maupun dihilir sungai tersebut. Kalau kita telusuri sungai maka kita akan sampai ketempat yang akan dituju.
  5. Surat An Naml Ayat 61, Surat Ar Ra’du Ayat 3, sungai difungsikan sebagai kelengkapan sempurnanya lingkungan hidup karena sungai berfungsi sebagai ekosistem yang dapat menjadikan kehidupan terus berjalan secara baik yang sekaligus menunjukan kebesaran Allah SWT sebagai Sang pencipta dan yang harus kita sukuri.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa : pertama sungai merupakan sumber kehidupan yaitu untuk menampung air minum dan menyirami tanaman; kedua sungai merupakan sarana transportasi dan yang ketiga untuk terjaminnya kelangsungan ekosistem.

 

PENDAPAT ULAMA TENTANG MEMBANGUN BANGUNAN DI SUNGAI dalam kitab Fiqih hanya dibicarakan tentang memelihara sungai, tetapi jarang ditemukan secara langsung hukum tentang membangun diatas sungai. Dimulai dengan keharusan menghidupkan tanah / bumi yang tidak terpakai atau dalam istilah fiqih sering disebut dengan ihya’ulardli al mawan, bahwa dibolehkan menggarap tanah yang tidak terpakai digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Tetapi dalam pelaksanaannya apabila ditemukan sungai atau sumur, maka ulama sepakay untuk memelihara sungai atau sumur tersebut agar tetap pada kedudukan dan fungsinya semula.

Memelihara sungai yaitu membuang atau membersihkan apa yang ada atau keluar dari sungai itu berupa endapan, untuk kepentingan pemeliharaan ini, maka bangunan yang ada diatasnya harus digusur meskipun bangunan itu berupa mesjid atau sekolah. Dalam Mazhab Syafi’i dijelaskan bahwa yang dimaksud memelihara sungai adalah membuang tanah dan segala endapannya serta ditimbun ditempat yang cocok. Beberapa pendapat ulama tentang kewajiban memelihara sungai ini menunjukan bahwa membangun bangunan di sungai, dibantaran sungai atau di tepi sungai adalah perbuatan terlarang.

 

HUKUM MENDIRIKAN ANGUNAN DISUNGAI JIKA DIKAITKAN DENGAN KONDISI DITANAH AIR munculnya bangunan diatas atau dibantaran sungai dilatar belakangi oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Meingkatnya jumlah penduduk yang memerlukan lahan sebagai tempat tinggal, sementara ketersediaan tempat tinggal terbatas.
  2. Lemahnya kontrol yang ada, tindakan lebih sering dilakukan setelah bangunan tersebut berdiri dan jika terasa sudah sangat mengganggu, dari pada tindakan pencegahan sebelum bangunan tersebut berdiri.
  3. Lemahnya pemahaman dan kesadaran hukum dimasyarakat, baik terhadap hukum positif maupun hukum islam walaupun mayoritas penduduk kita beragama islam.

Agar hukum membangun diatas sungai lebih terarah, perlu kita tinjau dalam beberapa aspek :

  1. Aspek hak milik dan hak pakai. Ditinjau dari fungsinya, kepemilikan sungai adalah milik umum, tidak mungkin dimiliki secara perorangan, hal ini dilandasi oleh hadis rasullullah SAW, yang artinya dari Abi Kharasy ia berkata ; Rasullullah SAW bersabda “ Orang islam itu bersarikat dalam tiga hal, yaitu air, rumput dan api (hadis Riwayat Ahmad). Hadis ini menjelaskan bahwa air menjadi benda yang harus dimiliki secara bersama, artinya bahwa sumber air tersebut sungai atau sumur/danau secara bersama merupakan suatu keharusan.

Karena sungai dimanfaatkan secara umum atau seluruh individu, maka sungai berada dalam kategori hak milik umum. Menurut ibnu Talmiah “ anugrah alam seperti air, rumput dan api adalah milik bersama atau sosial. Alasannya karena semua itu diberikan oleh Allah SWT secara gratis dan agar semua orang tidak mengalami kesulitan untuk menggunakannya.

Dengan demikian, sungai merupakan milik bersama, menganggap sungai seperti milik pribadi adalah tidak sah karena ada halangan syara’ dan hukumnya haram. Apabila kepemilikan itu dianggap tidak sah, maka membangun bangunan diatasnya sama dengan  membangun bangunan diatas tanah yang bukan miliknya dan perbuatan ini hukumnya haram.

Kalau membangun itu sebagai hak al-manfaah (hak pakai0, akan berhadapan dengan kaidah fiqih, yaitu mendahulukan kepentingan umum ketimbang kepentingan pribadi. Dengan membangun bangunan diatas sungai ada banyak ke maslahatan umum yang terabaikan.

 

Menurut Sopa, ada lima kaidah yang menentukan dilarang atau diperbolehkannya menggunakan hak pakai, yaitu :

  1. Tidak akan mendatangkan kerugian pada orang lain.
  2. Tidak bertentangan dengan tujuan syara’, seperti menghalalkan yang haram atau menghalalkan yang halal.
  3. Tidak menimbulkan bahaya atau kerugian yang lebih besar dari maslahatnya.
  4. Sesuai dengan kelaziman dan tidak menimbulkan kerugian pada orang lain.
  5. Dilakukan dengan hati-hati dan tidak ceroboh yang akan menimbulkan kerugian bagi orang lain meskipun kerugian itu tidak dikehendaki.

Dari kelima rambu-rambu itu hampir seluruhnya termasuk pelanggaran apabila dilakukan pembangunan diatas sungai karena semuanya akan bermuara pada terjadinya kerugian. Membangun diatas sungai dapat menyebabkan penyempitan badan sungai sehingga aliran air akan terhambat, akibatnya akan terjadi banjir, tercemarnya kualitas air disungai akibat limbah rumah tangga dan industri, terjadinya pengendapan disekitar bangunan tersebut yang menyebabkan terhalangnya aliran air sungai. Selain itu rusaknya keindahan alam karena dengan adanya bangunan tersebut akan menimbulkan nuansa kumuh disekitarnya. Dengan melihat banyaknya kerugian yang telah disebutkan diatas, maka membangun bangunan diatas sungai sebagai wujud haq al manfaah adalah tidak sah kalau tetap dilakukan maka hukumnya adalah haram.

  1. Aspek hak murur (hak untuk lewat). Sungai juga berfungsi sebagai sarana lalu lintas yang sangat penting untuk kapal berlayar dari muara sampai ke udik, seperti dikalimanta juga sebagian di Sumatera dimana transportasi air masih bnyak dipakai oleh masyarakat setempat. Jika diatas sungai dibangun bangunan, maka sungai akan menyempit dan terjadi pendangkalan, sehingga transportasi air menjadi terhambat, berarti menghalangi hak murur. Perbuatan ini tentu akan merugikan kepentingan umum, jika ini dilakukan makahukumnya adalah haram.
  2. Aspek sungai sebagai sumber air. Sungai juga berfungsi sebagai sumber air, sedangkan air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Air yang mengalir disungai dapat dimanfaatkan untuk air minum, menyiram tanaman dan sebagi habitat berbagai jenis hewan air. Hewan air seperti ikan merupakan sumber makanan bagi manusia, selain itu kehidupan hewan ini membentuk keseimbangan ekosistem bagi alam.

Apabila diatas sungai dibangun akan berakibat terjadinya pencemaran limbah rumah tangga, air akan menjadi kotor dan tidak sehat untuk dikosumsi. Selain itu juga meracuni kehidupan hewan air sekaligus merusak ekosistem alam dan lingkungan. Melihat merugikan tersebut maka membangun bangunan diatas sungai hukumnya adalah haram karena kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan umum. Sedangkan membangun dibantaran sungai untuk kepentingan umum dan untuk kepentingan memeliharaan sungai, hukumnya boleh. Karena itu dibolehkan membangun dermaga, jembatan sebagai sarana transportasi umum. Membangun rumah pintu untuk memompa air ketempat-tempat yang memerlukan, tetapi bangunan dan segala aktivitasnya tersebut tidak boleh mencemari air sungai dan kelancaran air yang mengalir disungai dan ini sesuai juga dengan hukum positif yang ada dinegara kita.

Terkait dengan pencemaran air sungai, maka perlu dilakukan pencegahan terhadap hal-hal berikut ini :

  1. Jangan membuang kotoran, bangkai, sampah kesungai, oleh karena itu dilarang membuat WC diatas sungai;
  2. Jangan menebang pohon-pohon yang ada dihulu sungai dan disepanjang aliran sungai;
  3. Jangan membuang limbah industri baik dalam bentuk cair maupun padat yang belum diolah yang akan mengakibatkan terjadinya pencemaran air sungai.

Jika masih dilakukan kegiatan tersebut diatas, berarti telah membuat kerusakan, hal ini tidak sesuai dengan peringatan Allah SWT dalam Surat Al-Qashas ayat 77 yang artinya sebagai berikut “Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. Ayat ini secara jelas melarang orang untuk melakukan perbuatan merusak dalam bentuk apapun dipermukaan bumi ini. Kenyataan yang ada bahwa mendirikan bangunan diatas sungai atau ditepi sungai selalu menimbulkan kerusakan pada fungsi sungai tersebut baik oleh karena bangunan  itu secara langsung termasuk aktivitas dari orang yang berada dibangunan itu. Karena itu mendirikan bangunan diatas sungai bertentangan dengan ayat tersebut dan hukumnya adalah haram, oleh karna itu mengingat mayoritas penduduk dinegara kita beragama islam dan sangat berkepentingan dengan keberadaan sungai yang bersih dan sehat, mungkin perlu ada fatwa dari para ulama atau paling tidak disampaikan pada saat khotbah dimesjid agar masyarakat dapat menjaga sungai-sungai yang berada disekitarnya (disari dari berbagai sumber).

Print Friendly, PDF & Email

1 Comment

  • GabecUs

    Hajanah ulasan ya g baik patut untuk di renungkan

  • Write a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *