PEMBANGUNAN INTAKE OGAN II UNTUK ASIAN GAMES 2018

Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII saat ini sedang membangun intake air baku di Sungai Ogan atau sering disebut dengan intake Ogan II di Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang yang berkapasitas 1.200 liter per detik. Pembangunan tersebut dimulai sejak maret 2017 yang lalu untuk menambah pasokan air bersih khusunya didaerah seberang ulu atau sekitar Komplek Olahraga Jakabaring.

Sebagaimana kita ketahui selain Jakarta, Kota Palembang akan menjadi penyelenggara kegiatan akbar Asian Games Tahun 2018 mendatang yang akan dipusatkan dikomplek Olahraga Jakabaring, oleh karna itu kebutuhan air bersih perlu menjadi perhatian pemerintah pusat terutama dalam memenuhi kebutuhan pasokan air bagi lima rusun atlet yang kan digunakan oleh para olahragawan yang saat ini juga sedangdibangun oleh pemerintah.

Selama ini pasokan air bersih untuk kawasan tersebut diperoleh dari intake Ogan I yang telah dibangun dan dikelola oleh perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang dengan kapasitas 500 liter perdetik. Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Suparji, S.ST.MT yang baru menjabat sejak tanggal 16 September 2017 menggantikan Ir. Jarot Widyoko, Sp. Yang dimutasi ke Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane mengatakan bahwa “ pompa yang akan dibangun sebanyak 3 unit dengan kapasitas 660 liter/detik setiap pompa. Yang akan beroperasi hanya dua pompa saja sedang satu pompanya akan disiapkan sebagai cadangan”. Pekerjaan konstruksi yang dikerjakan meliputi pembangunan intake, bak alat ukur flowmeter, pompa intake submersible dan pekerjaan pipa transmisi. Total nilai kontrak pekerjaan pembangunan intake air baku ini sebesar Rp. 38,34 milyar dan direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2017 ini.

Informasi dari Ir. Florentina Sitompul, MM selaku PPK Air Baku yang menangani kegiatan tersebut mengatakan bahwa saat ini progres fisik dilapangan baru mencapai 80,07 %. Kedala yang dihadapi dalam penyelesaian kegiatan ini adalah pengadaan tanah yang mengalami keterlambatan dari dari jadwal semula, seperti adanya sekoolah PAUD yang perlu diselesaikan secara hati-hati. Namun kendala tersebut sedapat mungkin dapat diatasi sehingga target waktu penyelesaian akan tercapai. Pembebasan lahan pekerjaan ini juga melibatkan instansi terkait lainnya, seperti Pemerintah Kota Palembang. Kemudian juga melibatkan Dirjen Cipta Karya yang akan membangun fasilitas pengolahan airnya. Karena kewenangan BBWS Sumatera VIII dalam kegiatan ini hanya dari intake sampai ke WTP saja. Sesuai dengan peraturan yang berlaku pengambilan air dari sungai harus ada izin dari instansi yang berwenang. Dalam hal ini Kementerian PUPR cq. Dirjen Sumber Daya Air, untuk itu izin pemanfaatan air permukaannya juga sudah disetujui oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR pada tahun 2016 yang lalu.

Print Friendly, PDF & Email

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *