BENDUNGAN TIGA DIHAJI AKAN TAMBAH CADANGAN AIR DI SUMSEL 104 JUTA M3

Kementerian PUPR pada tahun 2018 ini akan memulai pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang berlokasi di Desa Sukabumi Kecamatan Tiga Dihaji Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan termasuk dalam 49 pembangunan bendungan baru, diharapkan pembangunannya akan selesai dalam waktu 6 tahun mendatang.

Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji juga untuk mendukung program Nawa Cita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, tujuan proyek ini nantinya agar dapat mewujudkan ketahanan pangan dan air secara nasional.

Bendungan yang anggaran biayanya lebih dari 3 triliun ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 104,8 juta m3 , bendungan multy purpose ini akan memberikan pasokan air irigasi seluas 38.500 ha, potensi listrik 35,74 MW dan mereduksi banjir sebesar7,04%. Bendungan Tiga Dihaji juga akan menyediakan air baku sebesar 1 m3/detik dan menjadi obyek wisata bagi Kabupaten OKU Selatan.

Untuk mempercepat pembangunan bendungan ini, Kementerian PUPR melalui Dirjen Sumber Daya Air telah menunjuk beberapa pejabat pelaksana dilapangan, seperti Kepala Satuan Kerja (Ali Cahyadi Ahmad, ST), PPK Bendungan I (….) dan PPK Bendungan 2 (Amaraldo Azmi, ST. MPBA) serta PPK ganti rugi lahan (…). Dalam paparannya didepan Sekda Kabupaten OKU Selatan H. M. Romzi, SE dan pejabat terkait lainnya, Kasatker menyatakan bahwa “Untuk mempercepat ganti rugi maka BBWS Sumatera VIII akan menyelesaikan proses ganti rugi melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) secara keseluruhan pada tahap II ini”. Selain itu juga proses tender untuk kegiatan fisik dilapangan juga akan segera dimulai pada tahun anggaran 2018 ini, kita mengharapkan jika bendungan ini selesai dibangun nanti dapat mengalirkan air sampai kesawah-sawah masyarakat serta dapat mengatasi kesulitan pasokan listrik di Kabupaten OKU Selatan.

Bendungan dengan type urugan dengan tinggi sekitar 121 meter ini merupakan bendungan pertama yang dibangun di Provinsi Sumatera Selatan. Luas genangan sekitar 615,9 ha dan jalan akses menuju lokasi sepanjang 15 km. Jumlah lahan masyarakat yang akan terkena pembebasan 433 persil, Pembebasan tahap I dimulai tahun 2017 lalu sebanyak 60 persil atau sekitar 21,9 ha dan tahun 2018 ini akan dilanjutkan dengan pembebasan lahan tahap II 373 persil, sekarang sedang dalam tahap musyawarah yang dilakukan oleh panitia pembebasan lahan yang diketuai oleh Kepala BPN OKU Selatan dan BBWS Sumatera VIII. Pada hari Rabu tanggal 21/2 bertempat di Kantor Camat Tiga Dihaji telah diadakan musyawarah dengan masyarakat yang akan terkena ganti rugi tahap II. Kepala BPN Kabupaten OKU Selatan Muhammad Zamili mengatakan bahwa “seluruh proses ganti rugi akan diselesaikan pada tahap II ini, jika masyarakat telah sepakat agar segera menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan kepada panitia dan selanjutnya pencairan dananya akan dikirim kerekening masing-masing oleh LMAN atau Lembaga Managemen Aset Negara setelah dilakukan verifikasi oleh BPKP”. Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII Suparji, S.ST, MT mengatakan “Bendungan Tiga Dihaji adalah salah satu proyek strategis nasional yang tentunya akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, bendungan ini juga akan dapat dimanfaatkan untuk irigasi, tenaga listrik dan pariwisata sehingga diharapkan dapat memajukan perekonomian di Kabupaten OKU Selatan. Karena bendungan ini termasuk bendungan besar dan dibangun dengan dana yang besar maka perlu hati-hati dalam pelaksanaannya”.                            Bupati OKU Selatan Popo Ali dalam sambutannya “meminta masyarakat yang menerima ganti rugi agar memanfaatkan uang ganti tersebut dengan baik, jangan dibuat untuk foya-foya dan gunakanlah untuk hal-hal yang produktif”. Karena besarnya dana untuk membangun bendungan ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) sumatera Selatan melalui Asisten Intelijen Dede Suardi Surahman, SH mengatakan bahwa “Kejati Sumsel dengan Tim Pengawal Pembangunan Pemerintah Daerah (TP4D) akan mengawal pembangunan Bendungan Tiga Dihaji agar tidak terjadi hambatan dalam pembangunannya dilapangan nanti”.

Print Friendly, PDF & Email

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *